Begitu cepatnya waktu berlalu

Perempuan itu merenung di depan pintu, baru saja dia mengantarkan anak bungsunya, di pintu pagar halaman depan rumah. Masih terngiang dalam benaknya, saat si kecil yang suka berceloteh menceritakan kegiatan sehari-harinya, saat dia pulang dari bekerja. Dan kakak nya, dengan gayanya yang khas, ikut meramaikan suasana, sehingga setiap sore atau malam menjadi hari-hari yang penuh dengan kegiatan saling menceritakan kegiatan hari itu. Namun kegiatan itu semakin berkurang, sejalan dengan karir perempuan tadi yang makin naik, yang membutuhkan pengorbanan bagi keluarganya, karena kadang baru pulang ke rumah saat anak-anak nya sudah tidur. Perempuan itu kembali tersenyum, mengingat adegan demi adegan yang berkelebat dalam bayangan kepalanya.

Bandara Adisumarmo Solo, tahun 1989

Perempuan itu masih ingat dengan jelas, saat dia mengajak kedua anaknya yang masih umur 7 dan 4 tahun, pulang ke kampung, dalam rangka selamatan 100 hari meninggalnya ibu kandungnya. Saat harus mengambil kopor di bagasi, perempuan itu berpesan, agar si sulung menjaga adiknya. Betapa dia tersenyum, melihat si kakak sedang duduk memeluk adiknya, sambil bercerita agar si adik tak ingin lari kemana-mana. Pada saat kesibukan menyiapkan acara selamatan, si sulung menemani adiknya, mengajarkan bermain organ sambil bernyanyi.

Saat adik telah semakin besar, dan mulai ikut latihan piano, pada suatu lomba yang diadakan oleh WIC Bandung, si kakak menggandeng tangan adik saat adik harus naik panggung, dan menampilkan kebolehannya. Dan betapa senangnya si kakak, saat adiknya termasuk yang mendapat hadiah piala, walau dia sendiri tak mendapatkan apa-apa. Kembali, perempuan tadi tersenyum, mengingat betapa cepatnya waktu berlalu.

Tak terasa saat ini si bungsu semakin dewasa, dan segera menyelesaikan kuliah di Pasca Sarjana. Akankah si bungsu juga dapat meraih cita-citanya, sesuai yang diinginkannya? Jalan terjal masih menghadang, cobaan demi cobaan menerpa, dan kaki-kaki kecil si bungsu semakin kokoh dalam menghadapi berbagai rintangan tersebut. Selama belum ada garis finish, maka perjuangan layak dilanjutkan, hanya orang yang penuh semangat juang dan bekerja sungguh-sungguh untuk mendapatkan keinginannya yang akan berhasil. Bila ternyata hasil yang dicapai kurang memuaskan, atau bahkan terjadi kegagalan, namun dengan usaha sungguh-sungguh, kita akan tidak penasaran lagi, karena Tuhan tidak hanya memberikan satu pintu untuk dimasuki. Jika ada pintu yang tertutup, selalu ada pintu lain yang terbuka untuk kita masuki.

Perempuan itu kembali merenung, dan berdoa, “Ya, Allah, berikan jalan yang terbaik untuk anak-anakku. Lindungilah mereka, agar selalu berada di jalan yang Engkau ridhoi.” Hari ini, tanggal 2 Oktober 2009, si bungsu tepat berumur 24 tahun, semoga engkau selalu bahagia anakku, dan tercapai apa yang kau cita-citakan.

Iklan

24 pemikiran pada “Begitu cepatnya waktu berlalu

  1. Selamat Ulang Tahun untuk Narpen …
    Semoga bisa terus membahagiakan dan membanggakan Ibunda dan Ayahnya …

    Salam saya ibu

    Terimakasih mas, nanti saya sampaikan ke narpen, dia sedang berkejaran dengan waktu

  2. qutilang

    Selamat Ulang Tahun untuk ananda, smoga panjang umur dan selalu dilimpahi berkat Tuhan.

    Terimakasih, ntar saya sampaikan ke Narpen

  3. AtA chan

    Tulisannya beda kali ini buk, khusus buat si bungsu nih.. πŸ™‚

    Sekalian ngucapin selamat Ulang tahun buat mbak Narpen semoga semua cita-citanya tercapai.. πŸ˜‰

    Iya betul, tulisan khusus buat si bungsu. Makasih doanya

  4. Waktu berlalu. Iya bu, cepat sekali. Rasanya baru kemarin saya mengucapkan ijab kabul. Sekarang dua anak saya sudah masuk SD.
    Rambut sudah mulai beruban. Mulai ga kuat sama kipas angin.
    Entah kenapa, kedewasaan belum juga datang.
    Oh iya, selamat hari lebaran, mohon maaf lahir bathin.

    Hehehe…..betul, waktu cepat berlalu, tak terasa sebentar lagi akhir tahun.
    Sama-sama pak, saya juga mohon maaf lahir batin

  5. ngucapin selamat ultahnya buat Narpen di sini saja ya Bu Enny … Semoga segera terkabul semua cita-citanya …

    Gpp pak, Narpen lagi hibernate…sedang dikejar waktu…..
    Btw, makasih pak, doanya

  6. Selamat ultah untuk Narpen… next step.. MANTU Bu! :)))

    Makasih doanya, ntar saya sampaikan pada Narpen. Mantu? waduhh…entahlah, mesti tanya dia dulu….kan mau nyusul Imel ke sana

  7. Ibu benar-benar seorang ibu. Betapa bahagianya seorang anak mengetahui kasih ibunya tak pernah lekang oleh waktu

    Ibu selalu bangga pada anaknya pak, walau anak juga banyak kekurangannya, dan doa ibu selalu menyertai setiap langkah anak-anaknya

  8. Bu, sampaikan selamat ulang tahun utk si bungsu, Narpen… semoga studinya lancar dan bisa memberikan yg terbaik kepada bangsanya πŸ™‚

    Makasih Menik, nanti saya sampaikan ke narpen, dia sedang dikejar waktu….

  9. Doa seorang ibu adalah doa yang paling mustajab.
    Moga dikabulkan dan semoga si bungsu lebih sukses lagi?

    Terimakasih pak, dan memang Tuhan akan mendengar doa yang dipanjatkan umat Nya

  10. terharu biru membaca tulisan bu enny, selamat ultah buat narpen semoga menjadi anak yang sesuai harapan orang tua πŸ™‚

    Saya juga berharap demikian Arul. Makasih ucapan dan doanya

  11. Selamat ulang tahun untuk Narpen, semoga studinya lancar (sudah selesaikah?). Saya yakin, dengan bimbingan Mbak Enny, Narpen akan menjadi wanita yang kuat dan selalu memberikan manfaat bagi siapa pun yang ada di sekelilingnya, seperti sang ibu … πŸ™‚

    Makasih mbak Tuti, dia belum bisa ngeblog…istirahat dulu karena sedang ngejar thesis…..ceritanya menyusul mbak….

  12. Indah nian bisa mengantarkan anak-anak hingga ke gerbang keberhasilan. Akankah saya bisa mengikuti jejak Ibu yang berhasil mendidik anak-anak?
    Selamat, Bu. Selamat ultah juga untuk sang anak. Kapan ngunduh mantu, Bu?

    Mantu? aduhh…terserah anaknya pak, tapi kayaknya dia masih pengin belajar dulu
    Ya, sebagai orangtua, kita diberi amanah untuk mendidik anak dan mendorongnya untuk mencapai impiannya. Namun yang lebih penting adalah agar anak tetap sholeh dan mengikuti jalan yang telah ditunjuk Nya.

  13. dpouwel

    Sebelumnya selamat ulang tahun untuk Narpen,

    saya rasa anak-anak ibu juga merasakan hal yg sama. Waktu tak terasa berlalu….

  14. Cepat sekali memang waktu berlalu dan kalau menoleh kebelakang kadang menghela nafas saking cepatnya waktu berjalan.

    Selamat ulang tahun untuk bungsunya bunda ya πŸ™‚
    semoga terus menjadi kebanggaan untuk keluarga..

  15. jadi inget kata2 khalil gibran bunda…
    katanya begini :

    Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan fikiranmu
    Kerena mereka memiliki fikiran mereka sendiri
    Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh mereka, tapi bukan jiwa mereka
    Kerana jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
    Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan cuba menjadikan mereka sepertimu
    Kerana hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

    percaya deh bunda…narpen akan baik2 saja…waktu berjalan cepat ya πŸ™‚

  16. wow…wow…wow….begitu yah perasaan seorang ibu..wow luarrr biasa
    makanya ada lagu : kasih ibu kepada beta..tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali………

    wow…bahagianya mbak..
    biar telat met ultah ananda Narpen

  17. Ping-balik: KALEIDOSBLOG (#2) « The Ordinary Trainer writes …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s