Suatu pagi di sebuah kantor, di jalan Thamrin

Pagi itu, saat saya datang ke sebuah kantor, kantor masih sepi sekali. Masuk akal, karena jam masih menunjukkan jam 6.20 wib. Kenapa mesti datang pagi-pagi? Itulah sulitnya hidup di Jakarta, jika dalam keadaan normal, saya pesan taksi jam 7.30 wib, terkadang taksi datang satu jam kemudian, namun juga pernah datang dua jam kemudian dengan alasan jalan macet. Jadi, kalau mau pesan taksi, walau pesan semalam sebelumnya, maka yang bisa diperkirakan tepat waktu, adalah jika minta dijemput untuk jam sebelum jam 6.30 wib. Setelah itu, tak bisa ditanggung. Jadi, biasanya sopir akan datang 15 menit atau setengah jam sebelumnya jika pesanan sejak sehari sebelumnya. Seharusnya saya bisa tenang-tenang  saja, dan membiarkan pak sopir menunggu, namun entah kenapa saya merasa tidak nyaman jika ditunggu. Jadi, jika sopir taksi sudah datang, maka saya juga akan segera berangkat, risikonya ya seperti tulisan awal di atas…datang kepagian ke kantor.

Lanjutkan membaca “Suatu pagi di sebuah kantor, di jalan Thamrin”