Harapan yang tak pernah padam

Mbak Sri hanyalah seorang pegawai rendahan. Pekerjaannya adalah bagian penataan arsip, sehingga setiap kali Rita akan berhubungan dengan mbak Sri, jika ingin meminjam manual perkreditan, serta peraturan lainnya. Sebagai seorang trainee, maka Rita harus mempelajari seluruh operasional Kantor Cabang, termasuk membantu mengelem amplop. Entah kenapa, saat itu amplop surat dibuat sendiri, dan hanya berupa lembaran yang sudah tercetak logo dan alamat Kantor, selanjutnya harus di lem di kiri kanannya. Selain itu, mbak Sri harus mengarsip bukti transaksi yang ribuan jumlahnya setiap hari, mengelemnya harus hati-hati, karena ini nantinya bisa dijadikan alat bukti jika ada perkara di pengadilan…jadi yang di lem hanya ujungnya saja…dan ditempel dalam suatu buku besar.

Lanjutkan membaca “Harapan yang tak pernah padam”

Iklan