Oleh: edratna | September 13, 2010

“SILENT MODE”

Gunakan hape dengan bijak (gambar diambil dari MariKemari.com)

Akhir-akhir ini saya lebih memilih memasang profil “silent” pada Hape, dan hanya sesekali melihat hape apakah ada sms masuk apa tidak. Rasanya semakin banyak saja sms masuk yang tak berguna, dari sms minta pulsa (jelas tipu-tipu), sms penawaran KTA (Kredit Tanpa Agunan), sampai yang terakhir adalah sms penawaran jika mau beli rumah. Saya benar-benar tak memahami fenomena ini, apakah provider telpon tak bisa mengatasi ini. Di satu sisi, mempunyai hape merupakan kemudahan untuk komunikasi, sehingga rasanya agak aneh jika kita ketinggalan hape, karena rasanya dunia berhenti berputar atau kita merasa tak mendengar kabar apa-apa.

Jika tanpa menonton televisi masih bisa diatasi, tak demikian dengan kebutuhan adanya hape ini. Dan semua gangguan ini anehnya berasal dari kartu pasca bayar dari telkomsel. Untuk pra bayar memang ada gangguan, tapi tak sebanyak yang berasal dari kartu pasca bayar. Belum adanya telepon aneh-aneh, sok kenal sok dekat (SKSD), yang kalau kita tanya balik, dia ganti mengatakan…”sombong loe ya sekarang, masak nggak kenal gue.”  Rasanya muka ini seperti tertampar mendengar perkataan itu, tapi setelah dipikir kembali…. sumpah mati, saya tahu pasti bahwa itu bohong, karena seingat  saya tak ada teman yang ber loe gue seperti itu….apalagi sampai ngomong nggak sopan. Sempat punya perasaan tak nyaman, jangan-jangan dari teman lama, dari masa lalu (teman SMP, SMA atau teman lama sekali)……tapi rasanya teman saya cukup sopan untuk memperkenalkan diri, dan mengatakan dia siapa, jika saya kebetulan tak mengenali suaranya. Hal yang wajar bukan, setelah sekian tahun berlalu, apalagi nyaris tak pernah ketemu lagi…maka kita tak kenal suaranya. Setelah dapat telepon tak enak tadi, saya sempat merenung, dan sampai besoknya, saya ngobrol dengan teman, ternyata teman saya juga punya pengalaman yang sama. Dan nomor aneh tadi disimpan, hanya diberi catatan, bahwa itu dari orang aneh.

Suatu ketika, rasa penasaran saya muncul, saya menelpon balik nomor tersebut…dan hape saya pasang loudspeaker agar saya tak harus mendengarkan melalui kuping…dan anehnya dari ujung sana, saya hanya ada suara “halooo….halooo….” yang terus menerus dengan nada suara kasar. Berarti si penelepon memang tak mengenali nomor teleponku, alias niatnya cuma mau menipu. Pernahkah anda mengalami hal  ini?

Ada lagi yang aneh, kadang saya terpaksa menerima panggilan telepon walau nomornya tak kenal. Suara seorang laki-laki yang saya perkirakan usianya diatas 40 an terdengar sopan. Tapi lama-lama dari percakapannya ada yang janggal, apalagi setelah dia memperkenalkan diri dari kepolisian. Ha! Dari polisi? Mungkin maksudnya biar penerima telepon takut. Tapi karena beberapa kali mendengar ada telepon aneh2-aneh yang  pernah diterima teman, saya tanya dari kepolisian mana, siapa namanya dan pangkatnya apa…..dan tentu saja tak lupa saya mengatakan bahwa om saya jendral polisi….. bla bla bla, nama dan jabatan dia saya perlukan karena saya akan konfirmasi dulu sebelum melanjutkan pembicaraan dan  meminta agar dia menelepon 5 (lima) menit lagi. Apa jawabnya? Dia mengatakan agar saya tak perlu menelepon om, karena sebetulnya dia hanya ingin menawarkan barang sitaan, siapa tahu saya berminat. Wahh saya pengin ngakak…..terus aja saya bilang…”Mas, kalau butuh barang, ngapain beli barang sitaan, lha mendingan beli yang resmi saja dan aman”…langsung telepon saya tutup. Saya tak percaya kalau ada yang mengatakan bahwa hipnotis bisa dilakukan melalui percakapan lewat telepon, namun siapa tahu dengan kepandaian si pembicara kita bisa tergugah untuk membeli suatu barang yang tak berguna, yang akan kita sesali kemudian.

Akhir-akhir ini semakin banyak gangguan dan rasanya makin tak  nyaman. Dan tentu saja, paling aman adalah menggunakan profil “silent” agar kita tak terganggu. Saya jadi ingat aturan, jika kita menelepon orang melalui hape, dan kita belum kenal dekat orang tersebut, maka kita akan mengirim sms dulu, menerangkan kita siapa, dan apakah kita bisa menghubungi beliau melalui telepon dan kapan? Jadi, sebetulnya kita tak perlu menerima langsung telepon dari nomor yang tak kita kenal. Apa boleh buat, kita memang perlu memilih teman, jika semakin banyak telepon atau sms tak jelas seperti ini, jika kebetulan ada teman yang merasa kenal, dan merasa kita berhubungan dekat, serta  menganggap bahwa saya harus mengenali suaranya….mohon maaf, saya lebih baik di cap sombong……Bukankah kita juga berhak memilih teman yang baik, yang tetap sopan dan saling menghargai kita?

Iklan

Responses

  1. Pada akhirnya alat komunikasi bernama handphone yang begitu kita gemari itu mendatangkan kegelisahan juga ya, Bu..

    Saya nggak ngalamin masa2 gangguan orang nawarin KTA, tapi aku bayangin pasti menyebalkan ya!

    Iya Don…akhirnya saya memlilih “silent” daripada berdering melulu, tapi ga penting dan menganggu..
    Tapi untuk pra bayar (dan ini malah bisa untuk telpon si bungsu lho, dengan pulsa Rp.1000,-/menit), yang hanya diketahui keluarga saya buka terus…..karena gangguan masih sedikit, paling tawaran bonus sms…hehehe…..lha ngapain ya kita kirim sms ga jelas hanya karena ada bonus, kadang aneh-aneh juga.

  2. hehehe tulisan ibu menyambung tulisan Uda Vizon dan Mas NH ya…
    Hak Privacy di Indonesia memang belum dijamin jadi siapa saja, individu atau perusahaan bebas untuk memberikan nama dan no HP kepada semua orang. Sedangkan di sini, individu dan perusahaan terikat perjanjian tertulis maupun tidak tertulis untuk tidak menyebarkan data pribadi orang lain. Seorang guru yang menghilangkan data pribadi murid-murid i.e. daftar kelas/satu sekolah bisa dituntut apalagi jika terjadi kejahatan akibat info tsb. Berita kehilangan daftar itu saja bisa masuk TV tuh.

    EM

    Memang ini yang menyedihkan…
    Pernah ada yang menelepon, dia tahu nama dan pekerjaan saya, dari sebuah Bank
    Saat saya tanya, dia tahu nama dan nomor hape dari mana, dia bilang dari manajemen…terus saya tanya nama manajemennya siapa, kok saya merasa nggak kenal. Dan karena dia muter-muter terus, saya langsung tutup hape….
    Masalahnya, kadang telpon dari klien, menawari kerjaan…hahaha….
    Dan anehnya, di Indonesia ini, orang hobi banget ganti-ganti nomor telpon….bikin pusing

  3. Hihihi untung disini ga Ada telp aneh2
    Pas di Semarang Ada telp aneh, dengan tenang saya bilang jangan main2 yah ini rumah wakil gubernur hahaha ketepu dia

    Entah kenapa…kok penipu ini suka nyasar melalui telpon….
    Dan jika ada telpon ke rumah (telpon kabel), kita juga harus tanya dari mana, mau bicara dengan siapa?
    Kalau dia tak bisa jawab, langsung ditutup aja..karena ada juga yang pura-pura nelpon, senengnya kalau yang terima anak-anak atau PRT, ntar dia tanya nama ayah ibu siapa, kerja dimana..jadi deh cari info tentang kita, yang nanti digunakan untuk menipu balik.
    Jadi bener juga, seperti Wieda, ditipu aja dia…

  4. kadang sy berfikir, kalo ngak misscall lebih dari sekali, berarti yg telpon ngak penting2 amat.. ngak perlu telpon balik *tentunya dari no hp yg tidak dikenal* 😀

    tapi ada juga yg penasaran, kalo ada yg sms/telpon dari tak dikenal 😀 tapi tergantung orangnya sih 😀
    Kayaknya memang sebaiknya hanya menerima telpon yang ada nomornya di hape kita

  5. (Maaf) izin mengamankan KELIMAAAX dulu. Boleh, kan?!
    Saya juga sering mensilent hape. Meskipun terkadang kalau ada sms sampai suka gak kerasa lantaran getarannya yang cuman sebentar.

    Risikonya memang kita harus sesekali ngecek hape

  6. haduh emang paling nyebelin kalo dapet sms2 atau telp2 kayak begitu ya bu… buang2 waktu dan energi aja rasanya.

    emang paling bener ya di silent aja lah. kalo emang penting pasti mereka ngsms dulu.

    Setelah silent jadi aman…..
    Memang gila-gilaan kok..sms mama minta pulsa, sms minta tolong karena terjebak ditengah hutan (lha di Indonesia hutan mana ya?0, jualan produk dsb nya…benar2 spam

  7. aku juga sering dapat sms aneh2 kayak gitu Bu, duh, rasanya sebhel , dan biasanya langsung aku delete saja. 😦
    Rasanya sekarang nambah lagi cara2 tipu menipu ini, selain hipnotis juga sms pulsa dll, dsb nya 😦
    salam

    Dan ada juga lho yang kena tipu..kompas minggu kemarin memberitakan ada anak yang tertipu, disangka mamanya ganti nomor …hehehe
    ….

  8. sama bu, saya juga kadang suka bikin silent. kalau sudah dibuat silent. biasanya karena sudah pernah saya wanti-wanti ke keluarga bila mau telp atau sms yang cepat dibalas bisa hubungi saya di nomor satu yang relatif jarang orang tahu.

    Akhirnya saya juga melakukan hal yang sama dengan Femi

  9. dari solo mengucapkan
    Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H..
    Minal Aidin Wal Faidzin..
    Mohon Maaf Lahir dan Batin..

    Terimakasih, sama-sama

  10. makin banyak orang gila memang Bu di jagat telepon genggam ini…

    dulu pas awal2 hape taun 99-2000an kayanya hape tuh bener2 dipake utk sgl sst yg serius dan penting, sekarang mah muncul makhluk abal2 kaya gitu
    dari SMS mamah-pulsa, SMS penawaran KTA, telepon si elu-gue yg ngaku temen dan lagi tabrakan sampe telepon dari suatu perusahaan yg menawarkan kerjasama bisnis yg menggiurkan

    aya2 wae…
    bikin risih dan ga enak aja…
    klo aldi sih terkadang dicuekin terkadang dijailin balik (seperti si elu-gue yg aldi loudpeaker dan diteriakin temen2 satu ruangan hahahaha)

    Paling aman memang silent….nggak menganggu.

  11. wah makin serem aja di jakarta ya bu..kalo saya jaman belum ada promosi2 segala macam memang gak pernah ngangkat telpon kalo nomornya tidak saya kenali, soalnya kalo mereka butuh kan mereka bisa sms..hee..jadi masalah butuh gak butuh aja..

    Bukan Jakarta aja kang Boyin..tapi merata di Indonesia

  12. Setuju bu …
    KTA itu sangat mengganggu sekali …

    Akhirnya sama dengan Ibu …
    Saya silent mode HP saya …
    Dua-duanya …

    Alhamdulillah …
    saya belum pernah menerima telfon aneh-aneh …
    (jangan sampai ya bu …)

    salam saya Ibu

    Saya akhirnya tak menjawab kalau ada telpon yang nomornya tak dikenal…aman

  13. Gara2 terjatuh, ringtone HP saya endak mau bunyi..Pertama sih kok seperti aneh aneh gimana gitu..trus saya berencana mau membawa HP ini ke servisan endak jadi2, eh sampek sekarang hampir 1 tahun HP saya tak ber ringtone, kok malah berasa nyaman…ehehehe

    oia ibu, saya jugak mau mintak maap…di komen2 balasan saya, saya sukak nambah2in hurup N di huruf setelah E..maap banget ya ibu, saya janji saya mau edit lagi komen2 balasan yang saya tujukan untuk ibu.

    Saya tak terlalu paham kalimat alinea 2 ini…
    Tapi memang, jika ada komen yang bagus tapi pakai bahasa alay, saya edit, karena saya tak suka bahasa singkatan…ini bukan sms kan yang dibatasi oleh maksimam karakter tertentu.

  14. Terkadang mungkin ada kekhilafan pada setiap kata yang saya tinggalkan pada saat blogwalking, ada tata krama blogger yang saya langgar waktu bertamu di blog sobat semua. Ada tanggapan yang keliru pada sebuah posting, dan meski sedikit terlambat, izinkan saya mengucapkan ” Minal Aidin wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin”.

    Sama-sama.
    Saya juga mohon maaf lahir batin

  15. Kalo di Jepang, semua orang memilih menggunakan HP dengan silent mode. Mereka takut mengganggu orang lain.

    Btw,
    selamat Idul Fitri ya Ibu…
    Maaf lahir bathin

    Iya…dan tak perlu pakai teriak-teriak kalau terima hape yang membuat semua orang disekitarnya mendengar…hehehe…
    Saya juga mohon maaf lahir batin

  16. kalau blue kadang kadang saja…ehehehe
    salam hangat dari blue
    Apa kabar,bu?

    Kadang-kadang silent mode?

  17. saya pikir saya saja semenjak dua bulan terakhir nyaman dengan “silent mode”, pernah sekali saya generate mode eh… malah kaget !, trus setting lg deh “silent” biar nyaman permanent.

    Yup…setuju…

  18. mungkin si penipu itu memanfaatkan sms gratis dan telpon murah makanya makin banyak penipu dan metode penipuannya pun makin beragam.
    ngebet banget dapet korban

    Dan..kenyataannya ada juga yang masih bisa tertipu..
    (Kompas Minggu, 19 Sept 10)

  19. fety sejak tinggal di jepang juga lebih suka pakai silent mode, bu. karena di sini kan kadang dilihatin klo hp berdering ditempat umum, daripada lupa mematikan dering hp meningan sepanjang hari diset silent mode 🙂

    Betul Fety,
    Orang lain juga tak ingin mendengar pembicaraan pribadi kita

  20. saya hanya merespon yang benar-benar ada di phonebook….selain itu maaf

    duh mohon maaf lahir bathin bu jika ada salah kata selama ini

    maaf saya telat ngucapinnya hehe

    Sama-sama..
    Saya juga mohon maaf lahir batin

  21. arrrgghh yang minta2 pulsa ngaku2 dari mama itu sering banget tuh bu enny,ngeselin banget. dulu juga kan suka dapat sms berhadiah ini itu,jelas2 penipuan ,orang saya gak pernah ikut undian.

    saya juga lebih baik gak ngangkat sih kalau gak kenal,kecuali dia sms duluan memperkenalkan diri ,banyak juga yg cuma mau nawarin ini dan itu

    tapi kalau saya memang selalu disilent sih bu enny,takut lupa kalau lagi sholat,nanti malah ganggu yg lain gak enak soalnya udah pernah kejadian 😛

    Akhirnya memang enak kok silent..kita sesekali aja melihat hape..dan tak ketinggalan berita kok
    Kebetulan, teman dekat, keluarga, tak hobi menelepon…

  22. Ya,ya, Bu, modus kekurangbaikan yang memanfaatkan hape kini sangat bejibun. Perlu hati-hati memang, sebab, saya ingat kakak saya pernah mendapat sms. Isinya, ia mendapat undian. Untuk memastikan informasi saja, ia harus ke kudus karena di daerahnya, jepara, belum ada lembaga yang melayani pemastian informasi itu. Padahal, kudus-jepara, 1-2 jam naik motor.
    Salam kekerabatan.

    Hehehe..betul pak..
    Kalau sms terus menerus, bosen juga..lagipula kita tak kenal.
    Soal undian, kalau menang biasanya diumumkan …dan mestinya mereka hanya meghubungi untuk minta mau dialamatkan kemana? Tapi memang ide untuk menipu aneh2 aja…dan mengganggu

  23. saya paling suka silent mode..soalnya lebih private dan ga mengganggu yg lain…tp terkadang ga kedengeran..cm getar doang, kalo dikantong2in ga bagus juga sih bagi kesehatan…fuih…serba salah ya

    Kalau cewek, karena masuk tas, malah jadi lupa…karena getarnya tak terasa..hahaha

  24. wah, saya juga sering dapet sms / tlp yg tdk dikenal, emang adakalanya emang temen, adakalanya emang orang iseng

    Kalau teman saya, biasanya tak langsung telepon, tapi sms dulu mengatakan dia siapa

  25. Saya juga sudah jenuh memegang Hp. Beruntung saya hanya seorang guru, tidak banyak relasi. Sebagian besar hanya siswa dan keluarga. Hp sering kali hanya jadi penghuni almari. kalau penting biasanya keluarga, teman dan siswa menggunakan telpon rumah.

    Selamat pagi, semoga sukses dan bahagia.

    Pekerjaan saya membuat hape memang kebutuhan. Di satu sisi teman, keluarga, tak terlalu suka telepon…
    Memang harus disiasati…agar tak terganggu deringan tak perlu

  26. wah..makin banyak aja telpon iseng yah mbak..

    kalo aku kl lg diruangan biasanya disilent sih..

    Memang kayaknya mesti silent aja kok

  27. sekarang modusnya emang aneh2 ya bund..
    tinggal bagaimana kita menyikapinya. harus lebih hati2..

    ohya, belum sempat ngucapin Minal Aidzin wal Faidzin.. maap kalo ada salah2 kata 🙂

    Betul…penipu akalnya kan macam-macam
    Sama-sama Anna, saya juga mohon maaf lahir batin

  28. wah…. kalo aku mau tidur dengan nyenyak biasanya ta matiin..
    Pengalaman ma polisi gadungnnya lumayan untuk refrensi sapa tau nanti dikerjain juga hehehe… [ko jadi ngarep gini]…

    Yang jelas penipu macam-macam..mungkin maksudnya mau hipnotis..ehh memangnya hipnotis bisa lewat telepon?

  29. 1. Maaf lahir batin yha Bu ^_^
    2. toss dulu yha Bu 😀 sama, saya juga tiap hari hp saya silent, soalnya takut mengganggu orang lain. dan saya juga sering terganggu dg ringtone orang kl lg di transjkt..
    3. tosss lagi Bu, mengenai penipuan sms-mama, penawaran KTA, promosi susu formula, penawaran kerjasama, jualan barang dll, sama, saya juga sering dapet meskipun nomor saya prabayar.
    4. untuk yang telp aneh2/nyasar ada 3 kemungkinan bu, a) data ibu sudah dicuri/diperjualbelikan, b) emang orang iseng/salah nomor, c) bisa jadi nomor ibu adalah nomor recycle yang diproduksi ulang (seperti nomor saya)
    wahh maap bu, jadi panjang komen saya 😀

    Vivink,
    Maaf lahir batin juga ya
    Mulai sekarang hape saya juga silent
    Yang sering gangguan hape yang pasca bayar..atau penipunya cuma sekedar mengirim ke nomor tertentu..dan mengirim sms bisa lewat internet kan, tanpa perlu bayar pulsa…

  30. maaf ralat point 3, nomor saya pascabayar 😀

    Oke, saya paham maksudnya…
    Makasih ya

  31. Tambah marak saja ya Bu, sms atau telpon yang jelas2 merupakan usaha penipuan… dan ternyata ada juga orang yang menjadi korban 😦
    Misalnya anak teman tante saya yang mengirimkan pulsa ke nomor orang yang mengaku2 mamanya…

    Hehehe….mungkin kalau di list banyak sekali jenisnya ya…

  32. Oiya… Met Idul Fitri ya, Bu…
    Mohon maaf lahir dan batin 🙂

    Sama-sama Akin
    Saya juga mohon maaf lahir batin

  33. Kemarin saya menerima sms yang minta pulsa, seolah-olah dari seorang ibu kepada anaknya. Karena gak tahu kalau itu sms tipu-tipu, saya balas bahwa dia salah sambung … 😀

    Saya juga jarang mengangkat telepon dari nomor yang tidak saya kenal, apalagi kalau itu nomor ponsel (bukan nomor telepon rumah). Saya pikir, kalau saya tidak angkat, dan memang dari orang yang saya kenal, biarlah dia sms saja dulu, memberi tahu maksudnya menelepon.

    Alhamdulillah, saya jarang menerima sms ataupun telepon iseng … 🙂

    Betul mbak Tuti…
    Memang harus benar-benar hanya terima telepon yang kita kenal.

  34. Beruntung saya tidak pernah memakai telepon pasca bayar. Jadi, tidak diganggu.

    Salam kenal.

    Prabayar juga ada gangguan, tapi tak sebanyak pada pasca bayar

  35. itu lho ibu..saya sukak mengubah nama ibu menjadi endratna

    Ohh itu ya….salah ketik?

  36. yups……betul itu…Qt harus selektif milih OP… 😉
    banyak juga OP yang menawarkan berbagai kemudahan tapi ujung2nya pulsa membengkak… ;-(
    waduh…ketipu lagi dech Qt….
    kunjungan perdana neh…lam kenal buat para Bloger….. 🙂
    monngo mampir ke Blog saya 🙂

    Mas, mohon lain kali kalau komentar jangan di singkat-singkat ya…..internet kan nggak membatasi maksimum huruf

  37. mungkin harus mengubah persepsi bahwa sms tu tidak sopan?

    http://rahard.wordpress.com/2009/02/27/sopankah-menggunakan-sms/

    kalo orang membiasakan sms dulu sebelum telpon, nomer2 tdk dikenal kan bisa di-reject tanpa merasa bersalah

    tapi masalahnya sms sampahnya juga banyak ya? ;))

    Etikanya, memang seharusnya mengirim sms dulu, apa beliau bersedia menelepon. Jadi sebetulnya hak kita untuk tak menerima telepon dari orang tak dikenal….tapi entah kenapa makin banyak yang kurang memahami ini, menelepon pada saat jam sibuk….dan ternyata hanya untuk menawarkan sesuatu yang tak kita inginkan.

  38. Kalau aku gak pernah di telepon oleh nomer gak aku kenaldengan penawaran yang bla…bla….bla…., tapi sms yang ngajak kenalan banyak. Dan itu dari nomenrku yang baru, mungkin mereka itu anak2 ABG yang iseng nyari kenalan lewat telepon nyasar. 😆
    **dikira aku ini ABG ceweq yang senag di rayu kalee karena dari kata2 nya mereka itu laki-laki, jeruk koq makan jeruk 😯


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: