Anakku merokok?

Hidup dan dibesarkan dalam keluarga yang tak mengenal rokok, membuat hidung saya sensitif jika terkena rokok. Namun sejalan dengan kehidupan, terutama setelah bekerja, mau tak mau saya harus berusaha menyesuaikan diri. Lha bagaimana, bekerja di kantor yang sebagian besar karyawan nya laki-laki dan merokok pula, maka saya sering terpaksa rapat dan bekerjasama dengan menutup hidung agar masih bisa bertahan. Dan yang membuat tersiksa jika sedang dalam keadaan hamil, yang membuat hidung makin sensitif. Syukurlah peraturan perusahaan beberapa tahun terakhir, melarang karyawan merokok di sembarang tempat, dan hanya boleh merokok pada tempat yang telah disediakan.

Lanjutkan membaca “Anakku merokok?”