Oleh: edratna | Juli 11, 2009

Menambah “kesibukan”

Sejak minggu ketiga bulan Juni 2009, saya akhirnya bersedia menerima tawaran teman untuk membantunya, yang berarti kesibukan makin bertambah. Ini memang ada risiko terhadap keberlangsungan menulis di blog. Dan yang paling sulit adalah menyisihkan waktu untuk menjawab komentar teman-teman dan blogwalking. Pada akhirnya saya memilih seperti yang disarankan mas Iman, bahwa yang lebih utama adalah terus mencoba untuk menulis. Blogwalking sesekali, dan komentar tidak harus selalu ditanggapi. Pada blog ini sebelah kanan bawah, saya sebetulnya telah menuliskan sejak lama, bahwa “Pemilik blog tidak mempunyai tanggung jawab untuk memberikan jawaban atas komentar anda, tergantung dari kesibukan, dan waktu yang ada. Terimakasih“. Tentu saja saya minta maaf karena awalnya saat memulai menulis blog, saya ingin adanya diskusi yang interaktif.

Jika sebelumnya saya sibuk jika sesekali mendapat tawaran mengajar, yang jelas sekarang minimal dua kali dalam seminggu saya harus bekerja di luar rumah, dan kalau sedang mendapat tugas mengajar, seperti minggu ketiga bulan Juni, saya seminggu berada di luar kota. Bekerja di luar rumah yang dua kali seminggu pun, pada kenyataannya jika lagi ada acara juga memaksa saya untuk setiap hari bekerja di luar rumah, untuk memastikan semua kegiatan telah sesuai jadual yang ditentukan. Kesibukan ini memang menyenangkan, karena tentu saja saya masih tergantung pada dunia kerja yang nyata, bertemu dengan orang-orang yang menyenangkan dan memaksa saya untuk terus belajar. Walau demikian, kegiatan menulis di blog sangat berguna, karena saya juga belajar untuk mengutarakan pemikiran dalam bentuk tulisan, yang sebelumnya hanya pada segmen terbatas, dengan menulis di blog tulisan bisa dibaca siapa saja. Dan dari kegiatan menulis ini, akhirnya tulisan saya bisa dimuat di salah satu majalah Perbankan, yang tentu saja ini sangat menggembirakan.

Pada akhirnya, saya menyadari, bahwa bertambahnya usia juga mempengaruhi kekuatan fisik, sehingga saya berharap tetap bisa menulis di blog, walau kemungkinan ada risiko tak bisa seaktif sebelumnya. Terimakasih atas dorongan dan kunjungan teman-teman selama ini, yang ternyata terdiri dari berbagai lintas generasi, dari anak usia SMA sampai ada yang seumur saya. Kunjungan ini sangat menyenangkan, yang membuat saya terpacu untuk terus menulis.

Iklan

Responses

  1. jangan lupa untuk menjaga kesehatan, bu.. karena di atas segalanya, kesehatan adalah yang terpenting.
    😀

    Morishige,
    Makasih..makasih…

  2. Senang telah kembali memiliki kesibukan

    David,
    Yup…betul

  3. tenang bu, katanya orang yang punya kesibukan ngga akan cepet tua. awet muda melulu, hehehe. asyik kan bu, kalo suatu saat jalan dengan anaknya terus ditanya sama temen anaknya:
    “Ini kakak kamu?”
    Huhuy

    Iwan Awaludin,
    Iya pak…tapi kalau saya sama anak-anak wajahnya jelas terlihat bedanya…hahaha…
    Keduanya mirip sang ayah…

  4. Bu, saya sepakat, semua komentar memang tak harus dibalas.. Sesekali bole juga 😉

    Tetap semangat Bu, tetap sehat!

    DV,
    Penginnya sih dijawab semua, tapi keteteran…..hehehe
    Yup…semangat!!!!

  5. Semoga kesibukannya membawa manfaat bagi Ibu dan banyak orang lain lagi. Tetap semangat.

    Akhirnya kami sekeluarga sempat juga liburan meski tidak lama, sekedar extended week-end.

    Oemar Bakrie,
    Iya pak…bagi saya juga merupakan latihan, menangani hal yang baru…walau secara tak langsung selama ini saya juga terbiasa menangani latihan seperti itu, tapi masih dalam koridor perusahaan, jadi bukan betul-betul mandiri
    Kalau yang ini, saya harus benar-benar berhitung, jangan sampai tekor…..hehehe

  6. lumayan lah, bu. masih ada kesibukan di masa pensiun.

    v(^_^)

    pintar ngatur waktu aja, bu. hwehe…

    Farijs van Java,
    Betul Farijs, dan selalu ditawari dulu, karena saya nggak pede masih bisa aktif lagi.
    Inipun tidak full time, karena saya kawatir tak sekuat dulu…yang penting bisa menghasilkan, bisa menyumbang pemikiran dan berguna bagi sesama. Dan tentu saja, jika sudah komitmen saya bertanggung jawab atas hasilnya

  7. salam kenal mba…

    salut ama mba, yang kesibukan se abreg plus ngurus rumah tangga, masih punya ketertarikan menulis blog,,,

    bener mba, dari ngeblog saya bisa tarik kesimpulan, bahwa perbedaan bikin indah, cara kita menulis, cara kita mengungkapkan pikiran,

    inspiring deh,,,

    Maya Sitorus,
    Salam kenal, makasih telah berkunjung ke sini

  8. sibuk itu menyenangkan. bisa mengalihkan pikiran dari hal-hal yang ga penting 🙂

    Utaminingtyazzzz,
    Yup betul…saya sampai udah lama nggak sempat main ke blogmu
    Sebentar lagi puasa lho….

  9. Semakin sibuk, semakin sukses biasanya akan semakin bijaksana dalam mengatur waktu dan mengambil keputusan.

    Dan salah satu contohnya adalah Ibu.

    Mas8nur,
    Kata-kata makin sibuk makin bisa mengatur waktu memang ada benarnya…karena sebetulnya kita bisa mengatur waktu kita…
    Semoga saya bisa memenuhi harapan teman, atasan dan bos saya…hehehe

  10. saya juga sekarang jarang menjawab komentar, dan blogwalking hanya yang memang masuk ke daftar saja. Yang pnting buat saya menulisnya kok hehehe.

    Jaga kesehatan ya bu, soalnya saya tunggu ibu kopdar di Jepang 🙂

    EM

    Ikkyu_san,
    Sibuknya ini, antara lain agar bisa mendapat tambahan penghasilan….dan semoga si bungsu bisa berangkat dan siapa tahu bisa ketemu Imel di Tokyo….
    Semoga harapan ini tercapai ya Imel…makasih dukungan, dan dorongannya

  11. asek nya masih selalu ada yg dilakukan…selamat mbak, mbak pasti orang yg hebat
    Saya selalu bangga dengan “wanita2” yg segitu “prigel”nya walau sibuk dan sibuk masih punya waktu untuk berbagi crita…..

    Saya senang mengunjungi blog ini dan menikmati seluruh “kata2” yg sering membuat saya ter kagum2 karena jalinan kata nya yg apik….

    Wieda,
    Kadang sibuk banget, sampai rumahpun langsung KO. Jadi sebelum orang menunggu-nunggu… mesti ditulis dulu di sini, maklum blog ini yang baca kayaknya teman-teman yang kenal aja…hehehe…termasuk mbak Wieda yang juga jadi kenal…

    jadi saya ga begitu perduli mbak mengomentari balik komentar saya atau tidak…karena membaca tulisan mbak saya sudah ter kagum2

  12. WAAAAH TAMBAH SIBUK YAAAAA

    KangBoed,
    Iya, Alhamdulillah…

  13. Bagaimanapun blogwalking adalah jalan mempererat hubungan sosial. Untuk itu, blog ini sudah saya link, jika berkenan monggo di link blog pembelajaran saya. Salam persahabatan.

    Muslihun Al-lampani,
    Silahkan mas…terimakasih telah berkunjung

  14. Faktor “U” kadang tidak dapat dipungkiri bu…..
    maju trus bu!! 😀

    Ridhobustami,
    Hmm..ya, betul…mesti bersyukur masih ada yang memerlukan

  15. Baca komentarnya Pak Iwan, jadi senyum-senyum saya. Iya, euy… Ibu Enny ini awet muda 🙂

    Faktor interaktif memang benar-benar dibutuhkan dalam diskusi, bu. Saya setuju dengan hal itu. Dulu, mati-matian saya bela-belain dua jam perhari blogwalking maupun membalas komentar. Sayang sekali, hingga suatu saat akhirnya hanya punya waktu 15 menit perhari untuk menulis.

    Sempat putus asa saya waktu itu. Sampai-sampai berfikiran apakah memang sudah ‘di jalan yang benar’?, kok yaa hidup sibuk sekali hingga meluangkan waktu untuk menyegarkan ruhani dengan menulis dan membaca pun tersita.

    Akhirnya ada seorang kawan berkata, “Nikmati saja. Ada waktunya meminta, ada waktu memberi”.

    Walaupun sampai sekarang saya bingung artinya apa, hehe. Tapi saya pikir itu bagian dari support sebagai dukungan untuk tetap menulis dan membaca (walaupun terbatas).

    Saya secara sok tahu selalu berprasangka baik bahwa tulisan-tulisan saya pun dinikmati oleh Ibu Enny 🙂 . Sebagaimana saya adalah pelanggan setia blog edratna. Tidak semua tulisan ibu dapat saya komentari, tapi secara diam-diam, banyak manfaat yang bisa saya petik dari blog ini.

    Secara pribadi dan ugalan-ugalan, saya fikir kekuatan tulisan bukanlah diukur dari banyaknya pembaca atau kritiknya. Melainkan dari pengaruhnya untuk merubah dunia.

    Jadi, intinya sih “Terimakasih Bu”.

    Bangaip,
    Saya sendiri percaya, bagi teman-teman yang telah match dengan blog ini, walau saya tak sempat komentar tetap akan berkunjung. Di sela waktu saya, saya juga berbalik mengunjungi ke blog teman-teman yang mengunjungi saya ke sini…cuma terkadang nggak meninggalkan pesan.
    Nanti kalau udah punya waktu, baru menjawabnya borongan….hehehe

  16. Saya masih berusaha keras untuk menjawab setiap komentar (untunglah komen di blog saya nggak banyak). Berusaha blogwalking juga, terutama kepada teman-teman yang rajin berkunjung ke blog saya. Memang resikonya, jadi nggak bisa sering-sering nulis. Padahal banyak ide dan topik yang sudah menggoda di kepala …

    Tentu saja, kita masing-masing boleh menentukan pola mana yang kita rasa paling cocok untuk kita.

    Tutinonka,
    Saa pengin jawab semua mbak…tapi kadang sampai rumah udah lelah…dan pagi2 udah berkutat lagi di depan kompie untuk urusan kerjaan.
    Akhir2 ini saya sibuk banget…

  17. tetap semangat bu nge-blok-nya agar para pemula seperti saya ini mendapatkan pelajaran dari para senior.terima kasih bu

    Yuwaku,
    Saya masih berusaha untuk terus menulis, walau hanya yang ringan2 saja.

  18. semangat terus bu!!!

    AngelNdutz,
    Iya…semangat!!!

  19. Namun bagi saya, mBak Ratna memang luar biasa. Saya selalu kangen untuk bersilaturahmi, selalu merasa bahagia setiap kali pulang berkunjung ke blognya mbak Ratna. Mbak Ratna inspirator/motivator saya. Semoga Allah SWT membalas kebaikan mBak Ratna. Amin.

    Puspita,
    Jangan berlebihan memuji mbak, ntar saya jatuh.
    Yang penting adalah bagaimana kita bisa membagi sesuatu untuk orang lain…ya kalau nggak punya dana, tentu dengan cerita, berharap ada yang bisa di sharing kan.

  20. Hm..
    Sama Bunda.. Akhir2 inin kesibukanku rada2 super. jadi prioritasnya adalah menulis, sisa waktu baru deh jalan2 dikit sambil break ditengah kesibukan.. 🙂
    Selamat bersibuk ria Bunda. 🙂

    Nug
    ,
    Iya nih, blog nya keteteran

  21. halo ibu.. salam kenal..

    semakin bertambahnya umur, pastilah kesibukan semakin meningkat,

    semoga nanti di hari tua.. kita bisa menikmati hasilnya

    anak cucu yg akan meneruskan hehehe

    love
    Decy

    Sejenak saja,
    Harus disyukuri jika kita punya kesibukan, apalagi yang berguna. Dan blogpun sementara dapat ditunda

  22. Terus berkarya bu 😀

    Huang,
    Makasih..

  23. ibu, belakangan intensitas ngeblog saya juga turun drastis karena kesibukan offline. tapi ngeblog memang tidak dapat ditinggalkan sama sekali, karena rasanya sudah menjadi kebutuhan. akibatnya, setiap kali saya memiliki keluangan, saya ngeblog sampe teler deh. seperti hari ini. hihi…

    jaga kesehatan, ibu. senang membaca bahwa tulisan ibu dipublikasi di majalah profesi justru karena sudah terlatih menulis di blog.

    Marsmallow,
    Justru itulah….blog tetap dipelihara, namun waktu menjadi terbatas. Blog telah membesarkan nama saya secara tak langsung, dapat tawaran menjadi pembicara diluar masalah perbankan, juga terlatih menulis…serta juga bisa mempromosikan berbagai kegiatan melalui tulisan.
    Jadi, tetap harus semangat.

  24. harusnya sudah pensiun dan leyeh-leyeh menikmati hidup ya, bu? hihihihi..

    Zam,
    Kadang hidup tak bisa diduga kan? Justru saya malah sibuk banget….tapi ini kan juga fluktuatif, sangat tergantung pada diri sendiri, kita semakin kreatif menjual ide, kerjaan juga makin banyak.
    Dan akhirnya saya mau menerima tawaran, untuk menjadi contoh anak-anak saya, bahwa sampai umur berapapun, selagi badan masih sehat, pikiran jernih, kita masih bisa berbuat sesuatu untuk orang lain.

  25. Menulis berarti juga mengasahkan pikiran agar tetap bekerja. Di saat usia semakin bertambah, pikiran yang tetap bekerja akan menambah awet mudah. Katanya, Bu.

    Racheedus,
    Betul pak..semua ada manfaatnya

  26. Betul tuh bu.. gak usah dipaksain. Yg aku suka dari ibu ini adalah suka blogwalking, dan komennya gak asal2an. Setuju banget sama bang aip juga, bahwa ke’baik’an sebuah blog bukan dinilai dari banyak/tidaknya komentar, melainkan dari berapa banyak ‘sesuatu’ yg dapat diambil dari blog tersebut.. jadi.. kayak bang aip juga.. “makasih ya bu..”.. 🙂

    Titiw,
    Blogwalking nya juga terbatas waktu Titi..jadi mesti dibagi-bagi…prioritas adalah pengunjung yang memberi komentar, serta tulisan di blognya memang bisa saya beri komentar. Jika tulisan spesifik, yang bukan bidang saya, tentu saja hanya baca, tak berani memberi komentar.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: