Oleh: edratna | Juni 27, 2009

Ingin mengunjungi Taman Arkeologi Pulau Onrust?

Entah kenapa, saat melihat Pasar seni “Batavia Art Festival 2209”, saya langsung tertarik masuk stan pulau Onrust ini. Mungkin juga gara-gara baca novelnya ES Ito, alumni Tarnus, yang tulisannya membuatku punya keinginan, untuk dapat mengunjungi pulau itu suatu ketika. Atau juga karena si bungsu sekarang suka berpetualang dengan teman-temannya, sehingga mungkin saja mereka tertarik untuk datang ke Pulau Onrust yang memang banyak cerita sejarah dibaliknya.

Peta Onrust abad-17

Peta Onrust abad-17

Pulau Onrust dan sekitarnya adalah salah satu dari gugusan Pulau Seribu, yang pada tahun 2002 ditetapkan sebagai Taman Arkeologi melalui keputusan Gubernur KDKI Jakarta. Taman ini dapat dicapai melalui laut, bisa melalui Muara Kamal (15 menit), Muara Angke (20 menit) dan Pantai Marina Ancol (45 menit).

Nama Onrust menurut Bahasa Belanda artinya “tanpa istirahat” atau sibuk (bahasa Inggris Unrest). Penduduk setempat menyebut Pulau Kapal, karena pada abad 17-18 pulau ini sangat sibuk disinggahi kapal-kapal VOC. Pulau Onrust juga berfungsi sebagai tempat perbaikan dan pembuatan kapal, sehingga memang benar-benar sibuk masa itu.

Sejarah pulau Onrust abad 17-18

Sejarah pulau Onrust abad 17-18

Antara tahun 1803-1810 Pulau Onrust digempur tiga kali oleh Inggris, dan terakhir pada tahun 1810 Armada Inggris dipimpin oleh Admiral Edward Pellow menghancurkan sarana dan prasarana pulau Onrust.

Pada tahun 1848, Pulau Onrust dan sekitarnya difungsikan Belanda sebagai Pangkalan Angkatan Laut, namun sarana prasarana ini hancur berat akibat gelombang tidal letusan gunung Krakatau tahun 1883.

Letusan gunung Krakatau yang meluluh lantakkan pulau Onrust

Letusan gunung Krakatau yang meluluh lantakkan pulau Onrust

Kemudian tahun 1911 s.d 1933 Pulau Onrust diubah fungsinya menjadi karantina Haji. Pada awal masa kemerdekaan, Pulau Onrust dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Karantina bagi penderita penyakit menular, dibawah pengawasan Departemen kesehatan RI hingga awal 1960.

Sejak tahun 1968 terjadi penjarahan besar-besar an di Pulau Onrust, sehingga bangunan bersejarah tinggal puing-puingnya saja. Kini artefak (tinggalan sejarah) yang dapat disaksikan di pulau Onrust antara lain: Pondasi bastion benteng, Pondasi kincir angin, dermaga, bangunan penjara, meriam, bangunan sisa karantina haji.

Saat meninjau stan ini, saya sempat ketemu pak Mahdi, dan beliau memberikan nomor hape nya (081317210257), siapa yang ingin berkunjung ke pulau Onrust bisa telepon beliau agar bisa disiapkan pemandu. Pada saat ini kantor, yang biasanya berlokasi di Gd Nyi Ageng Serang Lt.9 pindah ketempat lain, sehingga untuk sementara Bapak Mahdi bersedia dihubungi lewat telepon. Jika anda ingin tahu lebih banyak, dapat kontak melalui email di onrust_budmus (at)yahoo.com

Iklan

Responses

  1. Ya bu, saya pernah dengar cerita pulau onrust ini dari kelompok Sahabat Museum. Ingin sekali mengikuti kegiatan kelompok ini yang sering ke mana-mana ke tempat bersejarah baik di jakarta maupun sampai ke pulau-pulau yang jauh dr jawa. Untuk sekarang cukup puas dengan ikut milisnya.

    EM

    Ikkyu_san,
    Pada dasarnya saya suka berjalan-jalan, bukan ke Mal, tapi tempat wisata terutama wisata budaya. Kesibukan kerja, membuatku menyempatkan waktu di sela kesibukan….tapi setelah sekarang susah cari temannya.
    Tapi kayaknya memang menarik sekali…..dan sekarang ada si sulung yang juga suka berpetualang..

