Peran Bank dalam Pembiayaan UKM, dengan Memperkuat Manajemen Risiko

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan pertama yang berjudul “Strategi Bank dalam Menghadapi ACFTA: ” MENGEMBANGKAN PEMBIAYAAN UKM DENGAN MEMPERKUAT MANAJEMEN RISIKO“.  Apabila pada tulisan pertama dibahas mengenai  globalisasi, kecenderungan perubahan dari Second Wave ke Third Wave, arti ACFTA, peluang dan tantangan akibat adanya ACFTA, kesiapan Indonesia menghadapi ACFTA, Peran Perbankan,  apa yang dimaksud dengan profil bisnis unggulan yang diharapkan mampu menghadapi ACFTA, dan yang paling penting adalah bagaimana kesiapan UKM dalam menghadapi ACFTA. Tulisan kedua ini dimaksudkan untuk mengenal Perbankan, apa yang harus tetap dipenuhi Perbankan dalam melakukan pembiayaan terhadap UKM. Bank merupakan lembaga keuangan yang high risk, karena dana diperoleh dari masyarakat dan kemudian disalurkan kepada masyarakat atau pelaku usaha yang membutuhkan. Karena dana berasal dari masyarakat (dari simpanan masyarakat), Bank harus melakukan usahanya dengan memenuhi prinsip kehati-hatian, agar dana yang disalurkan dapat kembali, sehingga dapat membayar bunga simpanan kepada masyarakat penyimpan (giro, tabungan, deposito dll).

Lanjutkan membaca “Peran Bank dalam Pembiayaan UKM, dengan Memperkuat Manajemen Risiko”

Iklan

Strategi Bank dalam Menghadapi ACFTA: “MENGEMBANGKAN PEMBIAYAAN UKM DENGAN MEMPERKUAT MANAJEMEN RISIKO”

Dalam acara workshop dua hari, pada tanggal 21-22 April 2010,  yang diselenggarakan oleh Indonesian Risk Professional Association, para staf/pejabat dari berbagai Perbankan dan Lembaga Keuangan mencoba membahas, apa peluang  diterapkannya ACFTA dan bagaimana strategi Bank dalam menghadapinya. Disini Bank berperan untuk membiayai berbagai usaha debitur, yang tentunya akan ada pengaruhnya sehubungan dengan diterapkannya ACFTA sejak bulan Januari 2010. Bagaimana pengaruhnya terhadap usaha debitur, apa peluang dan tantangan Bank dalam pembiayaan, dan bagaimana mengembangkan pembiayaan UKM dengan tetap memperhatikan manajemen risiko.  Saya akan mencoba meringkasnya di bawah ini.

Lanjutkan membaca “Strategi Bank dalam Menghadapi ACFTA: “MENGEMBANGKAN PEMBIAYAAN UKM DENGAN MEMPERKUAT MANAJEMEN RISIKO””

Belajar dari pengalaman orang lain

Pada Kompas minggu beberapa waktu lalu, saya membaca cerita tentang perjalanan hidup desainer kenamaan Indonesia. Yang membuat saya terkejut dan salut adalah, ternyata beliau pernah di diagnosa ADHD, kemudian disekolahkan ke SLB sampai umur 14 tahun. Karena tidak mengalami perkembangan berarti, orangtuanya memutuskan untuk menyekolahkan ke Perancis, dan akhirnya kembali ke Indonesia menjadi perancang yang patut diperhitungkan hasil rancangannya. Kebetulan pula, museum beliau yang terletak di jalan Cilandak Dalam sering saya lewati dalam perjalanan pulang ke rumah. Dari cerita tersebut saya merasa orangtua tokoh tersebut perlu mendapatkan apresiasi, karena bisa melihat bakat anaknya, diantara keterbatasan yang ada. Dan ternyata jalan yang dipilih tak salah, karena putranya berhasil, malah banyak berbuat baik pada sesama, mempunyai banyak anak  asuh yang dibimbingnya.

Lanjutkan membaca “Belajar dari pengalaman orang lain”

Kondangan

Kapankah anda mulai mendapat undangan untuk menghadiri acara pernikahan? Maksudnya undangan buat kita sendiri, bukan karena menemani ayah ibu atau lainnya. Saya sendiri sudah lupa kapan tepatnya pertama kali mendapat surat undangan untuk menghadiri pernikahan teman, kemungkinan sejak mulai bekerja. Kebetulan teman satu angkatan saya, semuanya  menikah setelah lulus kuliah dan bekerja, dan karena lokasi kerjanya terpencar, maka di awal bekerja undangan berasal dari rekan kerja, bukan rekan kuliah.

Lanjutkan membaca “Kondangan”

Orangtua memang tak boleh lengah

Melewati seminggu, hati ini masih merasa miris jika mengingat, betapa seorang anak umur 10 tahun sudah menjadi korban narkoba. Perjalanan panjang ke Pondok Pesantren Suryalaya, menyisakan juga renungan panjang, introspeksi diri sendiri atas perjalanan kami sekeluarga. Dan pada akhirnya bersujud syukur setelah sampai di rumah, betapa banyak karunia yang telah diberikan Allah swt bagi kami sekeluarga. Dari mengobrol bersama suami, betapa setiap kali kami nyaris salah melangkah, sepertinya Tuhan mengirimkan seseorang membantu entah dalam memberikan saran atau apapun, yang menyebabkan kami bisa memperbaiki langkah tersebut. Saya dan suami menyadari, betapa sebetulnya kita mudah sekali tergoda, dan hanya iman lah yang menyelamatkannya. Ada beberapa hal, yang kalau diceritakan saat ini terlihat mudah karena semua sudah berlalu, tapi masa-masa itu, nyaris saya hampir patah semangat, dan syukurlah dengan pasrah kepada Nya selalu  ada  jalan keluar.

Lanjutkan membaca “Orangtua memang tak boleh lengah”

Jalan-jalan: Bandung-Sumedang-Malangbong-Ciawi-Tasikmalaya pp

Minggu pagi masih gelap, tapi kami telah bersiap-siap karena hari ini akan mengunjungi pondok Pesantren Suryalaya yang terletak di Jalan Raya Pagerageung, Ciawi, Tasikmalaya. Kami menjemput teman di Sumedang dulu, dan dari Sumedang kami melalui jalan sidatan (tembusan) ke arah Wado, melewati Rancapurut, Ganeas, Situraja, Darmaraja baru ke Wado. Perjalanan sangat menyenangkan, dikiri kanan terhampar sawah yang menghijau, ada beberapa daerah yang mulai panen. Terlihat masyarakat yang aman tenteram. Dari Wado, perjalanan diteruskan ke Malangbong, dan pada perempatan Malangbong terus lurus, menanjak berliku-liku ke arah Tasikmalaya. Begitu memasuki Kabupaten Tasikmalaya, sebagai patokan adalah Rumah Makan Gentong, terus ada pom bensin dan tak lama kemudian ada tanda ponpes Suryalaya belok kiri ke Pamoyanan. Pada pertigaan jalan, yang  ada tanda Inabah XI, maka kami belok kiri menyusuri rumah pedesaan dan disamping kiri sawah luas yang ditanami padi terhampar.

Lanjutkan membaca “Jalan-jalan: Bandung-Sumedang-Malangbong-Ciawi-Tasikmalaya pp”

Mendengarkan kulter di Serrum

Hari Selasa siang Yoga sms, menanyakan posisi saya, apakah sedang di Jakarta, karena mau diajak ketemuan dengan Bangaip. Tapi saat itu saya menghadiri meeting seharian, sedang Yoga juga ada meeting sampai malam di kantor. Jadi, kami ber sms untuk mencari waktu yang tepat. Kedatangan Bangaip ke Indonesia sebetulnya sudah saya ketahui sejak lama, dan sebetulnya saya berharap dapat menghadiri pernikahan adiknya. Sayang, waktu tak bersahabat dengan saya, karena hari itu ada acara dengan keluarga yang telah direncanakan sejak akhir Desember 2009 dan berkaitan dengan keluarga lain, sehingga  sulit untuk membatalkannya.  Pada hari Kamis, Yoga sms, menanyakan bagaimana kalau kami berdua datang ke Serrum, sekaligus mendengarkan Bangaip memberikan kulter.

Lanjutkan membaca “Mendengarkan kulter di Serrum”