Oleh: edratna | Maret 9, 2009

Suatu siang di Cocasuki

Ide itu muncul nyaris mendekati tengah malam. Karena keperluan pekerjaan, saya memerlukan beberapa bahan untuk membuat bahan ajar. Apalagi materi yang saya ambil, adalah materi yang perubahan peraturannya cepat, sehingga harus bisa mengikutinya. Sorenya saya telah menghubungi beberapa teman, yang bersedia meminjamkan buku dan akan mengantar ke perpustakaan, untuk mencari buku yang saya inginkan.

Karena besok hari Jumat, pasti mencari data tak akan segera selesai, dan istirahat Jumat mau ngapain ya? Akhirnya saya sms yuniorku, yang juga seorang blogger. Dia antusias sekali menjawab, dan janji akan menghubungi teman lain. Saya kemudian sms menghubungi Ida dan Aldi, yang nomor hapenya saya peroleh dari Mieke. Kemudian, saya ingat untuk mengajak Gita dan Yoga, sayangnya Gita sulit dihubungi, dan saya hanya meninggalkan pesan di email, yang ternyata jawabannya baru saya terima Sabtu malam. Rupanya Gita cuti hari Kamis dan Jumat, dan pulang ke Sukabumi.

Lagi asyik mengobrol dengan teman lama, Mieke sms bahwa dia sudah datang dan posisinya di depan Starbucks. Saya dan Wiwik segera ke arah restoran yang telah disepakati, dan sebelumnya menemui Mieke yang udah tersenyum riang di depan Starbucks. Hari itu sebetulnya Mieke cuti, tapi karena janji ketemu, dia datang ke kantor.

Arah jarum jam: Enny, Yoga, Ida, Retno, Mieke, Aldi dan Bimo

Arah jarum jam: Enny, Yoga, Ida, Retno, Mieke, Aldi dan Bimo

Kami menuju Coca suki restoran, yang menyediakan masakan Thailand, dan berada di lantai 8. Sedangkan para cowok sholat Jumat, dan akan bergabung selesai sholat. Coca suki di gedung ini umurnya sudah belasan tahun dan seingatku hadir bersamaan dengan selesainya pembangunan gedung perkantoran. Banyak sekali restoran yang berpindah dari gedung ini dan digantikan restoran lain, namun Cocasuki restoran tetap bertahan.

Mieke sedang asyik menelepon, ternyata dari Dudul

Mieke sedang asyik menelepon, ternyata dari Dudul

Apa kira-kira yang menyebabkan Coca suki bertahan, padahal harga makanannya juga tak terlalu murah? Mungkin karena hampir sebagian besar makanannya di rebus, sehingga bagi orang yang sadar kesehatan, ini merupakan salah satu pilihan. Maklum saja, sebagian besar orang, sekarang mulai memperhatikan kesehatan, sehingga makanan di Coca suki terasa cocok. Teman-teman sering menggunakan restoran ini, jika ada acara ulang tahun, perpisahan atau jika ada yang mendapat promosi. Disini juga sering bertemu beberapa relasi bisnis, karena lokasinya yang di pusat Jakarta, sehingga ideal untuk tempat pertemuan. Istilahnya, membahas berbagai masalah bisnis sambil makan, perut kenyang dan diharapkan solusi tercapai.

Makanan yang dipesan sudah siap
Makanan yang dipesan sudah siap

Di atas, adalah makanan yang di pesan, berupa paket dari mulai appetizer sampai makanan penutup. Dan yang memilih Mieke, yaitu yang ada bebek gorengnya. Saat dia memilih, saya cuma bilang, nanti harus bantu menghabiskan bebek gorengnya lho, soalnya saya sekedar doyan, tapi nggak suka banget. Mieke sebelumnya cerita kalau malamnya pas menerima sms ku, masih ada di kantor, sedang lembur dengan Bimo (yang ternyata teman anak sulungku di Fakultas Ilmu Komputer UI….ternyata dunia ini sempit ya), jadi saya bilang sekalian aja undang Bimo untuk bergabung. Syukurlah akhirnya Aldi dan Bimo mau bergabung, karena kalau ada cowoknya, kita ikut ketularan semangat makan.

Yoga datang bergabung, sayangnya tak bisa lama, karena istirahatnya tak lama, dan harus kembali ke kantor. Sebetulnya enak juga sih ketemu, sharing ilmu, mengobrol berbagai hal tak terasa, karena sambil makan. Sayang yang lain mesti bekerja, dan saya juga harus ke perpustakaan, jadi selesai makan, saya diantar Wiwik dan Mieke ke perpustakaan untuk pinjam buku. Dari perpustakaan, mampir ke ATM sebentar untuk ambil uang, kemudian berpisah dengan Mieke.

Iklan

Responses

  1. Wah Ibu ini teman virtualnya benar-benar banyak!
    Pokoknya nanti pas saya mudik kita mesti ketemuan ya, Bu ya… πŸ™‚

    DV,
    Soalnya aku sudah mengajar sejak tahun 80 an…dan sejak tahun 85-90 jadi Projcet Officer untuk Account Officer (jadi muridnya banyak). Terus saya juga mengajar di LPPI sejak lama, makin intensif setelah pensiun…..jadi setiap kali, ketemu teman atau mantan murid…
    Lha setelah ngeblog, ketemu banyak anak muda, teman anakku, seniornya, juga teman-teman lain yang baru kenal melalui blog.

    Beres…EO teteup…Yoga…hehehe , yang telah terbukti sukses

  2. seru, Bu!! kemaren seru banget…

    oo, Coca Suki sudah berdiri sejak lama ya. hebat, bisa eksis sampai sekarang. selain Coca Suki, boss dan rekan kantor kadang ngajak ke Samudera.

    Waktu saya awal masuk masih ada Daisho. Sayang saya ga pernah ke sana, eeee sudah ditutup.

    Btw foto-foto Taman, Starbucks dan Daily Bread-nya mana, Bu? kok ga di-upload?

    Utaminingtyazzzz,
    Sabar mbak…itu untuk postingan yang lain…tunggu ya…(menulisnya kan kalau lagi refreshing diantara mengerjakan tugas).
    Samudra lebih mahal, makanannya memang uenak…tapi teman2, terutama cewek lebih suka ke Cocasuki atau Daisho.
    Sayang Daisho udah pindah ya, dulu saya sering kesitu, sampai stafku kalau kesana bilang anak buahku, supaya dapat diskon 10% (karena saking seringnya makan disitu). Dan masakan salmonnya uenak sekali…saya belum ketemu lagi masakan salmon (nama masakannya lupa) yang seenak disitu…salmon plus hot lemon tea. Sedang kalau pesan tepanyaki, pernah kekenyangan nggak bisa berdiri…habis itu makin pengalaman…makannya biasanya juga pas Jumat, yang istirahatnya agak lama….

  3. Saya datang kayak “setan”, cuma setengah jam, makan, bicara, makan, bicara, makan, pamit… hihihi
    Ini bukan contoh yang baik, tentu, SMP, selesai makan pulang. Tapi terima kasih banyak Bu sudah mengundang saya. πŸ™‚

    Yoga,
    Hahaha…SMP (selesai makan pulang)…menemukan istilah baru
    Saya malah berterima kasih, Yoga menyempatkan diri datang, diantara kesibukan yang berjibun…sayang Gita nggak bisa ya…lain kali deh….dan ganti cari lokasi yang lain. Masalahnya Gita di Utara, Mieke di tengah, Yoga dan aku di selatan…dan Gita ga bisa pas hari libur…terserah deh Yoga aja yang mikirin…hehehe…kan no hp Gita udah ada.

  4. yah, makan2 ga ngajak2 farijs… hwehe

    v(^_^)

    Farijs van Java,
    Lho! Bukannya Farijs di Bandung? Atau saya yang salah ya?

  5. Kalau saya sih yang penting jangan ada steaknya. Kalau unggas2an bangsa ayam, bebek atau burung masih oke, tapi kalau red meat hmmm…. entah kenapa mungkin karena orang kamse jadinya saya nggak begitu suka minat sama steak/red meat. Bukannya pantangan sih, tetapi saya minimalisasi saja. Menunya semakin vegetarian makin suka buat saya…. huehehehe….. kecuali kalau kepaksa banget.

    Yari NK,
    Kayaknya kapan-kapan saya mesti ke Bandung deh ketemu kang Yari, mengajak Yoga, asal Yoga mau tidur di rumahku yang sederhana.

  6. ya ampun, ibu…
    mati logat deh lihat ibu enny yang temannya bejibun banyaknya. salut dengan seringnya ibu bertemu dan bersilaturrahim dengan teman-teman. pasti bukan hal yang mudah mengingat kondisi jakarta dan kesibukan tak terperi para partisipannya. tapi demi satu tujuan, nggak ada yang nggak mungkin dijabanin ya, bu?

    itu foto kulinernya bikin saya ileran… πŸ˜›

    Marsmallow,
    Lha kalau jadi pengajar kan paling tidak murid2nya udah bertebaran dimana-mana. Tapi seneng juga, saat transit di suatu bandara, ada yang datang memperkenalkan diri, katanya pernah saya ajar sekian tahun yang lalu…hehehehe

    Memang enak kok dan segar……dan sebetulnya ada yang lebih banyak sayurannya…kapan kita ketemuan, kalau Marsmallow ke Jakarta ya…

  7. Ternyata bener yah. Bu enny ga bisa lepas dari Yoga… πŸ˜€

    @Yoga
    Bangga dong jadi SMP… πŸ˜€

    Mangkum,
    Iya…hehehe…tahu aja

  8. wah ada pesta bebek rupanya bu? mau dung? hehehe

    Mascayo,
    Wahh berarti pesaingnya Mieke….

  9. Wah bu, saya juga sering ke Coca Suki (dan Samudra). baru ingat kali ini belum ke sana. mungkin musti pas dulu, krn sudah menghitung hari untuk pulang.

    EM

    Ikkyu_san,
    Betul…bapak-bapak lebih suka makan di Samudra, lebih enak dan lebih mahal…kolesterolnya juga lebih tinggi.
    Kalau di Coca suki hanya rebus2an (lebih disukai ibu-ibu atau orang yang sadar kesehatan)….kalau terlalu sering suka bosen juga…dulu saya sampai bosen, karena kantorku disebelahnya….

  10. Hehehe akhirnya kesampean juga ketemuan sm Bu Enny. Dulu waktu saya masuk BRI cuman bisa ngeliat nama Enny Dyah Ratnawati as Kepala Divisi..
    wah ga kebayang.. malah bisa diundang lunch bareng.. yg berkesan (selain makanannya yg super duper enak) tentu saja sharing cerita, pengalaman, nasihat dr Bu Enny dan Mbak Wiwik (hehehe saya kok tetep pangling kl manggil Bu Wiwik, hbs ga keliatan kyk Ibu2 kabag saking awet mudanya Bu Wiwik hehehe)..

    Yang pasti, buat tmn2 blogger kl ga ketemu Bu Enny dijamin rugi cause you’ll learn something from this gorgeous woman..

    Makasih yaaaa Bu, mudah2an bisa ketemu lg di laen kesempatan muah muah πŸ™‚

    Ida,
    Saya juga senang ketemu Ida, lebih langsing dan lebih cantik dibanding fotonya…
    Biasanya sih kalau ke kantor Pusat, kan cuma ketemu teman-teman lama, mengobrol…kemarin memang sengaja ketemu Mieke, dan blogger serta calon blogger….

  11. Tuh tuh, saya ngiler sama makanannya. Saya ngiler sama ketemuannya.

    Hayuks, siapa lagi yang hendak ikut? Tengah or selatan, monggo saja.

    Sabtu kemarin crita ke suami tentang imel dan sms bu Enny. Beliau bilang, “Sok aja, Bu sesekali hang-out sama teman2 blogger.”

    Hehehe…*ketawa jahil*

    Sanggita
    ,
    Hehehe….kemarin Yoga mulai menghitung waktu…..tapi kayaknya Maret ini masih pada sibuk banget, Yoga ada seminar 3 minggu, saya juga penuh antara mengajar dan membuat materi, juga mempersiapkan SPT…mungkin April udah agak longgar.

  12. wahhh asyik bgt makanannya πŸ˜€
    jadi laper banget karena pagi ini aku blom makan sama sekali…hehehehehe

    Bunda apa kabar?

    Ria,
    Kabar baik…..hmm iya masakannya memang lumayan enak, dan serba rebusan

  13. kalo saya ikutan, pasti paling ganteng! *sisiran*

    Zam,
    Jelas…apalagi pake topi khasmu itu…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: