Oleh: edratna | Februari 4, 2010

Ruang kerja, mencerminkan karakter pemiliknya?

Konon katanya, cara seseorang menilai bagaimana karakter seseorang, dilihat dari penataan ruang kerjanya. Apakah buku-buku atau dokumen kerjanya tertata rapih, atau mejanya berantakan? Kalau hanya dilihat disini, meja kerja saya tak pernah rapih, kecuali jika saya tidak sedang bekerja. Apalagi suami saya, tumpukan buku, makalah, draft berserakan di meja, dan orang lain tak bisa merapihkan, karena nanti pemiliknya akan kebingungan mencari jika meja dibersihkan orang lain.

Saya ingat kata-kata seorang dosen, bahwa setiap manusia mempunyai cara belajar masing-masing yang unik, yang tak bisa dibandingkan satu dengan lainnya. Demikian juga dalam cara bekerjanya. Saya melihat ini dari lingkungan terdekatku, karena saya sendiri termasuk orang yang tak bisa diminta mendadak mengerjakan sesuatu, bisa sih, namun hasil tak optimal. Saya termasuk orang yang suka merencanakan, menikmati prosesnya, dan bagaimana penyelesaiannya, memantau atau mengevaluasi hasil. Namun hal ini sepertinya tak menurun pada anak-anakku. Saya perhatikan, anakkuΒ  pada saat dikejar dead line, baru keluar semua performa terbaiknya. Saya juga membuat jadual acara, biasanya saya tulis di papan tulis kecil, agar selalu diingatkan apa yang telah saya janjikan pada orang lain, janji temu, janji rapat, janji mengajar.

Agenda acara tercatat di papan tulis

Agenda acara tercatat di papan tulis kecil

Namun, untuk janji dan pekerjaan yang tak berkaitan dengan kantor, cukup saya tulis dalam buku kecil, yang selalu saya bawa kemana-mana, serta di tulis juga dalam handphone untuk mengingatkan. Tanpa itu, acara saya bisa berantakan, apalagi makin tua, rasanya kok makin mudah lupa. Bagaimana jika sedang bosan dan capek? Diantara waktu kerja, saya suka melongok dari jendela melihat kepadatan lalu lintas Jakarta.

Jika bosan, bisa melihat kepadatan lalu lintas dari balik Jendela

Untuk memudahkan mencari, saya membuat pengarsipan yang memudahkan untuk mencari dokumen yang diperlukan. Dan susahnya, jika ini dipindahkan orang lain, saya akan kebingungan, sehingga baik suami dan anak-anak saling menghormati untuk tak saling mengganggu area kerja masing-masing.

Jika bekerja di rumah, dalam persiapan mau bekerja, jika mau serius, di rumah pagi2 saya pasti sudah mandi, makan, dan mulai duduk di meja. Meja pun harus bersih dulu, karena pusing jika melihat semua berserakan…buku atau dokumen yang akan mendukung proses kerja juga telah disiapkan dulu, barulah saya mulai bekerja, dan hanya berhenti saat makan siang dan sholat.

Meja kerja kecil, yang jika ditutup menjadi lemari

Jika sudah demikian memang saya tak kenal waktu….dan maaf..kadang adikku datang pun dicuekin, dia juga tahu jadi hanya bicara seperlunya, namun ini jika saya benar-benar sedang dikejar waktu. Jika bahannya banyak, terkadang terpaksa meja makanpun dipinjam untuk tempat kerja, biasanya jika ada tugas mengajar dan perlu diskusi dengan teman guna membuat bahan ajar, diskusi terpaksa dilakukan meja makan.

Seperangkat komputer, dengan kabel internet bergelantungan, untuk mengetik bahan ajar, proposal pelatihan, dll

Saya juga tak suka ngemil, karena jika ngemil, konsentrasi saya buyar…aneh ya? Ini berbeda dengan suami, yang semakin sibuk, semakin ngemil. Jadi biasanya, jika suami bekerja di rumah, di meja sudah disiapkan berbagai kudapan (yang sehat tentunya, karena sudah tak boleh makan gorengan,. telor, serta yang lemak).

Bagaimana dengan anda, karena setiap orang pasti mempunyai karakter yang berbeda dalam menghadapi pekerjaan.

Iklan

Responses

  1. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Saya sering kali bingung jika berkaitan dengan pengarsipan. Kadang memerlukan waktu yang lama untuk mencari berkas yang sudah lama tersimpan.

    Berarti koleksi bukunya perlu dilakukan pengarsipan agar mudah mencari

  2. (maaf) izin mengamankan KEDUA dulu. Boleh kan?!

    Kalau sempat, ditunggu untuk ikutan resik2 di biru hati biru bumi | biru selalu

  3. kunjungan perdana, salam kenal bu ratna, sependapatm apabila ruang kerja kita bagus maka itu pula kepribadian kita, kalau kacau maka kacau juga jiwa dan perilaku kita, nice info . salam hangat dan persahabatan selalu

    Salam kenal juga, makasih telah berkunjung

  4. sepertinya tidak pernah saya menolak apapun yang bunda posting, selalu saja bermanfaat
    wah gimana saya bisa mencontoh ibu yangkonsisten

    Syukurlah jika tulisan sederhana ini ada manfaatnya

  5. untuk kerapihan meja kerja, biasanya saat-saat kejad deadline banyak kertas-kertas print out sebagai bahan berserakan di meja dan setelah naik cetak meja baru rapi, dan ini selalu berulang setiap bulannya

    Benar pak, namun setelah selesai biasanya dirapihkan lagi kan? Kadang memang kalau lagi sibuk memang tak sempat membenahi meja kerja

  6. Dari cara ibu menyusun ruang kerja keliatan hasil2 yang sudah dicapai.. πŸ™‚

    Ruang kerja saya dulu waktu di kantor sendiri adalah jadi satu dengan kasur.. alhasil malah molor melulu πŸ™‚

    Ya itu yang bahaya Don, kasur terasa melambai-lambai menggoda iman untuk segera dikunjungi.
    Itu godaanku sekarang karena ruang tidur hanya di sebelah ruang kerja

  7. Kalau ruang kerja saya di kantor walaupun terasa “nyaman” yaitu ada satu buah LED TV tambah satu buah LCD TV tambah lemari es seperangkat audio tambah DVD (komputer dah pasti) tambah WC + shower pribadi plus kamera CCTV **halaah** tapi tetep aja berantakan juga bu! Dirapihkan biasanya seminggu sekali kalau akhir minggu. Belum lagi sampah kertas bu, biasanya saya kalau buang kertas bekas yg nggak terpakai lagi kaya orang main basket. Keranjang sampahnya agak jauh dekat pintu lantas saya buangnya kayak orang melempar bola basket. Kalau masuk keranjang ya syukur, kalau nggak ya nanti kalau kebetulan lewat pintu dan inget masukin itu kertas ke keranjang sampah atau tunggu sampai ada OB yang masukin ke keranjang sampah! Walhasil sampah2 kertas banyak berserakan! Tapi kalau sampah organik atau bekas makanan begitu, ya nggak ada bu! Huehehe….

    Ruang kerja di kantor saya, biasanya office boy hanya merapihkan lantai pak, nggak berani ngotak atik di meja kerja. LCD TV? Beberapa teman melengkapi dengan peralatan tsb, namun karena dulu saya lebih banyak berada di ruang meeting, masuk ke ruang kerja hanya saat pas istirahat…dan males juga nonton TV. Sekarang apalagi…kerja saya paruh waktu, jadi kalau ke kantor sudah berderet pekerjaan yang terkait dengan koordinasi dengan orang/pihak lain, karena yang lain dikerjakan di rumah

  8. Meja kantorku? Berantakan! Rapinya paling seminggu, berantakannya dua bulan penuh.. hihihi…

    Waduh La..sibuk buat novel….hehehe?
    Kalau dirapihkan nanti inspirasinya hilang….

  9. waw setuju sekali, kalau menurut saya tidak hanya ruang kerja tetapi juga kendaraan juga mencerminkan pemiliknya….

    Katanya sih begitu…..tapi berantakan tidak berarti jelek kan? Malah kemungkinan lagi banyak mendapatkan proyek?

  10. belum ada ruang kerja sih, jadi belum bisa memberikan pendapat lain, tapi kayaknya patut dicontoh bu ketika saya punya ruang kerja permanen πŸ˜€
    oia ada juga yang kadang memasang foto keluarga di ruang kerjanya ya bu… wah berarti orang itu cinta keluarga πŸ™‚ hehe

    Banyak sih memang yang menampilkan foto keluarga…tapi saya termasuk yang enggak…foto keluarga cukup disimpan di dompet dan di hati….mungkin saya juga tak termasuk suka mengubah desain ruang kerja, yang penting nyaman

  11. Kunjungan perdana nich.
    Salam knal buat anda, sukses slalu buat anda!
    Ditunggu kunjung baliknya!

    Salam kenal juga, makasih kunjungannya

  12. Klu membicarakan ruang kerja, baik dirumah ataupun dikantor, sangat buruk rupanya, dokumen berserakan dimana-mana dan malangnya hanya saya sendiri yg tahu dimana letak dokumen yg akan dibuthkan, namun pada saat akan cuti, dokumen telah tersusun rapi kok Bu, jadi klu ada audit masuk, saya ga harus kekantor untuk mencarikan dokumen yg diminta,… heheheheh

    Memang kayaknya sebagian besar orang seperti itu. Tapi kalau dikantor (kecuali memang dokumen rahasia…R..yang hanya boleh diketahui atasan) biasanya bisa diakses orang yang memang punya kewenangan, dan tugas sekretaris untuk mengawasi agar dokumen tsb kembali.

  13. wah sama, saya kalo lagi sibuk banget malah jadi gak pernah berasa laper lho. hehehe.

    Betul…..soalnya tahu-tahu waktu udah lewat…padahal kalau tak terlalu sibuk malah berasa lapar

  14. ..
    Saya nggak punya meja kerja buk,maklum orang lapangan..
    jd nggak bisa di lihat karakternya dong..
    πŸ™‚
    Tp kalo sibuk, saya mirip suami bu Enny..
    Suka ngemil..
    hehehe

    Hahaha…betul sekali…orang lapangan dilihat dari hasil karyanya? Ngemil? Bagaimana bisa ngemil kalau dilapangan? Apalagi jika tangan bergulat dengan pupuk organik?
    He..he..
    ..

  15. Hhmm..Belum punya ruang kerja sendiri ..Hiks…his… T_T

    Tapi…punya meja belajar kan?

  16. Wah Bu Enny belum lihat ruang kerja saya, keduanya sama-sama berantakannya … Setiap akhir semester sebenarnya ingin membereskan, tapi karena sudah parah belum selesai beres-beres sudah mulai semester baru lagi … hehehe πŸ™‚

    Wahh kapan-kapan mesti diintip nih pak….tapi memang ruangan dosen biasanya mejanya penuh buku kan?

  17. runag kerja saya sekarang hanya di dapur, dan tentunya bersih mengkilap he he.
    salam.

    Waduhh…kalau ke dapur terus si mbak bisa ngambeg, soalnya itu kerjaan dia. Dan dia akan bertanya…”Ibu pengin masak apa sih? Saya aja yang masak?”…hehehe

  18. ur are what u eat πŸ˜€

    Maksudnya???

  19. Walaupun saya cukup teratur berencana dan terorganisir, tapi dari dulu, saya selalu menanamkan di benak ini: harus bisa kerja dalam segala kondisi. Jadi, kadang-kadang kalau harus kerja di tempat yang berantakan, ya bisa aja :D. salam kenal bu πŸ™‚

  20. Saya juga termasuk orang yang susah merapikan ruang kerja. Buku-buku berserakan di mana-mana. Rak buku terkadang malah bercampur sepatu. Terkadang kalau bepergian, saya bawa 1 atau 2 buku sebagai teman. Susahnya, saya juga pelupa hingga buku pun sering ketinggalan dan raib.

    Orang yang suka baca, biasanya raknya berantakan. Buku sayapun belum diarsipkan dengan benar…biasanya saya kumpulkan menjadi satu untuk satu topik untuk memudahkan pencarian.
    Kalau kemana-mana sih saya juga bawa buku, biar nggak bosen dijalan atau terpaksa menunggu antrian

  21. kalo saya kerjanya dirumah…pake kasur ajah, depannya laptop, dengan posisi tengkurep…itu berarti saya begimana yah? πŸ˜€

    Waduhh kalau kerjanya dikasur, ya bisa langsung tidur….dan tugasnya tak selesai

  22. ibu, saya jadi ingat kepada seorang ketua program studi saya di negeri jiran. setiap saya sowan ke sana dan bertandang di kantornya, saya selalu rikuh harus duduk di mana, karena semua tempat penuh terisi tumpukan buku, jurnal, dan kertas! tidak rapi sama sekali. tanpa ditanya beliau melaporkan sendiri kalau dia memang tidak pernah mengizinkan siapa pun merapikan ruangannya karena justru bila dirapikan dia tidak mampu mencari benda-benda yang dibutuhkannya. dalam keadaan ruangan yang bagai kapal pecah itu, dia bisa menemukan apa pun yang diperlukannya.

    saya ngakak banget deh mendengar penuturannya.

    Itu khas ayah saya alm dan menurun (lho! kok menurun) ke menantunya…alias suami saya.
    Makanya saat DM ke rumah hanya di lantai satu aja…lantai berikutnya kacau balau deh. Tapi memang benar, katanya kalau penuh buku, ide2nya malah keluar. Ya, setiap orang punya gaya masing2 dalam bekerja atau belajar

  23. Meja saya agak berantakan Bu…lha wong saya ini glethak-glethek…tapi kalau lagi kumat rapinya, meja saya bisa rapi juga hehe…

    Saya termasuhk orang yang nggak suka dengan hal-hal yang mendadak… selalu saya mulai sedikit demi sedikit..kalau mendadak, nggak puas dengan hasil akhirnya…

    Ternyata Nana mirip saya, semuanya berproses dan menikmati setiap kemajuan prosesnya.
    Hmm saya memang nggak gletak gletek, karena pelupa, jadi berantakannya karena banyak catatan, di tempel di kompie, didinding, di lemari…untuk mengingatkan hal-hal yang harus dikerjakan

  24. waaa.. kalo saya agak brantakan bu.. hehehehe.. dan yang pasti harus ada kopi, maklum lah pekerja malam….

    Kopi? Saya dulu pencinta kopi…tapi setelah kena sakit maag, terpaksa kopi hanya sesekali….karena perut bisa perih

  25. saya masih susah nih bu merapikan meja kerja (doh)

    Yang penting tetap bisa mengerjakan tugas kan?

  26. kalo saya suka yang rapi, well organized. dokumen dan barang yang gak relevan lagi hrs disingkirkan. setelah kerjaan beres harus rapi semuanya, sekalian supaya orang lain rikuh kalo mau nebeng πŸ˜€

    Nebeng? Memang mejanya jadi satu?
    Dokumen yang dibuang ada aturannya, dokumen keuangan harus tersimpan selama 30 tahun

  27. Blog yang bagus, salam kenal dari saya anak SMK yang lagi ngebet nulis di blog, kasih komen blog saya di http://www.namakuastriani.blogspot.com. trim

    Salam kenal juga, makasih telah berkunjung

  28. ternyata ruang kerja saya semrawut, berantakan campur aduk
    saya gak ngerti termasuk ketegori apa saya ini

    Tenang pak…kalau lihat blog bapak, saya bisa menilai bahwa bapak termasuk orang yang menguasai masalah…saya banyak belajar di budies.info

  29. kalau “goa” saya yang di rumah, sulit untuk dikatakan rapi. ada tumpukan di mana-mana. orang rumah tak berani memindahkannya, kecuali menyapu lantai dan membersihkan debu yang ada di situ. saya sudah wanti-wanti, kalau bukan saya yang merapikan, jangan ada yang coba-coba, hehehe… πŸ˜€

    tapi, bukan berarti kesemrawutan itu akan berlangsung lama. paling seminggu sekali akan saya rapikan lagi, dan setelah itu berantakan lagi, hahaha…

    Berarti..kalau melihat meja Uda lagi berantakan, artinya uda sedang sangat sibuk dan jangan diganggu

  30. kalau saya udah didepan komputer ska lupa, apalagi jika ada konsep yg hrus dibuat untuk pelatihan, tpi ngemil jalan ….

    Memang kalau lagi didepan kompie suka lupa waktu….hmm pelatihanmu berjalan lancar, Hedi?
    Sayang kalau ke Bandung tak bisa lama…bisa menengok proyekmu

  31. berantakan biasanya emang kalo lagi dipake bu.. tapi kalo dah mo pulang ya di rapiin lagi. tapi kalo di rumah, karena masih berdua doank dengan suami, lebih santai alias ngga terlalu rapi2 amat, hihi. berarti ini mencerminkan apa ya? πŸ˜€

    Biasanya kalau punya anak kecil, rumah tak bisa rapih…
    Dan ruang kerjapun, kalau rapih, berarti lagi tak banyak pekerjaan

  32. Menyentil interaksi saya dengan meja kerja di kantor. Sudah dapat ukuran paling besar, tapi tetap tidak bisa menampung pekerjaan saya. Walhasil sering melipir ke meja kerja tetangga dan mendapatkan teriakan, “Ini dokumennya siapa, sih?!?”

    Ini kunjuangan pertama, salam kenal Ibu.

    Salam kenal juga, makasih telah berkunjung

  33. meja kerjaku berantakan, Bun..
    kalo di rumah biasanya ngetik di atas kasur..atau di karpet depan tipi…hehe πŸ˜‰

    Waduhh kalau diatas kasur, saya bisa langsung tidur nyenyak…hehehe

  34. wahhh keren deh bunda…
    hebat ya bunda teratur sekali…
    aku suka ruang kerjanya.

    kalau aku membiasakan selalu ada bunga di depan meja πŸ˜€

    Bunga? Wahh itu khas cewek …saya nggak pake bunga, takut ketabrak file…hehehe…ketahuan kalau kerja grubag grubug

  35. Saya lebih enjoy memulai pekerjaan dengan meja yang tertata rapi. Kalau sudah berantakan rasanya jadi enggan. Tapi klau sudah serius kerja bisa sampe lupa makan deh…

    Hmm ada juga orang yang makin ngemil jika kerjaannya banyak

  36. hmmm saya memang pantas jadi dosen mungkin ya. Keturunan papa juga, dimana-mana ada buku dan dokumen kertas dan ujian mhs.

    Soal kerjaan mendadak, kalau saya malah senang. Kadang memacu adrenalin dan menguji kita bisa atau tidak melampaui semua. Dan untuk saya jarang grogi. Makanya sering ditodong nih bu, tapi ya sedapat mungkin memang direncanakan karena dulu sih susah cari jadwal kosong. Sekarang susahnya musti ngatur dua krucil hehehe.

    EM

    Mungkin karena saya juga berasal dari keluarga dosen dan guru (ibu), jadi bisa toleran untuk rumah yang berantakan penuh buku…
    Kerjaan mendadak? Tergantung kerjaannya sih…yang bikin grogi kalau pada saat yang sama adalah jadual si mbak pulang kampung, atau anak sakit, atau acara keluarga lain. Tapi semakin anak besar, masalah kerjaan mendadak, tak terlalu repot lagi…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: