Oleh: edratna | Mei 23, 2010

Membangun semangat agar tidak padam…..

Apabila kita hanya sekedar membaca berita, menonton televisi, akhir-akhir ini sungguh terasa menyesakkan dan membuat kita pesimis. Namun hal itu tak boleh terjadi, karena orang yang pesimis sudah tak ingin apa-apa lagi, akibatnya akan makin terpuruk. Maka, marilah kita mencoba, dari diri sendiri dan lingkungan sendiri, agar selalu berpikir dan berbuat positif. Kita juga melihat, diantara keterpurukan, masih banyak yang bisa kita lihat orang-orang yang optimis, yang melihat hambatan sebagai peluang.

Keyakinan atau belief, bisa berakibat positif dan mendorong kemauan kita untuk mencapai apa yang kita impikan. Bagaimana cara kita agar semua impian ini bisa diimplementasikan menjadi semangat yang ibaratnya api, tak pernah padam. Kita harus mulai dari memikirkan apa yang kita ingin capai, meresapi ide atau cita-cita tersebut sampai meresap dan masuk dihati kita, kemudian menjaga  agar apa yang pernah menjadi cita-cita ini tak pernah padam. Jadi mimpilah…kemudian upayakan agar mimpi ini tercapai. Betapa banyaknya impian kita saat kecil, yang rasanya tak tercapai, ternyata saat ini telah tercapai bahkan melebihi impian itu sendiri. Namun ada juga impian yang belum tercapai saat ini. Jadi …bermimpilah, dan capai lah mimpimu itu.

Beberapa hari lalu, saya dan teman mengobrol santai, membahas bagaimana ya anak-anak kita nanti. Bagi saya dan teman, yang dibesarkan di kota kecil, budaya timur masih mengental, mungkin lebih mudah dalam menerima orang lain berperilaku, yang terkadang kurang sesuai atau tak  masuk akal. Anak-anak sekarang, yang telah dididik demokratis, sangat berani dalam menyuarakan argumen-argumennya….padahal kalau saya dan teman tadi melihat, situasi Indonesia, lingkungan kerja kita, sebagian besar masih  sama seperti  saat saya pertama kali masuk kerja. Memang ada yang sudah berpikir terbuka, namun kadang-kadang, apa yang dirasakan belum tentu sama dengan yang disuarakan keluar.

Tulisan di Kompas beberapa hari lalu, merupakan kesempatan bagi saya untuk bisa diskusi dengan anak-anak melalui telepon.

“Tapi kasihan dong bu, jika nanti orang tidak berani mengambil keputusan!” komentar salah satu anakku. Hmm bagaimana ya, ini memang tidak mudah dijawab, namun saya yakin masih banyak orang yang berani mengambil risiko, tapi sekarang harus memperhitungkan risiko itu, dan menilai seberapa besar risiko yang akan diambil dan apa akibatnya bagi diri sendiri, lingkungan dan bangsa. Anak saya yang satu lagi  mengatakan, dia prihatin karena beberapa temannya sekarang malah ingin terus bekerja di luar negeri setelah lulus kuliah di sana. Di satu sisi, saya tak menyalahkan mereka, karena dimanapun kita berada, kita masih bisa bermanfaat bagi bangsa ini. Apalagi jika keberadaan di luar negeri dalam rangka mengumpulkan modal, untuk membangun usaha di negara kita nantinya.

Apakah kita akan menyerah? Tentu saja tidak, bagaimanapun situasi saat ini masih lebih baik dibanding situasi saat saya masih kecil dulu. Kita tetap harus berupaya agar kita tak menjadi pasif dan menjadi kurang semangat dalam menghadapi tantangan. Justru jadikanlah tantangan itu suatu peluang. Jika kita mengingat masa krisis ekonomi sepuluh tahun lalu, betapa banyaknya yang bisa berhasil menghadapi tantangan dan sekarang menuai hasilnya. Namun juga tak jarang yang akhirnya tersungkur….Bagaimanapun itu pilihan kita, apakah kita mau terus maju, atau sudah menyerah kalah ditengah jalan?

About these ads

Responses

  1. mungkin kalau saya tidak punya anak bu, saya akan mudah menyerah. Tapi kedua anakku menjadi “pengingat” bahwa sekarang mereka hanya punya saya dan papanya. Meskipun kadang akhirnya khawatir berlebihan melampaui optimismenya, dan menjadikan negatif.

    Menurut saya, wanita harus bisa hidup dimana saja suaminya berada (jika bersuami).

