Mengapa kebijakan dalam pinjaman mikro perlu dibuat secara sederhana?

Dalam suatu perjalanan ke berbagai daerah, sangat menarik untuk melihat, bagaimana usaha kecil dan mikro terus berkembang. Terkadang usaha tersebut terlihat nyaris tak bergerak, seperti misalnya, jika saya pulang ke kampung, masih ada warung soto di jalan ke arah rumah saya. Rasanya warung soto itu tak pernah berubah sejak saya SMP, namun jika mampir ke sana, kemudian mengobrol dengan pemiliknya, ternyata warung soto itu telah menghasilkan 5 (lima) orang Sarjana, dari hasil warung soto tersebut. Dan mengapa si bapak tadi tak berniat untuk memperbesar usahanya? Jawabannya, adalah karena dia menyenangi kehidupan dan lingkungannya, serta telah merasa puas akan pencapaiannya.

Lanjutkan membaca “Mengapa kebijakan dalam pinjaman mikro perlu dibuat secara sederhana?”