Belajar dari pengalaman orang lain

Pada Kompas minggu beberapa waktu lalu, saya membaca cerita tentang perjalanan hidup desainer kenamaan Indonesia. Yang membuat saya terkejut dan salut adalah, ternyata beliau pernah di diagnosa ADHD, kemudian disekolahkan ke SLB sampai umur 14 tahun. Karena tidak mengalami perkembangan berarti, orangtuanya memutuskan untuk menyekolahkan ke Perancis, dan akhirnya kembali ke Indonesia menjadi perancang yang patut diperhitungkan hasil rancangannya. Kebetulan pula, museum beliau yang terletak di jalan Cilandak Dalam sering saya lewati dalam perjalanan pulang ke rumah. Dari cerita tersebut saya merasa orangtua tokoh tersebut perlu mendapatkan apresiasi, karena bisa melihat bakat anaknya, diantara keterbatasan yang ada. Dan ternyata jalan yang dipilih tak salah, karena putranya berhasil, malah banyak berbuat baik pada sesama, mempunyai banyak anak  asuh yang dibimbingnya.

Lanjutkan membaca “Belajar dari pengalaman orang lain”