Cilincing Brotherhood: makasih Bangaip….

Saat awal ngeblog, saya suka membaca botd wordpress, karena ingin tahu seperti apa tulisan-tulisan yang termasuk dalam 100 top post. Saat itu, rasanya tulisan yang termasuk 100 top post memang benar-benar bagus, berbeda sekali dengan sekarang. Di antara tulisan yang sering saya kunjungi adalah tulisan Bangaip, yang suka cerita tentang Cilincing. Tulisan Bangaip yang renyah, suka nyentil, lucu, bahkan tulisan yang sedihpun bisa dibuat menjadi satire, membuat saya selalu menunggu tulisan barunya di blog. Saat inipun tulisan Bangaip masih termasuk dalam “Top 100 Indonesian Blog“.

Lanjutkan membaca “Cilincing Brotherhood: makasih Bangaip….”

Akhirnya….selesai mencontreng

Sampai akhir bulan Maret 2009, saat saya mesti pergi ke luar kota, saya belum menerima kartu untuk memilih. Dan ternyata teman-teman yang lain sebagian besar juga belum. Malah yang di luar negeri, seperti Imelda, sudah mendapatkan jauh hari.

Lanjutkan membaca “Akhirnya….selesai mencontreng”

Saung angklung Udjo, salah satu contoh industri kreatif?

Industri kreatif merupakan pilar utama dalam mengembangkan sektor ekonomi kreatif, memberikan dampak positif bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Industri kreatif adalah industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan, dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.” (UK DCMS Task Force, 1998)

Dari keempat belas kelompok industri yang dapat di kategorikan sebagai industri kreatif, maka Saung Angklung Udjo adalah termasuk industri kreatif dalam kelompok seni pertunjukan, yang definisinya sebagai berikut: “Kegiatan kreatif yang berkaitan dengan usaha, berkaitan dengan pengembangan konten, produksi pertunjukan, pertunjukan balet, tarian tradisional, tarian kontemporer, drama, musik tradisionil, musik teater, opera, termasuk tur musik etnik, desain dan pembuatan busana pertunjukkan, tata panggung dan tata pencahayaan.”

Lanjutkan membaca “Saung angklung Udjo, salah satu contoh industri kreatif?”

Masih capek….

Maksud hati sih ingin segera menulis kunjungan ke Bandung kemarin, apalagi kunjungan ke Saung Angklung Udjo, yang sangat berkesan buatku. Tapi biasalah badan ini memang tak bisa dipaksa, kembali dari Bandung Minggu siang, hari Senin langsung ada rapat. Pulangnya bareng sama teman yang rumahnya di daerah Cipete, dan searah dengan rumahku. Di tengah perjalanan, temanku mendapat sms, Jakarta Selatan hujan besar campur petir, usahakan jangan lewat jalan Pangeran Antasari, karena kawatir ada pohon tumbang ( di jalan Pangeran Antasari kiri kanan nya banyak pohon akasia yang terlihat ” agak rapuh”, dan mengkawatirkan jika kena hujan angin).

Lanjutkan membaca “Masih capek….”

Cuaca mendung dan hujan selama di Lembang

Hari-hari di Lembang, tiada hari tanpa hujan. Walau sudah membawa baju hangat yang tebal, tetap saja kedinginan. Kali ini kami berangkat hari Selasa pagi-pagi dari Jakarta, jalanan cukup lengang sehingga sampai Lembang masih sekitar jam 8 lebih sedikit. Setelah briefing sebentar, maka rombongan langsung “on the spot” ke 2 (dua) lokasi usaha, yaitu ke usaha tanaman hias (Rumah Bunga Rizal) dan setelah makan siang ke “Saung angklung Udjo” (ceritanya akan saya tuliskan tersendiri).

Lanjutkan membaca “Cuaca mendung dan hujan selama di Lembang”