Oleh: edratna | Februari 21, 2010

Mengubah strategi, bisakah?

Kita masing-masing, entah tertuliskan atau hanya dipikirkan dalam hati, pasti punya mimpi atau angan-angan, atau tujuan dalam hidup ini. Mungkin mimpi itu sudah terarah, seperti ingin melanjutkan kuliah S2 setelah bekerja 5 (lima) tahun, atau jika seorang wirausaha bermimpi agar pada tahun ke tiga, omzet penjualan rata-rata per bulan telah mencapai Rp.500 juta. Pada kenyataannya, terkadang di tengah jalan kita harus mengubah strategi. Misalkan A menjadi lebih cepat melanjutkan kuliah S2 karena ada kesempatan mendapatkan beasiswa dari perusahaan tempatnya bekerja. Atau, ternyata keadaan tak sesuai harapan, krisis ekonomi global membuat suasana kurang kondusif, sehingga mimpi tersebut harus diubah, dan dilakukan penyesuaian. Diantara orang-orang yang mau mengubah mimpinya, ada banyak orang yang langsung menyerah di tengah jalan.

Bagaimana sebaiknya? Kita berada dalam suatu lingkungan internal maupun eksternal, danΒ  lingkungan eksternal ini terkadang sulit kita kendalikan. Oleh karena itu, kita harus tetap mengarahkan tujuan pada mimpi kita, walau terkadang harus tertunda. Dan terkadang kita mendapatkan kesempatan kedua, namun bisa juga kita tak pernah mendapat kesempatan lagi setelah kesempatan pertama lewat. Terkadang kita lupa, bahwa masing-masing orang melalui proses yang berbeda, mempunyai jalan hidup yang berbeda dalam meraih mimpi-mimpinya. Pada saat ada penghalang atau hambatan di tengah jalan, kita bisa berhenti sejenak untuk mempelajari dan mengevaluasi diri sendiri. Proses ini penting, karena setelah mempelajari letak kelemahan dalam proses tersebut, setelah berhasil diperbaiki, kualitas akan meningkat, dan kesempatan akan datang sendiri.

Jika kita bekerja dengan sepenuh hati, memperhatikan kualitas, pelanggan yang puas akan datang kembali, dan kepuasan pelanggan ini sangat penting. Banyak contoh di kehidupan nyata, pelanggan yang puas akan menceritakan pada teman-temannya, dan suatu ketika datang tawaran yang tak terduga. Inilah yang dimaksudkan dalam alinea diatas, bahwa mempelajari proses dan evaluasi diri sangat penting dalam meningkatkan kualitas. Ada atau tidaknya kesempatan sebenarnya sangat tergantung pada pola pikir kita. Jika kita menganggap kesempatan telah lewat dan tak datang lagi,Β  sehingga membuat kita kecewa, akan mempengaruhi proses kerja kita sehingga tak mampu bersaing dengan pihak lain. Padahal, dalam kehidupan sehari-hari, apapun yang kita kerjakan, kualitas kerja ini harus merupakan tujuan agar dapat bersaing. Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berusaha bekerja dengan kualitas prima, karena kesempatan sering datang tak terduga.

Iklan

Responses

  1. yah kita emang harus punya cita2 dan impian, dan punya strategi, dan berusaha….

    dan juga berdoa. karena pada akhirnya semuanya Tuhan yang menentukan… just go with the flow.. πŸ™‚

    Yup betul…tanpa mimpi kita tak tahu tujuan kita.
    Tanpa strategi, kita tak tahu jalan untuk mencapainya

  2. dulu impian saya ingin menjadi guru,krn terinspirasi dr para bapak dan ibu guru yg pintar2 sewaktu masih sekolah dulu.
    lalu, tiba2 harus berubah haluan menjadi seorang awak kabin, krn ingin jalan2 keluar negeri gratis tapi dibayar he he.
    salam.

    Dan perubahan strategi itu ternyata menyenangkan ya…bisa jalan-jalan ke luar negeri dan dibayar
    Perubahan strategi yang lebih menyenangkan bunda

  3. kalo strategi mungkin bisa diperbaharui, diganti, ditambahkan, atau dikurangi, namun tetap pada tujuan yg sama πŸ˜€

    Betul Arul…tujuan sama…namun kadang tujuanpun bisa berbelok, asal tetap untuk hasil yang bagus dan bermanfaat

  4. intinya tetap memiliki integritas yang tak boleh kendur ya, Bu?

    Betul Don, dan mesti selalu menyemangati diri sendiri jika mulai terasa mendatar

  5. Mengevaluasi diri sendiri…. πŸ™‚
    Setuju bu.. ini penting. Dari sini bisa mengetahu hal-hal mana yang perlu diperbaiki πŸ™‚

    Betul Eka….introspeksi dan evaluasi, untuk kemudian maju lagi dengan perbaikan…

  6. Siap bunda
    saya harus cerdas dan bekerka keras πŸ™‚

    Semangat Achoey…apalagi seorang wirausaha harus kreatif dan cerdik agar bisa terus bersaing

  7. menerapkan strategy yang tepat, pada waktu yang tepat.

    pengalaman dan buku bisa banyak membantu.

    salam kenal.

    Yup…dan belajar juga dari pengalaman orang lain

  8. mbak ratna, gimana kalau untuk profesi seperti saya? pengajar honorer yang upahnya minim per bulan.

    sementara saya ingin melanjutkan kehidupan.

    Lho! Bukankah memikirkan bagaimana memperbaiki keadaan merupakan strategi untuk mengatasi hal itu?
    Saya dulu juga bekerja mulai dar gaji kecil, pas-pas an banget…tapi memaksa harus ada yang ditabung….sambil mencari celah bagaimana agar karir bisa berkembang, apa persyaratannya dan bagaimana memenuhinya….

  9. kadang kadang tanpa strategi tapi terseret arus kehidupan bisa membawa berkah nantinya untuk usaha selanjutnya asal selalu dipelajari dan dilakukan dengan sungguh2.

    Betul…namun saat memilih perubahan, kita juga berpikir pro’s dan con’s nya bukan? Ini juga merupakan strategi untuk ganti haluan…

  10. Mmm…
    Baca artikel ini, menjadilkan diri ingin segera menata ulang target2, hehe
    Sudah lama belum terupdate

    Hmm iya…kadang karena sibuk, kita lupa untuk terus mengup date..entah up date data, administrasi maupun up date pengetahuan

  11. saya sih mimpi-mimpinya dari dulu tetap…cuma caranya dan timeline pencapaiannya yang kadang menyesuaikan keadaan

    Hmm cara mencapai tujuan memang bisa berbagai alternatif jalan….

  12. Saya ingin masuk jurusan Biologi Lingkungan waktu lulus SMA. tapi, karena biayanya sangat mahal dan talk terjangkau oleh orangtua saya, jadi deh, banting stir ke FKIP di univ swasta lainnya. biayanya masuknya patungan dengan nenek saya.
    saya awalnya tak berminat di situ. tapi ternyata lama-lama saya sadar, ternyata menjadi guru itu menantang.
    Dan ternyata, begitu lulus kuliah, nggak pakai nganggur, saya langsung diterima menjadi pengajar di Jakarta. Hal yang mungkin akan berbeda jika dulu saya keukeuh masuk Bio Lingk…
    strategi yang dulu saya ambil setengah hati, ternyata hasilnya sangat manis… πŸ™‚

    Nana, berarti tulisan blogmu bisa juga merupakan pelajaran ataupun hal-hal yang dapat di sharingkan dengan orang lain.
    Dan bahasa blog Nana menarik, cerita sehari-hari namun menyenangkan untuk dibaca

  13. saya juga mempunyai mimpi.. dan selalu berusaha mengejarnya… wah kepuasan pelanggan bisa jadi media promosi yang bagus ya… jadi kalau kita menulis blog dengan sepenuh hati dan layanan yang bagus… bisa ramai dikunjungi donk…

    Betul, menulis blog pun jika sepenuh hati juga menarik pengunjung…terutama jika isi blognya membuat orang senang untuk datang kembali.
    Dan saya suka blogmu, karena bisa ngintip berbagai makanan

  14. Merubah strategi adalah cara untuk tetap bertahan. Sejauh mana kita mampu beradaptasi dengan semua perubahan dan kesempatan yang datang. Strategilah yang akan menjawabnya….

    Betul…..untuk mencapai tujuan kita harus punya cara…cara inilah yang kita sebut strategi…strategi ini bisa fleksible, tergantung tingkat kepentingannya dan saat implementasi setiap kali harus di review, untuk melihat apakah dilapangan sesuai atau perlu ada perbaikan, atau malah berhenti dulu sejenak.

  15. Postingan yang sangat mencerahkan bunda Ratna πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

    Best regard,
    Bintang

    Syukurlah Bintang…jika bisa bermanfaat

  16. menginspirasi banget tulisannya mba, walau tertunda selalu ada upaya bagi pencapaian mimpi dan tujuan, selama kita bisa mengubah strategi secara baik dan tepat. makasih sharingnya

    Yup..setiap kali memang kita perlu review apakah jalan untuk mencapai tujuan kita sudah sesuai…atau tujuan sudah berubah disesuaikan dengan perkembangan zaman

  17. Setuju dengan mbak Ratna,
    Kwalitas sangat penting di era persaingan yang semakin tight ini

    Setiap pelanggan akan mempunya “RBE” masing-masing terhadap kesan kita sebagai sebuah entity.

    Tetap jaga kwalitas agar orang selalu ingat dan menyampaikan hal-hal baik tentang entity kita.

    Justru kita bisa memenangkan persaingan ketat karena adanya kualitas.. entah kualitas produk, kualitas jasa, serta kualitas dalam pelayanan.
    Jadi, justru saat ini, setiap kali harus merview strategi..apakah masih sesuai, perlu perubahan, tambahan, perbaikan?

  18. strategi menentukan prestasi ya, bun? πŸ™‚

    Hehehe…itu kata anak saya….
    Terutama kalau pas lagi ujian…strategi saya duduk paling depan biar tak terganggu kusak kusuk yang dibelakang….bisa konsentrasi, dan yang minta contekan pun sulit, jadi tak perlu jawab. Syukur kalau yang jaga galak..makin bisa konsentrasi….hahaha

  19. perubahan pemikiran atau strategi bisa saja terjadi, bahkan kadang memang itu harus dilakukan jika pada saat rencana awal belum begitu matang. dan lagi inspirasi itu bisa datang saat tengah menjalankan strategi awal…

    salam hangat

    Sebetulnya strategi ini merupakan cara untuk mencapai tujuan yang kita tetapkan. Dalam perjalanan bisa terjadi hal-hal yang membuat kita kadang harus berhenti, memikirkan ulang strategi kita, atau bahkan merubah strategi jika mendapat esempatan yang lebih bagus atau lebih menantang

  20. terima kasih sudah menuliskan hal ini Bu, ini mengingatkan saya untuk mengevaluasi pekerjaan2 saya. πŸ™‚

    Yup…setiap kali kita harus mengevaluasi bukan? Dan bekerja di rumah, harus membuat kita disiplin karena hanya kita sendiri yang mengatur waktu, mengingatkan diri sendiri….

  21. “Pada saat ada penghalang atau hambatan di tengah jalan, kita bisa berhenti sejenak untuk mempelajari dan mengevaluasi diri sendiri. Proses ini penting, karena setelah mempelajari letak kelemahan dalam proses tersebut, setelah berhasil diperbaiki, kualitas akan meningkat, dan kesempatan akan datang sendiri.”

    Benar sekali Bunda. Menurutku, ada gak ada pehalang, berhenti sejenak dan mengevaluasi tahapan yg sudah dilalui akan selalu berguna. Selalu akan ada ruang untuk perbaikan, sekalipun suatu hal sudah berjalan cukup baik. Apalagi kalau terhambat. Jadi setelah itu bisa GAS POL lagi..!!! πŸ˜€

    Nice posting Bunda.. πŸ™‚

    Tulisan ini termasuk untuk memotivasi diri sendiri hehehe…
    Kerja paruh waktu harus benar-benar disiplin karena sebagian besar pekerjaan dikerjakan di rumah. Jika muncul bosennya, nggak ada ide..nulis blog….jadi kalau tulisan bertubi-tubi…itu tanda-tanda pikiran lagi mampet…hehehe

  22. Terima kasih bu atas inspirasinya yang luar biasa. Insya Allah, artikel ibu tersebut akan menjadi penyemangat bagi saya kedepannya.

    Semoga berhasil Ifan..yang penting tetap semangat untuk selalu berusaha menjadi lebih baik


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: