Oleh: edratna | Juni 23, 2009

Menonton “Batavia Art Festival 2009”

Saya tak sengaja bisa menikmati Pasar Seni “Batavia Art Festival 2009” yang diadakan di halaman Museum Fatahillah, Kota Tua, Jakarta, pada hari Minggu tanggal 21 Juni 2009. Diperkirakan ada sekitar 74 tenda memenuhi halaman museum, selain ada pentas musik dan pada malam hari di gelar layar tancep yang menayangkan film zaman dulu, seperti “Dua Tanda Mata.” Saya baru datang dari Bandung jam setengah satu siang, dan hanya sempat istirahat sebentar, langsung ke museum, yang untungnya jalanan Jakarta pada hari Minggu tak terlalu padat di dalam kota.

Yang menarik, dari tenda yang ada, merupakan stan sejumlah museum di Jakarta, dan yang sempat kami masuki adalah Taman Arkeologi Onrust (mudah2an sempat memposting tersendiri), museum Bank Mandiri, Museum Monas, juga beberapa stan yang menjual buku dan alat-alat kuno.

Bingung memilih barang yang mau dibeli

Bingung memilih barang yang mau dibeli

Penonton asyik menonton musik-museum Fatahillah di latar belakang

Penonton asyik menonton musik (Museum Fatahillah di latar belakang)

Anakku sempat membeli beberapa barang kuno, juga ketemu pengarang komik (Wahyu Hidayat) yang menjual buku karyanya. Anakku membeli komik dengan judul “BrastaSeta, Sang Penyembur Api” yang merupakan Graphic Novel, dan langsung ditanda tangani oleh pengarangnya. Dari mas Wahyu ini, kami baru tahu bahwa pada tanggal 27 Juni s/d 5 Juli 2009 akan ada Pesta Buku di Senayan….nahh siap-siap uangnya dari sekarang, karena biasanya kita bisa mendapatkan buku-buku murah.

Siang itu matahari benar-benar bersinar terik, kami kemudian mampir di tempat jajanan dan mencoba ketupat Gloria dan minum air tebu, juga bisa langsung melihat proses pembuatan air tebu nya.

Ketupat cap gomeh dan air tebu

Ketupat cap gomeh dan air tebu

Dan dalam acara seperti ini, selalu ada penjual kerak telor. Jajanan yang ada antara lain: Ketupat Gloria, Gado-gado Pintu Besar, Otak-otak Gang Kencana sejak 1963, Kerak telor, bercampur dengan penjaja makanan zaman sekarang seperti sosis dan minuman kesehatan.

Drumband dengan pakaian jadul

Drumband dengan pakaian jadoel (Foto diambil dari Kunderemp)

Di tengah makan, ada pawai drumband mengelilingi museum dengan berpakaian ala zaman dulu, anak sulungku langsung loncat berusaha mengambil foto, yang sayangnya tertutup oleh penonton yang berdesakan, sehingga kurang bagus hasilnya.

Saya hanya melihat-lihat sampai sore, malamnya si sulung kembali lagi, karena ingin menonton layar tancep yang menayangkan film-film tempoe doeloe. Dia penasaran, karena dulu saat kecil, dia tak memahami arti film tersebut.

Lukisan di atas kaca patri, di atas jendela tinggi

Lukisan di atas kaca patri, di atas jendela tinggi

Sambil pulang, saya memotret beberapa bangunan tua yang menarik. Ada bangunan yang di atas jendelanya, terdapat kaca patri, yang diberi lukisan berbagai binatang. Ada juga bangunan Bar zaman dulu yang sayang tak terawat.

Bar zaman doeloe

Bar zaman doeloe

Dan jika kita ingin berfoto, dengan latar belakang mobil kuno, juga tersedia di sana.

Mau bergaya foto dengan latar belakang mobil kuno? Silahkan, asal cocok harganya

Mau bergaya foto dengan latar belakang mobil kuno? Silahkan, asal cocok harganya

Ingin berkeliling ke Kota Tua naik sepeda? Jangan kawatir, kita bisa menyewa sepeda dan ada pemandunya, untuk berkeliling ke beberapa tempat menarik di Kota Tua. Rasanya saya harus mencoba suatu ketika, dan enaknya di hari Minggu, agar kendaraan tak terlalu ramai. Tapi masihkah saya lihai naik sepeda ya, karena rasanya sudah belasan tahun tak pernah naik sepeda lagi.

Iklan

Responses

  1. Bersepeda, konon seperti berenang, Bu.
    Kemampuan yang akan menetap dalam diri kita selamanya. Kalaupun agak ‘kagok’ awal-awalnya ya lumrah tapi sesudahnya pasti bisa lagi ๐Ÿ™‚

    Btw, aku suka liputannya.
    Saya penyuka barang-barang kuno Bu, wah andai saya ada di sana bisa beli macem-macem hehe ๐Ÿ™‚

    DV,
    Ada juga dijual kartu pos tahun 30 an, beserta surat…wahh coba surat ayah ibuku, tulisan miringnya (dulu kan menulis halus, tebal tipis dan miring ke kanan)…pasti banyak peminat. Ada buku nya PAT (saya lupa judulnya)…cuma saat ditanya mau dijual Rp.350.000,-……wahh ya jadi mikir lagi…..
    Senang memang mengenang masa lalu…..dan juga makanan khas Betawi….

  2. loh? kok kita ga ketemu Bu.. kemaren saya dan teman-teman juga ada di sana, ikut Jalan-jalan Kota Tua pagi-pagi itu.. seruuuuu :mrgreen:

    Chic,
    Saya kesana siang hari, pagi nya masih di Bandung….

  3. Bangunan tua yg unik seharusnya dipelihara sebagai bagian dari sejarah ya … bukan dijadikan mall atau lahan parkir.

    Oemar Bakrie,
    Saya sependapat pak…dan bisa menjadi bagian wisata budaya. Kalau ada guide nya, maka akan menjadi wisata budaya yang menyenangkan, dan anak-anak kita akan tahu akan sejarah bangsa ini.

  4. Oh… ini tho yg pernah dipromosikan teman saya, yg kebetulan menjadi salah satu panitianya.
    Kotatua, sebagaimana halnya dg peninggalan sejarah lainnya, memang harus dijaga, bukan untuk pelestarian, tapi lebih kepada pemberian pengetahuan buat generasi…

    Vizon,
    Di depan museum Fatahillah disediakan sepeda yang bisa di sewa dan ditemani guide untuk keliling ke beberapa lokasi di kota tua, serta diceritakan riwayatnya. Suatu ketika saya ingin mencoba.
    Cara mencari museum Fatahillang juga mudah kok, naik busway dari blok M jurusan kota, berhenti di perhentian terakhir, keluar dari halte dan jalan kaki kira2 300 meter sudah nyampe di lingkungan kota tua. Kalau cape, naik bajaj kira-kira Rp.5.000,- karena harus memutar.

  5. andainya bisa juga jjs ke sana…tapi liputan ibu lumayan untuk menyenangkan hati…

    Hatmiati,
    Mudah2an suatu ketika sempat kesana

  6. sering kali saya melewati bangunan2 tua disekitar kota, sungguh disayangkan bangun tersbut, tidak terawat.

    padahal seringkali expat dikantor saya selalu menyempatkan diri utk melihat bangunan tua tersebut,…hmmm jadi kalau dikelola dan di pelihara dengan baik, bisa menjadi objek wisata yang menarik sebenarnya.

    Tini,
    Kota tua sekarang mulai bebenah, beberapa bangunan mulai terlihat menarik, karena di cat dsb nya….
    Saya masih merindukan memotret beberapa bangunan tua yang berderet sepanjang sungai Ciliwung (?)

  7. ah, kota tua terus berbenah, walau sepertinya kok mati-enggan-hidup-tak-mau.. ๐Ÿ™‚

    aku sampai hapal sudut-sudut yg ada di foto ini, hihihi..

    aku kemarin malah keluyuran ke pelosok utk menemukan kebudayaan “asli” betawi. kebudayaan ini makin lama makin tersingkir.. ๐Ÿ˜ฆ

    Zam,
    Iya…mudah2an makin banyak acara diadakan disana, agar makin banyak orang berkunjung, serta suka akan suasananya. Pemda DKI harus lebih memberikan perhatiannya, dan mendorong masyarakat ikut serta dalam merawat dan menyenangi lingkungan kota tua ini

  8. wah, menarik banget acaranya, bu enny. gambaran sejarah masa silam melalui festival semacam ini sangat bermanfaat buat generasi muda agar mereka tak lupa pada sejarah kota yang sudah amat tenar sejak zaman penjajahan itu.

    Sawali Tuhusetya,
    Betul pak Sawali, sejak anak-anak kecil saya suka mengajak ke museum walau belum terjelajahi semuanya…syukurlah mereka sekarang jadi ikut senang menjelajah sendiri.

  9. wah begitu lihat pic “lontong cap go meh” saya langsung nelan ludah…….pasti enak tuh….
    (makanya saya ndut)…..

    wow…namanya saja Batavia art festival..pasti menarik melihat sejarah ttg. kota tua ini…

    Wieda,
    Hehehe…iya lontong cap gomeh nya bikin semangat untuk berkeliling lagi….

  10. yah.. ternyata ada jualan barang2 kuno ya? jadi nyesel ga dateng..

    Billy Koesoemadinata,
    Yang menarik justru jualan barang kuno ini….

  11. Wadhuh, kemaren Chic dkk juga kesana, saya rencana ikut tapi badan capek banget karena malemnya keliling Monas ya terpaksa ndak jadi *halah ahlesyan*

    Ternyata banyak kegiatan menarik disana ya. Saya banget saya lewatken ๐Ÿ˜ฅ

    Goenrock
    ,
    Acara nya kan sampai tengah malam, kalau yang ada stan sampai jam 7 malam…dilanjutkan ada musik dan pemutaran film kuno melalui layar tancep. Anakku pulang jam 1 malam…hehehe

  12. Duuuh bunda, air tebunya menggugah selera.
    Panas bgt skr ๐Ÿ˜€
    thank u ya bun buat foto2 dan reviewnya ๐Ÿ˜‰
    indaaah !

  13. itu acara nya kapan lagi ya?
    kalo ada acara nya lagi kabarin lg dunx…
    pengen liat…

  14. ya sebagai generasi muda memang kita harus tahu sejarah dan jangan sampai nggak tahu, wew foto2 yang bagus paling bagus foto makanannya tuh , thanks salam kenal ya

    Investasi,

    Salam kenal juga

  15. Lontoooooong caaaap Gomeeeehnya enaaak yaaa bundaaa.

    KangBoed,
    Yup…lontong cap gomeh nya memang uenak…apalagi ditambah minum air tebu

  16. jd laper liat ketupat nya… hihihih

    Zoel,
    Hehehe…memang uenak kok

  17. wow.. pingin jalan2 ke kota tua.. hmm kapan ksana ya? ๐Ÿ™‚

    Azaxs,
    Mudah kok mencapai nya…lihat jawaban komentar pada pak Sawali di atas

  18. itu drumband kok gak bawa alat perkusi ya?

    Grubik,
    Memfoto nya yang ga sempat karena penonton berjubel dan tercampur baur nggak karuwan

  19. Ampe kapan tuh bun acaranya..kemaren tuh ngak sms bun karena semuanya serba mendadak dan tak boleh lama di jakarta, jadi ya ngak ngubungin bun tuh..sorry ya bun…lain kali deh..yoga juga nanyain kemaren tuh dan yoga juga gak di sms tuh..sorryyyyy untuk smua…

    Imoe,
    Sepanjang ultah Jakarta ini banyak acara menarik. Mulai hari ini ada pesta buku di Senayan….

  20. duh saya ngebayangin banget keliling kota dengan sepeda tua

    Omiyan,
    Hmm…saya juga mupeng ๐Ÿ˜›

  21. Mobil kunonya masih bisa jalan apa cuma pajangan Bun…….wah andai bisa pose sambil duduk dijoknya lalu pake seragam VOC….hehe muantab…sayang aku gak bule, hehehe…..bule tapi keling.

    Mas8nur,
    Biar kelihatan bule kan tinggal pake wig pirang.
    Kayaknya mobil masih bisa jalan, masih bagus kok….kelihatan terawat dengan baik

  22. Festivalnya sampai kapan ya? hmmm ingin sekali pergi ke sana

    EM

    Ikkyu_san,
    Batavia Art Festival hanya sehari, tapi karena Jakarta sedang merayakan ultah, maka banyak kesibukan lainnya, yang sayang tak semua bisa saya ikuti. Sejak hari ini sampai tanggal 5 ada pesta buku di Senayan.

  23. Saya juga punya beberapa benda filateli dari zaman sebelum perang, waktu itu Indonesia masih jadi Nederlandsch Indiรซ. Ada juga sih perangko Jerman asli dari zamannya Adolf Hitler “Das dritte Reich“, sayang kondisi perangko yang Das dritte Reich nggak begitu prima lagi. Kalo dijual kira2 laku berapa ya?? Huehehe……

    Yari NK,
    Pasti mahal sekali kang, masalahnya ada nggak yang mau beli, berarti pasarnya terbatas pada orang yang memang suka mengumpulkan barang langa.
    Saat itu mau beli bukunya PAT nggak jadi, lha harga yang ditawarkan Rp.350.000,-…..mikir-mikir juga….

  24. Pas hari itu saya sedang tepar, tidak bisa kemana-mana. Kalau sudah begitu, terasa sekali kesehatan itu penting.

    Bu, liputannya menarik sangat, berkat tulisan Ibu saya jadi bisa membayangkan suasana festival tersebut. Terimakasih.

    Yoga,
    Saya juga datang terlambat, karena jam 10.15 wib baru berangkat dari Bandung, dan tak termasuk acara yang diagendakan. Padahal acaranya sejak pagi hari, Chic dan blogger lain malah ikutan bersepeda keliling Kota Tua.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: