Bau kompos vs obat gosok?

Apa hubungan antara kompos dengan obat gosok? Ternyata memang ada hubungannya. Sebetulnya sudah lama ingin membongkar tanaman di halaman, mumpung sudah mulai hujan. Musim kemarau yang cukup panjang membuat tanaman dihalaman rumah berantakan. Apalagi untuk tanaman sejenis anggrek serta tanaman-tanaman yang memang seharusnya ditempatkan di bawah tanaman lain atau terlindung dari sinar matahari. Karena lahan yagn sempit, halaman depan hanya sekitar 1,5 x 3 meter yang bisa ditanami, sedang lainnya  hanya bisa ditanami rumput agar bisa difungsikan untuk parkir mobil jika ada tamu, maklum jalan depan rumah hanya selebar 5-6 meter,  yang hanya cukup untuk satu mobil lewat.

Jalan di depan rumah pagi hari

Jika musim kemarau, yang menjadi masalah tanaman mudah kering atau layu, namun jika saat musim hujan, ulat gagak (berwarna hitam bintik-bintik kecil) mulai keluar. Dan gangguan yang terjadi terus menerus adalah tikus got yang besar-besar dan suka menggigit tanaman. Awalnya, saat baru pindah rumah saya menginginkan halaman diberi tanaman yang berbunga, seperti pohon kertas (apa ya nama latinnya?), dan beberapa tanaman lain yang bisa berbunga terus menerus. Namun, dalam perjalanannya, tanaman tersebut mudah rusak, digigiti tikus, dan kalau malam hari suara tikus yang berdecit-decit mengganggu tidur bagi yang tak terbiasa. Tetangga depan rumah yang senang memelihara kucing dan anjing pun, rupanya kucing nya takut sama tikus got yang besar-besar itu.

Tanaman anggrek yang merana kepanasan
Tanaman tertentu tetap bisa tumbuh dengan baik

Minggu pagi itu saya sengaja bangun agak pagi, karena berniat mau membongkar tanaman dan mengganti dengan tanah yang baru. Ada beberapa pot besar yang selama ini saya letakkan di halaman sempit belakang rumah, tanamannya  rusak semua, sejak tetangga kiri kanan membangun rumah sampai mentok di pas garis belakang, sehingga walau belakang rumah  saya masih ada halaman yang tersisa sedikit, tak bisa diberi tanaman karena kurang cahaya. Apa boleh buat, semua pot terpaksa dipindahkan ke halaman depan, dan dibongkar semua. Saya akhirnya berpikir praktis, menggantikan semua dengan tanaman yang mudah mengurusnya. Tukang tanaman menyarankan agar tanah komposnya di campur dengan “Furadan” agar tikusnya tak mau menggigit batang dan daun tanaman.

Tanaman soka yang baru ditanam, semoga cepat berbunga

Terus terang, saya di dorong oleh para tetangga untuk cukup rajin merawat tanaman. Setiap tahun dilingkungan rumah kami diadakan lomba tanaman, dan ada beberapa tetangga yang selalu mendapatkan hadiah, tapi memang halamannya penuh tanaman dan berbunga warna warni indah sekali.

Tanaman di rumah tetangga yang selalu dapat nomor
Walau jenis tanaman sama, tetap segar dipandang

Ketua RW, yang keduanya bekerja, cukup menanam tanaman pada pot yang nyaris seragam pada depan pagarnya, namun tak mengurangi keindahan. Tetangga sebelah, yang baru selesai membangun rumah, juga menanami depan pagarnya dengan tanaman soka yang mulai berbunga.

Tanaman depan pagar rumah

Dan minggu pagi itu saya membongkar tanaman, mengganti tanah, kemudian merapihkannya. Tak terasa pekerjaan baru selesai 4 (empat) jam kemudian, tangan terasa panas. Setelah itu saya segera mandi, mencuci baju (biar tanah yang masuk ke dalam kuku bersih). Ternyata tangan saya walau sudah dicuci berulang kali masih bau kompos dan ada bau “kotoran” hewan. Saya jadi teringat waktu mengunjungi perusahaan jamur di daerah Wonosobo, dimana jamur tersebut di tanam pada kompos yang dibuat dari tanaman (jerami jagung/padi) dicampur tanah dan kotoran binatang (sapi, kerbau, kambing). Walaupun saya tak memegang tanahnya, sampai kembali ke hotel, rambut, baju, semuanya bau kompos dan membuat mabuk.

Sampai sore tangan saya masih berbau dan  menjadikan saya “agak pusing” padahal malam itu mau kondangan ke teman. Kemudian saya teringat pada masa-masa masih penelitian di S1, setiap hari berkutat di lapangan, dan jika gatal karena dirambati ulat (maklum saya mesti mencatat lingkar batang, lingkar daun dan lain-lain setiap hari), maka obat gosok cukup manjur. Jadilah sore itu saya mengoleskan obat gosok ke kedua telapak tangan. Dan ternyata memang manjur karena bau obat gosok lebih kuat dari bau bekas kompos.

Lain kali mesti pakai sarung tangan, tapi rasanya kurang enak, jika membongkar tanaman menggunakan sarung tangan. Tapi hasil kerja bakti lumayan juga, tanaman mulai terlihat segar, dan hujan yang turun setiap sore ikut mempercepat pertumbuhan tanaman tersebut.

Iklan

23 pemikiran pada “Bau kompos vs obat gosok?

  1. krismariana

    Bu Enny rajin sekali mengurus tanaman. Saya paling malas kalau disuruh mengurus halaman. Tapi senang kalau melihat tanaman yg tumbuh dg baik. Hehehe. Mau enaknya saja ya saya ini 😛

    Saya pusing kalau lihat halaman tidak hijau. Saat masih kecil, kata ayah saya, anak-anak mau pindah rumah jika ada tanamannya supaya bisa bermain dengan kupu-kupu. Sejak SD saya suka bermain ke rumah teman, pulangnya bawa tanaman yang bisa ditanam di halaman rumah. karena ayah melihat hobby ku ini, beliau membelikan pot-pot bunga untuk ditanami.

  2. adipati kademangan

    Tanaman anggreknya semakin bertambah koleksinya rupanya.

    Sebetulnya nggak juga, karena saya sadar tak mungkin menambah koleksi anggrek dengan luas halaman terbatas

  3. Kapan ya punya rumah yang bayak bunga2 gitu.
    kesannya adem 🙄

    Semoga nanti dapet istri yg suka bunga haha 🙂

    Kenapa mesti menunggu dapat isteri? Kan bisa dimulai dari sekarang

  4. Wah ….
    Halaman-halaman rumah dilingkungan bu EDratna asri sekali ya Bu …

    Dan mengenai Kompos …
    Memang benar bu baunya susah hilang …

    Salam saya

    Entah kenapa, baru kemarin yang rasanya bau banget, padahal saya suka bongkar pasang tanaman. Selain bisa untuk olahraga, juga mengurus tanaman bisa mengurangi stres

  5. kalo suka anggrek kudu beli kasa anggrek yang warna hitam itu bu untuk menyaring sinar matahari. kebetulan saya penggemar anggrek juga.

    Betul…masalahnya kalau udah diberi kasa hitam dan halaman sempit, jadi kurang indah.
    Apa boleh buat hanya saya taruh di bawah pohon, karena memang saya tak bermasud menambah tanaman anggrek lagi

  6. Wah, dulu saya lumayan rajin menanam tanaman hias di pot waktu tinggal di balikpapan. Seneng rasanya melihat tanaman yang saya tanam dan rawat sendiri jadi subur dan bagus.
    Sayang, waktu pindah ke sulawesi, semua tanaman itu terpaksa saya tinggal..
    Di tempat baru ini, saya malas menanam di pot..jadi hanya ada tanaman milik si pemilik di rumah kontrakan. dan saya juga nggak terlalu merawat tanaman di pot itu…payah banget deh saya ini…

    Iya Nana, saya terbayang sedihnya meninggalkan tanaman, apalagi tak yakin kalau ada yang merawatnya. Tapi dimana-mana saya meninggalkan tanaman, saat di asrama putri, saya punya kaktus lebih dari 60 pot…setelah lulus ya cuma diwariskan aja ke penghuni yang lebih yunior.

  7. Jadi pengen punya halaman asri dan indah seperti di foto-foto itu …

    BTW, ide untuk menghilangkan bau kompos dengan obat gosok boleh juga tuh … tapi nanti kalau bau obat gosoknya terlalu keras bisa repot juga Bu … hehehe 🙂

    Kemarin obat gosoknya minyak telon kok pak..jadi ganti bau bayi…hehehe

  8. ih ibu suka tanaman toh
    mirip ibuku 🙂

    Ibu-ibu memang cenderung suka tanaman…tapi ada juga bapak-bapak yang suka. Bahkan temanku cowok cinta banget sama tanaman, jam 4 pagi udah di halaman, dan rumahnya benar-benar indah, penuh tanaman berbunga

  9. Selamat pagi mbak Ratna. Dilingkungan mbak Ratna tetangganya rajin-rajin ….. di desa saya semuanya sibuk ke sawah. Sehingga rumah-rumah pada gersang hanya ada pohon-pohon rindang saja.

    Perlu lomba mungkin ya mBak …. nanti saya usulkan pada pak Wo (Kamituwo).

    Memang di daerah saya di dorong adanya lomba, juga rumah pak RW/RT nya penuh tanaman, walaupun kedua suami isteri bekerja di luar rumah. Menyiangi tanaman merupakan pekerjaan yang bisa membuat hati sejuk dan mengurangi stres

  10. Wah, Bu kalau Ibu pindah kemari pasti akan sangat senang karena di sini tanaman sangat diperhatikan bahkan oleh pemerintah…:))

    Saya jadi kangen Mama karena beliau juga senang mengurus tanaman seperti ini.

    Wahh pasti Don…saat ke Bisbane aja, anakku terheran-heran karena saya suka sekali melihat City cat mengarungi sungai, dan sungainya bersih, di kiri kanannya tanaman berbunga.

  11. ilyasafsoh.com

    menginspirasi rumah baru ku yang masih kosong

    Diisi dengan bunga aja..sayang rumahku kecil. Bunga dalam pot bisa menghias rumah, diletakkan di ruang tamu, ruang keluarga, bahkan di kamar mandi. Terasa segar, tapi harus rajin mengeluarkan agar juga terkena sinar matahari.

  12. barangkali menggunakan lotion pembersih tangan juga efektif untuk menghilangkan bau itu bu. saya pernah menggunakannya, tapi bukan setelah mengurus tanaman (lha wong gak punya banyak jhe), yakni setelah merendam pakaian putih dengan obat pemutih dan baunya masih menempel di tangan cukup lama… 🙂

    Lotion pembersih ternyata tak mempan…tapi ternyata dengan obat gosok mempan Uda…saya pakai minyak telon

  13. wow.. bnyk tnman di sekitar rumah bikin rumah jd sejuk.. di rumah, ayah dan ibu saya senang dengan tanaman dalam pot..

    Tanaman memang membuat sejuk

  14. wow, asri sekali ya di lingkungan sana. Jadi iri. Di sini rumah-rumah di sekitar tempat saya juga apik-apik. Ibu-ibu Jepang yang punya rumah (bukan apartemen) setiap pagi pasti berada di kebun, dan juga menyapu jalan di depan rumahnya. Tidak ada sehelai daunpun jatuh di jalanan. Hebat!

    Saya tinggal di apartemen sehingga harus puas dengan tanaman pot, yang juga harus rajin dipelihara, dan diganti setiap musim berganti. Jadi agak repot kalau punya tanaman di sini, setiap 3 bulan ganti jeh hehehe.

    EM

    Itu yang membuatku ngotot beli rumah di daerah sini. Walau habis itu tabungan ludes…..hehehe…tapi bernilai kok.
    Dulu tertariknya, saat malam hari ke sini, terasa asri dan segar, padahal hanya beberapa meter dari jalan besar yang hiruk pikuk.

  15. ..
    Wah jadi minder kalo deket bu Enny, lha wong saya tiap hari kerjanya disawah dan bau pupuk kandang..
    Kalo gak ke sawah jagain toko pertanian yg juga bau pupuk organik, minyak telon sebotol gak bakal cukup kayaknya he..he.. 😀
    ..
    Konsekuensi tinggal diperumahan kota besar lahannya seuprit..
    Untuk nanem bunga harus kreatif, saya pernah liat lomba kampung bunga disurabaya..
    Keren banget, gang kecil bisa jadi indah dan hijau..
    ..

    Septa, waduhh..lha saya kan dari pertanian. Dan biasa mengobok-obok pupuk kandang untuk dibuat kompos. Entah kenapa, rasanya dulu nggak bau banget, mungkin kemarin campuran dari kotoran hewannya belum cukup lama, serta lembab.
    Pekerjaan di sawah menyenangkan lho…..melihat tumbuhan hijau dan subur….

  16. tini

    hmmm, kapan yah bu saya bisa bongkar2 pot saya yg bisa saya hitung dengan jari?… pengen sih punya tanaman banyak, tapi bagian depan sudah habis buat carport dan teras bu, jd cuma beberap pot yg bisa nempel di situ…

    Halaman rumahku juga 90 persen untuk carport…namun dipinggirnya bisa di taruh pot tanaman agar terlihat hijau. Tak perlu banyak, namun asal di rawat, tanaman akan tumbuh dengan subur

  17. Perumahan memang menyediakan lahan yang terbatas sehingga tanaman pun disesuaikan dengan menggunakan pot. Tapi biasanya yang memilih posisi di pojok memiliki lahan yang cukup lumayan untuk ditanami pepohonan. Itu yang seringkali saya lihat di berbagai lokasi perumahan.

    Rumah dipojokan memang nyaman kalau pemiliknya suka tanaman, apalagi karena di pojok akan mendapatkan sinar dari berbagai sisi. Tapi saya lebih suka di tengah, karena aman, dan ada tetangga di kiri kanan rumah. Pernah kontrak rumah dipojokan terasa kurang nyaman

  18. Wieda

    Rajin oiii…. Saya klo berkebun ya make sarung tangan
    tapi resep untuk menghilangkan bau kompos harus diingat
    makasih mbak

    Memang sebaiknya pakai sarung tangan…tapi kok saya nggak sreg ya…enakan pakai tangan, habis itu cuci bersih pakai sabun

  19. menanam bunga memang bisa menghilangkan stress kali yah, bu. kalau pulang pengen punya rumah yang banyak tanaman juga ah:)

    Idem mbak imelda, karena di Jepang tinggal di danchi (sejenis rumah susun yang murah ) jadinya cukup puas dengan tanaman rindang dan bunga yang di tanam oleh developer.

    Fety, teman-teman di kantor sering menanam bunga di pot yang bisa ditaruh dalam ruangan. Ada beberapa jenis bunga yang memang cocok dalam ruangan sejuk, jadi agar segar Fety bisa menanam bunga untuk ditaruh di apartemen…ruangan kerjaku juga selalu ada tanaman bunga segar, rasanya hati ini jadi adem

  20. hwaaa kalo Ndutz mungkin tanamannya uda mati kali Bun 😛

    Lha kan gampang merawatnya, hanya di beri pupuk, dan disiram…tapi tanaman tahu kok kalau disayang, tanaman akan membalas dengan tumbuh subur dan berbunga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s