Developing HR Competency in Islamic Banking

Mengapa pengembangan SDM Bank Syariah sangat penting? Karena pertumbuhan Bank Syariah saat ini di Indonesia maju dengan pesat, namun Bank masih lebih fokus pada bisnis dan jaringan, akibatnya terjadi saling bajak membajak SDM Bank. Hal ini disebabkan kebutuhan SDM yang tinggi, namun belum diimbangi oleh SDM yang sesuai, oleh karena itu perlu segera dicarikan solusi nya

Dari data Bank Indonesia, posisi akhir tahun 2008 terlihat, bahwa jumlah jaringan Bank Syariah di Indonesia sebesar 1.024 dan pada akhir September 2009 meningkat menjadi 1.144. Pangsa pasar yang dimiliki Bank Sariah juga meningkat, dari 1,42 persen pada tahun 2005, pada akhir September 2009 telah meningkat menjadi 2,43 persen. Memang masih kecil jika dibandingkan dengan Bank konvensional, namun diperkirakan perkembangan Bank Syariah di Indonesia akan meningkat pesat. Jumlah pegawai yang bekerja di bank Syariah meningkat dari 5.996 orang pada akhir 2tahun 2005 menjadi 14.148 orang pada akhir  September 2009.

Kita bisa melihat, betapa menariknya perkembangan Bank Syariah ini, karena kita melihat ada banyak new comers yang masuk ke Indonesian Islamic Banking, antara lain:

  • OCBC NISP Syariah (Q4 2009)
  • Panin Syariah (Q4 2009)
  • Bank Sinarmas Syariah (Q1 2010)
  • Bank Jabar Banten Syariah (2010)
  • BCA Syariah (2010)
  • Bank Victoria Syariah (2010)

Kondisi ini akan meningkatkan jumlah permintaan terhadap SDM Syariah, yang diperkirakan akan meningkat 20 persen pada tahun depan. Andi Buchari, memberikan ilustrasi bahwa: Pada Desember 2007, jumlah total asset Rp.36,5 triliun, pangsa pasar 1,84 persen dan jumlah SDM yang diperlukan sebesar 8.063 orang. Maka diharapkan beberapa tahun ke depan, saat pangsa pasar mencapai 5 persen, total asset diperkirakan naik menjadi Rp.92 triliun, maka akan dibutuhkan tenaga kerja  22.521 orang, berarti ada kebutuhan 14.458 orang. Tentu saja ini akan menggembirakan karena masih banyaknya jumlah pengangguran berpendidikan tinggi di Indonesia. Di satu sisi terjadi kesenjangan, karena jumlah SDM yang belum terserap tersebut, pada kenyataannya tak mudah segera dipenuhi karena adanya beberapa hambatan. Key competencies of Sharia Human resources, adalah: a) Banking knowledge, b) Sharia knowledge, c) Managerial skill, d) Attitude and behaviour, e) Immediate result (productivity).

Dari pengalaman, di Indonesia terdapat isu dalam industri syariah banking, yaitu:

  • Lack of Resources with adequate experience
  • Lack of interest to enter Sharia as the Sharia industri itself is perceived as “Moslem exclusive” sector and having a lot of barriers
  • Higher expectation to Sharia bankers (perception as 2 nd grader bankers is not true)
  • Sharia worker has “ibadah” midset more than “Professional” mindset…..Sharia need both!!
  • Perceived as “wait and see attitude (less initiative)”: Not True!!

Dari hasil mapping Sumber Daya Manusia di Perbankan, dapat diketahui kekurangan dan kelebihan, serta perbedaan antara Bank Syariah dan Bank Konvensional, yang dapat dilihat di bawah ini.

Sharia Bankers:

Kekuatan:  a. Strong Sharia compliance knowledge, b. Strong knowledge & sense on industry needs, c. Strong network sharia industry players, d. Sharia attitude.

Kelemahan: a. Limited resources (quantity & quality), b. Limited international exposure, c. Mostly non aggressive people, d. Strong “ibadah” mindset.

Sedangkan Conventional Bankers:

Kekuatan: a. Strong banking exposure, b. Wider banking business sense, c. Wide advance products range, d. More aggresive.

Kelemahan: a. Lack of sharia knowledge, b. If conventional bankers are jumping in the sharia industry, will have culture shock, c. Lack of network with sharia industry players.

Blue Print Bank Indonesia tentang SDM Bank Syariah menegaskan bahwa, untuk mendapatkan perbankan Syariah yang efisien, memberikan sharia service excelent, dan berkontribusi bagi perekonomian nasional, maka diperlukan: 1. SDM berkualitas tinggi, 2. Struktur perbankan yang efektif, 3. Pemberdayaan nasabah yang efektif, 4. Kepatuhan pada prinsip syariah yang tinggi, 5. Regulasi dan supervisi yang efektif, 6. Infrastruktur yang mendukung, dan 7. Aliansi strategis yang sinergis.

Bank Syariah telah menetapkan Pilar untuk mengembangkan SDM berkualitas tinggi sebagai berikut:

Sasaran pengembangan:

1) Untuk  Project Assessment: mampu menilai proyek usaha secara akurat sesuai dengan nilai ekonomisnya. 2) Kondisi industri saat ini: a. Kapasitas masih terbatas, b. Sejumlah lembaga riset, pendidikan dan kondisi usaha sudah mengembangkan keahlian project assessment. 3) Inisiatif strategis 2009-2012: a. Kerjasama dengan lembaga riset, pendidikan dan konsultasi penyusunan materi project assessment. b. Mempersiapkan materi assessment bagi Program Sertifikasi Bank Syariah. 4) Inisiatif strategis 2013-2015: a. Mendorong peningkatan kualitas assessment oleh Bank melalui program sertifikasi. b. Updating materi Sertifikasi bank Syariah.

1) Untuk Managerial skill: Mampu menghasilkan keputusan manajemen yang baik dan aspek SDM, keuangan syariah, operasional Perbankan dan marketing, 2). Kondisi saat ini: a. Sejumlah pengembangan dalam peningkatan SDM khususnya pada area operasi Perbankan, b. Kerjasama strategis dengan pusat riset Perbankan, c. Keberadaan kompetitor SDM dari negara asing. 3) Inisiatif strategis 2009-2012: a. Kerjasama dengan lembaga riset dalam pengembangan kemampuan managerial skill bagi bank Syariah, b. Penyusunan awal materi pendidikan dan pelatihan managerial skill, c. Mempersiapkan materi assessment bagi program Sertifikasi Bank Syariah, 4). Inisiatif strategis 2013-2015: a. Peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan managerial skill, b. Updating materi sertifikasi Bank Syariah.

Untuk Kompetensi penerapan prinsip syariah: Setiap level managerial mampu menerapkan prinsip syariah dalam aspek transaksi, operasional dan GCG dalam kerangka market discipline. Dalam kondisi saat ini, proses pengembangan pengertian syariah sudah mulai berjalan, namun implementasi belum komprehensip. Inisiatif strategis: a. tahun 2009-2012: i) Kerjasama dengan lembaga riset dan sertifikasi untuk penyusunan best practice manajemen umum dan risiko, ii) pengembangan materi pendidikan dan pelatihan. b. tahun 2013-2015: Peningkatan kompetensi dan kualitas penerapan prinsip syariah dalam transaksi GCG.

Dari tulisan di atas diperoleh kesimpulan bahwa Perbankan Syariah di Indonesia masih dalam tahap growth, memerlukan SDM  dalam jumlah besar dengan kualifikasi yang prima. Hal ini merupakan tantangan bagi perguruan tinggi, akademi untuk mencetak para calon SDM yang akan bergabung dengan Perbankan Syariah. Dan merupakan kewajiban kita bersama, agar para junior bisa memenuhi persyaratan yang diperlukan untuk masuk dalam Perbankan Syariah, agar jangan sampai nantinya kita kalah bersaing dengan Bank asing yang juga semakin banyak masuk ke Indonesia. Hal ini tak dapat dihindari, karena pengaruh globalisasi, dan hanya dengan daya saing tinggi kita dapat berkarya.

Catatan: Di sarikan dari ceramah yang diadakan oleh LPPI tanggal 30 Nopember 2009 dengan judul “Prospek Industri Keuangan dan Perbankan tahun 2010.”

Bahan Baacaan:

Buchari, Andi, Ir.H.MM. “Developing HR Competency in Islamic Banking.” Dibawakan dalam ceramah sehari “Prospek Industri Keuangan dan Perbankan tahun 2010”, yang diadakan oleh Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia. Ruang Serba Guna, LPPI, Kemang. Jakarta, 30 Nopember 2009.

Iklan

6 pemikiran pada “Developing HR Competency in Islamic Banking

  1. Soal bank syariah, meski sama-sama Mandiri, misalnya, yang syariah bukan dianggap sebagai bank yang sama dengan yang konvensional ya Bu?

    Jelas sangat berbeda….karena prinsip dasarnya berbeda. Saya pernah membahas sebelumnya…sudah agak lama

  2. kalau melihat perkembangan marketing yang semakin flat saja. rasanya keunggulan emotional value dari syariah islamic banking bisa meningktkan brand dan cult nya

    Bank Syariah di masa depan akan semakin berkembang di Indonesia

  3. utaminingtyazzzz

    bicara bajak-membajak SDM perbankan, saya jadi malu sendiri.

    Saya punya rencana pindah ke Syariah, Bu.. terkait dengan rencana menikah. Yah, tentunya Ibu bisa menebak kalo pasangan saya teman sekantor, makanya salah satu harus pindah, hehehe

    Doakan segalanya lancar ya, Bu, baik kepindahan maupun pernikahan saya.

    Kenapa malu? Bajak membajak suatu hal yang wajar jika antara kebutuhan dan penawaran belum match..apalagi buat Mieke yang akan menikah dengan teman sekantor (salah satu harus keluar). Sama-sama TSI kah? Saya kenal?
    Selamat ya, semoga semuanya berjalan lancar…jadi ke bank Syariah manakah? Muamalat? BRI Syariah? Bank Mandiri Syariah? Atau yang lain? Bahkan Bank-bank asing pun tertarik masuk ke Bank Syariah ini, tahun 90 an studi banding Bank Syariah malah ke London.

  4. Meski memilik prospek yang bagus, masih saja ada yang mencibir bank syariah, bahkan dari kalangan Islam. Saya jadi ikut sedih. Kalaupun masih ada kekurangan dalam bank syariah, mari kita perbaiki bersama, termasuk soal SDM-nya. Ibu bisa mengambil peran itu. Semoga Allah membalasnya dengan pahala berlimpah. Amin.

    Yang mencibir karena tidak tahu pak, walau saya belum pernah di tempatkan di unit ini, beberapa kali ikut seminat tentang Sharia Banking, saya menyadari di masa depan Bank Syariah makin berkembang.

  5. utaminingtyazzzz

    iya, Bu.. sama-sama TSI, teman seangkatan, lagi!

    sekarang sedang proses di BRI Syariah di IT Dept juga. Di sana menyebut Dept untuk istilah Divisi.

    Selamat ya…semoga semuanya berjalan lancar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s