Kehidupan masa kecil di Desa, dan Lumbung Desa yang berfungsi sebagai jaring pengaman masyarakat petani di pedesaan

Desa dimana saya dibesarkan sejak kecil, terdiri atas beberapa dukuh. Dukuh yang paling dalam banyak ditinggali oleh penduduk asli, masyarakatnya sebagian besar terdiri dari kaum petani, pedagang dan peternak. Sedang dukuh yang agak luar, berbatasan dengan kota kecil, adalah tempat tinggal pendatang, yang pada umumnya berpenghasilan tetap, seperti Guru, mantri rumah sakit, dokter, dan lain-lain. Hanya berjarak sekitar 200 meter dari rumah kami, terbentang sawah dan ladang, yang pada saat-saat tertentu ditanami tebu, para petani bekerjasama dengan Pabrik Gula Kanigoro, yang berlokasi di kota kecamatan ke arah Ponorogo. Pada saat itu angkutan yang umum adalah dokar (delman), becak (untuk jalan yang sudah halus) serta sepeda. Kendaraan roda empat masih sedikit, demikian juga sepeda motor.

Lanjutkan membaca “Kehidupan masa kecil di Desa, dan Lumbung Desa yang berfungsi sebagai jaring pengaman masyarakat petani di pedesaan”

Duhh enaknya jika pijat dulu

Cuaca pagi ini lumayan cerah setelah semalam turun hujan, hawa terasa segar, dan burung gereja mulai mengepakkan sayapnya. Rumah saya, yang banyak lubang anginnya rupanya membuat burung gereja senang, dan kadang kala tersesat masuk rumah. Suara burung kecil yang tersesat itu, ditimpali suara burung lain di luar rumah, membuat pagi itu terasa rame.

Lanjutkan membaca “Duhh enaknya jika pijat dulu”

UKM berperan untuk meningkatkan daya dorong ekonomi rakyat

Krisis keuangan global mau tak mau akan memberikan dampak pada Indonesia. Di banyak negara, termasuk Indonesia, Bank Sentral mulai menurunkan tingkat bunga dan pemerintah berbicara tentang stimulus fiskal (M. Chatib Basri, Kompas 12 Januari 2009 hal 1). Prediksi ekonomi Indonesia tahun 2009 diharapkan tak terlalu buruk di banding negara lain. Indonesia kemungkinan masih bisa tumbuh 4,5 persen, dan merupakan salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara. Namun kita tak boleh lengah, karena pertumbuhan ekspor melambat.

Lanjutkan membaca “UKM berperan untuk meningkatkan daya dorong ekonomi rakyat”

Menikmati nonton film sendirian

Saya tidak termasuk pecandu film, banyak film yang awalnya ingin ditonton, tapi nggak jadi nonton hanya gara-gara malas keluar rumah. Hal ini berbeda dengan si sulung, entah dia meniru siapa, dia benar-benar maniak film. Dan dia benar-benar menikmati film, bukan sekedar menikmati jalan ceritanya, tapi juga sampai menganalisis pencahayaan, skenario nya, serta membayangkan bagaimana film tersebut dibuat.

Lanjutkan membaca “Menikmati nonton film sendirian”

Ayah dan putri nya

Hubungan seorang ayah dan anak perempuan pada umumnya memang dekat, bahkan anak perempuan dianggap mampu menjadi jubir (juru bicara) di rumah jika komunikasi anggota keluarga kurang berjalan lancar. Hal ini dapat dipahami, karena seorang ayah, entah kenapa, memiliki hubungan khusus dengan anak perempuannya. Namun di satu sisi, ayah juga sering tidak memahami keinginan, ataupun apa yang sedang dilakukan oleh anak perempuannya. Dan kadang rasa sayang dan kekawatiran ini bisa berubah menjadi beban, karena si anak merasa di monitor terus keberadaannya.

Lanjutkan membaca “Ayah dan putri nya”

Blog tentang “micro banking”

Sudah lama saya diajak teman-teman untuk membuka akun Face Book, tapi waktu itu saya pikir tak ada gunanya. Paling-paling nanti nasibnya sama seperti akun Friendster atau Multiply yang jarang di up date. Belakangan, karena mantan bosku juga ikutan mendorong untuk membuka akun Face Book, apalagi beliau menerangkan apa keuntungan yang akan diperoleh jika ikutan gabung di Face Book (tak perlu saya sebutkan di sini), akhirnya awal tahun Januari 2009 ini saya membuka akun Face Book.

Lanjutkan membaca “Blog tentang “micro banking””

Alergi dingin

Saya lahir dan dibesarkan di kota yang hawanya panas, di dataran rendah, diantara gunung Lawu dan gunung Wilis. Namun karena rumah dipinggiran kota, halaman cukup luas, serta sekeliling masih banyak pepohonan, panas ini tak terlalu terasa. Penyakit satu2nya yang mudah menyerangku adalah pusing, jika harus berdiri berjam-jam saat upacara bendera, atau harus ke pasar tradisional bagian penjualan ikan.

Lanjutkan membaca “Alergi dingin”