Lungsuran

Lungsuran adalah hal yang sangat biasa pada kehidupan saya di masa lalu, namun menjadi hal yang kurang menarik bagi anak sekarang. Dulu, dengan kondisi pas-pas an, mendapat lungsuran adalah seperti mendapat karunia. Bahkan jika yang memberikan lungsuran adalah orang yang di “tua” kan, atau orang yang disegani, kita berasa mendapatkan berkah…istilah bahasa Jawa nya, “ngalap berkah”. Walau keluarga saya bukan orang berada, namun karena ayah ibu seorang guru, untuk ukuran kampung saya, keluarga saya dianggap cukup terpandang, dengan rumah besar, ada pavilyun nya. Seingat saya, saat saya dan adik-adik masih kecil, banyak sekali saudara yang “ngenger” pada ayah ibu. Juga, jika ada saudara dari kampung yang berkunjung ke rumah, pada waktu mau pamit pulang, berkata…”Bapak ibu, menawi kepareng, nyuwun lungsuranipun”

Lanjutkan membaca “Lungsuran”