Menunggu dengan hati berdebar

Jakarta saat itu masih musim hujan, saya terbangun karena anjing tetangga menggonggong. Sejak sore saya gelisah, sulit tidur, mungkin selain capek bekerja, juga banyak hal yang masih harus dipikirkan. Tak lama kemudian saya merasa mendengar ketukan pintu di lantai bawah, perasaanku makin tak enak, entah kenapa hati berdebar-debar tak karuan. Kemudian terdengar ketukan pintu kamarku, kubuka pintu, dan di depanku terlihat wajah si mbak tempat kost saya. Perasaanku makin tak nyaman, apalagi dibelakangnya terlihat bayangan adik bungsuku. Saya langsung menebak “Ayah?”, tanya saya berbisik. Adik saya mengangguk.

Lanjutkan membaca “Menunggu dengan hati berdebar”