Oleh: edratna | April 17, 2009

Akhirnya….pertemuan itu dapat dilaksanakan

Pagi itu sampai siang mendung menggantung, cuaca lembab dan panas. Prakiraan cuaca, sore atau siang hari diperkirakan hujan. Kamis itu sejak pagi saya mengajar di LPPI, sehingga hape dalam posisi silent. Saat coffee break, saya melihat hape, ternyata ada pesan sms dari Bangaip, kalau acara akan dipindahkan ke tempat lain. Saya coba menelepon balik, tapi hapenya sibuk, jadi saya mengirim sms, untuk memberitahu kemana acara dipindahkan.

Siangnya sms Bangaip mengatakan bahwa pertemuan dilaksanakan di Bakoel Koffie jalan Cikini jam 5 sore. Saya langsung pesan taksi BB untuk menjemput jam 16.30 wib. Siang itu hujan turun cukup deras bercampur petir, agak kawatir juga jika hujannya berlarut-larut, karena pengalaman selama ini, kalau hujan besar, Jakarta bisa dipastikan macet saat pulang kantor. Syukurlah saat selesai mengajar, hujan tinggal rintik-rintik dan saya langsung menuju taksi BB yang sedang menunggu. Perjalanan ternyata lancar, karena dari Jakarta ke Cikini melawan arus, dan jam 17.15 wib sudah berada di depan Bakoel Koffie. Saya bertanya pada yang bertugas di counter, pesanan meja untuk Bangaip dimana? Petugas counter malah mempersilahkan untuk mencari diantara pengunjung Cafe. Wahh celaka, pikir saya, lha saya kan belum bisa membayangkan Bangaip seperti apa, tapi yang pasti berambut gondrong, seperti ceritanya di blog, juga di bukunya. Jadi, saya telepon Bangaip, yang segera menghampiri saya yang menunggu di counter.

Kami berjabatan erat, seperti layaknya sahabat yang lama tak ketemu…dan benar-benar surprise…ternyata Bangaip masih muda, berambut gondrong yang lurus melewati bahu, berwajah bersih dan tinggi langsing. Dan rambutnya itu lho….. bisa bikin cewek iri, lurus dan bagus…(ssst…saat mau pulang, saya tanya ke Bangaip, perawatan rambutnya bagaimana, apa di rebonding dan sering creambath?). Bangaip langsung menjawab santun, “Nggak bu, betul-betul enggak…”

Saya langsung diperkenalkan dengan teman-teman seniman dari SERRUM, antara lain Ari Suprayoga, Arif Widiarso dan Eko S. Bimantara. Obrolan berlangsung dalam suasana akrab, dan Bangaip banyak cerita riwayat perjalanannya. Dari cerita ini, saya membayangkan bagaimana bandelnya Aip kecil…dan saya salut, betapa tabah dan kuatnya doa sang ibu, yang tak putus-putus mendoakan agar putranya berhasil. Dan ini dibuktikan oleh keberhasilan Bangaip, yang saat ini telah mempunyai putri kecil (Novi Kirana) yang lucu sekali, berumur 11 bulan. Bangaip menunjukkan foto putri kecilnya dan ibu nyonyah (panggilan untuk isterinya, seperti di tulis di blognya, yang menceritakan kelahiran putrinya). Kemudian datang Titiw yang mungil dan manis, yang terus diikuti oleh om Mbel. Suasana makin meriah setelah Chika, disusul teman-teman yang lain datang, seperti Arya, Epat, Emyou, Zam dan teman-teman blogger dari Fasilkom UI (maaf saya lupa namanya, padahal teman anakku sulung). Juga hadir Gugun (adik Bangaip) dan Odoy yang sering menjadi tokoh di blog Bangaip, yang ternyata ada orangnya beneran, dan bukan hanya fiksi. Yoga dan Rani datang setelah jam melewati angka 19.30 wib.

Situasi makin cair, penuh celetukan khas blogger, yang menyatu dengan teman-teman dari SERRUM dan Cilincing, juga Bangaip yang sibuk menyapa tamu nya satu persatu, berfoto bersama saat menandatangani buku. Sayang persediaan bukunya terbatas, namun kita bisa berharap suatu ketika buku tersebut dapat muncul di Gramedia. Khusus untuk Kang Luigi, bisa berharap suatu ketika Bangaip akan muncul mengetuk pintu rumahnya di Liberia, karena Bangaip ada rencana mengunjungi temannya di Darfur. Bangaip berjanji akan menghubungi kang Luigi via japri. Tak ada tanda kelelahan di wajah Bangaip, padahal selama cuti dua minggu di Indonesia, Bangaip keliling untuk memberikan buku pesanan satu per satu kepada pemesannya, sampai ke Yogya (ketemu teman-teman Cahandong), ke Ngawi, Madiun, yang sayang tak bisa mencapai Cilandak karena hujan yang deras (atau beruntung ya..karena saat itu saya lagi tak di rumah).

Hari semakin malam, saya segera pamit karena besoknya masih harus mengajar pagi-pagi. Saya, Yoga, Rani dan Emyou yang semuanya tinggal di Jakarta Selatan pulang bersama-sama, Chika pun pamit juga. Dan sesuai kebiasaan, para blogger narcis berfoto dulu. Sayang kami sudah janji tak akan mem publish foto-foto tersebut di postingan blog. Biarlah Bangaip tetap menjadi pribadi misterius, yang santun, ramah dan penuh senyum. Saya bersyukur dapat menyempatkan hadir di pertemuan ini, melihat dari dekat siapa sebenarnya Bangaip, yang sangat jauh dari bayangan saya semula. Bahkan Bangaip cerita, banyak kelucuan terjadi saat pertemuan di Jogya, karena ada yang menyangka Bangaip santri, sehingga ada yang datang pakai pakaian santri dan pakai kopiah. Biarlah cerita-cerita selama di Indonesia, suatu ketika dapat kita nikmati dalam postingan di blog Bangaip.

Selamat bertugas kembali Bangaip, yang rencananya tanggal 18 April ini akan kembali ke Eropa, entah kapan kita bisa bertemu kembali. Sungguh sebuah pertemuan yang akrab dan mengharukan.

Iklan

Responses

  1. 🙂

    Yoga,
    Ternyata Bangaip memang mirip Once ya….hehehe

  2. wah, aku kok gak diajak tho bun? 😀

    Puak,
    Soalnya saya tak tahu kapasitas tempat pertemuan, itupun acaranya mendadak berubah paginya…dan sebetulnya Bangaip sudah mengundang melalui blognya…siapa yang pesan bukunya, dapat jawaban email.
    Dan saya juga tak tahu nomor hape nya Puak…..kalau Yoga, saya tahu, pasti suka ketemu Bangaip, karena saya makin memahami selera Yoga, demikian juga sebaliknya.
    Next time better ya…

  3. nah nah nah
    kopdar tapi masih tetap misterius ya bu.
    hehehe

    Ikkyu_san,
    Disitulah menariknya,…..sebetulnya yang datang tahu siapa persis Bangaip…dan entah kenapa, kami semua rela untuk ikutan ber misterius ria…hahaha

  4. bang aip emang ganteeeeeng 😛

    film-nya gimana bu, nonton apa aja? kok malah ndak diresensi?

    Restlessangel,
    Kemarin datang yang di Jakarta atau Yogya….?
    Bangaip memang kereeen……sayang aku sudah tua, dan memang Bangaip pantas menjadi anakku…..
    Di Jakarta nggak jadi memutar film, tapi obrolan menjadi lebih hangat karena waktunya lebih lama

  5. kegiatan yang sungguh menyenangkan. kapan ya bisa jumpa bu enny?

    Zulmasri,
    Lha kapan Uda Zul?

  6. Wah.. sepertinya pertemuannya seru tuh Bunda. Salam kenal aja buat Bangaip.. 🙂

    Nug,
    Hehehe…memang seru banget…banyak blogger yang berkumpul….
    Bangaip hari ini udah terbang lagi ke Eropa…..

  7. Dalam bayangan saya, bangaip itu berbadan tinggi besar dan dewasa, ternyata saya salah. Ternyaa orangnya masih muda banget, bangaip emang ganteng berambut panjang.
    Saya datang sudah malam, banyak blogger yang sudah hadir rupanya, melihat sekeliling kayak orang bingung namun ndak berani salaman. Saya mengenali blogger yang hadir (termasuk ibu) namun berhubung ndak ada orang yang tahu saya, ya saya diem aja. Beruntung bangaip berkenan untuk memberikan tanda tangan pada buku saya dan berfoto bersama saya … hihiiihhhii … (lhah emang saya siapa?) hanya sekejap saja, kemudian langsung pamitan pulang.
    Mungkin ibu bisa menebak kira-kira siapa saya yang mana ?

    Adipati Kademangan,
    Itu namanya curang, atau memang ingin menjadi misterius, seperti komen2nya selama ini?
    Padahal saya pengin banget ketemu yang namanya Adipati Kademangan, yang komennya bagus di beberapa blog, tapi kalau dikirimi email pasti delivery failure…..

    Bangaip selama ini misterius (karena saya cuma menebak-nebak), dan bayangan itu buyar semua. Dengar ceritanya tentang ketemuan di Yogya? Ada yang menyangka Bangaip santri, sehingga seorang blogger datang bergaya bak santri lengkap dengan kopyah dan sarungnya. Juga ada yang menebak sudah tua….kalau yang ini saya tahu, kalau Bangaip masih muda, karena baca ceritanya tentang ibu nyonyah dan kelahiran putri kecilnya.
    Dan rambut Bangaip itu lho……indah sekali…sampai blogger cewek berbisik-bisik, perawatannya seperti apa ya. Dan saya akhirnya ga tahan untuk tak bertanya, sambil salaman mau pulang…..

  8. Wah…. karena ini menyangkut pribadi seseorang yang ‘misterius’ dan belum pernah saya temui jadi saya tidak bisa berkomentar banyak deh dan terpaksa juga komentar saya kali ini juga berbau ‘misterius’.

    O iya, kalau menurut bu edratna, definisi blogger ‘misterius’ itu seperti apa ya?? Apa yang di blognya nggak ada fotonya?? Atau…. biar ada fotonya tapi belum pernah bertemu juga dianggap misterius?? Kalau saya dan bu edratna tidak ketemu di PB 08 lalu, berarti saya masih termasuk ‘misterius’ dong menurut ibu?? Huehehe….. :mrgreen:

    Yari NK,
    Karena udah kadung janji, saya ga bisa menceritakan detailnya, sebetulnya bangaip pribadi yang hangat, ramah, menyenankan, banyak humor. Cuma saya tak bisa cerita panjang lebar disini, apalagi memasang fotonya…..siapa tahu nanti suatu ketika Bangaip mau dipasang fotonya.

    Kang Yari isterius? Ya enggak dong…lha dari dulu yang terlihat kumisnya gitu kok…begitu ketemu udah langsung bisa nebak.

  9. Kebayang serunya acara kopdar itu, sebuah sesi silaturahim yang mempersatukan semuanya. 😀

    Di Darfur, pada misi UNAMID (United Nations Hybrid Mission in Darfur) ada batalion FPU (Formed Police Unit) Garuda Bhayangkara I berbasis di El-Fasher, Bang Reinhard Hutagaol bertugas disana (juga blogger piawai), selain rekans TNI/POLRI, kita juga ada beberapa kawan Indonesian Peacekeepers disana serta di UNMIS (United Nations Mission in Sudan) – ada 2 misi peacekeeping PBB di Sudan, gawat sekali yah? 😀

    Antara Darfur (Sudan) dan Monrovia (Liberia), jaraknya jauh sekali – 8-9 jam penerbangan. Sayang foto Bangaip dan kopdarnya nggak nongol.. 😀

    Luigi Pralangga,
    Jangan kawatir kang, teman Bangaip yang di Darfur kalau tak salah wartawan.
    Dan Bangaip sendiri termasuk berani menghadapi bahaya…dia janji kok mau japri ke Kang Luigi, tapi saya bilang jangan langsung datang lho, siapa tahu kang Luigi dipindah kemana, paling tidak kasih tahu dulu lewat email, dan nanti bisa berhubungan via hape. Di Indonesia, Bangaip mengantar sendiri buku ke pemesannya satu persatu (kecuali beberapa daerah tertentu yang terjebak hujan), ada yang sampai kejedug portal, digonggong anjing dll. Kok saya yakin, suatu ketika Bangaip akan sampai di Liberia, apalagi dia cerita suka menyambangi blog nya kang Luigi.

    Sesuai kesepakatan, dan entah kenapa kok yang lain setuju, tak ada foto dalam postingan …hehehe

  10. Wah, Ibu.. bikin saya ngga nahan buat mudik.
    Ntar kalau saya balik kita bikin ketemuan ya, Bu 🙂

    DV,
    Tenang….ntar kalau DV balik ke Indonesia kan pasti ke Jakarta….EO nya kan Yoga. Seneng juga kenal Yoga, dia bisa diajak dan ketemu teman-teman baru, serta menikmati. Dan sekarang Yoga punya partner yaitu Rani, yang tinggalnya juga di Jakarta Selatan.

    Saya sendiri kan memang suka ketemu teman baru….walau risikonya, Jumat sore sehabis mengajar, langsung bleg…tidur, bagun2 udah Magrib, dan badan rasanya kayak digebugi…hahaha….lupa kalau usia memang sudah tak muda lagi.

  11. yahhhh bunda gak bilang-bilang mau kopdar…bikin iri aja…heheheh (padahal saya jauh ya…) salam untuk semua ya bun…fotonya dong……bagi-bagi…

    Imoe,
    Katanya mau ke Jakarta, terus ke Bandung…saya udah dengar bocorannya lho.
    Tapi kalau EO nya dia, semua beres Imoe…

  12. nah…apapun kopdar tetep seru ya mbak…
    saya selalu senang dan bahagia ketika membayangkan kita saling ketemu…
    Ayooo..kalau ke Jogja ,kasih tahu ya mbak….

    Dyahsuminar,
    Pasti mbak Dyah, saya akan ngabari kalau ke Yogya. Sebetulnya juga ada rencana ke Yogya, tapi tak tahu kapan, masih mencari waktu di sela kesibukan…mau ke rumah sepupu di daerah Samas (dekat Laut Selatan)

  13. seneng banget akhirnya kesampaian bisa ketemu ama bang aip. dan siapapun pasti akan terkesan oleh keramahan dan kesantunannya.
    apalagi disana ketemu ama bu eni dan om mbel yang uda itungan bulan sejak terakhir ketemu. senaaaaaaaaaaaannngggg…..

    semoga bangaip semakin sukses dan selalu dalam lindungan-Nya

    Emyou,
    Ternyata…tempat tinggal kita berdekatan ya. Ntar kirimi nomor hape mu via japri ya…biar kita mudah kontak, saya juga lupa tanya hapenya Chika. Jadi kemarin lewat jalan berputar, gangguin Dita dulu, untuk tanya nomor hape yang lain-lain.
    Saya senang ketemu Emyou…terakhir kita ketemu di PB08 ya, dan tak sempat ngobrol lama….lain kali enakan ambil bagian di atas ya, biar rame2 sama yang lain.
    Kesan kita terhadap Bangaip sangat mendalam ya…jadi ingat obrolan 4 (empat) cewek dalam taksi BB…hehehe

  14. Duh, senengnya bisa kopi darat dengan blogger pujaan. Duhai waktu, kapan aku bisa mengalami pengalaman indah seperti itu?

    Racheedus,
    Hehehe…senang sekali..imbalannya besoknya “agak teler”, mana mesti ngajar seharian, untung nggak semaput di depan kelas…hehehe

  15. wah kopdar ya..
    Annosmile,
    Hmm…

  16. wah jadi penasaran nih …
    btw, kalau gitu saya juga masih misterius ya bu? hehehe .. jangan dibayangin ah … dijamin bakalan buyar hehehe

    Mascayo,
    Kayaknya mascayo bukan termasuk yang misterius deh…hehehe

  17. Sip bun,.. no hp ku tak email aja yaa..
    Love you, bun! 😉

    Puak,
    Oke…..atau sms aja…Ria atau Lala udah punya, juga Yessy

  18. wah, ternyata pertemuan itu tergelar juga akhirnya. selamat, bu, atas pertemuannya. sudah lama saya juga pingin ketemuan sama bangaip. tulisan2nya sangat saya sukai.

    Sawali Tuhusetya,
    Iya pak, setelah berganti tempat dan saling sms…akhirnya bisa ketemu
    Bangaip memang unik….dan sangat santun, sangat jauh dari yang ada dalam bayangan saya.

  19. Bener lho bun, waktu itu aku kan dari Bali rencana singgah di Jakarta dan Bandung dulu. Tapi ehhhh di Bali aku kena Demam Berdarah dan langsung pulang aja dan di opname seminggu. Ntar deh bunnn bulan mei rencana mau ke jakarta kalo gak ada halangan lagi…kita ketemuan ya….

    Imoe,
    Udah hubungi EO nya kan? Dia lah yang akan mengatur bersama Imoe…saya ngikut aja..maklum saya nggak bakat jadi EO, nanti malah bingung dan bikin orang lain uring2an.

  20. Hehe.. Ibuuuu.. Nama aku bukan Titi O, tapi Titiw.. Hehe.. tapi gak papa deh, selama aku tadi dibilang manis.. hehe.. Senang ketemu Ibu juga.. 🙂

    Titiw,
    Pantesan di cari di mas Google nama itu nggak ketemu…sempat longok-longok blokmu…tapi kok belum ada cerita tentang Bangaip…jadi ragu lagi deh.
    Titi kayaknya udah sering ketemu Bangaip ya…atau aktif juga di SERRUM?

    Lho! Kan Titi memang manis dan imut……hehehe…
    Udah dibetulkan….

  21. sayang sekali kali ini saya terpaksa melewatkan kesempatan kopdar. tugas kantor menanti, hehehe. hari jum’at dan sabtu malam nginap di kantor, n kamis sore itu harus mempersiapkan macam”, hiks..

    mudah”an saya bisa ikut di next meeting dengan bang aip.

    btw tumben ga ada foto-fotonya, Bu?

    Utaminingtyazzzz,
    Memang kami yang hadir sepakat untuk tidak menayangkan foto….hehehe

  22. ow, tadi kelewat baca penutupnya.. kali ini memang tak ada foto, hehee

    Utaminingtyazzzz,
    Yup…betullll….

  23. Maafkan, Bu, aku luput mengabari jadi ikut atau tidak. Maklumlah, rada pontang-panting akhir-akhir ini. Kadang SMS siang, baru betul-betul bisa menyimak malam hari.

    Misterius ya, Bu? Hmm-hmm… 😉
    Tapi tetap menyenangkan tho 🙂

    Daniel Mahendra
    ,
    Pontang panting kalau banyak kegiatan yang menghasilkan, kan menyenangkan, daripada menganggur. Justru disitu asyiknya, bagaimana kita membagi waktu agar semua berjalan lancar.
    Tapi memang menyenangkan…ketemu dengan orang2 yang selama ini hanya dikenal melalui blognya

  24. dan saya ngentos nggenjot sepeda lipet.. hwakakaka..

    Bangaip ini dalam bayangan saya itu orangnya gendut, tua (seumuran om Mbel gitu), ternyata.. hwakakakak..

    akhirnya ketemuan juga!

    Zam,
    Nggak nyesel kan ketemu Bangaip….sayang waktunya singkat ya…dan saya mesti mempersiapkan untuk besoknya….
    Kapan-kapan kalau kopdaran ke W3 ya…bisa langsung telpon Zam kan, atau paman Tyo?

  25. Bangaip memang kereeen……sayang aku sudah tua <– *clingak-clinguk…Bapak ngga baca kan ya? 😆

    Sayang saya ngga ikutan. Dari chat bu Enny, undangan jam 17.00-20.00. Lah paling saya sampe TKP ya jam 20.00, je. Akhirnya, cuma dengerin cuap-cuap Yoga tentang ketemuan itu. Itu pun se-uprit karena dia keburu ngantuk dan mau bubuk. T_T

    Saya pindah kos aja deh ke Jaksel seperti saran bu Enny dan Yoga kemarin. Selalu saja melewatkan kopdar seru. *mutung*

    Sanggita,
    Paling-paling suami ikut penasaran..lha dia udah ketawa2 saat baca tulisan tangan daftar isi bukunya Bangaip. Lagipula Bangaip ini, biarpun keren kan seumur anakku…hehehe

    Gita, enaknya memang pindah kos ke Jaksel aja…atau daerah Benhil deh, biar kalau ada acara tak terlalu jauh. Btw, Yoga dan Rani juga baru datang jam 19.30 lewat….

  26. Bangaip ini misterius banget ya?
    Dia intel atau apa sih?
    Kayaknya iya deh, soalnya fotonya nggak mau dipublish.
    Jadi doi intel yang soleh.
    Ha ha ha…

    Hery Azwan,
    Bangaip tidak misterius, malah orangnya santun dan kereeen
    Kan banyak blogger yang fotonya tak mau di publish…..mungkin suatu ketika bersedia Tapi foto putrinya yang lucu udah di publish kan?

  27. walah…salam buat bang aip ya bun…salam kenal dari Ria ^_^

    Ria,
    Datang aja ke blognya bangaip…di http://bangaip.com

  28. Iya bu.. aku udah nulis tentang bang Aip tapi belum dipublish aja.. Ng.. Wah, aku sih ketemu Bang Aip jug waktu dia di Jkt doang. Tapi kebetulan sempet ketemu 3 kali. Pas dia kasih buku, pas aku ikutan pemutaran film di Serrum (makanya sedikit kenal sama anak2 Serrum), dan terakhir ya waktu di Newseum itu. Hehe.. makasih udah dibenerin namaku ya bu..

    Titiw,
    Kok Newseum? Bukannya di Bakoel Koffie?
    Tadinya kupikir Titi memang aktif di SERRUM….terlihat kegiatannya menyenangkan, cuma sayang jauh dari rumahku di ujung Jakarta Selatan

  29. waaah telaat! bangaip emang keren! nanti fotonya aku kirim lewat email aja ya bu… 😀

    Chika,
    Foto udah diterima…makasih ya..

  30. @ DEMANG GEMBLUNK : Sok Penting Luh !!!

    @ ZAM : Pentung Zam Ngatain Sayah Gendut Berumur !!!
    Sayah Kan Sekseh Dan Lagi Puber !!!

    @ TITIW : Maap Chayank, Daku Pulang Duluan.

    @ Bu Edratna : Seneng Bisa Ketemu,….

    Mbelgedez,
    Saya juga senang bisa ketemu

  31. .
    Eh, iya.
    Maap juga buat semuanya yang mengenal sayah karena sayah telah meninggalkan lokalisasi secara diem-diem. Soale sayah kuatir, pulang satu-pulang semua….

    PS:
    Emyu, Lemon Tea sayah udah dibayar kan ???

    Mbelgedez,
    Aman kok…saat saya pulang, masih banyak yang mengobrol…

  32. salam kenal…
    namaku noni… aku termasuk salah satu pemesan bukunya bang aip. meskipun kami senegara di eropa tapi sayang bukunya gak dianter langsung sama bang aip. mungkin belio lagi sibuk bin heboh.

    sayang banget gak bisa kopdaran sama bang aip.
    ibuuu… blognya menarik banget. kalo daku pulkam, mau kah kita kopdaran?

    Noni,
    Dan karena banyak yang ingin baca bukunya Bangaip..bukunya sampai saat ini masih menyebar ke teman-teman….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: