Mengobrol santai dengan salah satu cawapres di Angkringan Wetiga

Selama dua hari berturut-turut, saya menghadiri acara yang digelar oleh Politikana, yaitu pada tanggal 25 Mei 2009 jam 19.00 s/d 21.00 wib tentang “Menyikapi UU ITE: Bagaimana sebaiknya blogger menyikapi UU ITE” dan pada hari Selasa malam tanggal 26 Mei 2009, diskusi dengan cawapres yang berkenan datang di angkringan Wetiga, dan judul acaranya “Boediono Menjawab: Dialog terbuka dengan Cawapres Boediono“. Isi diskusi tentang UU ITE akan lebih tepat jika di posting oleh mas Anggara, dan mas Ari Julianto (yang saat itu menjadi nara sumber).

Lanjutkan membaca “Mengobrol santai dengan salah satu cawapres di Angkringan Wetiga”

Iklan

Berharap semoga semuanya makin baik

Jika kita membaca media cetak beberapa hari belakangan ini, kita akan melihat beberapa pengumunan tentang hasil Rapat Umum Pemegang Saham untuk perusahaan yang telah go public, diumumkan pula bagaimana pembagian laba, serta bagaimana pembagian devidennya. Bagi orang yang memiliki saham, tentunya ini menjadi hal yang menggembirakan, setelah beberapa bulan lalu kita melihat pergerakan saham terpuruk.

Lanjutkan membaca “Berharap semoga semuanya makin baik”

Selalu ada yang bisa dipelajari

Beberapa hari ini saya benar-benar bad mood, mau ngapa-ngapain nggak ada yang beres rasanya. Banyak pekerjaan yang menunggu untuk dikerjakan, tapi entah kenapa kepala ini tak bisa diajak mikir, maklum pekerjaanku sebagian besar menggunakan pikiran. Ya, udah daripada kesel, akhirnya saya ambil gunting, pisau, sapu dan pengky….dan mulailah bekerja mencabuti rumput. Biasanya, jika sudah selesai mencabuti rumput (mungkin agar hal-hal yang mengesalkan dan membuat bad mood ikut tercabut), badan lelah, tapi perasaan menjadi segar. Urusan mencabut rumput, menyiangi tanaman, menyapu, diteruskan dengan memberi pupuk…duhh rasanya legaa…dan tanaman rupanya juga menunjukkan kebaikannya karena terlihat lebih segar.

Lanjutkan membaca “Selalu ada yang bisa dipelajari”

Istirahatlah sebentar, nak

Kadang kita ingin segera menyelesaikan langkah kita, kita selalu dihadapkan pada tugas-tugas yang terus dibebankan ke pundak kita. Ahh, sebentar lagi akan selesai…atau, ahh …tinggal sedikit lagi. Kita bersyukur jika perjalanan yang tinggal sedikit itu selamat sampai finish, tapi terkadang ada gangguan di jalan, membuat atau memaksa kita berhenti sejenak, mengatur nafas, atau kadang terpaksa menyusuri ulang lagi langkah jalan yang pernah di lalui.

Lanjutkan membaca “Istirahatlah sebentar, nak”

Pengalaman selalu menyisakan pembelajaran

Ada istilah jangan sampai terperosok ke lubang yang sama dua kali. Artinya kita jangan mengulangi kesalahan yang sama. Terkadang mengajarkan kepada anak-anak, atau anak buah, sering terkesan menjadi cerewet, bahkan terkesan menggurui, padahal sebagai orang yang lebih senior, kita tidak menginginkan anak-anak kita, keluarga kita, para yunior kita melakukan kesalahan yang pernah kita lakukan.

Lanjutkan membaca “Pengalaman selalu menyisakan pembelajaran”