Jika rasa aman menjadi semakin mahal…..

Pindah dari kompleks rumah dinas yang satpamnya siaga 24 jam ke rumah sendiri, membuat  kami harus benar-benar memikirkan keamanan rumah. Semua jendela bertralis,  pagar setinggi dua meter, berujung runcing, pintu pagar selalu terkunci dan dipasang fiberglas sehingga tak terlihat dari jalan. Awalnya saya dan suami ingin pagar terbuka sehingga terlihat dari jalan, namun ternyata beberapa menit sekali ada saja orang yang datang, entah meminta sumbangan, menanyakan alamat dan sebagainya. Setelah saya perhatikan, ternyata tetangga kiri kanan pagarnya tertutup rapat semua, sehingga kalau pagar terbuka dan terjadi apa-apa tetangga juga nggak bakal melihat nya. Anak sulungku mengeluh, kok kita kayak dipenjara,  namun saya jelaskan, bahwa risiko tinggal di dalam kota seperti ini.  Perasaan ini akibat kami terlalu lama tinggal di rumah dinas, sejak si sulung belum berumur setahun sampai dia berumur 24 tahun,  yang  pagar nya terbuka dan kalau siang tak pernah dikunci.

Lanjutkan membaca “Jika rasa aman menjadi semakin mahal…..”