Oleh: edratna | November 21, 2009

Apa kunci keberhasilan dalam mengelola bisnis Kecil dan Mikro?

Melanjutkan bahasan tentang bagaimana agar perusahaan tetap eksis dengan pengendalian SDM, selanjutnya saya ingin menulis apa kira-kira yang menjadi kunci keberhasilan dalam mengelola bisnis Kecil dan Mikro. Mengapa bisnis Kecil dan Mikro? Karena jika untuk bisnis yang telah besar, atau telah menjadi sebuah korporasi, administrasi dan keuangan telah tertata dengan baik. Bahkan telah mempunyai staf yang benar-benar profesional di bidangnya. Sebagaimana kita ketahui, pada umumnya bisnis Kecil dan Mikro, masih dikelola secara sederhana, bahkan terkadang karyawan berasal dari keluarga sendiri, yang juga sering tak dibayar.

Dari berbagai pengalaman dalam berhubungan dengan usaha Kecil dan Mikro, serta dari berbagai bacaan, maka sebetulnya kunci keberhasilan dalam mengelola bisnis Kecil dan Mikro, antara lain terdiri dari:

a. Komitmen Manajemen dan Pekerja

Komitmen Manajemen atau pemilik dan pengelola usaha dengan pekerja sangat penting. Komitmen Manajemen akan mendorong perbaikan dalam budaya kerja yang lebih solid, dan disiplin untuk menghasilkan kinerja lebih baik. Sedangkan komitmen pekerja, sangat penting karena menumbuhkan rasa memiliki. Pelatihan internal terhadap para pekerja juga diperlukan, agar bisa mempunyai kemampuan menjual dan berhubungan dengan klien.

b. Sistem dan Prosedur

Betapapun sederhananya, tetap diperlukan adanya suatu sistem dan prosedur, agar setiap orang yang bekerja dalam organisasi mengetahui dan memahami apa yang harus dilakukan, dan mengapa harus dilakukan, serta apa risikonya jika prosedur tidak ditaati. Pada bisnis Kecil dan Mikro, yang pada umumnya berada dilingkungan masyarakat yang masih memiliki sistem sosial yang dekat dan menjunjung tinggi nilai-nilai, maka etika bisnis, kesetiakawanan, serta komitmen terhadap janji masih dijunjung tinggi.

c. Pendidikan berkelanjutan

Pengelolaan bisnis yang berhasil sangat tergantung dari manajemen dan pekerja yang mengelolanya. Bisnis Mikro dan Kecil akan dapat berkembang, jika manajemen tidak mengabaikan pelatihan internal bagi para pekerjanya, sehingga pada saat bisnis semakin membesar, maka dukungan kemampuan dari pekerja telah siap. Banyak kegagalan terjadi, karena pelaku usaha tidak siap pada saat bisnis semakin besar.

d. Penghargaan kepada SDM

Karena sebagian pekerja pada umumnya berasal dari tenaga kerja dengan latar belakang pendidikan tak terlalu tinggi, atau masih ada hubungan saudara, terkadang pelaku usaha melupakan penghargaan kepada SDM ini. Klien atau konsumen dari usaha Kecil dan Mikro pada umumnya tak menuntut pelayanan berlebihan, namun mereka berharap mendapatkan rasa nyaman saat datang sebagai konsumen, dan merasakan datang ke tempat seorang teman atau sahabat. Dan konsumen ini akan senang jika yang melayani telah dikenal lama dan baik, sehingga diperlukan tenaga kerja yang bertahan dalam jangka lama, dan agar dapat bertahan lama, maka pekerja tadi mempunyai kepuasan dalam bekerja. Pada umumnya pekerja yang mempunyai kepuasan bekerja adalah yang mampu menjalin hubungan dengan klien secara baik.

Setelah usaha makin berhasil dan nantinya makin besar, pelaku usaha perlu mempersiapkan diri sejak jauh hari, pelatihan kepada pekerja dan menata administrasi usahanya secara rapih, sehingga memudahkan pelaku usaha mengevaluasi sampai seberapa jauh perusahaan telah berjalan, serta bidang apakah yang bisa ditingkatkan karena memenuhi selera konsumen. Tanpa administrasi yang rapih, pelaku usaha akan kesulitan mendeteksi jika terjadi hal-hal yang tidak tercatat, yang nantinya dapat menjadi ganjalan untuk meningkatkan usaha.

Sumber bacaan:

Diambil dari berbagai bahan, diantaranya diperoleh dari seminar “Peluang Microbanking di Indonesia” yang diadakan oleh IRPA (Indonesian Risk Professional Association) di Gran Melia, Juli 2009

Iklan

Responses

  1. makasih info na n lam kenal aja, mampir keblog saya juga ya

    Makasih kunjungannya

  2. thx banget udah share mas

    semoga bermanfaat

    Mas?? Sayangnya saya bukan cowok

  3. info menarik semoga suatu saat bisa menjadi perhatian utama dalam menjalankan bisnis 🙂

    Iya Rul…jika berwirausaha kan membuat peluang menyerap tenaga kerja

  4. tks infonya bu.. wah, sangat berguna sekali.. salam kenal ya.. sepertinya saya baru skali ini kesini..

    Salam kenal juga, makasih telah berkunjung.
    Kenapa tulisannya disingkat-singkat, jadi saya perbaiki, rasanya kurang sreg aja.

  5. makasih mbak, bermanfaat sekali buat saya 🙂

    Sama-sama

  6. Bu, aku pengen tanya soal pendidikan itu.
    Bisnis kecil kan untungnya juga nggak bisa langsung besar, sementara biaya pendidikan adalah tetap merupakan pengeluaran (meski masuk pos investasi ya?)… Nah, adakah variabel yang bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk memulai pendidikan itu?

    Pendidikan tak harus berbiaya mahal, bisa dilakukan oleh seorang supervisor pada para bawahannya. Jika memang ilmu tadi sangat berguna untuk kepentingan kemajuan perusahaan, baru disisihkan.
    Saya tak bisa menentukan aturan bakunya, karena sangat relatif, namun untuk jajaran perbankan, Bank Indonesia telah menentukan, minimal 5 persen dari biaya tenaga kerja pada Bank tersebut.

  7. betul mbak Eni…saya mengalami ketika masih kecil…apa apa harus ditangani dan ditekuni sendiri..Alhamdulillah sekarang sudah banyak yang membantu…

    Betul mbak, mempunyai bisnis sama seperti merawat anak, harus ditekuni sejak dari lahir, sehingga kita mengenal benar dimana letak kesulitannya, dan kapan kita benar2 harus menguras tenaga agar bisnis bisa berjalan lancar, dan kapan kita bisa bersantai sejenak.

  8. bagus bu, bisa belajar manajemen diri juga dari sini…

    Makasih sarannya

  9. yang paling sulit adalah komitmen…..

    Padahal itu yang paling menentukan

  10. Pendidikan yang berkelanjutan memang diperlukan untuk meningkatkan kapasitas dan keahlian. Di sisi lain berbenturan dengan keinginan manajemen agar hanya menerima SDM yang berkompeten dan siap menghadapi pekerjaannya.

    Namun perusahaan juga akan membayar biaya yang lebih tinggi jika menerima SDM yang kompeten. Sebetulnya tergantung dari jenis usahanya, jika lembaga perbankan, pada umumnya menerima fresh graduate yang akan dididik sejak awal, agar bisa memahami budaya kerja di perusahaan ybs. Memang ada yang menerima tenaga kompeten langsung jadi, biasanya untuk jajaran manager ke atas, umumnya hanya untuk yang benar-benar diperlukan dan jumlahnya tidak banyak.

  11. harus telaten juga dalam bisnis hehe
    thanks infonya
    salam,

    Betul….

  12. wah… info penting nih Bu…
    terima kasih sekali. meski belum punya usaha real, tapi insya Allah suatu saat akan terwujud, info ini sangat bermanfaat… 🙂

    Siapa tahu suatu ketika nanti Uda bisa berhasil dalam bisnis, dan berkecimpung dibidang sosial kemasyarakatan. Kemiskinan salah satunya bisa diturunkan jika kita bisa memberdayakan ekonomi mereka. Saya hanya bisa urun rembug Uda, tapi tak bakat punya bisnis

  13. bu, bagaimana caranya agar usaha kita meningkat, tidak lagi jadi usaha kecil tapi menjadi menengah atau besar.
    terima kasih tanggapannya 🙂

    Chan, punya usaha seperti memelihara bayi, kita harus mengenal kekuatan dan kelemahan. Dan selalu buat anggaran ke depan…fokus pada industri, dan memahami betul. Tak usah ngebut, jika sudah mantap, baru deh perkembangan bisa lebih cepat.
    Kapan2 diskusi aja ke rumah ya

  14. insyaAllah bu mau main ke rumah nih, mau ketularan ilmunya 🙂

    oh iya mau tanya lagi, apakah benar agar usaha kecil menjadi maju kita harus belajar pinjam uang ke bank? karena kalau sudah dipercaya bank artinya usahanya terpercaya?

    Iya, kapan aja Chan ada waktu. Kabari dulu ya.
    Soalnya tak mungkin diceritakan semua….memilih Bankpun hati-hati, pelajari juga simpanan apa yang dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan). Simpanan yang dijamin hanya Giro, Tabungan dan Deposito, dan inipun jika suku bunga nya lebih rendah dari suku bunga yang maksimal yang ditetapkan LPS. Reksadana tak dijamin….

  15. Bu Ratna, mohon arahan bu… saya sedang menjaankan usaha perdagangan dan masih dalam tahap belajar… dengan adanya kredit dari bank sangat membantu… bagaimana pengelolaan yang paling tepat, sehingga tidak terjadi yang namanya kredit macet… supaya tidak masuk kolektif (yang bisa mengakibatkan di kemudian hari tak dapat kucuran lagi dari bank/ bisa di DH)… terima kasih bu”

  16. artikel menarik dan saya setuju dengan dengan postingan diatas.

    saya akan kembali lagi lain kali untuk membaca postingan anda yang lain.

    Salam Sukses

    Makasih kunjungannya

  17. Bagus banget artikelnya Bun, makasih dapet inspirasi untuk menulis


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: