Merancang “Sebuah Seminar atau Pelatihan”

Bagi yang telah terbiasa, maka merancang sebuah pelatihan atau seminar merupakan kegiatan sehari-hari. Namun bagaimana agar seminar atau pelatihan tersebut laku dijual dan bermanfaat bagi para  partisipan?  Bagi sebuah provider yang bergerak di bidang pelatihan, merancang seminar atau pelatihan didasarkan atas kebutuhan masyarakat. Siapa partisipan  yang diharapkan akan  tertarik untuk datang ke  Seminar atau Pelatihan tersebut?

Lanjutkan membaca “Merancang “Sebuah Seminar atau Pelatihan””

Iklan

Seminar tentang “Peluang Microbanking di Indonesia”

Kita memahami bahwa pada saat terjadi krisis ekonomi sepuluh tahun yang lalu, maka microbanking inilah yang masih kuat daya tahannya menghadapi krisis. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu penggerak perekonomian nasional yang penting, dilihat dari perannya dalam memberikan sumbangan atas Produk Domestik Bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja, penerimaan ekspor dan investasi. Berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku, sumbangan UMKM sebesar Rp.1.786 triliun atau 53% dari total PDB tahun 2006, dan Rp.2.121 triliun atau 53,6% dari total PDB tahun 2007.

Lanjutkan membaca “Seminar tentang “Peluang Microbanking di Indonesia””

Jalan-jalan ke kota Tua di hari Minggu

Kemana akan mengajak jalan-jalan saudara di Jakarta? Sebelum ada ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton, banyak pilihan. Kebetulan adik saya (dosen di UNDIP) menghadiri seminar di Jakarta yang diadakan oleh Dikti, dan karena adik saya sudah lama nggak ke Jakarta, awalnya saya ingin mengajak ke Grand Indonesia, paling tidak ada beberapa toko buku di sana. Adanya bom, serta isu-isu yang ada, serta kekawatiran beberapa teman maupun keponakan, akhirnya saya mengajak adik mengunjungi “Kota Tua.”

Lanjutkan membaca “Jalan-jalan ke kota Tua di hari Minggu”

Menambah “kesibukan”

Sejak minggu ketiga bulan Juni 2009, saya akhirnya bersedia menerima tawaran teman untuk membantunya, yang berarti kesibukan makin bertambah. Ini memang ada risiko terhadap keberlangsungan menulis di blog. Dan yang paling sulit adalah menyisihkan waktu untuk menjawab komentar teman-teman dan blogwalking. Pada akhirnya saya memilih seperti yang disarankan mas Iman, bahwa yang lebih utama adalah terus mencoba untuk menulis. Blogwalking sesekali, dan komentar tidak harus selalu ditanggapi. Pada blog ini sebelah kanan bawah, saya sebetulnya telah menuliskan sejak lama, bahwa “Pemilik blog tidak mempunyai tanggung jawab untuk memberikan jawaban atas komentar anda, tergantung dari kesibukan, dan waktu yang ada. Terimakasih“. Tentu saja saya minta maaf karena awalnya saat memulai menulis blog, saya ingin adanya diskusi yang interaktif.

Lanjutkan membaca “Menambah “kesibukan””