Oleh: edratna | November 29, 2009

French toast ala edratna

Apa yang anda lakukan jika sedang sendirian di rumah? Jika siang hari tak masalah, karena masih terang benderang. Jujur saja saya jarang di rumah sendirian, apalagi di malam hari. Biasanya hanya saat siang hari, paling lama sampai jam 10 malam. Tinggal di Jakarta, tinggal di rumah sendiri bukan pilihan yang tidak menyenangkan, yang dikawatirkan hanyalah orang yang berniat jahat, meskipun di kiri kanan rumah ada tetangga.

Kali ini saya terpaksa di rumah sendirian, karena si mbak pulang kampung, dan bala bantuan dari Bandung juga sedang dibutuhkan suami. Yang jadi masalah adalah soal makan, karena malas sekali rasanya makan sendirian. Jika sedang banyak orang, memasak rasanya seimbang antara capek dan banyaknya yang menikmati makanan. Lagipula masak sendiri, untuk dimakan sendiri, rasanya kok kurang seru. Akhirnya ingat postingan Imel, tentang membuat french toast, makanan ini yang setiap malam saya pesan ditambah secangkir hot lemon tea, saat saya menginap di hotel “Y” selama 10 hari di Jayapura. Dimakan hangat, ditemani secangkir teh panas manis dan rasa jeruk nipis yang samar-samar, cukup untuk menghilangkan kepenatan mengajar dan berdiri seharian.

Tapi, kok susah ya cari postingannya Imel, rasanya menyesal kok saat itu nggak saya print. Saya coba cari arsip blognya Imel dari bulan Nopember 09, Oktober 09, sampai  bulan Juli 09 nggak ketemu, padahal rasanya baru saja dibaca beberapa waktu lalu. Maklum Imelda termasuk nara blog yang rajin menulis dan mengupdate blognya, sehingga nyaris setiap hari tulisannya selalu baru. Tulisannya, yang menceritakan kehidupannya di Jepang, makanan yang ada disana, membuatku selalu menyempatkan diri mengunjungi blognya, walau terkadang tak sempat meninggalkan komentar. Jadi, saya meninggalkan pesan di blognya.

Rasa lapar akhirnya membuat saya mencoba resep french toast berdasar ingatan. Seingat saya resepnya terdiri dari: susu, gula dikocok, kemudian dicampur dengan lembaran roti tawar, kemudian dipanggang. Duh panggangan mesti dicari, dan jika di Bandung, panggangan (yang bisa memanggang apa aja, maklum suami sudah menghindari goreng-gorengan) selalu siap ditempatnya, rumah Jakarta yang sempit dan dapur super mungil ini membuat panggangan harus langsung disimpan jika tak dipergunakan. Setelah bingung bagaimana cara menyambungkan kabel antara panggangan dan stabilizer, akhirnya saya menyerah dan menilpon suami. Sayangnya suami yang lagi sibuk, sama-sama “hang” dan timbulah percakapan nggak mutu.

Mas,  cara menyambungkan kabelnya oven bagaimana?”

Kabel oven?” yang disana malah balik bertanya.

Iya, kabel oven yang disambungkan ke stabilizer, di depan atau dibelakang?”. Kayaknya disana makin bingung deh. “Memang ovennya kenapa?”…waduhh tambah nggak nyambung. Akhirnya suami memanggil Minah, masih kedengaran suaranya…”Minah, ini ibu mau bicara.” Lho! Kok malah Minah yang mesti jawab. Maklum saya paling takut dengan urusan kabel yang berkaitan dengan listrik, kawatir nyetrum, kawatir bikin korsluiting dan sebagainya.

Akhirnya suami menelpon lagi..”Kabel dari oven disambung ke depan, dan dari stabilizer kabel disambung dibelakangnya.” Waduhh, tetap nggak jelas..ya udah, keburu lapar, lebih baik eksperimen langsung.

Jadilah kabel oven saya sambungkan ke colokan yang 110 Volt di stabilizer dan kabel dari stabilizer yang terletak di belakangnya, disambungkan ke colokan listrik di dapur. Sekarang tinggal adonan dimasukkan, hmm…rasanya lumayan juga. Tiba-tiba saya ingat, kayaknya dalam blog Imel ada juga disebut tentang mentega….waduhh bagaimana ya…akhirnya saya buka mentega, dioleskan di roti yang udah direndam susu campur gula tadi, terus dimasukkan oven lagi. Hmm…memang lebih sedap.

Pagi ini sempat Ym an sama Imelda, dan ternyata tulisan tentang french toast berada pada judul..”Kamu ketahuan..” Duhh judulnya kok jauh banget, pantas nggak ketemu. Saya geli sendiri, jadilah pagi ini, dua emak-emak mengobrol tentang masakan. Saya sarankan Imel juga menulis tentang cara memasak makanan yang cepat, mudah dan enak…tentu saja. Dan lain kali, saya harus segera print, agar tak lupa lagi, resep makanan yang kira-kira ingin di coba.

Dan ternyata membuat french toast tidak dimasukkan oven, tapi di goreng dengan menggunakan mentega. Hahaha…tapi french toast ala edratna, lumayan kok. Mau mencoba? Tapi tidak ditanggung kalau sakit perut ya. Dan maaf tak bisa menayangkan fotonya, karena bentuk frech toast nya kurang menarik untuk ditayangkan…tapi uenak lho.

Iklan

Responses

  1. kalau saya di rumah sendirian paling hanya bikin nasi goreng atau mie rebus, yang lain-lain nggak ngerti

    Sekarang coba bikin french toast pak, tapi lihat blognya Imelda..soalnya resep saya kurang telor (seperti kata Septa), habis hanya ditambah susu sudah enak…hehehe

  2. wah saya juga, paling nasi goreng, sayur sop, sama mi rebuh hehe.

    Bikin french toast mudah kok, dimakan hangat-hangat.
    Tapi sop memang segar….hmm nasi goreng juga enak….
    Repotnya sama kok….ehh nggak repot, lha cuma sebentar kok.

  3. ternyata penyakit malas memasak kalau sendirian sama yah, bu 🙂

    Yup betul…beli jadi terus juga nggak enak, walau masakannya enak…
    Kalau di rumah, kan jelas tanpa bumbu masak….


  4. French toast itu ada telornya buk, terus di grill..
    pake’ teflon juga bisa..
    ..
    Kalo lidah jawa saya ini gak cocok, makan satu aja udah eneg 😀
    ..

    Sebetulnya memang ada telornya, cuma kemarin malas, karena ditambah susu sudah enak….
    Dan memang mestinya tak masuk oven…tapi ternyata masuk oven juga enak, karena empuk dan hangat
    Saya makan tak harus dengan nasi, jadi ya bisa apa aja.

  5. wah, saya juga malas masak kalau untuk dimakan sendiri. tapi kalau ada suami saya usahakan selalu masak sendiri..
    kalau lagi sendirian, saya paling goreng telur, ditambah abon, udah gitu aja deh…

    Hehehe…tapi kalau sendiriannya dalam jangka cukup lama (lebih dari 2 hari), beli terus menerus akan bosen.
    Saat bekerja di kantor, acara paling malas adalah makan siang, karena bingung mau beli dan makan apa.

  6. French Toast itu yang mana yah?

    Ari kayaknya belum pernah makan…jika mau masak sendiri lihat tulisan disini
    Saya kutipkan ya:
    French Toast (roti yang direndam dalam adonan susu dan telur+gula, dengan bermacam variasi, kemudian digoreng di fry pan dengan sedikit mentega).

  7. Wahahahaha kalo kurang menarik, fotonya ambil dari internet aja tho, Bu..

    Semua orang juga bakalan percaya hahaha

    Hehehe…cuma rasanya ga enak aja…yang baca pasti nggak percaya

  8. klo saya bikin french toast simple banget…
    telor dikasih cinnamon bubuk trus dikasih susu cair dikit..
    abis itu rotinya di celupkan di adonan telor trus digoreng di mentega

    nah mau dimakan make syrup ato yg lain bisa
    simple banget kan mbak enny?

    Bener Wieda,
    French toast, pancake…makanan yang enak dan cepat buatnya.
    Paling cepat lagi indomie rebus, tapi saya lebih suka mie yang tanpa pengawet (di kasih bumbu sendiri)…di pasar ada, tinggal diberi hangat. Lalu buat kuahnya dari kaldu daging ayam atau sapi…ditambah sawi ijo, bakso…sedaap

  9. Kalau sudah keburu lapar semua makanan rasanya enak Bu … hehehe 🙂

    Betul pak, tapi saya kalau sendirian males makan….parah pisan

  10. asik banget nih masak masakan ya bu…kalo saya dan istri tiap pagi jam 6 pagi masakin anak dan diri sendiri..makanya kalo libur malah hunting makanan diluar.

    Pak Boyin mestinya lebih pintar masak memasak, pekerjaan nya termasuk monitor ini nggak?

  11. saya nih jagonya masak…
    Masak Air dan mie instan, 😆

    Hehehe…resep paling sederhana

  12. saya paling malas kalau di rumah sendiri dan harus masak. pengennya yg simpel saja. kadang cuma merebus sayur. 😀

    Kalau terus menerus seminggu, lemas juga Kris….

  13. saya percaya pasti enak……..

    Kalau itu sih dijamin, lha cuma roti tawar dikasih mentega aja sudah enak

  14. Kunci aja jendela,pintu sediain makanan ringan terus buka laptop ,,berselancar di dunia internet ampe tidur..he,,,he,,he

    Hmm..iya

  15. Hotel Y?
    yg di deket pertigaan itu ya Bu?

    saya justru bingung klo makan selaen di hotel di mana… akhirnya beli coto makassar terus di depan hotel hehehehe
    ada saran mungkin Bu, klo makan malem sendiri enaknya kmana? (yg rame, hehehe malem2 jalan2 di Jayapura agak ga pede)

    Katanya sih (saya males keluar hotel, walau kadang terpaksa juga keluar kalau diajak teman)….ada masakan Baguspandang yang bisa melihat kota Jayapura dari atas, kalau malam bagus sekali.
    Terus masakan ikan bakar, di daerah dekat pantai, dekat Swiss Bell Hotel. Bahkan ada nasi goreng (yang jual orang Surabaya) di tenda depan Gelalel, jika malam…katanya enak sekali.
    Jika tidur di hotel Y, saya udah puas pesan makan dari hotel tsb. Rasanya enak, entah coto Makassar (pemilik hotel orang Makassar), sop buntut, nasi rawon, juga camilan nya. Jika malam, saya makan makanan ringan, karena kalau kekenyangan malah susah tidur.

  16. Saya suka yang praktis aja. Mie goreng instan, cukuplah. Kalo bu Eny pengen makan malam rame-rame tinggal hubungi blogger. Saya dengan senang hati akan ikut. 🙂

    Kalau cuma sesekali sih enak juga, tapi buat seminggu tetap enak masak sendiri. Lagipula mie instant, biasanya tetap saya rebus mie nya, dibuang airnya dan diberi bumbu sendiri

  17. Kalau saya lebih suka tempe penyet …nyet.

    Tempe penyet memang enak…apalagi pakai sambal cabe merah….

  18. Salam Takzim
    Apapun yang dimasak, kurang ini wajar, kurang itu biasa yang ga bagus ya nyering beli, karena kita ga tau apa dimasak dengan bahan halal atau tidak, wallahualam
    Salam Takzim Batavusqu

    Rasa2nya sih kalau beli makanan di Indonesia sebagian besar halal, dan kita cukup mudah mencarinya. Apalagi jika tinggal di Jakarta, keluar jalan kecil dari depan rumahku, udah berjejer penjual makanan sampai malam

  19. Wah ini dia menu intermezzo kadanglebih sedap dari resep aslinya 😀

    Betul kang…boleh dicoba sesekali, mempersiapkannya juga cepat dan mudah

  20. Rasa cinta pasti ada

    Pada makhluk yang bernyawa

    Sejak dulu hinggi kini

    Tetap suci dan abadi

    Tak kan hilang selamanya

    Sampai datang akhir masa

    (Lagu Renungkanlah, ciptaan dan dinyanyikan siapa ya,lupa…)

    ——–

    Apakah anda mempunya rasa cinta ? Jika ada tuangkanlah dalam puisi dan daftarkan pada acara PARADE PUISI CINTA di http://abdulcholik.com/acara-unggulan/acara-unggulan-parade-puisi-cinta

    Sahabat yang lain sudah disana semua,tinggal menunggu puisi anda. Hadiahnya menarik lho, maka segera ikuti acara unggulan ini.

    Salam hangat dari Surabaya

    Terimakasih tawarannya, masalahnya saya tak pernah dan tak bisa menulis puisi, hanya bisa menikmati jika ada pembacaan puisi. Suka nggak mengerti maksudnya, entah kalau dibacakan kok mendengarnya enak dan lebih mudah dimengerti

  21. wah pengen nyicipin
    uenak tenan kali ya 🙂

    Boleh deh…atau mie janda nya masu disandingkan dengan french toast?

  22. Mestinya hubungi kita2 yang di sini Bu untuk ngebantuin. Maksudnya bantu habisin french toast-nya itu lho…

    Hehehe…masih penasaran…besoknya mencoba lagi dan hasilnya lebih baik. Kayaknya hasrus di coba beberapa kali agar hasilnya lumayan.

  23. wah enak nih kayaknya… meski tidak rekomended, tapi penasaran juga mau nyoba buah karya bu enny, hehehe… 😀

    Silahkan Uda…tapi sebaiknya memang tidak di oven, tapi digoreng dengan sedikit mentega, kemudian bisa ditambahkan bubuk kayu manis (cinnamon), nangka di iris-iris, gula bubuk dsb nya.
    Setelah diskusi dengan Imel, akhirnya hasil berikutnya lebih enak ….malah jadi ketagihan…

  24. hehehe iya saya sepertinya harus kasih tag “resep” mulai sekarang, biar carinya mudah.
    Tapi sebenernya bu, di bagian search tulis french toast aja udah muncul kok. Ngga usah buka satu-satu.

    Sekarang sudah bisa banyak variatif ya bu… asyik deh.

    EM

    Iya nih….soalnya Imel suka cerita makanan, tapi karena judulnya beda, jika mau cari lagi jadi susah. Nana kayaknya juga suka menulis tentang makanan dan resepnya…..asyik juga.
    Jika terlihat mudah, saya juga suka mencoba-coba untuk dimakan sendiri…..soalnya belum tentu berhasil

  25. Saya kalau pas suami pergi ke luar kota, malah nggak pernah masak. Beli aja, wong cuma dimakan sendiri. Malah kesempatan, beli makanan yang suami nggak suka, seperti bakso, empek-empek, hamburger … 😀

    Pernah, saya beli nasi gudeg satu kotak (satu porsi) ternyata isinya banyak, sehingga akhirnya saya makan tiga kali …. wakaka! Ternyata, hidup sendiri itu irit buanget. Kalau ada suami, kan di meja makan harus ada nasi lengkap dengan 4- 5 macam lauk, yang akhirnya sering nggak termakan.

    Suami saya malah makannya hanya berupa rebus-rebus an dan bakar-bakaran…akhirnya saya juga tak terlalu suka yang bersantan, berlemak atau minyaknya banyak….
    Pas sekali untuk mengurangi kolesterol, tapi sesekali pengin juga mencoba yang lain.
    4-5 lauk? Waduhh…saya malah sederhana mbak, kalau kurang beli…hahaha…

  26. Lapar itu bisa menimbulkan kreativitas juga ya Bunda.. 🙂

    Aku sering tuh berkreasi di dapur, membuat masakan versiku sendiri.

    Dan, biasanya gak laa setelah itu aku dengar suara gini: “Mas Nug… itu dapur kenapa berantakan begini…!!!” Huahahaha… :mrgreen:

    Hehehe…betul mas Nug…lapar memang menjadikan ingin membuat sesuatu, dan walau mudah untuk beli makanan matang di luar, apalagi cuma tinggal telepon, tapi tetap senang jika mencoba masak sendiri

  27. […] blognya Imelda, membuat saya ingin mencoba membuat french toast, maklum kalau lagi malas makan saya suka makanan yang empuk dan hangat seperti bubur ayam, roti […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: