Oleh: edratna | Juli 6, 2009

Pak Oman, Peternak sapi perah dari kampung Silumber, desa Cibogo, Kecamatan Lembang

Pak Oman, sebagaimana para peternak yang kita kenal, berpembawaan sederhana. Walau sebetulnya usaha pak Oman dapat dikategorikan berhasil dikelasnya, pak Oman masih hidup sederhana, dan senang memberikan sharing pengalamanannya kepada para tamu yang datang untuk belajar ke sana.

Pak Oman sedang menjelaskan kepada peserta pelatihan

Pak Oman sedang menjelaskan kepada peserta pelatihan

Tak dipungkiri, pak Oman sering mendapat tamu yang ingin menimba pengalamannya, antara lain: peserta kewirausahaan dari Bank BUMN, para peternak pemula yang mau belajar, juga para peserta pelatihan, seperti rombongan kami, yang berasal dari berbagai BPD di Indonesia.

Pak Oman memulai usaha sejak tahun 1951 dengan berdagang sayur mayur di Pasar Senen Jakarta. Saat Pasar Senen mengalami perombakan, pak Oman pindah berdagang sayur di Pasar Induk Kramat Jati. Nasib pak Oman mulai membaik, sejak tahun 1987, saat Koperasi Peternak Sapi Perah Bandung Utara (Koperasi PSPBU) menawarkan pembelian sapi perah dari New Zealand melalui kredit selama 7 tahun. Pak Oman mengajukan pembelian sapi 4 (empat) ekor senilai Rp.4.400.000,- yang cara pembayarannya melalui setoran susu sapi setiap harinya ke Koperasi PSPBU. Ternyata pak Oman dapat melunasi pinjaman dalam tempo lebih cepat yaitu 5 (lima) tahun.

Anak sapi berumur 15 hari

Anak sapi berumur 15 hari

Apa ya yang dibisikkan oleh anak sapi itu?

Apa ya yang dibisikkan oleh anak sapi itu?

Saat ini pak Oman mempunyai 11 ekor sapi dan 4 (empat) ekor anak sapi. Produksi susu per ekor 18-20 liter per hari, sehingga dari 6 (enam) ekor sapi produktif rata-rata mendapatkan 108 liter/hari. Harga susu dibeli oleh koperasi seharga Rp.3.300,- – Rp.3.500,- per liter, tergantung dari kualitasnya. Sebagai anggota koperasi, pak Oman dikenakan iuran wajib Rp. 25.000,- per bulan. Namun pak Oman mendapat kunjungan dokter hewan (ada 4 orang di Kabupaten Lembang, yang bekerjasama dengan KPSPBU) secara gratis jika ada keluhan sapi nya kurang sehat. Juga pelayanan dari mantri kesehatan, di daerah Lembang ada 15 mantri kesehatan, yang bekerja sama dengan koperasi, secara berkala mengunjungi peternakan sapi. Sapi yang masih produktif menghasilkan susu, jika dijual bisa laku Rp. 14 juta per ekor. Sedangkan sapi yang telah beberapa kali bunting (umumnya sampai 7-9 kali), dianggap tidak produktf, jika dijual berharga Rp. 7-8 juta per ekor. Sapi yang tidak produktif ini, masih dapat di ambil dagingnya.

Dari hasil beternak sapi perah, dari delapan anaknya, telah ada 4 (empat) orang yang berhasil lulus Sarjana. Pemberian makan kepada sapi, diberikan tiga kali sehari, pagi dan sore mendapat makanan dedaunan (rumput gajah, rumput Taiwan dll), sedang siang hari mendapatkan konsentrat yang dibeli dari koperasi seharga Rp.75.000,- per karung. Agar sapi dapat menghasilkan susu yang berkualitas tinggi, perawatan kandang, pemberian pola makan harus benar-benar diperhatikan, disesuaikan dengan berat masing-masing sapi.

Kandang

Kandang

Hasil kotoran sapi dikumpulkan, dimasukkan dalam septic tank, yang ditutup oleh plastik, agar gas naik keatas, yang nantinya disalurkan melalui pipa, dan menjadi biogas.

Pembuatan biogas dari kotoran sapi

Pembuatan biogas dari kotoran sapi

Gas yang berasal dari biogas ini (hasil pelatihan dari Departemen Pertambangan), dialirkan melalui pipa, yang kemudian disambungkan dengan pipa plastik ke kompor. Kompor yang menggunakan biogas, dibuat khusus, gas nya tidak berbau, perbedaan dengan gas LPG adalah jika biogas menyalakan kompor harus dengan menggunakan korek api.

Kompor biogas (tak berbau)

Kompor biogas (tak berbau)

Namun gas ini juga lebih aman, karena tidak mudah meledak atau menyambar sekelilingnya. Kiat pak Oman dalam melakukan usaha adalah KUTR yang merupakan singkatan dari: Kerja keras, Ulet, Tekun dan Rajin.

Kendalanya adalah pemenuhan makanan dari dedaunan, walau peternak dapat bebas mengambil rumput yang tumbuh diantara pepohonan teh, yang banyak berada di daerah dekat Subang (tak jauh letaknya dari Lembang). Pak Oman sendiri mempunyai aset berupa tanah bangunan rumah, serta kandang di atas tanah seluas 200 m2, serta tanah seluas 2 ha yang ditanami rumput. Pak Oman sendiri merupakan seorang peternak yang selalu belajar, dia mengikuti pelatihan dari Jepang (JICA), juga beberapa kali pelatihan yang diadakan oleh Koperasi. Sebagaimana umumnya pengusaha kecil, laporan keuangan pak Oman masih tercampur dengan laporan Rumah Tangga, dan pak Oman tidak mempunyai kredit atau pinjaman dari Bank, karena pak Oman selama ini telah merasa puas menjadi anggota koperasi PSPBU. Pak Oman juga mempunayai kolam ikan, yang dapat dimanfatkan untuk kebutuhan keluarga. Siang itu, setelah puas berdiskusi, rombongan kami pamit pulang untuk meneruskan kunjungan ke lokasi usaha yang lain.

Iklan

Responses

  1. bagus Bu..
    jiwa wirausahawan yang berbasis peternakan sangat unik, terlihat damai karena sangat menikmati pekerjaan nya.
    di suatu kesempatan lain, kami juga pernah berkunjung di Rumah Ulat Sutra di pinggiran Bogor. dan menemukan ‘soul’ yang sama juga seperti pak oman.

    sangat cocok jika hari tua punya sisi lain kehidupan seperti itu, tertarik Bu? πŸ™‚

  2. Wah ini bagus sekali yaa Bu. Saya sampai terkagum-kagum bacanya mengenai Pak Oman. Andai project mikro kredit ini lebih banyak berjalan di kalangan saudara-saudara kita yang membutuhkan, pasti roda ekonomi jalannya wus-wuss ngacir lebih cepat πŸ™‚

    Kiat Pak Oman mengenai menjalankan usaha dan manajemen menjadi KUTR indah sekali euy. Saya terpesona.

    Bangaip,
    Kapan2 saya posting lagi tentang Saung angklung (dulu sudah pernah), tapi ini dari sisi lainnya.
    Sayang sekali saat masih aktif kerja, saya belum kenal blog, padahal sering banget kunjungan ke lokasi usaha UMKM seperti ini…

  3. Liputannya menarik, Bu.
    Entah kenapa saya lebih suka melihat sapi perah karena bagi saya, ia hidup lebih lama, tidak semata-mata digemukkan untuk disembelih meski selama hidupnya akan diperah susunya. πŸ™‚

    DV,
    Hehehe…sapi potong kan beda lagi cara pemeliharaannya.
    Saya pernah melihat usaha yang integrated tentang peternakan ayam, dari pembibitan (DOC), ayam pedaging (dijual sebagai ayam potong), maupun ayam petelur. Cara penanganan walau sepintas sama tetap berbeda.
    Saya berharap suatu ketika dapat melihat peternakan sapi potong, sehingga bisa membandingkan.

  4. waaah itulah hasil dari “belajar dan belajar” wow…mengagumkan sekali, dari pedagang sayur jadi juragan sapi dan biogas……selamat pak Oman

    Wieda,
    Pada akhirnya, semua tergantung pada semangat dan motivasi orang…tanpa kerja keras orangnya sendiri, hasilnya juga tak bagus.
    Kata pak Oman, penghasil susu sapi 18-20 liter per hari untuk tiap ekor sapi, di daerahnya juga belum banyak…karena itu juga tergantung dari perawatan kandangnya…tempat makan tak boleh dekat dengan tempat minum, jenis makanan yang harus ditimbang, disesuaikan dengan berat tiap ekor sapi…semua memerlukan perawatan dengan penuh kasih sayang

  5. Kalau petani / peternak beneran seperti pa Oman ini ya bener-bener sharing ya Bu ? (sedang bertanya-tanya karena ingat tayangan tv baru-baru ini ada “petani / peternak” yg juga sharing tapi kesannya cuma sekedar supaya kelihatan pro-rakyat) … hehehe

    Oemar Bakrie,
    Hehehe…pak Oman kan peternak yang lugu pak..hanya mengerti bagaimana cara bekerja keras…

  6. Menarik laporannya,
    Tetangga saya juga ada yg berternak sapi dan kotorannya dimanfaatkan untuk bio gas..
    Tp tetep aja kalo pagi bau kotoran sapi mampir ke rumah saya hehehe..
    Padahal jarak dr rumah sekitar 80 meter..

    Septarius,
    Berarti perawatan kandangnya yang kurang…
    Kandang pak Oman tak berbau, kalaupun kita berada di kandangnya, yang bau adalah bau jerami, bukan bau kotoran, karena kotoran ini dibersihkan terus menerus…dialihan ke tempat tersendiri, ditutup plastik yang nanti akan jadi biogas.

  7. sangat mengagumkan penanganannya..kandangnya saja kelihatan bersih..memang kalo kita tekun, sabar dan ulet pasti sudah dapat tiket menuju kesuksesan apapun bidangnya.

    Boyin,
    Kandang memang harus bersih dan dibersihkan terus menerus, sehingga di kandang pun kita tak mencium bau kotoran…hanya bau jerami.
    Perawatan yang benar akan mengurangi risiko sapi terkena penyakit.

  8. Iya betul bu. Banyak yang masih mengira bahwa biogas itu bau karena dari kotoran hewan/makhluk hidup. Padahal bahan bakar utama biogas adalah gas metana yang memang tidak berbau. Sementara yang bikin bau itu adalah gas hidrogen sulfida atau H_{2}S. Sama saja kayak kentut kita juga mengandung metana, dan sama saja juga, metana dari kentut kita juga nggak berbau karena yang bikin bau itu ya hidrogen sulfidanya. Huehuehue…

    Yari NK,
    Waduhh..kalau urusan analisis…kalah deh sama kang Yari

  9. Menyaksikan biogas…selalu membuat putri terharu…

    Energi alternatif yang pantas dikembangkan di sekitar daerah peternakan

    syelviapoe3
    ,
    Yup…setuju

  10. wah, hebat sekali wirausahawan yang berhasil seperti pak oman. dan lebih salut lagi karena semua produk, baik utama, sampingan, bahkan buangan, bisa dimanfaatkan.

    Marsmallow
    ,
    Dari beberapa kali kunjungan ke pengusaha UMKM, yang penting adalah niat dan motivasi untuk belajar terus menerus….
    Pak Oman ini selalu belajar, melalui koperasi selalu ada kursus, kadang dilakukan melalui kerja sama dengan JICA (jepang)

  11. sangat inspiratif hasil kunjungannya. Hanya berbekal kucuran dana bisa berkembang menjadi pengusaha yang handal. Saya membayangkan kalau seluruh masyarakat mempunyai pola pikir seperti pak Oman ini, bisa maju Indonesia.

    Adipati Kademangan,
    Dari pengalamanku selama ini, kita yang kurang adalah semangat untuk belajar terus dan bekerja untuk mendapat hasil lebih baik.
    Jadi jika hanya kucuran dana, tanpa ada pembelajaran, dan semangat dari pelaku usaha, semua itu akan kurang berarti.
    Pak Oman adalah orang yang mau belajar terus menerus, menggali terus, dan menemukan strateginya dalam bentuk KUTR. Dia juga suka mencoba, bagaimana agar sapi sehat dan hasil perahan susu berkualitas, bukan hanya dari volume saja namun juga dari komponen susunya.

  12. wirausaha kayak gini semoga lancar ya kalo dia butuh pinjaman modal.

    Huang,
    Pak Oman malah nggak butuh pinjaman, dia termasuk orang yang mensyukuri apa yang ada.
    Dan telah merasa puas dalam hal hubungannya dengan koperasi.

  13. Huaaaa…

    Anak sapinya lucu banget…

    Afrie,
    Yup….

  14. Kerja Keras …
    Ikhtiar …
    Disertai kemauan keras untuk maju dan belajar …

    Pasti akan ada jalan …
    Semoga Pak Oman bisa menjadi contoh yang lain ya Bu …

    Jangan hanya berpangku tangan menunggu saja …

    Salam saya

    NH18,
    Dari beberapa pelaku usaha yang pernah saya temui, keberhasilan ternyata dari usaha keras..dana hanya salah satu point saja.

  15. Sepertinya Pak Oman juga sudah dimuat di Kompas ya bunda πŸ™‚
    salut sekali.
    astagah ! jalan pemikirannya bisa seprtio itu.
    semua diolah, sehingga berguna

    Eka Situmorang,
    Betul Eka, tak ada yang hilang….dan jadi limbah

  16. Pak Oman bnr2 pekerja yg ulet. Salut!

    Idawy,
    Hmm….para bapak ibu yang ikut pelatihan kewirausahaan dari kantor kita, ternyata suka ketempat pak Oman untuk belajar…

  17. saya mau ngikut jejak pak Oman, mana tau saya bisa jadi peternak seperti pak
    Oman. amin. sukses buat pak Oman.

    Lidya,
    Semoga cita2mu tercapai..tapi harus mau bersihin kandang lho..

  18. Saya dulu pernah berlangganan susu sapi segar (untuk suami saya, karena saya tak begitu suka susu). Repotnya, kalau dalam hari itu tidak sempat diminum, susu itu tidak bisa lagi disimpan, dan harus dibuang. Jadi sekarang saya lebih suka menyimpan susu bubuk, karena minumnya juga cuma sesekali kalau pas pengin.

    Mbak, itu kompornya harus dinyalakan dengan korek, apakah bukan karena jenis kompornya yang berbeda? Tanpa pemantik elektronik, maksud saya. Jadi bukan karena gasnya yang berbeda. Mungkinkah begitu?

    Tutinonka,
    Untuk biogas, kompornya memang dijual khusus, pak Oman beli dari usaha yang bekerjasama dengan koperasi (berasal dari Ditjen Tambang).
    Dan memang tak bisa menyala, karena harus pakai pemantik api. Kalau LPG kan mudah menyala, dan kebocoran gas berbahaya. Kalau biogas ini sederhana, dialirkan melalui selang plastik biasa, kalau bocor tak berbau dan tak nyala tanpa dinyalakan melalui pemantik api (korek dsb nya)

  19. Di rumahku banyak sapi namun sapi impor, sayang belum mampu mengolah limbah kotorannya.

    Saya memerlukan ilmu tentang pengolahan limbah kotoran sapi hingga diolah jadi biogas. Kalau ada ilmunya bagi-bagi mbak. Saya tunggu.

    Terima kasih sebelumnya.

    Puspita,
    Beternak sapi memang harus selalu belajar, sapi pak Oman juga import dari New Zealand…..case pak Oman dapat dijadikan contoh berharga, selalu belajar, dan di moderatori oleh koperasi di wilayah tempat tinggalnya.

  20. udara Lembang memang cocok untuk usaha sapi perah…

    Mahendratunggadewa,
    Betul

  21. duh.. jadi kangen minum susu segar di Boyolali.. suasana adem, susu segar hangat.. wenak tenan!

    Zam,
    Itulah enaknya kalau dapat kesempatan mengajar di Bandung…minum susu terus…

  22. Untuk menjadi seorang wirausahawan contoh yang bagus seperti Pak Oman

    dimana diusia tua kita bekerja mencari ketenangan jiwa dan bathin sambil menikmati apa yang kita kerjakan

    Peluang usaha,
    Kenapa mesti jadi tua dulu?
    Usaha dapat dijalankan sejak usia muda, yang nanti makin berkembang maju

  23. bagaimana cara supaya orang lain pun dapat seperti pak Oman yang sukses dengan usaha ternaknya sapi nya?
    berapa modal untuk pembelian sapi siap perah ?

    kumpul bisnis
    ,
    Anda adalah penulis komentar yang sama dengan peluang usaha….mengapa pake nama-nama lain?
    Jika anda membaca dengan teliti tulisan di atas, pertanyaan berapa modal ini tak muncul…

  24. salam dari Karawang nih bos πŸ™‚

    Deni Borin,
    Salam kembali

  25. dapat beli kompornya dimana&harganya berapa?