  2. Baru sekali ke salah satu pulau di Kep. Seribu waktu mahasiswa, ke tempat risetnya LIPI. Kalau main ke laut takut, nggak bisa berenang … hehehe

    Oemar Bakrie,
    Ga perlu takut pak, kalau nggak bisa renang kan masih ada pelampung..
    Hehehe…nggak semua orang senekat si bungsu, udah nggak bisa renang tapi suka berpetualang dengan teman-temannya, sorkeling dll…tapi selalu pakai pelampung. Saya geli lihat fotonya di FB…yang judulnya …blep…blep…yang nyaris tenggelam dan buru-buru minggir.
    (Sstt saya juga ga bisa renang, gara-gara di Madiun sering ada anak yang meninggal di kolam renang, jadi ayah ibu kawatir)

  3. Sayang ya, artefak-artefaknya sudah banyak yang hilang. Sebenarnya pasti bisa menjadi bahan pembelajaran sejarah yang sangat bagus. Apalagi kalau sisa2 bekas armada laut dan juga perlengkapan2 daratnya masih ada yang tersisa dan tidak hanya sekedar puing2 bangunannya saja, pasti akan lebih banyak lagi dikunjungi wisatawan. Apalagi kalau bangkai2 kapal perangnya masih ada yang agak utuh, dilengkapi dengan meriam2nya wah pasti suasananya akan lain ya??

    Yari NK,
    Betul…kalau tidak, pasti menarik sekali.
    Dan yang paling parah kerusakannya, setelah kena tsunami saat gunung Krakatau meletus, ini yang meluluh lantakkan pulau Onrust

  4. Mengunjungi obyek2 wisata yang mengandung keilmuan sungguh sangat menarik bermanfaat.Kadang kita iri denngan wisata-wisata asing yang begitu antusias ketika berada disuatu obyek wisata.

    Salam bu

    Abdul Cholik,
    Kebetulan kedua anakku menyenangi obyek wisata budaya, alam dsb nya. Memang kecintaan tentang hal ini harus didorong sejak anak masih usia dini.

  5. wah ternyata saya buta sekali tentang pulau satu ini……kayanya nenarik yah? saya suka sekali mengunjungi pulau2…….

    Wieda,
    Saya juga jadi tertarik ingin kesana, entah kapan waktunya

  6. pulau onrust, kalo gak salah pernah di ceritain dalam film keluaran BBC..saya lupa-lupa ingat siy…

    Imoe,
    Hehehe…memang setelah mendengar ceritanya jadi penasaran ingin ke sana

  7. Nampaknya menarik… kapan-kapan kita agendakan ke Onrust yuk Bu. 🙂

    Yoga,
    Setuju……Yoga yang jadi EO nya, lagipula pak Mahdi janji akan memberikan guide sehingga kita kesana nya tak sia-sia karena yang penting kan justru sejarahnya itu.
    Kapan ya Yoga? Dan sebetulnya tak jauh kok dari Jakarta….kayaknya kalau ngajak Zam dan mang Kumlod akan menarik….dan jelas si sulung dan si bungsu asal tepat waktunya akan mau ikut.

  8. hal-hal bersifat sejarah sejak dulu selalu menarik bagi saya. sayang, liburan kali ini saya nggak sempat ke Batavia Art Festival 2209

    Zulmasri,
    Wisata sejarah dan budaya selalu menarik pak, karena kita menjadi belajar dari pengalaman di masa lalu.
    Ultah Jakarta, biasanya banyak acara menarik yang layak dikunjungi, yang kadang kita terbentur pada waktu yang ada.

  9. Saya baru sekali ini membaca tentang pulau Onrust. Kalau memang pulau itu menyimpan dokumentasi sejarah yang kaya, wah … harusnya dipelihara dan dijadikan salah satu obyek wisata yang memperkaya pengetahuan.

    Saya mau juga kesana. Kapan-kapan kalau Mbak Enny dan Yoga punya rencana ke Onrust, kontak saya ya. Siapa tahu saya bisa ikut.

    Tutinonka,
    Boleh mbak, saya juga udah nitip pesan ke Yoga…..
    Ntar mbak Tuti menginap di rumah saya aja, sama Yoga, biar berangkatnya bareng-bareng, asal mau seadanya.
    Ehh jadi mau kapan ya, kok kayak udah minggu depan?

  10. Nggak ada teman berpetualang tapi kan sekarang ada penerus (si sulung) yg hobi sama. Gimana kalau Ibu melakukan semacam ekspedisi ke sepanjang kota pantura atau kemana gitu Bu, entar kita tunggu tulisannya. Syukur2 dijadikan buku, hehe………..

    Mas8nur,
    Hahaha…saya pengin banget….tapi inilah kendalanya..
    Sebelum pensiun, uang ada, tapi waktu yang nggak ada atau kurang…
    Setelah pensiun, uang pas2an, waktu banyak, tapi juga mesti memperkirakan tingkat kekuatan fisik….hehehe….ini jawaban yang ngeles ya?

  11. Wah saya malah baru pertama kali dengar ada Pulau Onrust… (ini asalnya on rush kali ya? Pulau yang tergesa-gesa? )

    Bu, kalo soal nulis seperti ini saya menjagokan si Zamroni untuk menemani Ibu, dia hebat menulis beginian… Ditunggu lho tulisannya…

    DV,
    Asal usulnya dari Un rest…bahasa Belanda nya on rust…artinya pulau yang tak istirahat. Karena dulunya pulau yang selalu disinggahi kapal, tempat galangan kapal (untuk perawatan dan perbaikan)….
    Memang menarik…masih mikir2 pengin kesana….

  12. kebetulan habis dari kepulauan Seribu, meski ndak ke pulau Onrust.

    utk ke sana, bisa pake paket wisata yg ditawarkan di Pantai Marina, Ancol. naiknya kapal speedboat, dan semua sudah ditanggung (penginapan, dsb).

    mungkin nambahin sedikit soal sejarha pulau Onrust. selain bermakna “istirahat”, bener kata kang Dony Verdian, ada satu versi yang mengatakan kalo “onrust” berasal dari bahasa belanda yang berarti “kerusuhan”.

    Pulau ini dinamakan demikian karena sering diperebutkan oleh Belanda, Inggris, dan Portugis, yang ujung-ujungnya berakir dengan perang.

    Pulau Onrust sudah terkenal sejak tahun 1618, ketika Belanda menjadikannya sebagai basis penting, dengan mendirikan tempat penggergajian kayu (utk pembuatan kapal) dan benteng pertahanan

    Tentara Inggris pernah menyerbu pulau ini pada tahun 1800 dan membakar habis semua bangunan.

    Belanda membangun kembali semua yang di porak-porandakan Inggris pada tahun 1803.

    Tahun 1810, tentara Inggris kembali menyerang pulau ini lagi. Belanda membangunnya kembali dengan lebih lengkap dengan sebuah pelabuhan yang terbuat dari beton.

    Pulau ini lalu menjadi pelabuhan yang ramai, namun pamornya mulai turun ketika tahun 1883 Pelabuhan Tanjung Priok dibuat untuk menggantikan fungsi pelabuhan Sunda Kelapa dan Pulau Onrust.

    Tahun 1911, Pulau Onrust beralih fungsi sebagai penjara dan pos karantina penyakit lepra.

    Ketika pecah perang antara Jerman dan Belanda tahun 1939, pulau ini dipakai Belanda sebagai tempat pembuangan tawanan.

    Kini, Pulau Onrust, bersama dengan Pulau Cipir, Pulau Bidadari, Pulau Kelor, dan Pulau Edam, dijadikan sebagai daerah Suaka Taman Purbakala Kepulauan Seribu.

    Selain suaka purbakala, Kepulauan Seribu juga memiliki wilayah Taman Nasional, yang di dalamnya terdapat penangkaran Elang Bondol (lambang DKI Jakarta) di Pulau Kotok. 😀

    Zam,
    Wahh makin tertarik nihh….untuk bisa kesana.
    Tapi…kapan ya? Kok kayaknya dikejar waktu terus…

  13. jadi inget, selain Onrust, peninggalah Belanda juga bisa ditemukan di Pulau Cipir (P. Kahyangan). ada sebuah benteng di sini dan pulau ini memiliki sumber mata air tawar.

    Pulau Bidadari adalah pulau yg rekomen buat liburan. Selain fasilitasnya lengkap (ada cotteg dsb), pulau ini juga sering dikunjungi wisatawan. Di pulau ini juga ada peninggalan Belanda, yaitu Martello Tower.

    Pulau Bidadari dulunya dikenal dengan nama PUlau Sakit, karena bersama dengan Pulau Onrust digunakan utk pembuangan orang-orang yg kena sakit lepra.

    Kalo di Pulau Edam, ada sebuah mercusuar besi jaman Belanda yg tingginya 65 meter (setinggi tower BTS kota) yang dibangung pada tahun 18779 yang diberi nama Vast Licht.

    Kalo saranku, base-nya ke Pulau Bidadari. Pulau Onrust, dan pulau-pulau lainnya itu cuma selemparan kolor dari Pulau Bidadari.

    Biayanya, per orang sekitar 1-2 juta per paket. Hehehe.. kayak calo aja diriku ini.. 😀

    Zam
    ,
    Tak salah lagi, kalau mau tahu wisata purbakala, kebudayaan, bisa tanya Zam…tapi nggak apa-apa agar semakin banyak yang mencintai wisata budaya ini.

  14. duh, typo. maksudnya, Vast Licht dibangun pada tahun 1879. 😀

    Pulau Edam sering disebut dengan Pulau Monyet atau Pulau Damar Besar. Mungkin karena di situ dulu banyak pohon Damar dan banyak monyetnya. 😀

    Zam,
    Jadi lupa-lupa ingat…apa ya keguanaan pohon damar?
    Wahh makin banyak nih daerah wisata yang masuk dalam daftar list belum dikunjungi.
    Dan ternyata, Jakarta dan sekitarnya, banyak sekali daerah wisata budaya yang menarik

  15. wah………..
    pulau yang bagus juga yach pak…………
    kapan” saya kesana dech !!!

    Deo,
    Pak???

  16. nati w mau ngunjungin tuh yg nama’ya pulau onrust hari minggu nanti………….

  17. pengen banget ke sini … sayang ada penjarahan yah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: