Bagaimana rapor anda di tahun 2008?

Tanpa terasa sekarang kita mulai memasuki minggu ketiga bulan Desember 2008, yang merupakan bulan terakhir untuk mengejar target. Sudahkah anda mereview, bagaimana kira-kira kemajuan rencana anda di tahun 2008, adakah semuanya sudah tercapai, atau hanya sebagian besar saja? Saat seperti ini, kita juga mulai memikirkan target untuk tahun 2009, apa yang kita rencanakan?

Bagi perusahaan, perencanaan untuk tahun 2009 pada umumnya telah dibuat, didiskusikan dan disetujui oleh shareholder. Pada saat seperti ini, maka manajemen perusahaan akan duduk bersama dengan pemilik perusahaan, menyamakan langkah dan menilai kembali mengapa target tahun 2008 tidak dapat dicapai, dan bagaimana agar kesalahan yang sama tak terjadi di tahun 2009.

Bagaimana dengan perencanaan keluarga? Sebetulnya rumah tangga adalah lembaga keuangan yang terkecil, dan sebagaimana perusahaan, maka rumah tangga selayaknya juga membuat perencanaan untuk tahun 2009, baik secara kualitatif dan kuantitatif. Agar rencana ini tercapai, maka tentunya jika anak-anak telah besar, perencanaan ini dibicarakan dengan seluruh anggota keluarga, sehingga nantinya benar-benar dapat diterapkan.

Rencana Kuantitatif

Rencana kuantitatif digambarkan dengan angka-angka, perencanaan kuantitatif ini memaksa kita untuk bisa merencanakan dan melaksanakan dengan baik. Disini akan digambarkan bagaimana rencana pemasukan keuangan keluarga (berapa penghasilan ayah, ibu, atau adakah penghasilan tambahan lainnya), serta apa saja yang harus dikeluarkan. Pos-pos pengeluaran ini juga harus menggambarkan kondisi riil, ada pengeluaran wajib, serta ada pengeluaran yang bisa ditunda. Dengan menggambarkan rencana pengeluaran satu tahun, maka setiap bulan saya bisa memperkirakan berapa pengeluaran yang wajib, seperti: a) Membayar perpanjangan STNK (misal: pada bulan Maret dan bulan Mei), b)Membayar uang SPP (bulan Juli dan Januari), serta pengeluaran rutin bulanan yang lain (membayar gaji pembantu, sopir, belanja kebutuhan pokok), kemudian juga merencanakan pembelian untuk hobi (pakaian setiap berapa lama, sepatu, tas, buku, cat untuk lukisan, dan lain-lain), serta yang tak kalah penting adalah harus tetap bisa menyisihkan untuk tabungan.

Dari perencanaan tadi, kita akan bisa melihat, bahwa ada waktu-waktu tertentu yang pengeluarannya lebih besar, namun dengan perencanaan satu tahun ke depan, maka akan memaksa kita untuk menabung, agar pada waktu-waktu diperlukan, dapat memenuhi kewajiban tersebut. Bagaimana jika ternyata rencana pengeluaran ternyata lebih besar dari pemasukannya? Mau tak mau, anda harus berusaha mencari pendapatan tambahan, dan jika tak bisa, harus melakukan efisiensi. Orangtua zaman dulu, mengajarkan menabung dengan sederhana, setiap kita akan menanak nasi, maka ibu akan mencowok (mengambil segenggam beras), dimasukkan pada tempat tertentu, yang menjelang akhir bulan, pada saat tempat beras kosong, masing ada sisa beras yang disimpan setiap hari tadi.

Saat hidup di asrama, setiap penghuni, secara bergiliran akan merasakan, bagaimana mengatur belanja untuk orang seasrama (menjadi bendahara), dan tiap awal bulan bendahara akan menempelkan kertas, rencana keuangan bulanan (diambil dari rencana tahunan saat jabatan sebagai bendahara), sehingga uang makan yang ditarik oleh bendahara tidak sama setiap bulan nya. Penghuni juga harus menulis jika akan pergi ke luar kota, dan merencanakan kapan pulangnya, terkait dengan jumlah masakan dan beras yang akan di tanak. Dengan demikian, setiap tahun akan terjadi kelebihan cadangan beras, serta uang belanja, dan ini bisa dimanfaatkan untuk acara lain, atau untuk menambah uang belanja, tergantung kesepakatan pada rapat penghuni. Disinilah, juga saat saya masih tinggal bersama orangtua, yang merupakan tempat pelatihan, untuk hidup dengan membuat perencanaan.

Rencana Kualitatif

Apa yang dimaksud dengan rencana kualitatif? Ini adalah rencana kegiatan yang tak bisa dijabarkan dengan angka, namun harus benar-benar dicatat dan ditulis agar dapat dilaksanakan. Misalkan, anda pada tahun ini berniat menguruskan badan 10 kg, apa yang harus dilakukan. Selain ikut latihan senam dua kali seminggu, anda juga harus mengatur pola makan, dan ini harus ditaati, serta di cek setiap bulannya. Atau, anda ingin meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, maka selain ikut kursus bahasa, juga harus meningkatkan kemampuan tadi sehari-hari, mendengarkan televisi yang memutar film berbahasa Inggris tanpa teks, membaca bacaan bahasa Inggris dsb nya. Dan nantinya ditargetkan juga untuk ikut dalam test untuk menilai kemampuan anda.

Pada saat anak-anak belum dewasa (kalau sekarang mereka sudah punya daftar rencana masing-masing), maka ayah ibu dan anak-anak duduk bersama untuk membahas rencana satu tahun ke depan. Ini perlu agar orangtua memahami rencana anaknya, dan tentu saja juga untuk menyediakan dananya, yang kira-kira akan diperoleh dari mana.

Bagaimana anda membuat rencana keuangan jangka panjang?

Disadari, kita harus mempunyai rencana jangka panjang, yang akan di break down dalam rencana tahunan. Jangan ragu untuk memulai membuat rencana keuangan keluarga sejak awal, terutama jika anda menginginkan pendidikan yang terbaik bagi putra putri anda. Ada beberapa jenis cara membuat rencana keuangan jangka panjang, yang antara lain dapat digunakan untuk membiayai pendidikan, serta menambah manfaat pensiun. Jika anda tidak disiplin, maka anda dapat merencanakan keuangan ini melalui asuransi pendidikan. Dan juga untuk mendapatkan uang manfaat pensiun yang layak, agar nantinya setelah tua tak mengganggu anak cucu, tentunya harus dipersiapkan sejak awal, yaitu sejak saat mulai bekerja. Jika perusahaan anda mempunyai Dana Pensiun yang akan mengelola uang iuran pensiun anda, yang dipotong langsung dari gaji tiap bulan, maka anda hanya perlu menghitung, berapa uang pensiun yang akan anda peroleh nantinya saat mencapai uang pensiun. Apakah uang pensiun tersebut telah layak untuk bisa hidup tenang? Dan apabila anda termasuk yang telat mempunyai anak, maka anda harus pula memikirkan bagaimana agar pendidikan anak anda tidak terbengkalai, di saat anda telah mencapai masa pensiun, sedang ada anak yang masih harus dibiayai. Jangan pernah merencanakan, bahwa anak terbesar akan dapat menolong adiknya, ini rasanya tidak adil, karena anak terbesar juga mempunyai tanggung jawab untuk menghidupi dirinya sendiri, yang belum tentu cukup, tanpa harus ditambah dengan membantu membiayai adik-adiknya.

Dalam perencanaan keuangan keluarga, anda juga harus memikirkan agar uang anda ditanam dalam bentuk rencana investasi yang tepat, dan terdiversifikasi dengan baik. Jika anda telah melakukan hal ini, maka anda tak perlu kawatir, karena investasi yang anda tanamkan dalam bentuk reksadana atau saham adalah untuk investasi jangka panjang, sehingga anda tak perlu memikirkan jika pada saat ini investasi anda menurun. Selain itu anda juga perlu membuat dana untuk operasional sehari-hari, yang terpisah dari dana lainnya.

Pada akhir tahun, kita akan menghitung, berapa net worth ( modal sendiri = total aktiva-total hutang) kita, apakah naik atau turun? Kemungkinan jika anda banyak menanamkan dalam bentuk saham dan reksadana, nilainya akan menurun, karena terkena imbas krisis finansial yang dipicu oleh adanya kasus subprime mortgage di Amerika. Anda tidak perlu kawatir jika anda juga telah menempatkan dana pada produk yang lebih konservatif, seperti deposito dan tabungan. Anda juga harus mengecek, apakah deposito dan tabungan anda bunganya adalah masih dibawah bunga penjaminan, sehingga akan terproteksi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)?

Sebagai ibu rumah tangga, maka perencanaan keuangan keluarga terletak dipundak saya, dan minggu-minggu ini saatnya saya mereview data keuangan, serta melakukan rencana untuk kedepan. Up date data ini sangat penting, karena nantinya juga diperlukan pada bulan Maret 2008, untuk lampiran saat menyerahkan SPT ke Kantor pajak.

Bagaimana dengan anda, sudah tahukah bagaimana rapor keuangan anda sekarang? Jika tahun ini belum berhasil, jangan kawatir, minimal anda sudah belajar untuk melakukan pengelolaan keuangan, dan tahu dimana letak kesulitannya. Paling tidak, rencana keuangan tahun depan, akan lebih baik pelaksanaannya dibanding dengan tahun ini.


Iklan

51 pemikiran pada “Bagaimana rapor anda di tahun 2008?

  1. wow, inspiring.. sebenarnya masalah sederhana, tapi seperti biasa, gaya tulisan ini membuatnya menjadi serba luar biasa :).

    Keuangan tahun ini benar2 tak terencana Bu. Tapi insya Allah tahun depan, saya akan mencoba mengikuti jejak ibu membuat perencanaan2 tersebut..

    jadi semangat:)

    Dika,
    Hi Dika, masih di Bandung?
    Tulisan ini hanya mengingatkan bahwa sebentar lagi udah pergantian tahun…dan namanya menabung tuh suliiit banget, kalau tidak dipaksa.
    Mumpung masih muda, mulailah menabung dari sedikit dulu…tak terasa nanti akan menjadi banyak

  2. Ibu, tulisannya bernas dan mengalir. Isinya sesuai dengan kebutuhan saya untuk menilai dan membuat rencana baru, di tahun baru. Realistis bukan sekadar resolusi dan kontemplasi yang mengharu biru untuk menutup tahun ini. Terima kasih Bu.

    Yoga,
    Cuam sekedar berbagi. Masih ingat obrolan kita? Tentang planning dan segalanya…..harus diawali sejak dini.
    Rencananya termasuk yang kualitatif ya, dan yang menantang…..hehehe

  3. rapor saya sih ancur semuanya bu…
    tapi iya, saya bertekad tahun depan akan memperbaiki semuanya

    Itikkecil,
    Nggak apa-apa, bukankah masih merupakan latihan…..tahun depan lebih baik lagi.

  4. tahun ini mungkin tahun terburuk dalam beberapa hal di kehidupan saya. sedang melakukan evaluasi. semoga ke depan bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. *tumben komentarku serius ya bu* 😀

    Mantan Kyai,
    Kalau kita tahu tahun ini belum baik, berarti udah bisa menilai, dan semoga tahun depan lebih baik.
    Sesekali serius nggak apa-apa kan?

  5. tahun ini …, tahun luar biasa buat saya…

    kalo di analogikan dengan angka di rapor…,
    ada yang merah… (banyak banget malah), ada juga yang hitam…

    dari sisi keuangan, tahun ini cukup berimbang…,

    dari sisi kualitatif…, banyak rencana yang tidak terlaksana, tapi… saya mendapatkan banyak hal lain yang tidak saya rencanakan dan saya duga sebelumnya pada awal tahun…

    pastinya yang saya dapatkan tahun ini adalah…
    banyaknya teman-teman baru karena ikutan ngeblog di wordpress… hehehe…

    teman-teman yang luar biasa…, termasuk Ibu tentunya… 😉

    -gbaiq-
    [senyum] 🙂

    gbaiquni,
    Kalau rapormu nggak merah semua, berarti pertanda baik, apalagi tahun 2008 ini termasuk tahun yang relatif sulit….
    Mudah2an tahun depan semakin baik ….

  6. Tahun 2009 ingin lebih baik, 2 tahun belakang sudah membaik dengan mencanangkan hidup bebas hutang dan kartu kredit.

    Boyin,
    Rencana yang bagus..
    Bagi saya Kartu Kredit masih diperlukan, tidak untuk berhutang, hanya sebagai alat pembayaran pengganti uang tunai, dan selalu dilunasi sebelum jatuh tempo. Tanpa kartu kredit akan terasa berat, terutama karena sering bepergian….bawa uang banyak lebih berisiko.

  7. Ya bu ga kerasa ya udah hampir tutup tahun nich… 🙂 Dulu waktu masih kerja sich ikut merasakan karena pasti saya ketiban rejeki ngerjain laporan untuk tutup tahun 🙂
    Puji Tuhan, tahun ini rapor saya bagus 🙂 sekalian ada perubahan status 🙂 sudah jadi istri di tahun 2008.
    Semoga tahun 2009 juga sudah ada perubahan status ya,bu. Jadi seorang Ibu 🙂
    Oh ya bu, jika ibu ada waktu dan ibu berkenan mampir ya ke blog saya karena ada
    tanda cinta
    dari saya untuk ibu.

    Retie,
    Wahh selamat ya…semoga juga bisa mengelola keuangan rumah tangga dengan baik….
    Ntar saya tengok blogmu…..

  8. Toni

    Rapornya cukup bagus, sebagian rencana keuangan sudah terpenuhi. Ada bocor juga sih, sediiikit, maklum nafsu belanja kadang suka gak nahan … 🙂

    Toni
    ,
    Wahh kalau cuma bocor sedikit tak masalah mas, kan kita planningnya juga nggak ketat sekali…sesekali memanjakan diri, bukankah kita sudah bekerja keras demi keluarga?

  9. terima kasih telah diingatkan bu. nggak terasa memang, 2008 tak lama lagi bakal menghilang.

    semoga di 2009 segala harapan bisa menjadi kenyataan.

    Zulmasri,
    Iya, tahun 2008 sebentar lagi lewat…dan tentu kita perlu introspeksi apa yang telah kita lakukan selama tahun 2008, apakah banyak manfaatnya bagi keluarga, bagi diri sendiri dan bagi orang lain?

    Kita sama-sama berdoa pak, walau terlihat lebih berat, semoga kita bisa melewati tahun 2009 lebih baik dari tahun sebelumnya.

  10. bu, minta bahasan npwp dong, sekalian sama sunset policynya. Benda apa sih itu? Soale saya kan bentar lagi balik Indonesia, kira-kira apa pengaruhnya ya. Tararengkyu pisan

    Iwan Awaludin,
    Waduhh… saya harus membaca dulu pak kalau mau menulis tentang perpajakan, karena bukan bidang saya, dan saya sudah punya NPWP sejak tahun 1985.
    Bapak bisa membaca blognya mas Nindityo (http://nindityo.com), rasanya pernah mengulas tentang sunset policy ini.

    Sebetulnya, kalau bapak pegawai negeri, dan gaji telah dipotong pajak, maka pelaporan pajak akan melampirkan bukti pemotongan tersebut…dan hanya melaporkan SPT tanpa membayar lagi. Kecuali jika bapak punya penghasilan tambahan lain, perlu ditambahkan dengan penghasilan utama, dihitung ulang secara annual, apakah perlu membayar tambahan pajak atau tidak.

  11. duh….luar biasa bu, komplit dan mencerahkan……terimakasih ibu………… *sembari ciumi tangan beliau 🙂

    Alexhappy,
    Syukurlah jika bermanfaat…..semoga berhasil buat perencanaannya

  12. terima kasih atas tulisannya, bu enny.
    berhubung sponsor saya rada-rada meticulous, laporan keuangan beasiswa musti pula dikirimkan kepada mereka. jadi sejak awal sekali sudah acap dilongok arus keluar masuknya. tapi biar selalu dilongok dan dikontrol, ternyata tak menyisakan sebanyak yang diharapkan karena kerap dihabiskan buat belanja buku dan jalan-jalan. 😳

    Marsmallow,
    Kesempatan tak datang dua kali kan? Mumpung di Aussie, dan disana banyak buku murah, tentu kesempatan ini tak boleh dilewatkan. Anak sulungku saat pulang ke Indonesia hanya pakai baju yang dipakainya, kopernya penuh buku, belum yang dikirim lewat kargo…tapi ayahnya seneng banget, dapat oleh-oleh buku 2 doos.

    Kalau tugas ke luar negeri, saya juga menyempatkan jalan-jalan, jadi sisa uang yang dibawa pulang nggak banyak.

  13. ibu, apa kabar? kemaren aku ngga datang PB 2008 euy..heheheh
    hmmm. sepertinya mau posting juga lah pencapaian tahun 2008 ini. 🙂

    sikiky,
    Tapi cerita laporan PB08 bisa dilihat dari blog nya teman-teman yang hadir.
    Silahkan, walau judul sama, saya yakin pasti tetap ada yang bisa diambil manfaatnya…ini terlihat saat laporan PB08, masing-masing orang gaya penulisannya berbeda, dan ini menarik sekali.

  14. Kadang apa yang sudah direncanakan meleset dengan bertambahnya pengeluaran yang tak terduga. Misalnya pada saat bulan baik kata orang, banyak undangan pernikahan berdatangan. Belum lagi ada kalau ada teman atau tetangga yang melahirkan. Kalau ada pos keuangan untuk hal2 tak terduga semacam ini rasanya memang tak ada masalah. Lha, mereka yang tak memiliki dana lebih pasti mikir juga untuk mencari tambahannya.

    Mufti AM,
    Betul…..kalau udah musim kondangan, duh…duhh …di Indonesia memang biaya sosial tinggi. Semakin kita aktif, teman semakin banyak, semakin banyak pula undangan. Dan kadang semuanya teman dekat, atau teman sekantor, atau tetangga, yang tak mungkin nggak dihadiri.
    Memang repot ya, saya juga merasakan hal ini kok….jadi kadang ada bulan tertentu yang ajrut-ajrutan…..

  15. Rapor-nya bagus Bu. Semua yang direncanakan tahun lalu berhasil semua. Untuk keuangan: no problem, ngak ada tunggakan ngak ada utangan.

    Untuk perencanaan tahun depan: agak kacau karena kekasih ngak setuju berlibur ke Indo. Krn budgetnya tinggi sekali. Yg menggembirakan rencana memiliki anak di bulan dec 2009, dia ACC sekaligus pernikahan di bulan Agustus.

    Juliach,
    Hmm…berarti aman kan…..keuangan tak masalah.
    Juliach, memang itulah risikonya, dalam kehidupan berpasangan, kita memang harus toleransi….dan betul, biaya ke Indonesia pasti mahal, apalagi pada situasi sekarang ini.
    Selamat ya….semoga rencanamu di tahun 2009 dapat tercapai semua.

  16. saat baca di setiap paragraph ada ooo… nya
    makasih bu, banyak hal yang jadi dingetkan
    terinspirasi untuk segera memutuskan rencana2 2009.

    toh memutuskan dengan tepat dan cepat sama pentingnya. memutuskan dengan tepat tetapi telat juga salah kan bu yah…

    tetapi memutuskan lebih awal punya kesempatan lebih luang untuk memperjuangkan kesuksesannya. bukan begitu bu?

    Tren di Bandung,
    Memang dalam perencanaan, keputusan untuk mengeksekusinya juga merupakan hal penting, diharapkan pada saat yang tepat. Tapi minimal kita latihan, dan setiap kali bisa direview kembali, karena perencanaan dapat digunakan sebagai ptunjuk arah (kompas), kita mau ngapain di tahun 2009….

    Jadi, perencanaan tak bersifat mutlak, setiap kali dapat di review dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

  17. Rapor saya hurufnya kanji semua bu…pusing hehehe.
    Tapi untunglah ngga merah semua, karena ada banyak faktor mendadak.
    semoga th 2009 bisa bikin rapor yang bagusan deh bu…hehhehe.

    salam kangen
    EM

    Ikkyu san,
    Tapi bukan kanji yang lengket itu kan, Imel?
    Ya, kadang kita memang selalu punya kejutan dalam setiap periode…kadang juga mendapatkan windfall profit (ini yang diharapkan). Tapi yang penting, adalah rapor, bahwa anak-anak sehat, kondisi rumah tangga menyenangkan…itulah yang penting.
    Wahh kangen nih…..hmm…hmmm…udah ditunggu mbak Tuti lho.

  18. duh, masih jauh dari harapan deh
    jiwanya masih jiwa seneng-seneng
    parah 😦

    Wennyaulia,
    Nggak apa-apa…masih ada tahun depan kan? Target lulus? Target dapat kerjaan? Dan target lain-lain, yang bersifat kualitatif…

  19. (doh) lagi2 tertegur saya dengan tulisan bu Enny, beberapa kesimpulan saya setiap akhir bulan bahwa saya boros dan sudah dipastikan evaluasi akhir tahun tetap boros dalam keuangan.
    banyak pos2 yang sebenarnya harus dilaksanakan, malah pos lain yang dilebihkan.
    Kalo rencana kualitatif, wow beberapa terlihat tercapai, tapi overall masih merah, betul2 merah…
    payah banget aRuL *betul2 butuh istri kali, supaya bisa saling ngatur kehidupan*

    Arul,
    Hohoho….aku nggak niat menyentil lho….
    Lha ini juga untuk memotivasi diriku sendiri.
    Btw, isteri belum tentu bisa mengatur keuangan lho, ada juga isteri yang boros…mudah2an nanti Arul dapat isteri yang bisa mengelola keuangan rumah tangga.

  20. Tulisan yang sangat memandu, Bu Enny. Aku seperti membaca kompas alat pemandu. Jadi punya gambaran.

    Alhamdulillah Bu, 2008 seperti yang kurencanakan di 2007. Memang tak dipungkiri ada bocor-bocornya juga. Namun sejauh ini, hingga menjelang tutup buku 2008, begitu banyak progres pencapaian yang bahkan melewati dari target. Syukur Alhamdulillah.

    2009 malah sudah kurancang sejak beberapa bulan sebelumnya.

    Suwun…

    Daniel Mahendra,
    Semoga bisa melengkapi perencanaanmu.
    Kebocoran akan selalu terjadi, banyak pos tak terduga, justru kuncinya adalah, pada saat ada saldo (sisa) bulan yang lalu harus masuk cadangan, untuk mengcover bulan-bulan berikutnya, yang kadang banyak sekali pengeluaran tak terduga.
    Dan jangan lupa membuat rencana kualitatif, beserta bagaimana mencapai target tersebut, perlu ada prasyarat apa tidak.
    Semoga sukses Niel…

  21. suhadinet

    Wah. Akhir tahun sudah menjelang. Tahun baru sebentar lagi. Harus segera merefleksi tahun ini, dan bikin rancangan ke depannya ya, bu?

    Terus terang, saya bukan orang yang terbiasa pasang target. Hidup saya jalani sebagaimana air mengalir. Walaupun, tentu saja dengan terus berusaha meningkatkan kualitas diri. Terima kasih untuk pencerahannya, bu.

    Suhadinet,
    Saya yakin sebetulnya bapak juga punya target, tapi terkadang jika tak dituliskan suka lupa….apalagi seperti saya, yang memang pelupa.
    Dengan menuliskannya, kita mencoba memikirkan apa lagi ya yang kita inginkan, dan bagaimana mencapainya.
    Bukankah kita harus punya mimpi dan berusaha mencapainya?

  22. Rian Xavier

    Taun ini buruk tapi juga bagus. Instropeksi diri mode oN.

    Hmm.. Rasanya masih banyak target yang ga kecapaian.

    Rian Xavier,
    Semoga tahun depan lebih baik…

  23. resolusi saya di 2008, beberapa udah goal.

    resolusi berhenti merokok alhamdulillah kesampaian meski di akhir tahun.
    baru 4 bulan sih, tapi itu prestasi puncak saya di 2008.

    resolusi mulai hidup sehat,
    dari skala 1-10 mungkin nilainya baru 6 — 6,5

    resolusi keuangan
    nah ini agak kacau,nilainya merah.
    rencana mau upgrade notebook gagal total.
    boros buat jalan-jalan terus 🙂

    terimakasih info rencana keuanganya
    sangat bermanfaat untuk saya kedepan

    Septarius,
    Apa yang belum tercapai, semoga tercapai di tahun 2009

  24. Tahun ini tahun istimewa untuk angka usia saya Bu,
    sebagian besar hal dalam kehidupan saya tahun ini berjalan sesuai rencana, sebagian kecil belum tercapai.
    tapi ada beberapa hal baru yang tidak ada dalam perencanaan bahkan dalam bayangan terjadi,
    saya bersyukur atas semua yang telah saya alami.

    2009 semoga lebih baik dari tahun ini,
    tulisan ini jadi guidance dalam perencanaannya. Terima kasih sudah berbagi.

    Tanti,
    Walau semua meramalkan tahun depan lebih berat, karena krisis finansial mulai menyentuh sektor riil, semoga tetap ada peluang untuk maju, minimal bertahan….

  25. Tahun depan saya berniat ngurusin badan..20 kg saja.. hah?.. doain ya bu… :mrgreen:

    Puak,
    Menguruskan 20 kg? Beneran nih atau bercanda? Harus konsultasi ke ahli gizi lho….biar nggak malah menjadi sakit…

  26. Oops.. perencanaan keuangan yak? 😦
    Masih sangat awam sekali di bidang ini, tapi memang benar-benar patut dicoba, demi masa depan juga (hayah) 😀

    Terima kasih pencerahannya, Bu Enny.. selamat liburan ya, Bu…

    Darnia,
    Perencanaan bisa berarti perencanaan keuangan, maupun rencana kualitatif lainnya. Saya membiasakan anak-anak sejak kecil, untuk merencanakan apa yang diinginkan untuk setahun kedepan, sehingga ayah ibu juga bisa memahami keinginan mereka, dan menyediakan pendanaannya.

    Dan ternyata mereka senang melakukannya, bahkan malah tercatat lebih detail, sampai ke setiap harinya, terutama si bungsu.

  27. Alhamdulilah.. Tahun 2008 membawa keberuntungan bagi saia, tak sia sia perjuangan saia dalam berusaha sendiri. Target tahun 2009 bagi saia harus punya pacar biar isa nikah. Amin!

    Gajah pesing,
    Semoga tercapai rencanamu…..

  28. wah., terima kasih banget postingannya, bu enny. jujur saja, selama ini saya ndak pernah membuat rencana tentang masalah keuangan pada tipa tahunnya. mungkin saya bisa dibilang menerapkan model manajemen tukang cukur, bu, hehehe … pengeluaran disesuaikan dengan pendapatan yang diperoleh saat itu juga, hiks. sepertiya manajemen rumah tangga seperti itu perlu diubah. saya harus belajar banyak kepada bu enny dalam soal menajemen rumah tangga beserta pernik-perniknya.

    Sawali Tuhusetya,
    Dulu, apabila ayah tak punya planning jangka panjang, mungkin saya dan adik-adik tak bisa mencapai S1. Kehidupan yang sederhana (ayah ibu guru), namun ayah ibu tetap mendorong kami untuk mencapai apa yang di cita-citakan.

  29. walah, Bu…. saya belum bikin rapor e’ tahun ini, pantesan aja ndak ketauan kenapa rasanya tabungan kon ndak nambah2… hehehe… kalo dibikin rapor mungkin saya ndak naik kelas karena merah semua (di mata pelajaran kuantitatif). Tapi setelah baca ini saya mau mulai bikin raport di tahun depan, makasih bu… 🙂

    kalo yang kualitatif rasanya banyak yang hitam, tapi ada juga yang merah… seperti target menaikan berat badan yang ternyata malah turun sampai titik berat paling kurus selama ini… hehehe… mudah2an tahun depan bisa jadi lebih baik, dan gemuk.

    Sukses buat perencanaannya di tahun mendatang ya Bu Eny. salam -japs-

    Japspress,
    Mudah2an tahun depan lebih tertata ya…
    Pengin gemuk? Dulu saya sulit gemuk, mudah kurus…tapi setelah berkeluarga, harus menjaga badan, kalau tidak bisa kebablasan.

  30. bu eny…aku paling sulit melaksanakan rencana yang udah dibuat di tahun sebelumnya, khususnya soal keuangan…gimana tuh….tahun 2008 ini aku ngerasa boros banget….

    Imoe,
    Justru dengan perencanaan, membuat kita tak boros. Memang kadang ada pengeluaran yang besar, tapi kita bisa menilainya, apa pengeluaran itu memang diperlukan, atau memang kita yang tak bisa mengeremnya.

  31. waduhaduh… tahun ini gatot, bu. gagal total. ah, semoga saja perencanaan hidup //tak hanya keuangan// tahun depan dapat berjalan dgn baik.

    lagi nyusun2, nih.

    v(^_^)

    Farijs van Java,
    Kalau bisa menilai gatot, berarti tahun depan lebih hati-hati agar bisa tercapai….

  32. Duh, rapor saya tahun ini tampaknya sangat bervariatif namun gak terlalu ada yang menonjol Bunda.

    Financially, 2008 is not really a good year. Yup beberapa peluang berhasil diambil, namun situasi ekonomi akhir2 ini membuat kita mesti mengantisipasi dengan nafas panjang.

    Keluarga baik. Anak2 growing as expected.

    Pengisian Jiwa, cukup positif. I feel being a better person, although at the same time, I realize that still too many things could be improved.

    Overall, it is not so special, but I’m very pleased with all I got. Thank you Allah.

    Salam hangat selalu bunda, 🙂

    Nug,
    Syukurlah kelihatannya tahun 2008 ini baik bagimu. Semoga tahun 2009 lebih baik lagi….

  33. Sebelumnya kuucap
    “SELAMAT HARI IBU”
    semoja ibu tetap jadi panutan yang baik, dan selalu sehat..

    Perencanaan keuangan kadang bisa meleset dari harapan ya, waktu SMA, aku tinggal jauh dari mama, dan sudah berusaha mengatur keuangan gitu, tapi selalu saja ada kebutuhan yg tak terduga gitu, owh iya pernah main saham, meskipun cuma beli beberapa lot saja, pinginnya bisa jadi tabungan, nggak taunya saat mau tarik susah sekali.
    tulisan ibu sangat bermanfaat

    Redesya,
    Pengalaman memang akan membuat tambahan wawasan bagi kita…juga memaksa Redesya buat perencanaan keuangan, minimal uang yang dikirimkan orangtua cukup untuk hidup.

    Main saham? Memang harus belajar banyak sih, apalagi jika bukan orang yang banyak berkecimpung di investasi. Saham memang tak mudah ditarik sewaktu-waktu, dan investasi dalam bentuk saham adalah untuk keperluan jangka panjang. Jika untuk capital gain, perlu moal yang cukup besar, kalau tidak kita akan lelah.

  34. laport tahun 2008 banyak yang meleset, perbaikan di 2009 itu pasti yang jelas kondisi tahun 2009 tak berbeda jauh ma 2008….dan pastinya 2009 ada rejeki nomplok alias menunggu kelahiran anak ke 2

    Omiyan,
    Mudah2an tahun 2009 lebih baik

  35. postingannya sangat bermanfaat apalagi buat saya yang tdk pernah punya rencana keuangan trims ya bu. salam kenal.

    Lintang,
    Salam kenal juga…makasih telah berkunjung….

  36. ibu terimakasih banyak sudah berbagi.
    Saya belum membuat rencana yang tertulis dengan matang. Masih sepotong-sepotong. Tulisan ini sangat menyegarkan.

    Mascayo,
    Syukurlah jika bermanfaat. Perencanaan sebetulnya memudahkan kita mencapai impian….

  37. ah mbaaakkk..
    dikau dah buat perencanaan untuk tahun depan aq masih sibuk mikir mlm thn baru mo kemana yak…

    ah jd ngucap astagfirullah…
    aq selalu lalai masalh keuangan..
    yg ada suka selisih pendapat ma suami…

    yo udah aq itung2 dulu yooo…
    tq udah ngingetin…

    Elly S,
    Justru sejak menikah, perencanaanku makin ketat, bahkan saya punya register pengeluaran dan pemasukan, yang terbuka untuk dilihat suami isteri. Ini mengikuti alm ibu, yang selalu menuliskan adm keuangan, agar suami juga tahu kemana arah larinya uang yang ada…bukankah dia kadang juga punya keinginan mendadak?
    Dengan pencatatan, minimal bisa duduk berdua menganalisa, dan membuat kesepakatan.
    Apalagi sekarang kita harus melakukan efisiensi, karena kebutuhan makin mahal…

  38. bunda udah nyusun rencana kegiatan hidup 2009

    semoga tercapai apa yg di canangkan

    jadi makin berkurang umur saya hidup di dunia ini

    Terima kasih telah mengunjungi blog saya

    “Ya Allah, tempatkan dunia di tanganku, bukan di hatiku”

    Salam,

    Basir
    Brainmatics Cipta Informatika
    http://Brainmatics.Com
    Tlp. +62-21-83793383
    Fax. +62-21-83793384
    My Blog : Guidelife.wordpress.com
    Yahoo!ID : basir_edu

    Basir
    Lha anda sendiri bagaimana?

  39. Ndak terasa sebentar lagi dah hampir tutup tahun ya .. sebuah perubahan telah kami lakukan dalam kehidupan keluarga kami .. Amiiiin

    Butik,
    Hmm semoga perubahannya menyenangkan

  40. Wah ibu, tulisan ibu mengingatkan saya untuk selalu melihat rencana keuangan itu dari segi kualitatif juga ya,….bukan hanya kuantitatif…
    Maklum saya bukanlah perencana yang baik dalam hal keuangan. Terutama kalau berhadapan dengan yang hal belanja….susah banget ngeremnya…
    ada resep bu?

    Prameswari,
    Perencanaan tak hanya dari sisi keuangan, tapi juga hal-hal lainnya, untuk memperbaiki kualitas hidup.

  41. Ibu, komentar saya ini kayaknya ga ada hubungannya dengan entry ini (^_^) Ga papa ya bu.. Mau mengucapkan Selamat Hari ibu!!! Membaca tulisan2 ibu ttg berbagai hal termasuk ttg keluarga, saya tahu ibu adalah perempuan dan ibu yang luarbiasa (^_^)

    Ya, saya sudah mengucapkan selamat hari ibu ke mama, dan seperti biasanya rutinitas kami berdua adalah ‘melarikan diri’ dari rumah dan ngobrol2 berduaan, hihi..seru deh.

    GBU bu!

    -G-
    Sebetulnya ada postingan khusus hari Ibu.

  42. Resolusi tahun ini tidak ada yang tercentang, Bu. *curhat*

    Mau ‘balas dendam’ mulai hari ini untuk tahun 2009.

    Banzzaaaaiii!*

    *(Kalo tidak salah) artinya semangat CMIIW

    Sanggita,
    Nggak apa-apa….semoga lebih baik untuk tahun depan..

  43. Wah saya sering takut kalau soal ngomong soal uang dan rencana keuangan, Bu…

    Entah kenapa saya sering seperti tak berani menghadapi kenyataan bahwa orang hidup perlu uang dan uang itu memang harus dikucurkan.

    Banyak yang bilang saya pelit huahuahua…

    Donny Verdian,
    Pelit atau hemat?
    Kadang orang hanya mengatakan pelit, kalau kita tak mau meminjamkan atau tak mau mentraktir…namun sebetulnya kehidupan dan minat masing-masing orang sangat berbeda.

    Don, planning tak harus keuangan saja lho…juga ada rencana kualitatif, target kita untuk masa depan….

  44. Apa kabar mbak Eni…??? Rapor kita masing masing sudah harus selesai akhir bulan ini ya..??/sehingga potret kita 2008 sudah bisa dilihat.Inspirasi yang sangat bagus….rapor ibadah kita juga harus kita tuliskan agar di tahun 2009…akan kita tingkatkan…

    Dyahsuminar
    ,
    Rapor tidak hanya tentang keuangan, tapi juga merupakan introspeksi diri kita, apakah kita telah berbuat baik, apakah ibadah makin khusuk dsb nya.
    Benar bu, ke depan kita harus meningkatkan ibadah, dan berdoa, karena situasi di depan yang semua memprediksikan lebih berat dibanding tahun 2008.

  45. Banyak sebenarnya target2 tahun ini yang lewat begitu saja, ada juga yang berhasil, kadang kita ingin semuanya sukses sesuai dgn harapan, tapi toh kita hanya berusaha semaksimal mungkin, hasilnya Tuhan yang menentukan.
    Yang jelas mudah2an tahun depan lebih baik dari tahun lalu, spy kita jadi orang yg beruntung.

    Resibismo,
    Mudah2an tahun depan lebih baik dari sekarang…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s