    EM

    Ternyata anak itu membuat wanita kuat….walau secapek apapun, begitu sampai rumah ketemu anak, semua yang kita rasakan (sebel, capek, pusing) menjadi hilang karena ketemu anak.
    Betul Imel…wanita harus bisa hidup dimana saja suaminya berada dan harus mandiri, serta tidak mudah mengeluh.

  2. bu, ada kekuatan di tulisan ini
    dan saya merasakannya

    indah bila kita senantiasa bersemangat
    saya akan bersemangat

    semangat :)

    Kita harus selalu mendorong semangat itu Achoy..jangan sampai padam…..
    Tanpa semangat, jiwa kita akan kandas….

  3. Agaknya, kini, semangat yang dibangun berdasarkan “kerja kolektif” akan lebih mudah membawa manfaat ya, Bu.

    Salam kekerabatan.

    Terimakasih pak…iya, kita harus menularkan semangat pada sekeliling kita, lingkungan kita

  4. sedang menghayati yg ibu tulis…
    aku juga sering berpikir bgmn kehidupan anak2ku nanti bu.. walau saat ini anak2 blm hadir di hidupku. sepertinya mereka akan mendapat tantangan berat, dimana degradasi moralitas terjadi dimana2.. :(

    Mungkin ayah ibu saya dulu juga berpikir begitu, pada dasarnya manusia makhluk yang pinter beradaptai….jadi pasti ada jalan keluarnya

  5. ..
    setelah saya terjun di dunia usaha..
    saya jadi lebih mementingkan action, daripada mikir-mikir dulu..
    kalo mikir takut ini takut begitu, kelamaan..
    justru karena kegagalan demi kegagalan jadi mendapat banyak ilmu..
    sebuah ilmu yang bukan cuma teori..
    ..
    waduh Maaf Buk, komen saya gak nyambung nih udah terlanjur di ketik jhe.. :)
    ..
    -AtA-

    Action dulu..dalam berwirausaha kecepatan untuk berani action diperlukan, lha kalau mikir2 terus tapi nggak mulai, malah ketinggalan.
    Masih nyambung kok Ata

  6. hehe..
    bener…
    ayo tetap semangat….

    Yup

  7. Semangat! Jangan nyerah!XD

    lam kenal ya.XD

    Yup..tetap semangat

  8. Membangun semangat memang harus selalu kita lakukan. Minimal untuk membangun hidup kita sendiri, dan hidup orang-orang di sekitar kita dalam lingkup kecil. Tapi kalau kita melihat ke lingkup yang lebih luas, yaitu kondisi sosial-politik negara kita, membangun semangat itu ada kalanya menjadi agak sulit, melihat para pejabat dan politikus dengan perilaku mereka yang sering membuat sesak nafas …

    Iya mbak Tuti, kita mulai aja dari lingkungan terdekat kita…paling tidak membahagiakan diri kita senidir. Bukankah orang yang semangat adalah orang yang bahagia?

  9. Kami sangat bersyukur, ada orang yang seperti Ibu yang bisa menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi kita semua…..

    Makasih Ded..marilah kita terus berusaha membangun motivasi pada diri sendiri dan lingkungan terdekat kita

  10. Jujur bu.. banyak teman2 lia yg melanjutkan kerja disini….cuma entah kenapa lia pingin balik :)

    kita harus tetap semangat.. semangat dan semangat… makasih bu ^_^

    Mungkin Lia belum kerasan, atau ada yang menarik untuk balik lagi?
    Pada dasarnya masing-masing orang berbeda, baik dalam menilai lingkungan kerja, situasi kuliah dsb nya.
    Agar kita suka dengan pekerjaan kita, kita juga harus menyukai lingkungan kerja kita.

  11. bgs sekali..
    mmberi motivasi….

    salam kenal, kunjung balik ya…
    trims.

    Terimakasih atas kunjungannya ke blog ini

  12. ya Bu
    saya belajar semangat dari ibu dan semua narablog

    salam salut buat jiwa2 yang penuh semangat
    untuk kehidupan yang selalu lebih baik :)

    Tulisanmu di blog juga membuat kedamaian dan ketenangan di hati Achoy….

  13. Bu, saya sangat tersemangati dengan artikel ini.
    Sama dengan Imel, sekarang ini saya sudah tidak bisa menyerah lagi.. all i can do is face the problem dan hadapi! apalagi kalau melihat Odilia, anak saya serta istri saya… duh, mereka adalah harta yang harus saya bikin senang dan bahagia :)

    Senang membaca komentarmu ini Don…
    Ya, Donny harus semangat untuk terus berjuang….apalagi ada Joice dan Odi yang selalu menunggumu

  14. kalo masih punya nyawa untuk nafas,
    mestinya harus tetap semangat dong ya menjalani hidup yg rumit ini :)

    Yup..setuju

  15. saya setuju,dimanapun kita berada ,kita harus berbuat untuk negara dan bangsa kita,mungkin belum sekarang,tapi suatu hari nanti saat kita sudah lebih kuat,kalaupun belum semampu kita saja saat ini,insya Allah tidak ada yg sia2 di mata Allah :)

    Betul Didot…sekecil apapun, kita harus menyumbang peran untuk kebaikan bangsa kita ini

  16. Saya harus terus semangat. tulisan ibu menambah saya untuk terus semangat!

    Betul…yup kita harus tetap semangat

  17. Tulisan yg bagus sekali, Bu.
    memotivasi saya untuk selalu semangat dalam menjalani segala hal.. :)

    Irfan,
    Ini merupakan cara saya untuk menyemangati diri sendiri….hehehe

  18. Kondisi negara ini memang tidak sebagus negara-negara di luar sana. Oleh karena itu diperlukan orang-orang yang terus berjuang untuk memperbaiki keadaan krisis in, secara terus-menerus dan berkesinambungan sehingga bangsa ini tetap bertahan.
    Kalau semuanya baik-baik saja dan tidak ada masalah, dimana letak perjuangannya, perbuatan apa yang bisa dikatakan berhasil?
    Bahwa meningkatkan pendapatan petani Rp 400rb per bulan itu sangat luar biasa daripada menaikkan gaji karyawan sebesar 10%. Bahwa pengajaran pendidikan dan ketrampilan kepada peserta produktif akan lebih mengena daripada pendidikan dengan biaya mahal namun belum tentu digunakan.
    Keberhasilan itu dilihat dari proses awalnya. Dari yang bukan apa-apa, bekerja keras hingga bisa mengubah keadaan yang dirasa tidak mungkin. Semangat itu -asal tidak berhenti- akan selalu dikatakan berhasil.

    Ahh Adipati..lama engkau tak datang ke blog ini, sampai kangen membaca komentarmu yang selalu membuat semangat itu.
    Kapan dong punya blog sendiri, kalau melihat komentarmu, pasti isi blogmu akan sangat penting sebagai sumber pengetahuan bagi teman narablog lain.
    Yuk..kita memang harus semangat….minimal untuk lingkungan kecil kita dulu….jika mampu maka semangat itu akan menular ke lingkungan yang lebih besar

  19. kalo dari saya pribadi:
    jangan pernah kehabisan pengharapan

    salam,

    Setuju Bro Neo…justru itulah mengapa kita harus bisa menikmati kehidupan ini, karena masih punya pengharapan.
    Orang yang sudah kehilangan harapan, hidup segan, mati tak mau

  20. Yach, selalu mengobarkan semangat agar tidak pernah padam dalam diri kita. Itu penting sekali bunda, karena pada dasarnya yang bertanggung jawab menjaga semangat itu tetap ada di diri kita adalah diri kita sendiri.

    Saya yakin sebesar apapun rintangannya jika kita terus berusaha meraihnya (dgn semangat yang gigih juga do’a), maka semuanya itu Insya ALLAH bisa terwujud.

    Terima kasih bunda, tulisannya kali ini bak oasis di padang pasir…mengitu mengena di diri saya. Bravo bunda Ratna :) :) :)

    Betul Linda, kita harus terus membangun agar semangat di hati kita tak padam.
    Dan berguna untuk menyalakan semangat di hati orang2 di sekeliling kita.

    Best regard,
    Bintang

  21. semangat…semangat …yup karena mimpi2 saya jadi selalu bersemangat…positif thinking itu yg harus selalu diutamakan.
    Berusaha dan berdoa….itu yg paling utama, karena doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong

    Dan saya selalu mengobarkan mimpi2 ke ponakan2 saya serta anak2 teman saya…

    Betul Wieda..ayo kejar mimpi kita
    Mimpi inilah yang membangun semangat kita…mimpi untuk kehidupan lebih baik..mimpi untuk berbuat lebih banyak kebaikan…dst nya

  22. dunia sekarang emang makin kejam bu. kita disini semua berusaha mendaki puncak piramid kehidupan. at least udah ditengah juga sukur. karena sayangnya korban hanya terjadi untuk mereka yang dilembah kehidupan.

    Justru itu Boyin..hanya kita yang bisa menolong diri kita sendiri.
    dan itu melalui semangat yang selalu menyala di hati

  23. yang terpenting selalu berfikir positif, pasti tetep semangat menghadapi hari. iya kan Bun?

    Yup…setuju

  24. Bener kata Broneo..
    pengharapan yang membuat kita terus semangat :)

    Yup betul…juga mimpi yang harus kita kejar

  25. Postingan seperti inilah yang membuat api yang meredup kemudian berubah menjadi api yang menyala…
    Thanx buat semangat yang dialirkan dalam tulisan ini

    Syukurlah..dan jagalah agar semangat tak pernah padam dari hati kita

  26. saya paling suka dengan bacaan2 yang menginspirasi bu. setidaknya itu menjadi obat ampuh untuk membakar semangat.. atau nulis di blog ttg motivasi.. minimal diri kita sendiri bisa termotivasi..
    jadi smangat bener2 tak akan pernah padam.

    Ya, kita memang bisa menjaga semangat di hati melalui bacaan yang memberi motivasi

  27. tulisan ini nusuk bgt mpe ke jantung,…
    menembah wawasan, motivasi n inisiatif

    Menusuk?
    Waduhh..padahal tak dimaksudkan untuk menusuk jantung..hanya menggedor jiwa agar semangat

  28. carut-marut yang melanda
    negeri kita belakangan ini,
    memang membuat miris,
    namun kita harus tetap optimis…
    btw, seperti Mbak Edratna tulis
    semangat harus terus dibangun
    jangan sampai padam…… :)

    Betul mas, kalau hanya melihat dan membaca situasi terkini di koran2 bisa membuat patah semangat.
    Namun, kita punya kewajiban untuk mendorong lingkungan terdekat kita, anak-anak kita, untuk tetap mempunyai semangat yang membara untuk membawa kebaikan

  29. Tulisannya sangat inspiratif. Mengajak semua orang untuk tidak mau kalah dengan keadaan meski dalam kondisi pesimis sekalipun. Karena dengan semangat, hidup tidak akan kehilangan gairahnya.

    Yup betul…kita harus terus menyemangati diri sendiri, lingkungan terdekat kita…agar selalu berjuang membuat hidup lebih bermakna

  30. Saya kalau baca koran …
    Kompas dalam hal ini …

    yang saya baca bukan headline halaman depan Bu …

    Melainkan …
    Halaman belakang …
    Disana selalu ditampilkan sosok-sosok sederhana yang luarbiasa … yang karya dan semangatnya sangat menginspirasi …
    selesai baca kolom itu … koran dilipat … langsung mandi … berita yang lain tidak dibaca …

    biar tetap semangat !!!

    Salam saya Bu …

    Halaman belakang memang menyejukkan, betapa orang-orang biasa… dibalik layar, yang sebetulnya adalah orang yang luar biasa.

  31. very nice blog you have. encouraging. jarang sekali melihat orang yang tetap optimis dengan keadaan indonesia, semoga tulisan ibu mampu menghidupkan semangat hidup bangsa indonesia yang sedang tertidur. klise terdengarnya, tapi ini benar-benar harapan saya. terima kasih.

    Thanks kunjungannya ke blog ini.

  32. benar, bu. harapan itu masih ada. dan kita yang memulainya.

    Betul Fety..
    Harapan, mimpi..inilah yang selalu membuat kita bergairah..dan terus semangat untuk berbuat lebih baik

  33. tulisan ini sangat indah sekali, saya yakin siapa saja yg membacanya akan sangat termotivasi dan bersemangat dlm menapaki masa depan yg lebih baik.
    terimakasih Bu krn sudah berbagi hal2 yg bermanfaat utk kita semua.
    salam

    Sama-sama bu, tulisan bunda juga sangat menginspirasi

  34. Mampir, Bu. Selamat pagi.
    Salam kekerabatan.

    Selamat pagi pak…
    Salam

  35. Salam Takzim
    Tetap ada semangat lewat peyikan kompas maupun diskusi yang dikemas, semoga akan ada perubahan yang lebih baik lagi dimasa datang ya bunda
    Salam Takzim Batavusqu

    Yup…tetap semangat

  36. Membangun semangat agar tidak padam…

    itu pengalaman 5 bulan terakhir saya bu, setelah 5 bulan menganggur, mencoba melamar kerja terus dan terus dan alhamdulillah sekarang ke terima kerja lagi

    dan dalam kesempatan ini saya mau mengucapkan banyak terima kasih atas artikel ibu mengenai Account Officer, alhamdulillah saya keterima di BRI jadi AO bu

    terima kasih banyak ya bu

    Syukurlah, dan selamat ya
    Dan terus bekerja keras, pekerjaan sebagai AO sangat menantang, namun juga sangat berat, karena kita harus hati-hati, teliti, dan memahami aspek legal untuk setiap langkah kita.
    Dan juga harus mencapai target, karena jika tidak maka ada risiko dikeluarkan, karena AO memang berperan marketing

  37. Untuk saya pribadi, saya berusaha tetep semangat di manapun suami ditugaskan, (walau itu artinya “tercabut” lagi dari komunitas yang sudah membuat saya kerasan)- supaya suami juga tenang bekerja, tidak terganggu pikirannya karena istri nggak kerasan dsb.

    Tulisan yang membangkitkan semangat, Bu Enny…

    salam hangat selalu..

    Nana,
    Ada teman saya yang selalu mendampingi suaminya pindah kemana-mana. Saat suaminya ditempatkan di Yogya, dia sempat kuliah sampai S2, tapi terpaksa dia ikut pindah lagi ke Padang, Medan dst nya. Tapi teman saya dibesarkan dengan anjuran bahwa bagaimanapun isteri sebaiknya ikut suami, jadi dia pandai menjahit, memasak…dan urusan kewanitaan lainnya. Kemanapun suaminya ditempatkan, dia membangun jaringan baru, membuat kue-kue dsb nya. Dulu belum ada internet, kalau sekarang, Nana bisa tetap mendampingi suami, berkenalan dengan budaya dilingkungan baru (ini menarik lho)…dan tetap punya kesempatan menuliskannya di blog…dan siapa tahu nanti jadi sebuah buku. Jadi ingat NH Dini, justru pengalaman ikut suami menjadi cerita tersendiri.

  38. Resiko memang boleh dikatakan selalu ada pada setiap keputusan yang kita ambil, sekecil apapun resiko itu. Boleh dikatakan resiko adalah ‘cost’ dari keputusan yang kita ambil. Sama seperti jika kita berkeputusan membeli sesuatu pasti ada ‘cost’-nya (harga + ongkos transport, dll). Biarpun sebuah keputusan mengandung resiko namun memang ada kalanya kita harus membuat suatu keputusan, sama seperti ada kalanya kita harus membeli sesuatu. Agar seseorang berani (namun tentu harus dengan penuh perhitungan) mengambil keputusan maka memang terkadang diperlukan motivasi untuk membantunya.

    Namun begitu, sayang, yang saya perhatikan sehari-hari, tidak semua orang dapat dibangunkan dengan mudah motivasinya. Mereka-mereka, terutama yang berpendidikan kurang tinggi, terkadang sangat sulit (walaupun bukannya tidak bisa) untuk dibangkitkan motivasinya melalui kata-kata. Sehingga banyak orang yang bekerja tanpa improvisasi dan inisiatif. Namun begitu, tentu ada juga mereka yang kurang beruntung dalam pendidikan namun cukup berhasil dalam kewirausahaan misalnya. Nah, mereka itu umumnya (dan untungnya) termotivasi lewat keadaan, dan bukan lewat kata-kata…..

    Yah begitulah, sebenarnya memang ada lebih dari 1001 cara untuk menemukan motivasi… walaupun mungkin tidak semuanya bisa membangkitkan motivasi pada seseorang secara instan…

    Betul kang Yari…
    Sangat berbeda orang yang melakukan sesuatu dengan motivasi yang kuat, dibanding hanya sekedar melakukan kewajibannya. Tantangannya adalah bagaimana agar kita bisa membangun motivasi dan semangat dari diri kita sendiri

  39. ayooo semangaatt^^ manusia hdup tanpa semangat adalah ssuatu yg kosong..dan anak adalah slaah satu yang bisa mbuat kita smangat dan optimis dlam menjalani hdup …

  40. memeng benar bu smgt memacu jiwa kita,krna tnpa semangat sprtinya kita hidup menyesal.

  41. Hidup itu perjalanan. Sperti air yg disungai. Trus brjalan maju. Walau bnyk halangan. Skalipun batu yg keras menghadang. Pasti ada jalan kluar. Jd jalani aja hdup ini dgn apa adanya. Jgn lupa.
    Do’a
    Usaha
    Ikhtiar
    Tawakal.

    Slam kenal y. n_n :-)

  42. Terima kasih bu atas tulisannya. Sangat bersemangat dan membangun semangat


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 203 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: