Oleh: edratna | Maret 6, 2010

Pertemuan di PIM

Saya mengenalnya kira-kira hampir 2 (dua) tahun yang lalu, perkenalan yang dimulai dari saling berkunjung di blog. Namanya terasa begitu familier, mengingatkanku pada seseorang, yang rasanya dulu sangat akrab. Ternyata saya merupakan pelanggan tulisan beliau di beberapa majalah, seperti Anita Cemerlang, Femina dan sebagainya. Juga ada beberapa novelnya yang pernah saya baca. Pertemuan pertama kalinya terlaksana, bersamaan dengan acara dengan teman-teman beliau, sesama mantan penulis Anita Cemerlang di “American Grill”  Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Kebetulan saat itu Imelda juga  pulang kampung ke Jakarta, bersama kedua putranya yang lucu. Pertemuan dadakan ini sukses untuk mengakrabkan kami tak hanya sebagai teman di dunia maya, namun juga dalam kehidupan lainnya. Sayang, saya tak bisa ikut acara Imelda saat bertemu teman-teman blogger di Yogya.

Kehidupan saya  sebagai blogger (kalau sekarang di sebut nara blog), ternyata banyak mempengaruhi perjalanan saya selanjutnya, karena sering sekali menemukan teman-teman yang mempunyai minat sama, dari berbagai daerah. Dan kehidupan Jakarta yang sibuk, membuat acara ketemuan di dunia nyata sulit dilaksanakan. Kamis malam itu, saya menerima sms, bahwa mbak Tuti akan berada di Jakarta dalam rangka diskusi “24 sauh” sebuah buku yang ditulis oleh 24 penulis wanita dari “Tinta Wanita”. Mbak Tuti menanyakan, apakah saya ada waktu untuk ketemu, dan apakah bisa datang di PIM sebelum acara berlangsung agar bisa mengobrol? Karena kebetulan saya belum ada acara, saya segera membalas sms, bahwa saya bisa datang, sekaligus memberitahu teman-teman blogger (terutama teman wanita), jika ada waktu bisa ketemu mbak Tuti di Gramedia PIM. Tak lama kemudian mbak Tuti menanyakan, apa saya tahu hotel di Jakarta Selatan, yang dekat dengan PIM? Mbak Tuti pernah punya riwayat keliru memilih hotel, sehingga beliau menanyakan lebih dahulu. Dan saya, sayangnya tak punya pengetahuan soal ini. Saya segera menilpon teman yang biasanya punya pengalaman dalam hal ini, dan rupanya dia sedang ada tugas di Makassar.

Lama kemudian saya baru ingat, siapa tahu mbak Tuti berkenan tidur dirumahku, walau rumah sederhana. Dan rumahku juga sedang tidak ada tamu, sehingga bisa ngerumpi dan mengobrol tanpa gangguan. Dan juga lokasi dari PIM cukup dekat, hanya Rp.17.000,- jika naik taksi dari rumah. Mbak Tuti menyambut ajakanku, dan menanyakan alamat rumah. Hari  Jumat pagi, sejak mendarat di bandara Soeta, mbak Tuti saling ber sms ria untuk mencari alamat rumahku. Senang sekali ketemu mbak Tuti, dan siang itu kami memesan “Abuba Steak” untuk makan siang. Karena hari Jumat, restoran menanyakan apakah kami bersedia menunggu untuk diantar jam 13.00 wib, karena para petugasnya sholat Jumat. Dan rupanya mbak Tuti baru pertamakali nya merasakan “Abuba Steak” yaitu steak rasa sate yang memang terkenal di daerah Cipete Raya.

Mbak Tuti berangkat duluan, agar bisa bergabung dengan sesama penulis, dan saya menyusul setelah Magrib. Sampai di Gramedia PIM sekitar jam 19.05 wib acara baru saja akan dimulai, saya dikenalkan dengan para penulis yang selama ini hanya saya kenal melalui tulisan-tulisannya, antara lain:  Agnes A. Majestika, Maria A. Sardjono, Satrio Arismunandar. Juga dikenalkan dengan para penulis yang juga artis, yaitu Tere, Sarah Vi, belakangan hadir juga Mark Sungkar, dan tak lupa Tiara (presenter) TV yang cantik. Tak lama Yoga ikut bergabung, diskusinya cukup seru, sayangnya saya belum sempat membaca buku “24 Sauh” sehingga hanya menjadi pendengar saja.

Yanti, Agnes A. Majestika, Tuti Nonka, Tere

Tiara (presenter TV) dan Satrio Arismunandar

Berfoto bersama sebelum pulang (sayang Sarah Vi, Tere dan ada beberapa yang sudah duluan pulang)

Selesai diskusi kami bertiga (saya, mbak Tuti dan Yoga) mencari tempat makan di PIM, dan mengobrol.

Tak sengaja semua berpakaian dengan nuansa ungu (Tuti, Yoga, Enny)

Waktu tak terasa berlalu dengan cepat, obrolan demi obrolan bersambung terus menerus, dan tahu-tahu pelayan memberikan bon pembayaran sebagai tanda pertemuan harus berakhir dan pintu mulai di tutup sebagian. Kami kaget, ternyata sudah jam 10 malam….dan lagi-lagi,  ini ketiga kalinya saya dan Yoga terusir dari restoran gara-gara keasyikan mengobrol. PIM mulai sepi, kami mencari taksi di depan PIM, dan sayangnya Yoga tak bisa menemani acara besoknya, karena ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan. Obrolan diteruskan dalam taksi, sampai taksi berhenti di depan rumah saya, dan Yoga meneruskan pulang ke daerah selatan Jakarta. Kami berpisah dan badan terasa mulai lelah dan mengantuk.

Iklan

Responses


  1. Ibu-ibu kalo ngobrol pasti lupa waktu deh..
    🙂
    Baru tahu saya, bu Tuti jalan-jalan lagi ke djekartah..
    ..
    Ceritanya ini masih bersambung kan buk..?

    Bersambung? Septa mau bersambung? Ntar disambung aja…karena ada lagi banyak hal yang bisa diceritakan….hehehe…ngobrol semalaman disambung besoknya seharian kan banyak cerita yang bisa ditulis…hahaha

  2. wah asik ya ngumpul2… 😀

    Hmm…memang mengasyikkan

  3. Wah Yoga dan Bu Tuti kayak kakak adik.. eh adik kakak maksudnya..

    Nanti kalau saya mudik kita ketemuan ya, Bu 😉

    Beres Don, asal ngabari kapan ke Jakarta…kapan ke Yogya…pasti ada sambutan meriah untuk Donny dan Joice

  4. Waah … sudah keduluan Mbak Enny posting pertemuan kita kemarin. Lha iyalah, wong saya baru tiba di rumah tadi malam, tepar sampai tadi pagi …

    Terimakasih sekali atas keramahan Mbak Enny menerima saya menginap di rumah beliau, menghadiri malam diskusi di Gramedia PIM, dan esoknya mengantar saya jalan-jalan lagi ke PIM (sampai akhirnya ikut belanja baju juga … hehehe 😀 )

    Sampai ketemu lagi lain waktu ya Mbak … 🙂 🙂

    Ke kota Tua belum kan Mbak? Kunjungan selanjutnya dijadualkan ke kota Tua dan sekitarnya, makan di Batavia Cafe..dijamin enak dan lezat….

  5. seneng banget bisa ketemuan, mba edratna ternyata tuan rumah yang baik banget ya…

    Hehehe..lha kapan kita mau ketemuan?

  6. weh.. memang ngumpul2 itu mengasyikkan..

    Yup…betul…terutama jika temannya memang telah kita kenal dengan baik

  7. hem ..benar nich bu
    harus memanfaatkan waktu

    sebaik baiknya

    Hmm…

  8. asyik banget ya ngobrol2 di PIM
    ada Tere juga…
    dulu gw suka banget ama Tere..
    lagu2 nya dalem..

    Hehehe…saya malah nggak hafal mana lagunya Tere. Payah ya….

  9. […] Kamis malam, saya mengirim sms kepada Mbak Enny , mengundang beliau untuk hadir pada acara diskusi “24 Sauh” di Gramedia Pondok Indah […]

  10. Wah-wah….ternyata ngobrolnya asyik yach bunda 🙂 🙂 🙂

    Sayang nggak ikutan hihihi…..

    Bunda dapat tamu kehoramtan nich, pasti seneng banget yach :)….Hem pasti seru 🙂 🙂 🙂

    Ok, bunda Ratna sekian dulu, mau lanjutin aktivitas lagi 🙂 🙂

    Best regard,
    Bintang

    Iya…apalagi mbak Tuti bersedia nginep di rumah, yang kebetulan cuma ada saya dan si mbak…jadi ngobrolnya nggak berhenti-henti dan kemana-mana

  11. wah, asyik banget ya! apalagi bisa kenal dg para penulis lainnya juga. menyenangkan sekali 🙂

    Kris…sebetulnya pengin bisa mengobrol dengan bu Maria A. Sarjono, atau Agnes A. Majestika…pasti menarik. Sayang malam itu waktunya terbatas, sehingga tak sempat mengobrol panjang dan bukankah beliau-beliau lagi duduk di pajang di depan? hehehe

  12. whaaa…….. ibu2 blogger kopdar ya?
    wuih, pasti bahagia sekali, bisa bertemu dgn seseorang yg selama ini hanya dikenal melalui tulisan2nya di blog.
    Salam

    Kapan-kapan kita ketemuan yuk…
    Bunda domisili di Jakarta atau dimana?

  13. kopdar yang mengasyikkan. sahabat yang bener2 sehati, bisa kompak pake nuansa ungu gt ya?

    salam

    Nuansa ungu itu tak sengaja…dan setelah kita tahu saat ketemu disana juga kaget..lho kok nuansa warna bajunya sama?

  14. Mengesankan tentunya …

    Memang mengesankan

  15. enak ya punya teman penulis terkenal

    anda blogger yang sukses

    Blogger sukses? hahaha….ya nggak lah…lha kalau kita menulis blog, nanti kan lama-lama saling mengenal, apalagi ada pesta blogger dsb nya

  16. Wah seru ya kegiatannya Bu

    Iya seru…sayang waktunya juga terbatas..jadi hanya jalan-jalan di seputar Jakarta selatan, apalagi hari Sabtu, Jakarta terkenal dengan kemacetannya

  17. oh ada cara di gramedia PIM ? sayang saya tidak tahu… kalau tahu mau juga gabung (eh emang saya diundang ??? hehehe).
    Bu, buku EMPAT LENSA juga sudah ada di Gramedia PIM. Sudah beli belum ? Insya Allah bermanfaat bu…. (usaha boleh kan….)
    salam,

    Makasih infonya pak

  18. Senang sekali mbak bisa bertemu dengan teman-teman yg cocok dan sejalan. Saya sempat ‘kenal’ dengan beberapa penulis tsb, seperti Maria A Sardjono.

    Bu Maria kayaknya memang ramah sekali…sayang waktu mengobrolnya terbatas karena acar malam hari..bahkan saat makanpun kita dikejar waktu karena restoran nya mau tutup

  19. ibu senang sekali, sering banget ketemuan seperti ini 🙂

    Tentu Fety…sangat menyenangkan….ehh di Jepang kan juga sering kopdar kan?
    Saya lihat FB nya teman..lha malah setiap kali jalan-jalan dan kopdar dengan teman-teman

  20. lagi lagi ibu jadi saksi launch buku…
    kapan donk ibu “disaksiin” saat launch buku
    🙂

    Hehehe…cuma menyaksikan terus menerus ya….ya sudah…launching blog saja

  21. kopdar itu enak ya bu?

    Menyenangkan…apalagi jika sebelumnya telah saling mengenal dari tulisan di blog masing-masing

  22. wah, diskusi yang asyik, nih, bu, sampai2 lupa waktu. mungkin ada bagusnya biar diskusinya makin seru dilangsungkan saja di tempat yang bisa sampai tuntas diskusinya, hehe …

    Hmm sayangnya Yoga besoknya ada acara…padahal kalau tidak bisa sekaligus menginap di rumah..pasti lebih asyik

  23. This is the beauty of blogging …
    Sayang sekali malam itu saya tidak bisa bergabung disana ya Bu …

    Salam saya

    Saya menunggu kunjungan om NH hanya untuk membaca kalimat ini. Makasih om..sayang kita tak sempat bergabung ya

  24. wah, seru sekali tampaknya….
    pasti menyenangkan sekali ngobrol-ngobrolnya. jadi kepengen ketemu Bu Enny deh…

    Hayo Nana…kapan ke Jakarta? ntar kasih tahu ya….

  25. itu pake nuansa ungu beneran ga janjian? soalnya pas bgt, berasa pake dress code 😀

    Itu nggak sengaja, malahan Yoga dikira nggak bisa gabung karena sibuk di kantor.
    Saya juga baru sadar kalau bajunya ada nuansa ungu….dan awal tahun ini memang trend nya ungu ya…dimana-mana kok lihat orang pake ungu.

  26. dari 3 teman blogger diatas, yang pernah ketemu baru Mba Yoga aja hehehe… mudah2an suatu saat nanti dapat kesempatan ketemu 2 blogger hebat lain di atas, Bu Eny dan Mba Tuti hehehe…
    seru banget kayanya ngobrol2nya hehehe…

    salam

    -japs-

    Lha ayooo..kapan ketemuan…kan EO nya setiap kali Yoga….tapi akhir2 ini YOga memang sibuk, bahkan nulis di blogpun tak sempat lagi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: