Oleh: edratna | November 6, 2009

PCSM

Setiap Bank memberikan nama yang berbeda terhadap program pelatihan para Calon Staf Pimpinan yang berasal dari fresh graduate. Ada yang menamakan Management Trainee (MT), Officer Development Program (ODP), Calon Staf (CS), PPS (Program Pengembangan Staf),Β  PCSM (Pendidikan Calon Staf Muda), dsb nya.

Kali ini saya bersama teman instruktur lain, yang terdiri dari tiga orang instruktur untuk masing-masing tim, mendapat tugas memberikan pelatihan bagi para Sarjana yang baru masuk ke sebuah Bank di ujung Indonesia sebelah timur.Β  Peserta seluruhnya terdiri dari 86 siswa, yang dibagi dalam tiga kelas, dan sebagian besar perempuan. Oleh karena itu diperlukan tiga instruktur dalam setiap tim. Kebetulan tim saya mendapat tugas memberikan pelatihan tentang “Credit Management“. Pelatihan yang menarik dan merupakan tantangan bagi instruktur karena peserta terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan, bahkan ada yang dari latar belakang ilmu yang sebelumnya jarang menggunakan angka-angka.Kelas A

Kelas B

Kelas C

Kelas C

Udara yang panas dan lembab tidak menurunkan semangat kami untuk bisa men delivered ilmu kepada para peserta. Untuk memudahkan, dalam setiap tahapan materi, diberikan latihan-latihan, juga berupa diskusi kelompok, serta setiap selesai pembelajaran, para peserta diminta untuk membuat resume materi yang disampaikan oleh instruktur pada hari itu, yang malamnya akan dinilai oleh instruktur.

Diskusi kelompok

Diskusi kelompok

Dengan demikian, instruktur bisa menilai apakah materi yang disampaikan telah dipahami dengan benar oleh para peserta.

Bagaimanapun kerasnya instruktur berusaha, pasti masih ada kekurangannya, dan tentu saja saya berharap para peserta terus semangat untuk menimba ilmu, karena pada dasarnya pelatihan yang diberikan adalah sebagai dasar untuk bekerja. Setelah in class training, para peserta melakukan job training yang tersebar diseluruh wilayah operasional, tempat Bank tersebut berada. Rata-rata usia peserta masih muda, sepantaran si bungsu, sehingga rasanya hubungan kami menjadi seperti ibu dan anak.

Gaya anak-anak muda

Mereka seumur dengan si bungsu

Pelatihan seperti ini tak hanya cukup sekali, setelah mereka ditempatkan masih perlu adanya refreshing, dan pada saat seperti ini, kalau kebetulan saya masih mendapat kesempatan untuk memberikan pelatihan pada program refreshment, akan dapat melihat bagaimana perkembangan para peserta setelah ditempatkan. Betapa senangnya, setelah satu setengah tahun kemudian, saya dapat kembali ke kota di ujung timur Indonesia ini, dan melihat beberapa mantan murid saya yang telah mendapatkan posisi sebagai karyawan tetap, serta setelah berbincang-bincang dengan para atasannya, mereka senang mendapatkan anak buah yang pernah mendapat pelatihan dari kami. Hal yang menyenangkan bagi seorang pengajar jika melihat bahwa peserta yang pernah diberikan pelatihan dapat meniti karir dengan lancar.

Iklan

Responses

  1. ada temen seprodi sama saya, ndak ada hubungannya dengan dunia perbankan, tapi sekarang kerja di salah satu bank pemerintah.

    yang jadi pertanyaan saya, kenapa bank itu mengambil dari berbagai macam jurusan ya? bahkan jurusan teknik dan MIPA pun bisa masuk. pertimbangannya apakah?

    Perbankan mendidik para staf fresh graduate sejak dari dasar, sehingga latar belakang pendidikan apapun sepanjang telah lulus tes (biasanya ada enam kali tes, termasuk tes kompetensi), asalkan mau bekerja keras dapat mengikuti materi pelatihan. Namun pelatihan tsb tak hanya di kelas, peserta juga harus melalui job training dan sistem gugur. Dalam setiap tahapan dinilai, jadi jika telah diterima, belum tentu berhasil sampai sudah lulus semuanya sampai dengan diterima sebagai pegawai sementara. Setelah bekerjapun masih ada ujian lanjutan, termasuk harus lulus sertifikasi manajemen risiko, sesuai level jabatan dan tugasnya.

  2. (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!
    Saya kapan ikutan diberi pelatihan?
    Wekekekek

    Tergantung pelatihannya

  3. bunda bener sekali, kepuasan pengajara adalah melihat yang diajar bisa berhasil dengan ilmu yang dulu diberikan πŸ™‚

    sudah kembali ya bun….
    welcome back bun πŸ™‚

    Benar Eka, pengajar akan bahagia melihat hasil didikannya berhasil dalam karir dan tugasnya

  4. wah, jadi pengen ngikut diklat lagi…

    v(^_^)

    Ikut pelatihan selalu menyenangkan, bisa sementara tak memikirkan pekerjaan rutin

  5. Kalau melihat data wisudawan tahun-tahun terakhir mereka lahir +/- 1 tahun setelah saya menikah jadi membuat saya dan istri berandai-andai, bukan untuk menyesali tapi sekedar bercanda … hehehe … Welcome back Bu … πŸ™‚

    Wisudawan sekarang makin muda-muda pak, jadi mengajar mereka juga menjadi berbeda dengan mengajar sepuluh tahun yang lalu. Situasinya juga berbeda, jadi pengajar harus menyesuaikan diri dan terus meng up grade ilmunya.

  6. Lama juga ya Ibu berada di sana, gak capek kan?
    Selamat ngeblog kembali Bu…

    Capek tapi senang.
    ….

  7. Bunda apa kabar?

    Seorang pendidik pasti akan merasa senang kalau anak didikannya berhasil, dan semua ilmu yang kita ajarkan bisa diterapkan dengan baik, apalagi kalau suatu saat bisa dapat jabatan penting gt, kita pasti bangga ya bun πŸ™‚

    sukses selalu buat bunda πŸ™‚

    Kabar baik Desya…makasih doanya

  8. bahagia sekali rasanya ya bu bila bisa membagi ilmu kepada orang lain dan itu ternyata direspon dengan baik oleh mereka.

    btw, para trainee itu seumuran dengan si bungsu ya? hati-hati bu, nanti ada yang pe-de-ka-te, tujuannya buat si bungsu, hahaha…
    *melirik ke seseorang yang sedang sibuk dengan thesisnya*

    Hahaha…bener juga Uda……
    Memang senang kok mengajar, memberikan motivasi pada mereka, dan saat diskusi kelompok banyak pertanyaan yang sebelumnya tak berani ditanyakan saat di kelas. Juga banyak yang diam-diam curhat, tanya pengalaman selama bekerja, bagaimana rasanya dipindah-pindahkan dsb nya.

  9. Hahaha aku ngakak mbaca komentarnya Uda Vizon πŸ™‚ Bener, Bu, jangan2 para trainee itu naga2nya pdkt ke si Narpen hehehe :))

    Untung saya nggak seumuran *lohh*

    Hahaha…memang mereka seumuran dengan Narpen…..
    Dan memang pada tanya…..

  10. owwww ternyata banyak sekali ya peserta MT itu, btw Bu Edratna maksud dari sistem gugur di atas gugur jika tidak memenuhi standar yg ditetapkan atau gugur karena kalah bersaing dengan rekan ya?

    Jika sudah masuk (diterima) sebagai MT, untuk bisa berlanjut harus mengikuti pendidikan yang sistem gugur. Artinya harus memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh masing-masing perusahaan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: