“Term and Condition pada Loan Agreement” Sebagai salah satu cara mengendalikan risiko kredit pada Bank(I)

Bagi seorang Account Officer, apabila telah meninjau ke lapangan, tugas selanjutnya adalah menganalisis, mencari data dari berbagai sumber sebagai bahan untuk membuat memorandum analisis kebutuhan pinjaman (MAP) yang akan ditujukan kepada pemutus sesuai kewenangannya. Dalam setiap MAP tersebut yang tak boleh dilupakan adalah Term and Condition atau Struktur dan Syarat pinjaman.

Mengapa hal ini penting? Karena nantinya struktur dan persyaratan ini, ditambah dengan catatan pemutus akan dituangkan pada Offering Letter (OL), yang akan dikirimkan kepada calon debitur. Debitur kemudian akan membaca OL ini, menandatangani dengan menuliskan setuju dengan persyaratan sesuai OL no..xx dan tanggal xxx. Apabila debitur (calon peminjam) menandatangani OL dengan catatan, maka AO akan menilai apakah catatan debitur tersebut merupakan hal yang dapat langsung ditambahkan pada syarat, atau harus didiskusikan lagi lebih lanjut. Apabila catatan debitur merupakan hal yang mengandung risiko bagi kedua belah pihak, maka akan diadakan pertemuan untuk membahas catatan tersebut, sebelum nantinya diajukan kembali MAP untuk mendapat putusan dari pemutus. OL ini sebagai dasar untuk membuat loan agreement, yang akan mengikat kedua belah pihak, yaitu Bank dan debitur.

Lanjutkan membaca ““Term and Condition pada Loan Agreement” Sebagai salah satu cara mengendalikan risiko kredit pada Bank(I)”