    Pipi,
    Dari koperasi tempat pak Oman sebagai anggota. Harganya? Bagaimana kalau tanya sendiri kesana?

  26. ada no telpon ke tempatnya pak oman?
    kalau mau kunjungan bawa anak2 TK sekalian org tuanya..bagus jg ga untuk wisata (buat anak2ny), untuk belajar bisnis org tuanya?
    terimaksih..

    salam,g hippy

  27. Bisa tau alamatnya gak?

  28. salut buat pak oman, Btw apa saja yang harus disiapkan untuk usaha ini, dan bagaimana?

  29. Salut buat Pak Oman…semoga dapat menjadi contoh positif bagi peternak sapi modern…yang mampu memadukan hasil produksi dari hulu hingga ke hilir tambang emas dari produk olahan sapi..yaitu emas putih berupa susu, emas kuning berupa kotoran sapi untuk pupuk kompos, dan emas biru berupa api biogas untuk memasak. Oh ya, bagi rekan-rekan peternak sapi yang ingin berkembang, dapat memesan pemasangan Biogas dengan menghubungi no. telepon 08122119540/ 02276117709 (eko), ada program khusus pemasangan biogas menggunakan bahan semen hasil dari teknologi terbaru (ada subsidi sebesar 2 juta). Program sampai dengan januari, khusus untuk peternak sapi di jawa barat.

  30. Memang sangat menarik dunia peternakan, termasuk saya sangat mencintai dunia peternakan khususnya sapi perah, saat ini pun saya sedang menjalankan usaha pembibitan sapi perah di sumedang, jawa barat ,,, bagi yang ingin berkunjung, dengan senang hati saya menerima kedatangan rekan2 semua
    Salam,
    Nanda Nurdiansjah
    http://3farm.wordpress.com/

  31. mbak En apa kabar? aku td lg iseng mau cari bio gas malah ketemu mbak En. Koq ya sempet2nya nulis ttg bio gas, kembali ke ilmu basic Bogor neh.. Mbak, aku memang tertarik dg bio gas, maksud hati pura2nya mau kasih ilmu untuk para peternak sapi di Ponorogo. Kapan mbak jalan2 aku ikutan ya…Salam hangat dari…Ku

    Hallo Chris, kapan mulai menulis di blog? Teman kita udah banyak yang menulis lho…
    Sayang kan ilmu dan pengalamanmu kalau tidak di share ke orang lain.
    Iya, tulisan di atas, adalah laporan pandangan mata saat ada pelatihan di Lembang….anggap aja seperti LKN

  32. saya tertari dengan perjalanan usaha peternakan sapi perah pa oman, kebetulan saya pemula di biadang ini, saya memelihara 4 ekor anak sapi perah milik KUD TANJUNGSARI SUMEDANG selama 1 tahun tapi belum menapatkan hasil. untuk itu saya memohon bantuan kredit sapi perah, pembayaran di cicil dengan susu.

  33. tolong dong saya minta alamat dan no tlpn pak oman.
    saya mau mencari pengalaman sebagai peternak sapi
    kalu ada yg mau membari tahu tolong kirimkan ke email saya.
    terima kasih.
    saya sangat membutuhkan pengalaman ini. tolong bantu saya.. ^_^

  34. Apakah kandang sapi dan rumah Pak Oman ini yg lokasinya agak masuk sedikit dari jalan raya mbak? Dari pasar lembang masih naik, mungkin 2-3 km, masuk ke jalan kecil di sebelah kiri? Kalau iya, sepertinya saya pernah datang kesana juga..

    Waktu ke lembang apa sempat mampir ke KPSBU juga? Ini koperasi susu yang sepertinya termasuk (paling) bagus di Indonesia. Bisa lihat gimana susu dari peternak seperti pak Oman, diproses sebelum di kirim ke IPS (industri pengolahan susu) pelanggan KPSBU, misal susu bendera.

    Sayang Industri susu di indonesia kurang kondusif untuk para peternak sapi perah (rakyat) ya..
    Orang Indonesia sudah terbiasa (dan dibiasakan) minum susu tepung. Industri Pengolah Susu bebas import susu tepung, dengan alasan harga lebih murah dan kualitas lebih baik dibanding susu dari peternak lokal. IPS memberikan harga yg minim untuk pembelian susu lokal. Kualitas dikontrol ketat dan ada sistem reward punishment terhadap kualitas susu yg masuk.
    Koperasi susu, sebagai penampung perantara susu peternak, juga memungut fee (untuk pengolahan, pengiriman susu, dan biaya2 lain) yang dipotongkan dari harga beli susu ke peternak. Pada akhirnya, peternak lah yg ada disisi paling lemah.
    Akan lain cerita, kalau si peternak bisa mengolah susu segarnya sendiri (misal pasteurisasi atau yogurt), dan bisa memasarkan langsung ke konsumen.
    Kalau tidak salah, susu segar dari pondok rangon dijualnya sekitar Rp 6 ribu perliter. Tentunya, ada skala populasi minimal yang mesti diperhitungkan kalau si peternak mau mengolah susunya sendiri.

    Seperti yang mbak sebutkan, peternak di Lembang memang punya kendala untuk mendapatkan pakan hijaun (yg umum adalah rumput gajah). KPSBU punya kerjasama dengan dinas kehutanan untuk bisa memakai lahan hutan di tangkuban perahu untuk menanam rumput. Tapi, sepertinya hal ini juga kurang berjalan sebagaimana mestinya.
    Dengan pendapatan yg minim, peternak tidak punya banyak pilihan dalam memberikan pakan ke sapi nya. Dan karena sapi adalah hewan yg jujur, dikasih input apa, dia akan memberikan output yang sesuai.. kualitas pakan rendah, susunya juga kualitas rendah, harga jual susu juga rendah. Kondisi tubuh sapi lama kelamaan juga akan turun. Kasian si sapi dan peternak rakyat ini..

    Rataan produksi susu sapi perah di Indonesia, kalau tidak salah masih sekitar 8 liter per ekor per hari. Memang ada sapi yg menghasilkan diatas 15 liter bahkan 20 liter perhari, tapi – terutama untuk peternakan rakyat, rasanya rataan masih di level 8 liter. Kalau betul rataan pak Oman bisa 18 liter per ekor, mungkin itulah yg bisa membuat beliau bertahan dan mengentaskan anak2 nya dengan hanya populasi sapi yg minim.

    Tentu saja, dairy farm skala besar (misal Greenfield di Jatim, yg susunya banyak dijual di hypermarket) punya angka rataan yg lebih bagus.
    Dikarenakan manajemen (mungkin juga karena genetik?), memang sapi perah indonesia hasilnya termasuk rendah, apalagi jika dibandingkan kondisi di korea, eropa, amerika, Israel, yg rataan nya sudah di level sekitar 20 liter per ekor per hari (bahkan mungkin lebih).
    Oya, sapi peternak rakyat, setau saya sudah bukan spesies FH asli dari Australia (kebanyakan) atau NZ. Mereka sudah keturunan kesekian..
    Cuma farm skala besar yg berani import sapi langsung (kalau ga salah harganya bisa 30 an juta per ekor)..

    Apa yg bisa kita lakukan, menurut saya ya sering-2 lah beli susu segar dibanding beli susu tepung.. Cimory,yg setau saya tidak punya sapi sendiri, konsep nya cukup ok juga untuk menggalakkan konsumsi susu orang indonesia yg termasuk paling rendah.. (kalau tdk salah masih sekitar 8 lt per kapita).

    Diluar ini, sudah merupakan wewenang pemerintah (misal pembatasan import)..
    Atau, kita bikin peternakan sapi yg bagus, dengan manajemen bagus dan distribusi langsung ke pelanggan (bisa dari satu komunitas, dan berkembang). Dengan networking, sebetulnya ini bisa dilakukan.. Apalagi kalau dibuat integrated dengan pengolahan pupuk organik dan kebun tanaman.. my dream..

    Anyway, salut untuk pak Oman. Beternak sapi perah perlu passion, karena si sapi akan bersama peternak dalam waktu cukup lama (bisa 6-7 tahun).
    Kalau sapi potong, paling 2-3 bulan, terus dijual..

    Sorry ya kalau kepanjangan…

    Wassalam

    Ancer-ancer nya betul….saya ke sana bersama rombongan, dan tujuan utama memberi contoh bahwa peternakan jika dikelola dengan baik, bisa menghasilkan

  35. daya dukung SDM handal dengan jiwa yang begitu membumi dan bersahaja dengan nilai-nilai etika usaha yang menjalarkan enterpreneurship bagi peminat pemula adalah jalan terang semoga bibit baru wirausaha2 muda tumbuh dengan senyumd an optimisme tidak tergilas oleh hedonisme dan kapitalsm yang semakin sombong

  36. bole minta dikirimkan alamat n no telepom pak oman?? karna saya berniat mengunjunginya jg. thx

    Saya sendiri bukan sebagai EO nya..

  37. apakah sapi perah ini bisa hidup di cuaca yang agak panas?? terimakasih atas informasinya…

  38. the man you’re talking about is my father. he is omon Rusmana, not Oman. And he lives in Cilumber not Silumber. Nevertheless he is a truly hardworking man. He dedicates his life for his family and his cows… Though life is extremely hard, he never gives up… Thank you for writing about my father. he inspires me more. to be a better daughter and also a much better person…

    Makasih atas penjelasannya…saya tulis disini agar bisa menginspirasi orang lain, dan sebelumnya sudah ijin bapak

  39. For those who wants to share more with Omon Rusmana can visit us in Kampung Cilumber Rt 01. Rw. 07 no.12 ds. Cibogo Lembang 40391. Ph. 081320308587/02292281608

  40. Wah,sangat menarik mengenai peternakan sapi perah.
    Saya mahasiswa Kedokteran Hewan IPB,kebetulan pernah magang di peternakan sapi perah di daerah Cisarua,Bogor,tepatnya di peternakan Haji Erif.
    Beliau juga berawal tahun 1986 dgn kredit awal 4 ekor sapi.alhamdulillah sekarang berkembang hampir 200 ekor sapi..kisahnya juga mirip dgn pak Oman..
    Jika berminat belajar sapi perah,dapat share langsung dgn H.Erif yg terkenal kesederhanaannya…

  41. saya pernah berkunjung ke cisarua, kalo gak salah peternakannya juara jabar ya? dan susunya stok ke cimory?

    Baca lagi artikelnya baik-baik..karena lokasi usaha pak Oman ini ada di Lembang…

  42. Maaf,maksud sy komentari tulisan bpk satriyo,tentang peternakan haji erif di cisarua bu.

    Waduhh..lha komentarnya di blog saya….jadi mestinya ada @ pada siapa dulu…sehingga tak salah interpretasi.
    Tapi nggak apa-apa kok..ini kan pembelajaran buat kita semua

  43. Sangat terharu baca blog ini….Saya banga mempunyai seorang kakek yang bernama Omon Rusmana, beliau seorang pekerja keras dan cinta akan pekerjaannya sebagai peternak sapi perah, sosok yang sederhana yang mementingkan pendidikan bagi keluarganya. Semoga dapat menjadi inspirasi anda semua. Thank’s

  44. Konsep Usaha yang dijalankan semuanya bermanfaat, bahkan kotoran Sapi bisa dijadikan bakan bakar gas, lebih murah dan aman.
    Buku pengalaman Pak Oman ada gak ya?

  45. Bunda,.. bisa punya pengalaman begitu banyak gimana sih,.. pengalamannya seru-seru

    Sebetulnya biasa saja kok..hal sehari-hari kalau ditulis juga dapat menyenangkan, apalagi jika menikmati waktu itu

  46. Bu, boleh saya minta alamat lenggkap peternakan sapi pak Oman?
    Kebetulan saya butuh referensi tempat dalam rangka study lapangan.
    boleh saya minta informasi selengkapnya?
    Kalau bisa plus contact personnya bu..
    Terimakasih sebelumnya.

    Mbak, jika baca lagi artikelnya, disitu terlihat bahwa saya sebagai pengajar, dan pembimbing sehingga tak tahu contact personnya.

  47. Mohon minta nomor telepon dan alamat Bapak..

  48. Innalilahi wa inna lillahirojiun
    Telah Berpulang Ke Rahmattullah Bapak kami yang Tercinta BAPAK OMON RUSMANA dalam usia 80 tahun Pada Tanggal 22 Oktober 2010 jam 4.20 WIB di Kampung Cilumber Lembang.
    Mudah-mudahan diterima amal ibadahnya oleh Allah SWT Amien. Kami dari pihak keluarga mohon maaf atas segala kekhlafannya.

    Mbak Tien,
    Saya ikut berduka cita…semoga amal baik beliau diterima oleh Allah swt
    Dan keluarga yang ditinggalkan mendapat ketabahan dan kekuatan. Amien


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: