Naik busway pada hari kerja, mengapa tidak?

Selama berkecimpung dalam dunia kerja selama ini, saya nyaris tak punya kegiatan sosial. Pergi pagi pulang malam, kadang mesti tidur di kantor, membuat badan ini nyaris terkapar saat akhir pekan, itupun setiap Sabtu masih digunakan untuk menyambangi tempat sekolah anak, untuk bisa mengikuti perkembangan anak di sekolah, yang berarti memakan waktu dua minggu. Lha itu anaknya hanya dua, tak terbayang jika punya anak banyak, seperti orangtua zaman dulu. Kegiatan sosial paling-paling hanya jika ada arisan RT/RW, itupun lama-lama tak aktif karena waktu arisan berbenturan dengan hari kerja, atau saat saya datang ke rumah, acara arisan sudah selesai. Ditambah kemacetan di jalan yang makin parah, kalau tak hati-hati bisa membuat stres di jalan.

Lanjutkan membaca “Naik busway pada hari kerja, mengapa tidak?”