Oleh: edratna | Agustus 14, 2010

In house training di Samarinda

Tak terasa saat berkunjung ke Samarinda waktu berjalan dengan cepat. Turun dari pesawat Garuda di Balikpapan, yang mundur dari jadual (ternyata ada rombongan anggota yang terhormat), kami segera bergegas menuju lounge dan staf teman kami yang mengurus bagasi. Kami sempat minum teh, langsung meneruskan perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda, karena telah ada janji pertemuan dengan Universitas Mulawarman. Jalan antara Balikpapan-Samarinda relatif sepi, namun karena jalan berkelok-kelok sopir tak berani ngebut. Kami melalui hutan Bukit Suharto, yang terlihat mulai gundul di beberapa bagian, padahal saya membayangkan hutan di pulau ini masih lebat. Perjalanan mulai tersendat saat mulai mendekati kota Samarinda, bertepatan dengan waktu orang pulang kantor. Pihak universitas beberapa kali menelpon, apa boleh buat jalanan makin macet setelah melewati jembatan di atas sungai Mahakam yang menghubungkan dua bagian kota Samarinda.

Gedung Perpustakaan Univ. Mulawarman yang unik

Kami sampai di Universitas Mulawarman, namun masih perlu waktu lagi untuk mencari ruang pertemuan yang terletak di gedung Rektorat, karena kebetulan sopir yang mengantar dari Balikpapan. Syukurlah kami masih ditunggu, sehingga pertemuan berjalan lancar.

Dari Universitas Mulawarman, kami segera menuju SwisBel Borneo Hotel, dan betapa senangnya karena jendela kamar lantai 10 yang kami tempati mempunyai pemandangan langsung ke sungai Mahakam. Sungai yang lebar namun terlihat mulai keruh dengan beberapa kapal pengangkut batubara berlayar melewati sungai tersebut. Juga terlihat kapal yang menunggu antrean di dekat darmaga, untuk menarik tug boat pengangkut batubara. Saya segera mengambil foto sungai Mahakam ini.

Tug Boat mengankut batubara di sungai Mahakam (Foto diambil dari jendela SwisBel Borneo Hotel)

Setelah mengantar kami ke hotel, sopir dari Balikpapan langsung kembali pulang. Kami segera beberes koper dan mulai menyiapkan bahan-bahan yang akan dipakai mengajar besok. Tak lama kemudian panitia dari Bank Kaltim menelepon, dan kami sepakat akan ketemu besok pagi di aula Bank Kaltim tempat in house training diadakan.

Tak lama kemudian teman dari Samarinda menelepon, menanyakan apakah kami perlu mobil dan sopir? Tentu saja saya mengiakan, karena ingin melihat kota Samarinda di waktu malam, sekaligus untuk mencari makan malam. Kami minta dijemput setelah jam 19.30 wita, agar sempat membersihkan badan, mandi dan ganti baju. Tak lama kemudian kami turun dan pak sopir yang mengantar sudah menunggu di parkiran hotel. Malam ini kami makan malam kemudian jalan-jalan menikmati kota Samarinda yang mulai sepi karena sudah jam 10 malam. Keesokan paginya sopir dari Bank Kaltim menjemput dan kami diantar ke aula. Pelatihan dibuka oleh Direktur Pemasaran Bank Kaltim, diikuti oleh 35 peserta yang terdiri dari: Staf Pengendalian Kredit di Kantor Pusat maupun Kantor Cabang, Staf Administrasi Kredit Kantor Pusat, Staf Legal Kantor Pusat dan Kantor Cabang, Staf Audit Cabang di Kantor Pusat, Staf Risiko Kredit dan Risiko Kepatuhan Kantor Pusat, Penyelia Pengendalian & Penyelamatan Kredit Kantor Cabang, serta Pimpinan Departemen Teknikal Support Kantor Pusat.  Untuk menjamin tercapainya tujuan pembelajaran, pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi, studi kasus, dan diskusi kelompok. Setiap tahapan pelatihan diberikan contoh nyata dilapangan, kemudian peserta dibagi tujuh kelompok untuk mendiskusikan dan mengerjakan studi kasus.

Pertanyaan peserta sangat beragam,  dan ada beberapa hal yang diberi penekanan, serta kemudian diberikan contoh nyata dan dibahas dalam diskusi kelompok. Secara garis besar peserta aktif berpartisipasi, bahkan saat jam rehat kopi, beberapa peserta bergabung untuk banyak bertanya tentang kondisi dilapangan dan bagaimana pengalaman kami dalam menghadapi masalah tersebut. Sangat menyenangkan untuk berbagi pengalaman dengan mereka, karena banyak pertanyaan bagus yang kemudian justru muncul saat jam istirahat dalam situasi mengobrol santai. Mungkin karena jika dalam suasana kelas, merasa sungkan kawatir pertanyaan menganggu teman lain, atau merasa pertanyaan kurang layak untuk ditanyakan. Pada saat santai maka pertanyaan dan diskusi bahkan berlangsung seru, sehingga panitia setiap kali mengingatkan agar segera masuk kelas.

Hal-hal yang dibahas, antara lain adalah:

1. Struktur organisasi antara unit bisnis dan unit restrukturisasi terpisah. Sesuai PBI, telah diatur bahwa unit restrukturisasi terpisah dengan unit bisnis. Pemisahan ini bisa dilakukan dalam bentuk Divisi, Bagian, maupun Seksi. Atau jika kondisi SDM tak memungkinkan dapat dilakukan dengan menggunakan AO silang.

2. Dasar hukum untuk melakukan restrukturisasi. Setiap kali akan mengambil keputusan apakah dapat dilakukan restrukturisasi atau tidak, harus dipahami lebih dahulu dasar hukum pelaksanaan program restrukturisasi kredit, yang didasarkan atas:

  • Undang-undang Perbankan no.7 tahun 1992 tentang Perbankan yang telah diubah dengan Undang-undang  no.10 tahun 1998
  • PBI no.7/2/PBI/2005 tanggal 20 Januari 2005 dan SE BI No.7/3/DPNP tanggal 31 Januari 2005, tentang Penilaian Kualitas Aktiva Produktif
  • PBI no. 2/15/PBI/2000 tanggal 12 Juni 2000, tentang Prubahan Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia Nomor 31/150/Kep/Dir tanggal 12 Nopember 1998 tentang Restrukturisasi Kredit.
  • PP No.14 tahun 2005 yang diubah dengan PP no.33 tahun 2006 tentang Tata Cara Penyelesaian Piutang Negara/Daerah

3. Prinsip dasar dalam melakukan restrukturisasi. Keputusan apakah suatu perusahaan milik debitur dapat direstrukturisasi atau tidak, dapat dilihat dari nilai expected value. Jika nilai expected value lebih besar dari nilai likuidasi maka usaha tersebut dapat dilakukan restrukturisasi. Penilaian nilai expected value ini didasarkan dari: net cash flow positif, dan itikad debitur baik.

4.Akuntansi Restrukturisasi. Dalam hal melakukan perhitungan keuntungan/kerugian restrukturisasi, Bank wajib menggunakan tingkat bunga efektif dari kredit sebelum direstrukturisasi sebagai tingkat diskonto. Bank wajib melakukan perhitungan keuntungan/kerugian untuk kredit yang direstrukturisasi.

5. Budaya kredit yang sehat diperlukan sebagai benteng kualitas kredit.Budaya kredit yang sehat akan menjadi sistem yang kuat agar setiap jajaran yang mengelola kredit melakukan tugasnya dengan baik.

Selesai pelatihan sudah sore, kami segera bergegas untuk mencari souvenir khas Samarinda. Pak sopir mengantar kami ke toko Citra, dan kami sibuk memilih-milih barang apa yang akan dijadikan souvenir. Sayangnya kami berdua tak tahu berapa harga yang tepat, sehingga saya (yang cenderung tak bisa menawar dan tak tahu harga suatu barang) mengandalkan pada teman. Jadi lucu juga, jika teman memegang barang dia langsung menengok pada saya dan bilang…”ini bagus lho..” Hahaha…..selama ini memang saya tak menyukai acara belanja terutama jika harus menawar, sehingga akhirnya selalu jadi follower dalam hal tawar menawar. Akhirnya kami selesai berbelanja dan kembali ke hotel, entah kenapa hari pertama ini rasanya lelah sekali, sehingga kami memutuskan untuk makan malam di hotel saja, agar bisa segera beristirahat. Hari kedua tak terasa berjalan cepat, peserta dan kami mulai saling mengenal, dan tak ragu-ragu bertanya jika ada hal yang dirasakan kurang jelas. Pada studi kasus yang dibagi dalam tujuh kelompok, dengan masing-masing kelompok 5 (lima) orang, saya lebih mudah untuk mendatangi kelompok demi kelompok, menjelaskan lagi hal yang kurang jelas, karena saya lihat masing-masing kelompok mempunyai pengalaman yang berbeda. Dari diskusi kelompok saat membahas studi kasus ini, saya bisa menambahkan hal-hal yang bagi peserta kurang dipahami.

Dua kelompok maju ke depan kelas, untuk melakukan presentasi, dan kebetulan sekali hasil akhirnya berbeda. Hal-hal seperti ini sangat menarik, dan bisa terjadi karena kasus yang sama akan menghasilkan hasil berbeda dengan asumsi yang berbeda, yang penting adalah analisis dan argumentasi dalam menilai kasus tersebut. Pelatihan ini akhirnya berakhir pada jam 16.30 wita, dan di tutup oleh Direktur Pemasaran Bank Kaltim, dengan harapan kerjasama ini dapat dilanjutkan di lain waktu. Kami segera menuju lobby, dan sopir yang menjemput segera mengantar untuk melihat “Islamic Center” selagi masih bisa memotret. Sebelumnya pak sopir membawa kami menuju gedung DPRD yang bangunan nya sangat unik. Tentang kunjungan ke Islamic center akan saya posting tersendiri.

Iklan

Responses

  1. belum pernah ke samarinda saya bu…
    bagus kah kotanya? trus makanannya apa yang enak? hehehe

    foto2nya kurang banyak bu… 😀

    Kotanya tenang, dialiri oleh sungai Mahakam dengan kapal yang lalu lalang diatasnya…
    Makanan yang khas dari ikan, karena memang dekat laut dan sungai….rasa ikannya sungguh lezat mungkin karena berasal dari air yang tenang dan dalam ….

  2. Selamat ya bu telah menginjakkan kaki di Bumi Kalimantan Timur. Mudah2an selama disana mendapatkan sesuatu yang menyenangkan dan pengalaman yang unik tentunya. Dan ada semacam keyakinan dari orang sana (kaltim), bahwa sekali minum air mahakam maka Insya Allah akan kembali lagi. Oh ya, ditunggu lho bu tulisan selanjutnya tentang ISLAMIC CENTER SAMARINDA

    Konon katanya memang seperti itu..semoga aja ada proyek lanjutan di sana

  3. (Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
    Sungai Mahakam yang terkenal sekali itupun makin hari makin berair keruh saja, Bu. Bisa2 suatu saat tinggal di kamar hotel yang jendelanya menghadap sungai Mahakam bukan lagi sebagai sebuah keberuntungan

    Sebenarnya keruh tak masalah, asal bersih dan tak terjadi pendangkalan.

  4. Kalimat berikut menarik, Bu.
    “Mungkin karena jika dalam suasana kelas, merasa sungkan kawatir pertanyaan menganggu teman lain, atau merasa pertanyaan kurang layak untuk ditanyakan. Pada saat santai maka pertanyaan dan diskusi bahkan berlangsung seru,”

    Ya, benar sekali Ibu, lebih banyak orang “berani bereksplorasi” pada saat-saat tak formal.

    Selamat menunaikan ibadah puasa.
    Salam kekerabatan.

    Justru itu pak, saya dapat menggali pertanyaan dengan peserta, memahami kebutuhan mereka dan mengetahui apakah yang saya jelaskan telah dipahami, adalah pada saat rehat kopi…karena kita bisa mengobrol santai.

  5. walaupun cuma 2 foto, tp fotonya bikin kangen kalimantan timur 🙂

    Tak saya sangkal, Kalimanta Timur memang indah…

  6. Betul, kt ifan bu, ada istilah sekali terminum air Mahakam, ktnya bakal balik lg, tp kok aku blm ada kesempatan balik ke sana lagi ya he..he..Sptnya kl liat jadwal padat gitu nggak sempat kopdar ya bu?

    Ternyata memang tak punya waktu….ke hotel hanya mandi, berangkat lagi sampai malam. bahkan saat ingin beli oleh-oleh ya cuma dari satu toko…belanja nya sambil lari.

  7. Samarinda memang keren, udah hampir 2 tahun tinggal disini dan mengagumkan memang… Nice post ..

    Yup…setuju

  8. Souvenirnya sarung samarinda ya Bu???

    Itu sudah pasti…dan amplang

  9. Buuu… sayang banget nggak sempat ktemu di Samarinda 😦
    Mudah2an lain kali ibu ada job ke samarinda lagi ya, Bu… atau mungkin saya yang jalan2 ke Jkt lagi 😀

    Wahh …iya…acara padat banget…..
    Bahkan sempat memilih makan malam di hotel karena lelah……mengajar seharian kan memang menghabiskan tenaga…..hehehe. Dan malamnya ada acara lagi.

  10. akh, sayang sekali ,ternyata sudah mulai banyak kerusakan hutan dan sungai disana akibat ulah tangan manusia ya Bu.
    apakah memang pembangunan hrs mengorbankan kelestarian ya ? 😦
    salam

    Itulah yang kadang meresahkan….pembangunan terkadang mengorbankan tanaman dan alam sekitar

  11. #1. Sama dengan Daeng Afdhal… saya jadi kangen juga dengan Kaltim, Balikpapan terutama…

    #2. Hutan Soeharto ya… kalau lewat sana malam hari, saya sering melihat yang orang lain tak lihat, Bu…hiii…

    # 3.sepertinya air Mahakam memang dari dulu tampak keruh begitu deh Bu…

    Saya ke Balikpapan cuma sambil lewat, berharap suatu ketika sempat agak lama di sana.
    Hutan Suharto sudah terang benderang…terutama dipinggir jalan, kebetulan saya lewatnya siang hari terus.
    Konon katanya dulu, air sungai Mahakam jernih dan dapat diminum…mungkin berabad yang lalu ya?

  12. ngebayangin Gedung Perpus Univ Mulawarman di malam hari, mirip lokasi2 penampakan gitu.

    Kampusnya memang agak seram kalau malam hari, karena banyak pohon.
    Tapi kampus universitas lain juga seperti itu kan? Seperti UI Depok, bahkan ITB, walau terang benderang tapi gedungnya kuno….

  13. Terima kasih ibu atas pujian tentang Kota kami, saya alumni Unmul jg bu. semoga ada kesempatan untuk belajar dengan ibu.

    Sama-sama….semoga Kaltim tetap indah dan mempesona pengunjungnya

  14. […] yang pertama adalah pada Agustus 2010 lalu, namun kami tak sempat bertemu. Bu Enny yang merupakan seorang trainer, memiliki jadual yang sangat padat. Untung saja kali ini kami bisa […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: