Oleh: edratna | Juli 19, 2009

Jalan-jalan ke kota Tua di hari Minggu

Kemana akan mengajak jalan-jalan saudara di Jakarta? Sebelum ada ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton, banyak pilihan. Kebetulan adik saya (dosen di UNDIP) menghadiri seminar di Jakarta yang diadakan oleh Dikti, dan karena adik saya sudah lama nggak ke Jakarta, awalnya saya ingin mengajak ke Grand Indonesia, paling tidak ada beberapa toko buku di sana. Adanya bom, serta isu-isu yang ada, serta kekawatiran beberapa teman maupun keponakan, akhirnya saya mengajak adik mengunjungi “Kota Tua.”

Perjalanan di hari Minggu yang cerah berjalan lancar, Jakarta sepi, entah karena long week end, yang memang biasanya Jakarta sepi ditinggal penghuninya untuk pergi ke Puncak maupun Bandung, atau karena adanya kekawatiran yang sama seperti saya. Pak sopir taksi mengeluh, terjadi penurunan penumpang taksi yang sangat signifikan pasca ledakan, karena banyak penghuni kota Jakarta yang menghindari Mal terutama yang mewah.

Pertama kali kami mengunjungi Museum Seni Rupa dan Keramik, yang memperlihatkan berbagai keramik yang antara lain diperoleh dari keramik lokal dan keramik asing.

Keramik yang berasal dari kapal tenggelam

Keramik yang berasal dari kapal tenggelam

Paling banyak berasal dari Cina , dari dinasti Ming dan Ching.

Latar belakang keramik dinasti Ching

Latar belakang keramik dinasti Ching

Museum ini juga memiliki 400 an karya Seni Rupa terdiri dari berbagai bahan dan teknik yang berbeda, seperti: patung, grafis, totem kayu, sketsa dan batik lukis.

Kapal roh? (lupa judulnya)

Kapal roh? (lupa judulnya)

Juga ada beberapa koleksi lukisan yang penting bagi sejarah seni rupa di Indonesia. Di depan museum Seni Rupa dan Keramik juga terdapat meriam, sebagaimana di depan museum Fatahillah.

Adik saya berpose di dekat meriam di depan Museum Keramik

Adik saya berpose di dekat meriam di depan Museum Keramik

Ini kali ketiga saya mengunjungi museum Fatahillah, yang pada kali pertama pengunjung sangat sedikit.

Pengunjung melepas lelah di taman belakang Museum Fatahillah yang cukup sejuk

Pengunjung melepas lelah di taman belakang Museum Fatahillah yang cukup sejuk

Pada minggu ini pengunjung lumayan banyak, yang menyenangkan banyak keluarga yang membawa anak-anaknya, maupun para remaja. Pada kunjungan pertama kali, saya dan si sulung bebas mengambil foto di dalam museum, namun kali ini foto hanya diperbolehkan dilakukan di luar museum.

Turis mancanegara sedang mendengarkan penjelasan guide

Turis mancanegara sedang mendengarkan penjelasan guide

Banyak juga turis mancanegara yang mengunjungi museum ini, dan mereka terlihat serius mendengarkan penjelasan dari guide.

Dari museum Fatahillah saya bersama adik meneruskan perjalanan ke museum wayang.

Ki Dalang sedang memainkan wayang di Museum Wayang
Ki Dalang sedang memainkan wayang di Museum Wayang

Kebetulan ada pagelaran wayang, yang sebagian penontonnya adalah turis mancanegara. Sayang ki Dalang menggunakan bahasa Jawa dan sesekali bahasa Indonesia, sehingga jika ada turis asing dan tak memahami bahasa Indonesia akan sulit memahami jalan ceritanya. Pada saat ini museum wayang sedang mengalami perbaikan, gedung ini dibangun pertama kali pada tahun 1640 yang dipergunakan untuk gereja, dan pernah hancur pada saat terkena gempa bumi.

Sayang saya tak sempat mengunjungi wisata kota tua yang lain, mungkin suatu ketika harus berangkat pagi-pagi agar bisa mengunjungi 10 lokasi wisata Kota Tua.

Iklan

Responses

  1. Sesaat setelah kejadian bom, dari HRD pusat langsung mengirimkan announcement untuk tidak bepergian dulu ke Jakarta jika tidak urgent.
    entahlah bu ..

    Mascayo,
    Jika jarang ke Jakarta memang takut atau kawatir, itu hal yang layak. Namun ada juga yang tetap tak kawatir, adalah orang asing yang telah mengenal Jakarta sampai ke sudut2 nya..

  2. malam setelah ledakan, saya masih ngeluyur di mol, bu.. emang agak sepi, tapi pengamanan tetep seperti biasa.. 😀

    beberapa museum di sekitar kota tua udah saya tulis. tinggal museum keramik yg belom sempet. soal stasiun beos juga belom. hehehe..

    Zam,
    Setia kali saya juga muternya di daerah situ2 aja..padahal masih ada tujuh lokasi lain yang layak dikunjungi di kota Tua.

  3. Wah asyik jalan2nya, Bu.
    Seneng masih bisa tahu ada turis yang enjoy berwisata meski ada bom.

    DV,
    Selain berkunjung di Kota Tua, di Mal juga banyak turis asing asyik jalan-jalan tanpa kawatir…cuma ga berani memfoto (itu aja kan pura2nya memfoto adik).
    Dan hari Rabu, saat mengadakan seminar di hotel, ternyata masih banyak juga orang asing yang ikut seminar. Memang penjagaan makin ketat

  4. thx ya..bu saya punya tujuan jalan-jalan lain nih..

    Yanti,
    Iya, di Jakarta banyak kok tujuan wisata menarik, buat pembelajaran anak-anak.

  5. Jadi ingat masa kecil saya, setiap ke Jakarta selalu diajak berkeliling ke beberapa Museum di Jakarta, membahagiakan sekali.

    Alhamdulillah, saya dan keluarga besar saya di jakarta sudah mengenalkan beberapa lokasi wisata di Jakarta ke kedua anak saya. Kekurangannya sudah di tebus mereka dengan mengajak Gurunya study wisata ke Jakarta dengan teman-temannya, termasuk berkunjung ke Istana Presiden.

    Puspita,
    Kecintaan terhadap tanah air, budaya, dan juga mengingat sejarah bangsa ini harus diajarkan sejak dini. Jika dulu orangtua saya tak punya uang cukup untuk mengajar jalan-jalan, sekolah yang dapat memfasilitasi hal tsb. Anak-anak sejak kelas ! SMP atau SMP dapat mulai menabung setiap bulan..tak terasa setelah dua tahun akan terkumpul cukup banyak.

  6. wah dapet travel warning ke Jakarta nih..:-)

    Hokya,
    Siapa? Bukan Hokya kan?
    Kenyataan nya masih banyak warga asing jalan-jalan di Jakarta kok

  7. Adiknya Ibu mirip sekali dengan Ibu …

    (lha jelas to … hawong kakak-adik …)

    salam saya

    NH18,
    Baru kali ini ada yang bilang saya mirip adik…selama ini malah dikira adik tiri, karena adik saya mirip ayah sedang saya mirip ibu.

  8. Bunda..
    tahun 2007 saya main ke museum keramik
    abis itu kapok, gak mau main lagi (alasannya pribadi bgt bunda)

    ternyata masih seperti dulu yah museumnya 🙂

    Eka Situmorang_Sir,
    Hehehe…alasan pribadi…?

  9. Hm.. area yang bagus untuk dikunjungi. Gak jauh dan murah meriah, sepertinya ya Bunda… 🙂

    Nug,
    Murah meriah, dan banyak makanan pula…
    Dua tahun lalu saya dan si sulung mencoba jalan-jalan naik busway ke sana, dan sempat membuat foto2, karena saat itu foto diperbolehkan
    Kemarin, karena udah lelah kerja seminggu, juga adik saya seminar sampai malam…kami berdua naik taksi..

  10. Iya bun. mirippp bgt….kembar ya..?

    Imoe,
    Wahh enggak lah kalau kembar, adikku usianya empat tahun di bawahku.
    Kalau mirip wajar, karena dari satu ibu satu ayah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: