Oleh: edratna | Mei 7, 2009

Sebuah pilihan

Anti dan Budi tak pernah terpisahkan sejak mereka menjejakkan kaki di Kampus Bumi Kencana. Bahkan saat telah diadakan penjurusan pada tahun ketiga kuliah, mereka tetap memilih jurusan yang sama. Semua teman telah memperkirakan, bahwa pada akhirnya Anti dan Budi akan segera melangkah ke gerbang pernikahan jika mereka telah lulus kuliah dan bekerja. Latar belakang keduanya yang berbeda suku terlihat tak ada kendala sama sekali, karena Budi telah sering ketemu dengan keluarga Anti.

Betapa kagetnya teman-teman, saat di suatu sore yang mendung, melihat Anti menangis setelah menerima surat dari Budi, yang saat itu sedang ikut proyek penelitian dosen di luar Jawa. Ternyata Budi sepulang mengikuti dosen melakukan penelitian, sempat mampir ke kampungnya yang berada di balik sebuah pegunungan, di kota yang masih sangat kuat adat istiadatnya. Entah apa sebabnya, Budi tak bisa berkutik saat keluarga nya menyodorkan seorang gadis yang merupakan pilihan keluarga. Terbayang betapa hancurnya hati Anti, impian yang telah dirajut sekian tahun hancur berantakan. Anti tergolek di kamar kos2 an, selanjutnya acara kunjungan ke dokter menjadi acara rutinnya. Syukurlah Anti masih mempunyai teman-teman baik yang bisa menghiburnya, sehingga pelan-pelan Anti dapat menyembuhkan luka hatinya.

Kesembuhan Anti antara lain disebabkan kesabaran Rudi yang selalu mengingatkan Anti bahwa dunia ini masih lebar, dan tak perlu menyesali terus menerus. Secara pelan-pelan akhirnya hubungan antara Anti dan Rudi makin erat, sampai akhirnya keduanya di wisuda bersamaan. Mendung ternyata masih menaungi hidup Anti, Rudi yang perhatian, yang baik, ternyata merupakan tipe seorang laki-laki yang menginginkan isterinya tetap di rumah, menjadi ibu rumah tangga. Kembali Anti limbung, apakah dia akan melanjutkan hubungannya dengan Rudi, dengan risiko harus melepaskan cita-citanya untuk mengamalkan ilmunya? Terbayang di mata Anti, betapa ayah ibu sangat mengharapkan Anti untuk bisa bekerja, dan juga biaya yang telah dikeluarkan oleh orangtuanya agar Anti berhasil menyelesaikan kuliah di Perguruan Tinggi.

Retno, sebagai sahabat Anti, sangat memahami beban yang disandang oleh Anti. Retno sendiri, saat ini telah bekerja di sebuah perusahaan, dan sedang menikmati kehidupannya, mendapatkan gaji dan bisa membiayai hal-hal yang dulunya hanya berada dalam mimpinya, karena Retno tak tega untuk meminta tambahan kiriman bulanan dari orangtuanya. Retno sendiri masih lajang, teman-temannya banyak, dan dia sendiri belum ingin menikah dalam jangka pendek.

Sepuluh tahun kemudian……

Di suatu acara, tak sengaja kedua sahabat itu bertemu. Ternyata Anti akhirnya memutuskan menerima Rudi, dengan risiko dia tidak bekerja dan sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga. Retno sendiri pada akhirnya menemukan seseorang yang sangat mencintai Retno apa adanya, bahkan sangat mendukung Retno untuk mengembangkan karirnya, sehingga pada saat ketemu sahabat lamanya, saat itu Retno telah memimpin suatu wilayah regional di perusahaannya, dan termasuk perempuan yang kemampuannya diakui oleh teman-teman maupun atasannya.

Dari obrolan kedua sahabat, pada akhirnya keduanya menyadari bahwa memang kita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan, dan setiap pilihan akan ada risikonya. Bagi Anti, risiko itu diambil, karena dia tak tahan membayangkan menerima kedukaan untuk kedua kalinya. Di satu sisi, Retno yang mandiri, yang tak pernah menggantungkan hidupnya pada siapapun, lebih berpikir pada bagaimana dia bisa meneruskan kehidupannya dengan bahagia, dan ternyata Retno mendapatkan kesempatan menemukan jodoh yang mendukung karirnya.

Iklan

Responses

  1. datang hanya membawa penggaris.
    saya hanya akan menggaris bawahi pernyataan berikut “ita selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan, dan setiap pilihan akan ada risikonya”
    *mencoba meniru anggota dewan yang hanya bermodalkan pengaris, tidak punya ide yang baru untuk disampaikan*

    Adipati Kademangan,
    Yup setuju… sambil menunggu sang ayah, saya diskusi dengan si bungsu secara intens, karena dia nantinya juga dihadapkan pada pilihan-pilihan

  2. Well, kita memang tak pernah bisa tahu jalan hidup seorang manusia di masa depan. Namun tak memilih sebuah pilihan pun bukanlah tindakan bijak. Karena hidup sendiri merupakan pilihan.

    Cerita ini manis, Bu. Membuat yang membaca seolah berdiri di depan cermin. Melihat bayangan dirinya sendiri di sana. Bukankah sampai sebelum masuk ke liang lahat sekalipun, manusia tetap dihadapkan pada pilihan-pilihan hidup. Dengan ragam versi yang berbeda-beda pada setiap individu.

    Daniel Mahendra,
    Sambil menunggu suami, saya banyak diskusi dengan si bungsu, karena selama ini masing-masing sibuk. Dan jadi teringat cerita ini, yang merupakan kejadian sebenarnya (nama2 diganti). Setiap kali memang kita mesti memilih, walau kadang semua pilihan tak ada yang menyenangkan, tapi harus dilalui.
    Ayahnya sakit juga makin mendekatkanku pada anak-anak, apalagi setelah si sulung juga pulang…

  3. cerita yg inspiring Bu …

    gmn caranya tapi ya kalo pilihan yg kita ambil membuat kita kecewa dan selalu ngeluh ‘kenapa ga begini?’ ‘kenapa waktu itu ga begitu?’

    Aldi
    ,
    Jika sudah memilih memang harus bertanggung jawab atas risiko pilihan tadi, jadi sebaiknya jangan memaksakan pasangan untuk memilih hal yang tak disukainya, karena akan membuat hubungan tak berjalan lancar

  4. Jadi ingat 5 tahun lalu… saya pun dihadapkan pada pilihan seperti Anti..
    dan bu… Puji Tuhan setelh puasa berhari – hari saya memutuskan meninggalkan pria itu (padahal masa dpn terjamin bgt bu…)
    Tapi saya gak mau melepaskan jati diri ini, kompromi boleh tapi hingga total melepaskannya.. wah saya bisa gila.
    Dan saya TIDAK pernah menyesali keputusan itu, walaupun pas sy putus seluruh keluarga murka 😉

    skr saya bersama dgn seseorang yg memberi kebebasan yg bertanggung jawab 🙂

    hidup ini memang benar adl soal pilihan ya bu 🙂

    Ekaria27,
    Banyak perempuan yang dihadapkan pada pilihan tersebut, dan seringnya setelah hubungan berjalan lama, dengan anggapan nantinya bisa mengubah pandangan. Cara berpikir yang keliru, karena jika pilihan dipaksakan akan menyebabkan hubungan tak lancar, dan membuat salah satu kecewa.

  5. Hidup memang sering dihadapkan dengan berbagai pilihan sulit. Tak semua orang memiliki keberanian untuk memilih suatu pilihan yang beresiko. Baik menurut pandangan lahir manusia terkadang belum tentu baik dalam pandangan-Nya.

    Racheedus,
    Dalam memilih setidaknya harus mempunyai kebebasan untuk melihat dari berbagai segi sebelum memutuskan pilihannya. Karena setiap pilihan akan mengandung risiko.

  6. Dua tahun silam saya pernah menjadi Anti. Ditinggalkan setelah semua persiapan telah saya lakukan.
    Menyakitkan, tp saya terus berdoa dan berusaha kuat sehingga pada akhirnya saya cuma butuh waktu 2 bulan untuk recovery dan ehh… Ga dinyana 4 bulan kemudian dia kembali ke saya 🙂
    Saya tebak, tokoh Retno adalah Ibu ED Ratna hahahaha 🙂

    DV,
    Dalam perjalananku, banyak menemui hal-hal seperti itu. Namun kita telah diberi cara pandang dan berpikir mana yang terbaik bagi kita. Terkadang terpaksa melepaskan apa yang telah ada dalam genggaman, walau hati patah, namun suatu saat nanti akan bersyukur kita telah melakukan pilihan secara tepat.

  7. hidup memang penuh lika-liku
    takdir yang menentukan
    kita tidak bisa memutuskan
    karena banyak faktor yang mempengaruhi
    maka kita juga harus memohon kepada Allah
    agar selalu dalam lindungan-Nya dan diberikan jalan yang berbaik bagi kita

    Annosmile
    ,
    Sebelum bicara takdir, dalam kehidupan sehari-hari kita dihadapkan pada pilihan2…dan terpaksa harus memilih. Disini tak bisa kita mengatakan bahwa pilihan kita adalah takdir, karena kita tak tahu bukan…dan saat itu juga harus menentukan pilihan, tentu sambil berdoa semoga pilihan kita tepat.

  8. terbayang betapa pilunya ketika kita tidak kuasa menentukan pilihan
    tapi hidup memang demikian adanya
    sesuatu yang mungkin baik bagi kita belum tentu seperti itu adanya
    Berserah diri PadaNya, tentu sangat membantu

    Mascayo,
    Ada beberapa komentar sebelumnya, yang juga selalu mengatakan untuk berserah diri, dan itu suatu takdir.
    Menurutku agak berbeda…bagaimana kita tahu takdirnya kemana? Kan kita dihadapkan pada pilihan, dan harus memilih. Kebetulan contoh di atas adalah pilihan atas tetap berkarir atau bukan. Namun dalam pekerjaan se-hari-hari kita tetap harus mengambil keputusan bukan, yang harus mempertimbangkan dari segala segi.

    Sisi takdir, adalah jika kita berdoa semoga pilihan kita tepat. Namun jika pilihan salah,, kita tak bisa menyalahkan takdir bukan?

  9. Hidup ini memang pilihan, seakan-akan jutaan pilihan direkatkan dalam puzle kehidupan. Dan setelah kita memilih dan menjalani itulah takdir.

    Jamal el Ahdi,
    Nahh ini lagi…seolah-olah pilihan kita selalu terkait dengan takdir. Apakah jika kita kita memutuskan berbuat serong juga takdir? Tentu saja tidak…sebelum mengaitkan dengan takdir, tentu kita memilih berdasarkan logika, perhitungan, emosi, perasaan dsb nya….
    Karena setiap hari kita memang harus membuat keputusan yang diambil dari berbagai alternatif….dan kita berdoa semoga pilihan kita tepat. Tapi kita tak berdoa jika akan membuat putusan yang salah atau melanggar aturan bukan?

  10. HHHmmm …
    Iya bu …
    Hidup itu penuh dengan pilihan …
    dan kadang tidak mudah untuk menentukan …

    Very nice post ibu …

    Salam saya

    Nh18,
    Memang tidak mudah membuat keputusan, namun harus dilakukan.
    Dan apapun putusan kita, maka harus bertanggung jawab atas risikonya, dan tak bisa menyalahkan siapa-siapa maupun takdir…

  11. saya barusan saja nonton film yang salah satu pemainnya mengatakan: setiap pilihan apa pun, walaupun itu pilihan yg paling kecil, selalu ada konsekwensinya. hidup ini memang pilihan sih bu.

    Krismariana,
    Hidup memang selalu dihadapkan pada pilihan, dan semua selalu ada pro’s dan con’s nya
    Apapun yang kita pilih, harus secara sadar dilakukan, sehingga tak menyalahkan pihak lain jika terjadi risiko yang tak kita harapkan.

  12. Awal ceritanya persis teman perempuan saya waktu S1, yang terpaksa pisah dengan pacarnya yg berbeda suku dan adat dan dinikahkan di kampung halamannya.
    Selama kita bisa rela menerima keadaan dan menatap masa depan dengan ortimis pasti Allah memberi jalan. Tapi saya yakin untuk bisa rela tanpa mengikuti pilihan kita sendiri adalah hal yang sangat berat.

    Mas8nur,
    Apapun temanmu telah memilih, yang tentu harus menangung segala konsekuensinya.

  13. Menarik ya bu kalo kita dah bisa melihat dulu dan sekarangnya.. hehe tapi ini memberikan pelajaran juga siy.

    Hanya saja kita sering tidak melihat kisah lengkapnya, padahal masing2 dari kita (apalagi yg sudah berumur) pastilah telah banyak mengeluarkan pilihan2 dalam hidup, itulah kenapa pengalaman adalah guru terbaik … duhh ko jadi berasa tua gini yah hehe..

    Ruku,
    Kejadian yang saya ceritakan banyak terjadi di masa lalu, namun hal tsb saat ini juga masih terjadi, karena pada dasarnya setiap kali kita memang dihadapkan pada pilihan, yang harus ditimbang untung ruginya, pro’s dan con’s nya. Sekali membuat putusan harus melangkah kedepan, dan tak menyesalinya, apapun yang terjadi di kemudian hari

  14. perasaan tiap bikin cerita nama2nya kok anti dan retno ya? knp bukan caroline, isabella, kasandra 😀
    *senyum2 baca komen DV

    Si Bulet,
    Lain kali pake Angelina, Citra dan Sari…hehehe

  15. Very nice post ibu …!

    Puspita,
    Makasih….

  16. bukankah takdir itu sesuatu yg sudah terjadi ? kita dipersilahkan untuk memilih dan pilihan kita itulah takdir.
    jam 10 saya hendak pergi , tetapi saya memilih tidur, bukankah takdir kita di jam10 itu tidur ? jika kita memilih pergi jam 10 maka takdir kita di jam 10 itu adalah pergi.
    Rancangan tuhan adalah tiap detik, tiap detik kita diberi pilihan. maka yang kita pilih itulah takdir kita didetik itu.

    Jamal el Ahdi,
    Kalau memilih berbuat kejahatan, takdir juga???
    Saya bukan tak percaya takdir, namun saya menghargai orang berpikir, memilih dari berbagai alternatif terbaik, berusaha semaksimal mungkin untuk mencapai tujuan kehidupan yang lebih baik…namun di ujung usaha itu ada nasib atau takdir.

    Mungkin kita berbeda pendapat, dan tak perlu diperdebatkan, karena setiap orang berhak punya pendapat berbeda

  17. Saya juga pernah membuat pilihan semacam itu, Bu .. memang tak persis sama,, tapi mendekati lah ..

    Dan,, saya belum melihat hasil dari pilihan saya itu ..
    Well,, ada .. tentu saja ada, maksudnya .. ya maksudnya begitu .. belum dapat gantinya
    🙂

    Yah, anggap saja itu membuka banyak pilihan lain yang harus saya ambil 🙂

    Muzda,
    Hmm…memang memilih itu tak mudah kok…ada juga orang yang berani ambil keputusan cepat, ada yang ragu-ragu terus…

  18. hmm, sedang mulai memikirkan hal itu jg bu.. memang sblm menikah ada baiknya mengobrol scr tuntas hal2x prinsipil spt karir, gaya hidup, pandangan hidup dsb dgn calon.. meminimalisir kerikil dlm rumah tangga walaupun tentu sj selalu ada kejutan yg baru dlm pilihan hidup.

    Eric,
    Yang prinsipiil harus sama dulu, yaitu tentang pandangan dan tujuan hidup, karena ini yang akan menentukan eratnya ikatan pernikahan.
    Kalau cerita tentang sate, ini hanya masalah komunikasi …..dengan berpikir positif, semua bisa diselesaikan

  19. kadang kita tak pernah menduga, sesuatu yang kita bayangkan ternyata lain dalam kenyataan.

    Zulmasri
    ,
    Hmm…ya itulah…..seninya hidup ini

  20. Hehehhehhehe. kesannya saya begitu tergantung pada takdir ya bu. padahal tidak begitu.
    Tiap orang diberi pilihan bebas untuk memilih jalannya, entah itu fujur (jahat,jelek) dan taqwa (baik). dihamparkanlah jalan penuh persimpangan. dibebaskannya orang memilih. kanan atau kiri. terserah hendak melalui jalan yang mana. namun ingat tiap pilihan ada konsekwensinya. Nah menurut saya sesuatu yg sudah terjadi disebut takdir, karena sudah dilalui dan tidak akan bisa dirubah dan diulang. sedangkan masa depan adalah misteri yang harus kita jalani dengan mempertimbangkan efek dan konsekwensinya.
    Bahkan saya sering bilang “Jika tuhan menginjinkan ( insya allah )” tidak berlaku,karena tuhan pasti mengijinkan asal kita punya niat. soal ditengah perjalanan ada sesuatu,itu lain persoalan, yang paling penting kita sudah mencoba menjalankan niat kita.
    maaf jika suka ngeyel 😀
    salam

  21. +1 inspiratif

    yup memilih sebuah pilihan juga membuat kita haus siap akan segala konsekuensinya. 😀

    Zam,
    Yup betul, harus siap segala risiko atas pilihan tsb

  22. Setuju dengan DV, saya menduga Retno itu adalah Mbak Enny 🙂 🙂

    Betul Mbak, hidup memang selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan, dan ada kalanya pilihan itu tidak mudah. Butuh keberanian untuk memilih dan menanggung resiko dari pilihan kita. Bagaimanapun, yang terbaik adalah membuat pilihan kita sendiri, dan siap menerima risikonya. Banyak orang memilih berdasarkan pilihan orang lain, dan akhirnya menyesal ketika pilihan itu ternyata membuatnya tidak bahagia. Pacar Anti itu, apakah akhirnya ia bahagia dengan isteri pilihan keluarganya?

    Tutinonka,
    Hahaha…dilingkunganku, orang seperti Retno yang banyak sekali, justru Anti menjadi barang langka….hehehe

  23. Akh.. hidup ini dari salah satu sudut pandang memang merupakan pilihan. Kita selalu dihadapkan dengan pilhan. Dan pada suatu titik waktu, kita hanya misa memilih suatu pilihan terbaik dari pilihan yang ada saat itu. Tiap pilihan itu selalu satu paket dengan resiko yang tak sepenuhnya kita bisa ketahui dimuka. Namun memilih yang tebaik dari pilihan yang ada, meminta petunjukNYA, dan melangkah dengan pasti, sudah cukup bagi kita untuk tak menyesali apapun hasil pilihan itu itu kelak.

    Light and nice posting Bunda.. 🙂

    Nug,
    Betul…setiap kali kita disuguhi berbagai pilihan yang harus segera diputuskan…..
    Berlalunya waktu, membuat kita juga bisa makin pandai memilih, berdasarkan prioritas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: