Deg-deg an

Suatu sore yang cerah, saya duduk-duduk di teras rumah temanku. Kami mengobrol ngalor ngidul, apalagi kami berteman sejak akhir tahun 70 an, walau tak selalu terus menerus ketemu karena kesibukan masing-masing. Untuk angkatan temanku, rata-rata memang telah mempunyai anak dewasa, banyak yang sudah punya cucu, paling tidak anaknya rata-rata pada tingkat mahasiswa.

Lanjutkan membaca “Deg-deg an”