Oleh: edratna | April 5, 2009

Cuaca mendung dan hujan selama di Lembang

Hari-hari di Lembang, tiada hari tanpa hujan. Walau sudah membawa baju hangat yang tebal, tetap saja kedinginan. Kali ini kami berangkat hari Selasa pagi-pagi dari Jakarta, jalanan cukup lengang sehingga sampai Lembang masih sekitar jam 8 lebih sedikit. Setelah briefing sebentar, maka rombongan langsung “on the spot” ke 2 (dua) lokasi usaha, yaitu ke usaha tanaman hias (Rumah Bunga Rizal) dan setelah makan siang ke “Saung angklung Udjo” (ceritanya akan saya tuliskan tersendiri).

Hari Rabu adalah presentasi kelompok, yang membahas dari berbagai segi atas kedua usaha yang ditinjau, dilanjutkan dengan diskusi. Selanjutnya mulai pelatihan, yang materinya merupakan lanjutan dari materi pelatihan seblumnya. Walau pelatihan diadakan di Lembang, kenyataannya nyaris setiap malam peserta senang menyambangi berbagai Factory Outlet yang bertebaran di daerah jalan Setiabudi.

Hari Kamis adalah hari terakhir saya mengajar, biasanya saya dijemput dan terus pulang ke Bandung. Kali ini saya menawari si bungsu untuk gabung tidur di Lembang, apalagi ada rencana malamnya akan diadakan peragaan dari staf Boscha untuk melihat bintang. Karena staf dari Boscha datang ke Hotel, maka teropong untuk melihat bintang tak sebesar yang terpasang di Boscha, namun diskusinya sangat menarik, dan peserta bebas tanya jawab dengan mas Hendro, yang melakukan peragaan.

Bersama si bungsu

Bersama si bungsu

Sebelumnya, rombongan makan malam di Jasmin Cafe, karena peragaan untuk melihat bintang baru diadakan jam 9 malam, maklum Boscha baru tutup jam 8 malam.

Jasmin Cafe, yang pemiliknya merupakan satu grup dengan hotel tempat kami menginap, selain menyediakan makanan yang enak, juga menyediakan karaoke.

Jasmin Cafe

Jasmin Cafe

Lay out cafe nya menyenangkan, sayang si bungsu membawa tugas yang harus dikerjakan, sehingga saya hanya bergabung saat makan malam dan pulang duluan. Saat ada peragaan dari staf Boscha di halaman hotel, si bungsu juga sibuk membuat tugas.

Besoknya saya diantar pulang dengan mobil oleh petugas hotel, atas kebaikan GM hotel, nge drop si bungsu di kampusnya dan terus ke Bubat. Rasanya saya sudah lama tak menengok rumah Bandung, karena nyaris setiap akhir pekan ada kondangan. Rasanya menyenangkan kembali ke rumah. Besoknya kami bertiga (saya, si bungsu, Popy) jalan-jalan melihat FO di jalan Martadinata. Tapi memang nggak bakat belanja, jadi akhirnya hanya memperoleh satu blouse dan sandal. Dari omong-omong, kedua anak itu ingin mencoba bakso yang terletak di belakang BIP (Bandung Indah Plaza), yang konon katanya enak sekali. Baksonya memang terkenal rupanya, pengunjung berjubel, dan dagangannya hanya di letakkan di bawah tenda sederhana. Dan nahas nya, begitu masuk tenda, hujan bagai dicurahkan dari langit, dan air hujan pun masuk di sela-sela tenda yang rupanya ada beberapa bagian berlubang. Kami bertiga menikmati makan bakso, dan minum teh botol yang kemungkinan tercampur air hujan, syukurlah baksonya memang enak, sehingga kalaupun tercampur air hujan tak terasa. Selesai makan, terpaksa mesti memanggil ojek payung, karena hanya saya yang bawa payung kecil. Kami berlarian ke arah BIP……dan lagi-lagi ternyata memang tak berbakat belanja. Setelah beli beberapa barang yang pokok, kembali menikmati minum kopi dan coklat di Starbucks, sambil melihat orang yang berlalu lalang. Cuaca cerah setelah turun hujan deras, membuat BIP penuh orang. Sebetulnya rencana semula mau mampir di J Co, tapi rupanya antreannya terlalu panjang, jadi malas menunggu.

Setelah kenyang dan lelahnya berkurang, kami menyeberang untuk melihat FO di seberang BIP….dan lagi-lagi tak ada satupun barang yang dibeli. Setelah capek naik turun, maka apa boleh buat, kami pulang ke rumah naik taksi. Sampai rumah baru ingat, bahwa mesti ngasih uang buat si mbak untuk belanja bulanan, beserta gajinya, terpaksa saya dan si mbak pergi lagi untuk mengambil uang dari ATM di Dewi Sartika. Malam ini hanya sebentar memeluk si bungsu, karena dia juga sibuk banget. Esok paginya, saat ke kamarnya, lampu masih gelap, rupanya dia baru tidur jam 4 pagi.

Minggu siang saya kembali ke Jakarta naik kereta api, karena membawa koper yang cukup besar. Perjalanan dengan menggunakan kereta api sebetulnya jauh lebih menyenangkan, karena dapat melihat pemandangan hijau sepanjang jalur Bandung-Purwakarta. Sampai rumah, ternyata daftar untuk memilih anggota legislatif sudah menunggu, wahh berarti saya jadi ikut pemilu. Saya buru-buru telepon si bungsu, karena KTP nya tercatat di pemilihan daerah Cilandak. Yang agak pusing adalah si sulung (yang saat ini berada di Iowa), saya tak tahu caranya, apalagi daftar itu baru diterima saat saya pergi ke Lembang.

Iklan

Responses

  1. wah bisa kebayang ibu makan bakso di dalam tenda sementara hujan di luar… Tapi kalo enak, ya bakso campur air hujan lumayanlah. Untung masih belum hujan asam ya bu, rasanya bisa ngalor ngidul nanti.
    welcome back home bu.

    EM

    Ikkyu_san,
    Hahaha…dan karena lapar…rasanya enak…dan memang enak banget.
    Sayang saat Imel ke Bandung, saya lagi sibuk ya…lain kali cutinya ke Bandung, ajak Riku dan Kai.

  2. itu termasuk lokasi pengamatan bintang yg aneh, bu. mending di bromo aja lebih banyak cerahnya.. kayaknya sih… :mrgreen:

    Sitijenang,
    Lho…justru lokasi pengamatan bintang di Lembang kan sudah ada sejak zaman Belanda…dan memang disana tempat yang sesuai….

  3. wahhh…bunda, tempatnya bagus ya 😀
    aku kanpan ya sempet main2 ke bandung…kangen juga dah lama gak nyusurin jalan dago…

    ohya bunda, ria ada hadiah buatmu…diambil kerumahku ya…

    http://ria.choosen.net/2009/04/05/fabulous/

    Ria,
    Tempatnya memang romantis…dan gurami cobeknya sedaaap.

    Love u Bunda…

    Ria

  4. Wah, pantes si Ibu ngilang rupanya sedang ke Lembang.

    Saya selalu tertarik mengunjungi tempat-tempat seperti Lembang, Bandung dan daerah lain di Jawa Barat yang katanya terkenal dingin, indah dan ceweknya cantik-cantik hehehe 🙂

    Sayang baru sekali yaitu ke Bandung, itupun ketemu pria bukan wanita, Daniel Mahendra 🙂

    DV,
    Kata si sulung, 9 dari sepuluh cewek Bandung cantik-cantik…dan yang satu…cantiiik banget. DM kan tidak cantik??? 😛
    Ntar kalau cuti, pergilah ke Bandung bersama Joice, banyak tempat wisata yang indah, ada wisata gunung, wisata danau, wisata kuliner, teropong bintang, sampai wisata FO dan distro.

  5. Lembang itu yg dulu tempat minum susu yogurt itu yah…

    duuh jadi pengen jalan2 ke Bandung lagi…

    Liswari,
    Yup…tempat kita beli susu yogurt.
    Ntar deh kalau liburan, diatur sejak awal, sehingga bisa pergi ke beberapa tempat (seperti saat ke Minangkabau dulu).

  6. beberapa kali ke Bandung, saya belum pernah tertarik ke FO :p tp kalau bakso, sepertinya saya nggak akan menolak deh heheheh

    Krismariana,
    Kata anakku, ada berbagai tempat yang menjual bakso enak. Saya baru makan bakso di Akung dan belakang BIP. Katanya ada yang enak lagi di tempat-tempat lain…

  7. Welcome back Ibu, sehat kan Bu. 🙂
    Saya tunggu cerita Saung Udjo-nya. Nampaknya akan menarik sekali. 🙂

    Yoga,
    Sabar ya…soalnya tulisannya agak serius tapi santai…karena merupakan contoh dari ekonomi kreatif.
    Entah kenapa saya masih merasa lelah, gara-gara kemarin pulang rapat, menembus belantara jalan di Jakarta 3,5 jam baru sampai rumah…malah melebihi perjalanan Bandung-Jakarta. Dan belum kuat untuk blogwalking ke blog teman-teman

  8. Waaaa…jadi pengin ke Bandung setelah membaca cerita ibu. Oh ya kalau angklung udjo itu angklung yang dimainkan massal oleh kita yang belum pernah memegang angklung tapi bisa menghasilkan irama lagu yang kompak? Ah, gak usah dijawab dulu ding Bu. Saya tunggu aja cerita lengkapnya 🙂

    Bundanya Dita,
    Sabar dulu ya…masih lelah….hehehe…
    Soalnya terus digempur rapat…dan pulang kok ya jalanan macet, dan dimana-mana banjir, sampai rumah 3,5 jam dari kantor. Duhh…capek banget.

  9. wahhh cantik banget tuhhhh lokasinya….d

    Imoe,
    Iya betul…kapan ke Bandung? Minta DM antar jalan-jalan…

  10. Wah wisata FO dan wisata kuliner kayaknya menyenangkan ya? Saya sebenanrnya bosan juga week-end jalan dan makan di tempat yg itu2 saja (mall) tapi males mikir mau ke mana lagi …

    Oemar Bakrie,
    Katanya sih barang-barang di FO memang lebih murah. Tapi karena saya ga bakat belanja, tetap bingung juga, apalagi si bungsu juga ga bisa belanja, jadi ya cuma keluar masuk aja.
    Yang jelas kuliner di Bandung menyenangkan, dan murah2 juga…kemarin malah diajaki makan bakso di bawah tenda…tendanya udah tua, bolong-bolong..jadi saat hujan besar, airnya masuk…hahaha..jadi makan bakso campur air hujan…untung perutnya nggak ngadat.

  11. Bunda Enny akhirnya kembali juga dari Lembang..
    Ditunggu bun, ditulisan berikutnya … 😀

    Puak,
    Sabar ya…..tunggu sampai stamina kembali seperti semula…hehehe

  12. hujan,minum kopi,lembang,bandung,…

    melankolis. tapi manis.

    Ikan kering,
    Hehehe…betul….apalagi jika kesana nya bersama pasangan…..

  13. waaah…baca saja ikut seneng saya mbak..
    Kita semakin tua..memang harus sering dicari sendiri keseimbangan dalam hidup ini…jangan cuma sibuuuk,,serius…cape…tapi mesti ada selingan….

    Dyah Suminar
    ,
    Iya mbak…kalau cuma kerja aja, badan dan pikiran bisa pegal…jadi diantara waktu yang ada, juga bisa menikmati jalan-jalan, menyusuri Lembang-Bandung, walau di bawah hujan.

  14. Yuk, Lis… ke Bandung lagi…

    Kunderemp,
    He…kuliah dulu..ntar kalau udah kerja, dan ada cuti, baru balik ke Indonesia dan jalan-jalan ke Bandung. Cuma mesti nyopir sendiri, karena ga ada pak No.

  15. waduh, membaca cerita ibu, jadi ingat kenangan di bandung selama hampir 2 tahun:)
    seperti apa yah, sekarang bandung?
    pasti makin rame yah, bu..

    Fety,
    Wahh Bandung kalau hari libur macet cet….apalagi memang orang-orang nya kreatif
    Bagaimanapun, Bandung memang menarik untuk dikunjungi, berbagai wisata ada disana, dari wisata FO, kuliner (ini yang paling menarik), juga banyak gedung bersejarah

  16. Ibu…saya sering sekali makan bakso di belakang BIP itu…
    memang enak banget…
    dan berdesak-desakan sambil makan tanpa meja terasa sebanding dengan rasanya yang ENAK…
    hehehehe…

    misSSiSSma,
    Hehehe…iya, baksonya memang top…uenak banget..atau saya pas lapar ya???

  17. ibu pernah dengar istilah “rasanya seperti air hujan” untuk menggambarkan rasa yang hambar? untunglah bakso yang tersiram air hujan itu memang enak, sehingga alih-alih baksonya yang berubah hambar, malah air hujannya yang jadi ikutan gurih. hihi…

    mohon maaf lama tidak berkunjung karena saya juga sedang melakukan perjalanan keluar kota, ibu. tapi dorongan ngeblog ternyata tak tertahankan. jadi aja di dalam kendaraan pulang (di sepanjang jalan trans sumatera dari bukittinggi ke medan) saya sempatkan blogwalking. padahal ngetiknya aja susah, megol kanan megol kiri karena mobil yang melaju kencang. madatan banget ya, bu? hihi…

    Marsmallow,
    Di Bandung tersebar berbagai bakso yang konon katanya enak. Keponakan saya (sekarang udah lulus ITB) senengnya bakso Mandip….saya belum pernah mencoba. Sepupu saya, yang menikah dengan bule dan terus melalnglang buana, kalau ke Bandung tak lupa makan bakso Akung, karena mengingatkannya saat masih SMA dan mahasiswa di Bandung (bakso Akung saya pernah coba). Bakso belakang BIP memang terkenal, tapi di bawah tenda…dan ternyata tak tahan hujan…padahal pembelinya berjubel lho.

  18. Weh, Ibu ini, bisa dibilang “orang Bandung, suami tinggal di Bandung, anak bungsu tinggal di Bandung, tapi tetap nggak pernah bosan jalan-jalan di FO ya, Bu? Hehehe.

    Soal pintar belanja itu tentu soal lain lagi, Bu. Aku pun kalau ada kawan-kawan dari luar kota datang, pasti list tempat yang minta dituju adalah: FO. Giliran akunya yang ndomblong duduk di kursi tunggu sembari tertawa geli melihat kawan-kawan kalap belanja baju.

    Daniel Mahendra,
    Jalan-jalan ke FO, terutama hari libur, yang menarik justru melihat pengunjungnya, yang memakai berbagai macam model baju. Saya suka cekikikan sama si bungsu…”Gimana kalau ibu pake baju seperti itu?” Atau kalau nyoba baju, dipilih yang aneh2, dan cekikikan berdua…tentu aja ga jadi beli, lha cuma sekadar cari sensasi…hehehe.
    Saya pasti merindukan saat-saat seperti ini. jika si bungsu jadi terbang jauh suatu saat nanti…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: