French toast ala edratna

Apa yang anda lakukan jika sedang sendirian di rumah? Jika siang hari tak masalah, karena masih terang benderang. Jujur saja saya jarang di rumah sendirian, apalagi di malam hari. Biasanya hanya saat siang hari, paling lama sampai jam 10 malam. Tinggal di Jakarta, tinggal di rumah sendiri bukan pilihan yang tidak menyenangkan, yang dikawatirkan hanyalah orang yang berniat jahat, meskipun di kiri kanan rumah ada tetangga.

Lanjutkan membaca “French toast ala edratna”

Saat si kecil ikut ber qurban

Pada waktu seperti ini, ingatanku melayang pada saat anak-anak masih kecil. Saat itu kedua anakku masih sekolah di SD Negeri yang letaknya dekat kompleks perumahan tempat tinggalku. Sepulang dari sekolah, keduanya ikut madrasah di Al Ikhlas, yang jarak dari rumah cukup dekat. Setiap pergi dan pulang keduanya diantar jemput oleh si mbak dengan naik sepeda. Kadang pulangnya mereka sengaja masuk ke jalan yang lebih sepi, dan saat pulang anakku dan temannya, putra teman satu kompleks, sering membawa oleh-oleh, entah berupa ranting kering, dedaunan dan sebagainya.

Lanjutkan membaca “Saat si kecil ikut ber qurban”

Menikmati perjalanan Jakarta-Bandung

Dalam dua minggu terakhir ini saya bolak-balik menikmati perjalanan dari Bandung-Jakarta. Saya perhatikan jalur Cikunir-Cikampek selalu padat, terutama jika banyak truk gandeng yang sedang melewati jalur tersebut. Dan membuat makin padat, jika truk-truk yang tak bisa berkecepatan tinggi tersebut ingin menyalip teman didepannya, sehingga akhirnya jalur paling kiri dan tengah dipenuhi truk gandeng yang tak bisa lari cepat. Perjalanan memang seharusnya dinikmati, apalagi bagi kaum komuter yang selalu melewati jalan ini.

Lanjutkan membaca “Menikmati perjalanan Jakarta-Bandung”

Apa kunci keberhasilan dalam mengelola bisnis Kecil dan Mikro?

Melanjutkan bahasan tentang bagaimana agar perusahaan tetap eksis dengan pengendalian SDM, selanjutnya saya ingin menulis apa kira-kira yang menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola bisnis Kecil dan Mikro. Mengapa bisnis Kecil dan Mikro? Karena jika untuk bisnis yang telah besar, atau telah menjadi sebuah korporasi, administrasi dan keuangan telah tertata dengan baik. Bahkan telah mempunyai staf yang benar-benar profesional di bidangnya. Sebagaimana kita ketahui, pada umumnya bisnis Kecil dan Mikro, masih dikelola secara sederhana, bahkan terkadang karyawan berasal dari keluarga sendiri, yang juga sering tak dibayar.

Lanjutkan membaca “Apa kunci keberhasilan dalam mengelola bisnis Kecil dan Mikro?”

Bandara Mozes Kilangin, dua tahun kemudian

Perjalanan ke Papua dua tahun lalu, tepatnya awal bulan Agustus 2007,  membuatku terkesan karena sebelumnya belum pernah transit di Timika. Nama besar Freeport berikut rangkaian ceritanya, membuat saya menunggu kapan bisa menginjakkan kaki di bandara Timika yang diberi nama Mozes Kilangin ini. Rasa penasaran ini terpenuhi saat mendapatkan tugas mengajar di Jayapura, dan pesawat Garuda yang saya tumpangi transit di Bandara Ngurah Rai, dan Bandara Mozes Kilangin.

Lanjutkan membaca “Bandara Mozes Kilangin, dua tahun kemudian”

Waktunya bersantai sejenak

Karena satu dan lain hal, seminggu ini saya menikmati cuti bersama keluarga. Tidak kemana-mana, hanya melakukan tugas rumah tangga sehari-hari, mengobrol bersama suami dan anak. Apanya yang aneh? Memang hal yang sangat biasa, namun tidak buatku, walaupun kesibukan setelah MPP sudah sangat berkurang (karena saya mengambil pekerjaan yang tidak full time), namun pada saat tertentu acara benar-benar padat. Kebetulan si mbak juga mesti pulang kampung karena 100 hari meninggalnya ibunya, sehingga saya benar-benar bisa menjadi ratu dapur.

Lanjutkan membaca “Waktunya bersantai sejenak”

Jika gunung Salak tertutup kabut…

Bagi yang pernah tinggal di kota Bogor, keberadaan gunung Salak menjadi acuan kehidupan masyarakat teutama dalam hal kaitan meramalkan cuaca di daerah Bogor dan sekitarnya. Bahkan kata-kata …jika gunung Salak tertutup kabut….ada dalam materi kuliah Ilmu Statistika (hukum peluang) yang ditulis oleh alm Bapak Andi Hakim Nasution, dosen IPB yang sangat saya kagumi.

Lanjutkan membaca “Jika gunung Salak tertutup kabut…”

Musim hujan telah tiba?

Sejak beberapa hari ini, nyaris setiap hari hujan turun di Jakarta, terutama di Jakarta Selatan, wilayah tempat tinggal saya. Bahkan tiga hari ini, setiap sore turun hujan lebat yang sering disertai petir. Hujan  membuat cuaca terasa lebih dingin, setelah berbulan-bulan panas menyengat. Tunas daun mulai tumbuh, udara terasa segar, terutama di pagi hari saat kita mulai membuka pintu rumah.

Berita buruknya, hujan membuat jalanan becek, apalagi jika selokan tersumbat. Dan sore hari, saat orang pulang kantor, terasa sekali jalan makin macet. Pemadaman listrik, selain menyebalkan ternyata ada juga hikmahnya, menjadi lebih rajin dan memanfaatkan waktu seefisien mungkin saat lampu masih menyala. Jika sebelumnya bangun pagi, masih agak bermalas-malasan untuk mandi, sekarang pagi-pagi sudah mandi, kawatir listrik padam di pagi hari. Tentu, bagi yang punya genset portabel tak ada masalah dengan pemadaman ini. Namun bagi keluarga kecil kami, kebijakan untuk punya genset portabel tak layak untuk dipertimbangkan. Dan saya bersyukur atas hobi suami yang  membangun kamar mandi cukup banyak di rumah kami, sehingga pada saat seperti ini selain ada cadangan air di tower, semua bak mandi di rumah dipenuhi air untuk jaga-jaga. Maklum selama ini, bak mandi hanya yang dipakai sehari-hari yang diisi dan saya lebih suka pakai shower. Apalagi kedua anak kami sudah di luar rumah.

Mungkin sekarang waktunya memperbaiki, merawat  dan mengganti tanaman, yang kering selama musim kemarau kemarin, walaupun telah disiram setiap pagi dan sore. Dan …yang tak boleh lupa, selalu membawa payung, karena hujan bisa turun sewaktu-waktu. Apalagi usia yang makin bertambah ini, harus dijaga agar tak mudah jatuh sakit.

Koya Timur, daerah transmigran di Jayapura

Dalam perjalanan menuju perbatasan Jayapura dengan Papua New Guinea (PNG), maka kita akan melewati daerah Koya. Daerah ini terlihat berbeda, karena daerah penduduk sebelumnya, sejak dari Tanah Hitam, Nafri dll, tanaman yang ditanam penduduk berupa pohon pinang dan sirih hutan, namun pemandangan berubah jika melewati daerah Koya. sejauh mata memandang terlihat tanaman palawija, ataupun padi gogo. Padi nya berupa padi gogo karena tidak ditanam di sawah yang mempunyai irigasi bagus.

Lanjutkan membaca “Koya Timur, daerah transmigran di Jayapura”

Listrik mati

Pagi hari Sabtu itu berlangsung aman, saya agak bermalas-malasan menikmati kompie baru, internet yang lancar sambil mendengarkan radio. Mendadak penyiar mengatakan bahwa akan ada pemadaman listrik untuk wilayah..bla..bla…bla dan wilayah tempat tinggalku disebut. Saya, yang saat itu belum mandi langsung loncat ke kamar mandi, apalagi siang itu sudah ada janji, adikku sekeluarga akan ke rumah.

Lanjutkan membaca “Listrik mati”