Oleh: edratna | Januari 20, 2011

Apa isi postingan di blogmu yang disukai pembaca?

Membahas tentang per blog an rasanya tak ada habisnya, bisa dimulai alasan mengapa menulis di blog. Kemudian jika kita memperhatikan, betapa pertemanan di dunia maya ternyata tak kurang eratnya dengan pertemanan di dunia nyata, bahkan terbukti bahwa kadang kita mendapatkan sahabat yang asalnya bertemu di dunia maya yang juga menjadi sahabat di dunia nyata. Saya sendiri merasa bersyukur, karena akhirnya memutuskan menulis di blog. Berkat blog ketemu teman-teman, dan pada akhirnya kita juga mempunyai teman yang tersegmentasi, sesuai dengan karakter kita. Lebih menarik lagi jika membahas isi postingan apa yang disukai oleh pembaca. Tentu saja saya hanya bisa menganalisis pembaca yang datang ke blog saya, yang tentunya juga telah tersegmentasi, sehingga analisis ini belum tentu akurat.

Ada beberapa pertanyaan yang menyangkut blog:

1. Anda ingin dipersepsikan sebagai apa?

Ini penting sekali, karena dengan membaca tulisan yang tertulis di blog, orang dapat menilai seperti apa karakter dan sifat si penulis. Berkaitan dengan penilaian karakter ini, saya mengenal beberapa orang, yang pandai membaca karakter seseorang hanya dengan membaca tulisannya, atau mengobrol beberapa saat dengan orang tersebut. Saya terkagum-kagum pada orang tersebut, bagaimana beliau dapat memprediksi karakter orang, memprediksi kemungkinan pengembangannya nanti, dan beliau bisa menilai karakter saya secara tepat.

Jika kita mencoba berkelana membaca blog teman-teman satu per satu, dan sering mengunjungi blog tersebut, mengenal  gaya tulisannya, terlihat bahwa masing-masing blog punya karakter tertentu, yang berbeda satu dengan lainnya. Pernahkah anda merasa, bahwa anda merasa nyaman berkunjung ke suatu blog,  atau  hanya sekedar membaca cepat tulisan di blog  yang lain. Sama seperti kita membaca sebuah novel atau karya sastra, kenapa seseorang begitu tergila-gila pada karya seseorang, sampai membentuk fans dan membahas isi tulisan tersebut dalam forum-forum bersama. Sebagai seorang anak, saya dulu suka mengintip jika ayah sedang membahas suatu karya penulis tertentu, karena masih kecil, saya sekedar menikmati untuk melihat bagaimana orang-orang dewasa berkumpul, dan memperagakan karakter pada cerita tersebut. Saat saya kelas 3 SMP, ayah terkena stroke, kemudian saya mulai membantu ayah menuliskan resensi buku-buku yang dibaca beliau, mungkin ini merupakan awal  untuk memahami bagaimana cara membaca buku serta menilai makna yang terkandung dalam isi tulisan di buku tersebut, serta menilai isinya. Pada akhirnya, saya juga menyukai gaya tulisan penulis tertentu, yang sering menguras kantong saya. Saya rela berjalan kaki menempuh perjalanan 3 km, walau ayah memberikan uang saku untuk naik becak, demi bisa membeli sebuah buku, yang dibaca berulang-ulang….

Saat awal menulis di blog, saya sendiri tidak tahu arah blog ini mau kemana, karena hanya sebagai pengisi waktu. Kritik dan saran dari orang-orang terdekat, membuat saya juga tak berani menulis asal-asal an, walau berupa tulisan ringan. Kritik paling pedas justru dari si sulung dan suami….mereka menginginkan blog saya tak hanya sekedar sharing, namun ada manfaatnya, dan bisa sebagai sumber bacaan, sebelum  pembaca dapat mengecek  langsung ke bahan aslinya sesuai yang tercantum dalam daftar pustaka.  Sungguh, saya menyayangi mereka, (suami dan anak-anak ku) walau kadang sulit untuk memenuhi keinginan tersebut karena kurangnya waktu.  Selama ini saya hampir tak pernah menulis dalam forum terbuka, kecuali membuat bahan ajar karena saya sering menjadi pengajar, diantara pekerjaan saya di BUMN, membuat proposal dan analisis penilaian kelayakan suatu usaha/industri. Memenuhi saran tersebut, saya kemudian menulis, mencoba  untuk melihat dari sudut pandang para pembaca, yang seumuran anak-anakku, keponakanku,  orang-orang yang tak bergerak di bidang saya. Pada perjalanannya, sempat terkagum-kagum pada  tulisan pada blog seseorang, yang kemudian saya mencoba ikutan  menulis fiksi, yang hasilnya konyol sekali, sehingga akhirnya saya kembali  menulis sesuai  karakter saya.

Semakin lama, saya sadar bahwa menulis, betapapun ringannya mempunyai tanggung jawab. Dan kita harus hati-hati, karena tulisan kita adalah nilai kita dimata pembaca. Tulisan kita akan membentuk persepsi di mata para pembaca, seperti apa pemilik tulisan ini.

2. Siapa segmen pembaca blog anda?

Awalnya pembaca blog ini  adalah anak-anakku, keponakanku, teman/sahabat anak-anak ku. Saya menulis seperti saya mendongeng kepada mereka saat masih kecil, entah apa cara menulis seperti ini benar apa tidak.  Sampai suatu saat, teman di kantor bilang..”Kalau baca blogmu, seperti berhadapan dengan kamu sendiri, seolah-olah kita sedang mengobrol bertiga di cafe saat makan siang.”  Setelah tidak aktif bekerja,  saya mulai punya banyak waktu membaca buku, yang dulu banyak diberikan pada saya sebagai hadiah dari teman-teman, namun tak sempat di baca. Saya mulai membaca buku-buku tersebut, mencari intisari nya, menambahkan dengan pengalaman saya selama bekerja, dan menuliskannya di blog.

Pelan, namun pasti, ternyata tulisan seperti ini, walau nyaris tak ada komentar, namun paling sering di klik oleh pembaca, yang kebanyakan para fresh graduate atau mahasiswa tingkat akhir. Beberapa kali, saya ketemu  dengan murid, saat saya mengajar, karena pekerjaan saya sebagai pengajar di Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, membuat saya berkeliling mengajar ke beberapa daerah. Mereka mengatakan bahwa tulisan saya di blog ikut membantu mereka lebih  memahami tentang dunia Perbankan, sehingga mereka bisa lulus dan bekerja di Perbankan. Waduhh..padahal menurut saya, mereka lulus karena memang mampu, namun saya senang, setidaknya tulisan saya bisa membuka wawasan mereka, bahwa bekerja di Perbankan memerlukan keahlian khusus, stamina yang kuat, dan tahan bekerja keras di bawah tekanan, karena sering bekerja sampai malam-malam.

Suami jarang membaca, tapi dia tahu kegiatan isterinya tentang menulis di blog. Entah kapan saya bisa mempengaruhi suami untuk mulai menulis di blog, karena kesibukan sehari-hari nya sudah padat. Kedua anakku mempunyai blog, yang kalau dibaca, terlihat sekali perbedaan karakter keduanya. Belakangan, pembaca blog ini makin segmented, dan saya  lebih suka karena komentar makin terarah sehingga bisa saya gunakan untuk perbaikan dalam tulisan. Jujur saja, saya paling sedih, jika orang memberi komentar sekedar meninggalkan jejak, tanpa membaca isi artikel sebelumnya, karena sebetulnya saya mengharapkan masukan yang berguna, dan masukan  yang  berarti  hanya mungkin  jika  berkaitan dengan isi tulisan.

Paling pusing jika komentar yang masuk menggunakan singkatan-singkatan, seperti menulis sms, bukankah menulis di blog tak ada batasan karakter? Apa boleh buat, jika waktu saya agak  longgar, dan komentarnya bagus, saya edit dan singkatannya diperbaiki, namun jika tak punya waktu dan menurut saya tak ada kaitan dengan artikel, apaboleh buat terpaksa di delete. Namun sebelumnya saya telah memberikan catatan pada pojok kanan bawah blog,  yang diharapkan dapat dibaca sebelumnya.

Siapa kah  segmen pembaca blog saya sekarang ini?  Ternyata perkembangan pembaca blog ini profilnya juga mengalami perkembangan,  dari statistik wordpress, sebagian besar masih para  para fresh graduate, pada bagian tentang manajemen dan keuangan. Kemudian para mahasiswa tingkat akhir, yang sedang mencoba mencari daftar pustaka atau bahan untuk menulis skripsi. Dan pembaca setia saya (saya ucapkan terimakasih untuk ini), adalah anak-anak ku, teman-teman baikku yang awalnya  hanya kenal di dunia maya, kemudian beberapa diantaranya menjadi sahabat di dunia nyata. Inilah indahnya menulis blog, kita mendapatkan sahabat-sahabat yang awalnya hanya dikenal di dunia maya.

3. Blog seperti apakah yang anda sukai?

Saya menyukai blog yang penulisnya menulis dengan hati, walau tulisan ringan sekalipun. Saya tak akan datang dua kali pada blog yang menggunakan bahasa gaul yang sulit saya mengerti. Saya juga suka blog yang memberikan sharing pengetahuan, sharing pengalaman, yang membuat saya mendapat tambahan wawasan. Penulis blog yang saya sukai tak terbatas pada penulis usia matang, namun juga anak remaja, namun  sebagian besar tulisan di blog yang saya suka, ditulis oleh mereka yang usianya rata-rata di atas duapuluh tahun.

Saya suka sekali tulisan yang membuat mata saya terbuka, membuat saya tersenyum saat membacanya, dan rasa lelah langsung hilang. Saya tak bisa menyebutkan satu per satu siapa saja mereka, namun diantara pembaca pasti tahu, jika blognya sering saya kunjungi, itu artinya saya suka pada tulisannya. Saya paling malas atau tidak mau berkunjung, jika ada komentar “salam kenal, tolong kunjungi blog saya ya.” Karena bagi saya, siapapun pemberi komentar di blog ini, jika komentarnya sopan, akan saya kunjungi balik ke blognya. Namun mohon maaf, saya tak selalu meninggalkan jejak, apalagi jika tulisan di blognya, bukan kompetensi saya untuk memberi kometar, karena saya juga tak ingin dinilai asal memberikan komentar.

Pada akhirnya, silaturahmi antar nara blog perlu dijaga, namun waktu jua yang membatasi kita untuk bisa melakukan blogwalking. Teman-teman narablog yang telah saya kenal lama,  saat ini beberapa mulai jarang menulis di blog, sehingga terkadang saya telat membaca karena setiap kali berkunjung belum ada topik yang baru. Saya memahami fenomena ini, karena dunia nyata memang dunia yang sesungguhnya, yang  lebih menarik dan menantang, serta meminta pertanggung jawaban langsung.

4. Apakah anda telah mendapatkan manfaat dari menulis di blog?

Manfaat yang saya peroleh dari menulis di blog sungguh luar biasa. Yang jelas, banyak mendapatkan teman baru, yang akhirnya juga bersahabat di dunia nyata. Menulis di blog, mendorong saya lebih banyak membaca, dan mencoba memberikan sharing pada sesama dengan menuliskannya di blog. Dengan menulis di blog, saya beberapa kali mendapatkan tawaran menjadi pembicara, bukankah ini luar biasa? Menjadi pembicara, sharing pengetahuan dan pengalaman, berdiskusi, sungguh membuat saya yakin bahwa blog bisa sangat bermanfaat dan membuat hidup ini makin menyenangkan.

Pengalaman tersebut, tentu saja mendorong untuk lebih baik lagi dalam menulis di blog, agar isi blog ini makin bermanfaat bagi orang lain. Tahun-tahun ini makin sulit, selain kemacetan yang makin mendera membuat waktu habis di jalan, juga situasi dan kondisi membuat semangat menulis terkadang kalah dengan kelelahan fisik akibat macet di jalan. Namun demikian, semoga saya masih bisa menyisihkan waktu untuk menulis, dan semoga tidak menurun kualitas nya.

Iklan

Responses

  1. Bu Enny… bagi saya blog itu ibarat buku terbuka tentang diri kita yang siap dibaca oleh siapa saja. Reaksi yang muncul bisa positif dan bisa juga negatif. Buku terbuka itu akan berharga jika berisikan kata-kata penuh makna. Oleh karena motivasi inilah, makanya saya masih terus berusaha untuk tetap ngeblog… 🙂

    Manfaat terbesar yang saya peroleh dari ngeblog tentunya mengenal banyak orang dengan aneka karakter dan profesi. Saya bersyukur akan itu. 🙂

    Betul Uda,
    Mempunyai blog ibarat membuka diri kita sendiri, apalagi jika kita memang benar-benar terbuka dalam menceritakan siapa kita. Di satu sisi, jika persepsi orang bagus terhadap isi blog kita, kita juga akan menemukan teman-teman yang sesuai dengan karakter kita. Bahkan mendapatkan berbagai peluang yang tak pernah dibayangkan sebelum kita menulis di blog.
    Salah satunya saya mengenal Uda, berkunjung ke blog Uda…dan serasa udah kenal dengan keluarga Uda, Uni dan anak-anak. Betapa menyenangkannya.

  2. Wah tulisan ini menyegarkan, Bu.. di saat nyaris semua orang mulai ogah ngeblog, tulisan ini semoga menjadi penawar rasa malas bagi mereka.

    Dalam ngeblog, secara tak sadar saya telah banyak berubah dalam hal menyampaikan pesan ke khalayak termasuk isi pesan itu.

    Awal2 dulu, blog ku isinya cuma curhat tapi lantas semakin kemari kurasa semakin pragmatis dan justru aku smakin menjauhkan diri dari publikasi dunia personal saya.

    Lha kalau Bu Ratna, suka blog saya?
    Saya sih suka blog ibu, hehehehe

    Donny,
    Blog saya juga berkembang sesuai usianya…
    Dalam usia 4 tahun 3 bulan, tujuan dari menulis sudah bergeser dari niat semula, semoga makin baik dan bermanfaat bagi orang lain.
    Dan saya tetap akan mencoba meluangkan waktu menulis di blog, walau ada FB dan lain-lain, karena menulis di blog merupakan sarana untuk menuangkan isi pikiran kita daripada menumpuk di otak Dan yang mengagetkan, hal yang menurutku biasa-biasa saja, ternyata mendapatkan sambutan dari pembaca, ini yang menyenangkan…berarti saya juga masih belum bisa memilah secara benar, tulisan apa yang disenangi. Ada yang dalam bentuk draft berbulan-bulan, saya ragu mempublish, kok sepertinya terlalu sangat biasa, ternyata komentar orang banyak, membuat saya makin belajar memahami diri sendiri.

    Jadi banyak sekali pembelajaran yang saya peroleh dari dunia tulis menulis di blog.
    Dan yang terakhir….saya termasuk yang suka bertandang ke blog mu….
    Kadang memang telat, jika saya sibuk banget….isi blogmu makin lama makin menyenangkan, karena tulisan sederhanamu sebetulnya berarti dalam Don…salut untuk itu, menunjukkan Donny makin matang.

  3. Kalau ditanya blog seperti apa yang saya sukai, saya sih pada dasarnya menyukai blog apa saja yang membahas apa saja selama tulisannya enak dibaca, bahasanya tidak menjemukan, dan lain-lain.

    Dan manfaat terbesar saya dalam menulis blog, saya mendapat banyak teman dari dunia maya ini. Itu tidak dapat dipungkiri. Selain itu, saya merasa dengan rajin menulis di blog kemampuan menulis saya sedikit demi sedikit terasah. 😀

    Kimi,
    Saya juga merasakan, dengan menulis di blog, kemampuan menulis kita makin terasah, karena kita mencoba menulis dan mendudukkan diri kita pada bagaimana pembaca membaca tulisan kita
    .

  4. (Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
    Yang paling utama dari sebuah blog saya bisa sharing pengetahuan, wawasan, ataupun pemahaman. Selain itu blog juga menjadi media pembelajaran bagi saya baik dalam menulis, maupun memahami karakter orang lain.
    Dan ternyata dengan ngeblog kita bukan sekedar menyampaikan apa yang kita ketahui, namun sering kali kita terpacu untuk membekali diri dengan berbagai pengetahuan baru sebagai bahan tulisan-tulisan kita selanjutnya.

    Dan ternyata, blog dengan tulisan yang fokus juga disenangi pembaca. Termasuk blog nya Alamendah….

  5. 1. Anda ingin dipersepsikan sebagai apa?

    kalo dari saya baca blog ini, saya ngeliat ibu ini sebagai orang yang sabar, keibuan (ya masa kebapakan ya? :P), dan sangat pintar! bener gak persepsi saya bu? hehehe.
    saya ngeliat kalo ibu itu sabar dari cara penulisannya yang memang bener tuh saya kalo ngebaca blog ibu berasanya ibu lagi ngomong ke saya. dan dari gaya bahasanya keliatan kalo ibu ini orangnya alus dan sabar.
    tentang sifat keibuan ya jelas banget terutama kalo pas ibu cerita tentang anak2 ibu, tentang pengalaman membesarkan anak2 dan mengurus keluarga. wah mantep banget dah… saya paling suka ngebaca sharing2 seperti ini. 🙂
    dan kalo pintar… jelas pintar lah… apalagi di dunia perbankan. mantep banget dah tulisannya kalo udah mengenai perbankan. sampe saya jadi pusing bu kalo ngebaca tulisan tentang perbankan… hehehe bukannya tulisan ibu yang memusingkan, tapi saya yang pusing karena gak ngerti, soalnya otaknya gak nyampe bu! hahaha.

    sementara kalo ditanya balik ke saya, saya sendiri ingin dipersepsikan sebagai apa? well ya kalo saya sih cuma nulis kejadian sehari2 aja, yang lagi dialami atau dipikirkan. gak pengen dipersepsikan sebagai apa2 sih. hehehe.

    2. Siapa segmen pembaca blog anda?

    kalo segmen pembaca blog saya… hmm sebenernya gak ada target segmennya sih. siapa aja boleh baca. tapi jatohnya kebanyakan ya ibu2. entah kenapa. hahaha. ada sih bapak2 dan adik2 tapi tetep yang paling banyak ibu2. mungkin karena ibu2 yang paling rajin blogwalking ya? 😀

    3. Blog seperti apakah yang anda sukai?

    kalo saya, karena ngebaca blog itu sebagai bentuk refreshing, saya suka baca blog yang ringan2. tapi tentunya yang juga membawa manfaat. blog yang ringan bukan berarti gak ada manfaat kok. dari orang sharing pengalaman sehari2 bisa jadi info dan masukan buat kita.
    saya gak suka ama blog yang isinya cuma copy paste atau yang terlalu berat misalnya ngomongin politik atau IT. males bacanya. 😛

    dan sama kayak ibu, saya paling sebel dapet komentar yang minta dikunjungi balik. lha kesannya ngasih komen kok pamrih ya bu. hahaha. padahal sama juga kayak ibu, saya kalo didatengin orang tuh pasti ngedatengin balik lho. tapi kalo pake disuruh kok malah jadi males ya. 😛

    dan emang tuh kalo dapet komen yang gak nyambung ama postingan juga rasanya sebel.

    4. Apakah anda telah mendapatkan manfaat dari menulis di blog?

    wah banget banget dah!
    selain menulis blog untuk diri sendiri (saya seneng lho ngebacain tulisan2 saya sendiri yang lama2. hahaha. buat nostalgia gitu, jadi inget2 kejadian ini itu, atau ngeliat foto2 lama. lucu. :D), juga bisa dapet banyak temen yang baik2, dapet banyak informasi dari sharing pengalaman temen2 juga. manfaatnya banyak banget dah! 🙂

    Arman,
    Waduhh….ternyata persepsi orang pada saya bermacam-macam ya.
    a. Ada yang bilang, saya zakelijk, tegas, tapi jarang lho yang bilang sabar. Setelah ketemuan, ada yang bilang bahwa dia dulu takut, menganggap saya galak…ternyata saya bisa mengobrol santai….hahaha…..
    b. Betul, segmen blog nya Arman kebanyakan cewek….hehehe….itu merupakan nilai plus, berarti blogmu menyenangkan, ceria, cerita tentang keluarga, perjalanan, makanan, yang memang rata-rata disukai cewek. Dan cewek paling suka baca blog, yang menunjukkan keluarga bahagia, hubungan suami isteri dan anak yang dekat…dan terasa kita semua udah kenal dengan Andrew yang lucu, dan sayang sama papa mamanya.
    c. Soal komen, saya heran kenapa bagi pengunjung yang baru kenal, suka ada yang nambahi kata-kata…kunjungi blog saya ya….padahal sepertinya ada aturan tak tertulis, bahwa kita pasti berkunjung balik. Masalahnya kadang nggak bisa meninggalkan jejak, jika isi postingan jauh berbeda dengan karakter kita…karena kalau kita komentar jadi lucu jika nggak nyambung. Dan ada keluhan juga, di suatu blog, bahwa pernah berkunjung ke blog populer tapi nggak dibalas kunjungannya. Jika pake wordpress, sebetulnya kita tahu kok, beliau (mungkin yang dimaksudkan saya tahu) sempat berkunjung balik, tapi tak memberikan komentar…dan kita tak harus menulis untuk mendapatkan komentar kan? Kita menulis untuk sharing, syukur tulisan kita bermanfaat bagi orang lain. Dan juga bukan karena mengejar rating….
    d. Manfaat blog…banyak banget ya….
    Saya kenal Arman, berharap jika Arman mudik ke Jakarta bisa ketemu. Dan karena fans mu banyak, bisa-bisa mesti pesan tempat yang luas nih.

  6. Benar sekali bu, menulis — seringan apapun topiknya bisa memberikan efek luar biasa pada pembaca. Itu sebabnya saya juga berusaha berhati2 bila ingin menulis sesuatu yg lebih dari sekedar “sharing”.
    Sy jg punya beberapa blog fave, yg memang bikin saya nyaman membaca di sana. Itu krn gaya bahasa dan topiknya menarik di mata saya. 🙂

    Betul Zee….
    Anakku lebih parah, awal mulai menulis di blog, dia meminta saya baca term and condition nya WP…
    Terus ada uuitee….tambah getol dia, agar si ibu tak terjebak yang bisa dituntut baik secara perdata maupun pidana….hehehe…
    Apapun yang kita tulis, pasti ada pengaruhnya bagi orang lain, ebntah sedikit atau banyak….jadi memang harus hati-hati dalam menulis, dan sebaiknya tak menyingung orang lain.

  7. Bagi saya, blogging sangat membantu kita untuk berpikir lebih dalam mengenai hal-hal kita temui dalam hidup Bu.

    Proses pencarian topik “memaksa” kita untuk mencari hikmah sebelum kalimat pertama tertuang dalam tulisan. Merenungi dan merefleksikannya ke dalam kehidupan diri sendiri.

    Thank you for writing this blog Bu! 🙂

    Saya sependapat…menulis membuat kita terlatih untuk menuangkan ide dalam pikiran kita. Dan tanpa disadaari, tulisan kita juga makin membaik.

  8. Pertama, Ibu Enny menurut saya adalah sosok wanita karier yang sangat memerhatikan keluarga. Sisi pendidik juga sangat kental dalam tulisan-tulisan Ibu di sini, sesuai dengan latar belakang Ibu sebagai pengajar.

    Kalau dengan blog saya, saya tidak berharap dipersepsikan apa-apa. Blog itu bagi saya adalah sarana untuk mengasah keterampilan kita dalam berbahasa dan berbudaya. Terkadang memang saya ingin sekali menulis yang agak berbobot dan sedikit ilmiah untuk saya bagikan kepada pembaca. Namun sering kali saya kesal dan stres sendiri di tengah-tengah menulis serius semacam itu.

    Kedua, saya adalah penulis “angotan”. Kadang lancar menulis, kadang tidak. Terbawa perasaan juga seringnya. Kadang bisa menulis sesuatu yang sedikit serius, kadang banyolan, kadang pengalaman masa lalu, kadang imajinatif. Dulu sih sering menulis puisi, namun sekarang sepertinya sudah kehilangan bakat puitis saya. Jadi saya tidak punya segmen.

    Ketiga, terima kasih sudah sudi mampir di blog saya. \Ge-er duluan tidaklah mengapa :D\ Mohon maaf apabila tulisannya kadang sedikit ngawur dan tidak jelas juntrungannya. Maklum, karakter tulisan saya adalah seperti itu. Sekali enak menulis, langsung saya posting.

    Saya suka blog Ibu, terutama sekali share pengalaman-pengalaman Ibu, entah itu pekerjaan, keluarga, dan kehidupan sosial. Saya tidak begitu mengerti tulisan-tulisan Ibu yang berkenaan dengan perbankan, karena saya bukan orang bank. Namun sedikit banyak saya mengambil ilmu dari situ, terutama mengenai manajemen.

    Keempat, saya kenal makin banyak karakter orang dari menulis blog. Saya juga menjadi semakin berpengalaman dalam menuangkan gagasan ke dalam bentuk tulisan.

    Sekian dan terima kasih. 😀

    Farijs,
    Hehehe….menulis serius memang sulit, saya salut untuk penulis blog yang menulis serius dengan bahasa yang mudah dipahami, seperti blognya Rovicky. Agar mudah, tulisan serius, jika dibaca orang yang memang menggeluti bidang tsb, jadi ampang (hmm apa ya istilahnya..nggak mantep), karena hanya kulitnya…tapi kita kan tetap tak boleh berhenti untuk membagikan pengalaman dalam bentuk tulisan.
    Tulisan Farijs lucu-lucu, kadang saya baca agak bingung, jadi membacanya memang nggak boleh serius ya..walau sebetulnya ada arti yang terkandung dalam tulisan tsb.
    Isi blog ini memang gado-gado, karena menjembatani keinginan berbagai pembaca, ada yang seperti Farisj, ada yang benar-benar ingin mengenal dunia keuangan dan Perbankan.
    Benar…menulis di blog, kemudian blogwalking, membuat kita makin kenal karakter orang lain.

  9. kalau karakter saya gimana bu he..he..?

    menulis di blog sampai saat ini masih untuk diri sendiri, dengan menulis suatu topik saya jadi harus melengkapi artikel itu dengan bahan -bahan yang diambil dari tempat lain,
    pada akhirnya ini merupakan pembelajaran bagi saya, saya sendiri bisa lebih berkembang, dan setelah diterbitkan bisa menjadi bahan diskusi dengan teman yang memberi komentar

    dengan blogwalking, saya belajar banyak bidang yang tidak pernah kupelajari, sedikit demi sedikit saya mulai mengenal perekonomian dari ibu, bidang yang selama ini tidak pernah saya baca, walaupun bacanya pelan2 bu, kadang diulang 2 kali
    saya pantang lho baca nggak sampai kelar, biar sepanjang apapun saya nggak fast reading he..he… sayang kan kalau ternyata ada yang penting malah dilewatkan

    senang bisa berkenalan dengan bu Enny, apalagi setelah bertemu langsung orangnya sangat familiar banget lho, serasa sudah teman lama

    Karakter mbak Monda? Nanti deh kalau ketemu bisa dibahas sambil ketawa-ketawa…kapan nih kita bisa mengobrol lagi sambil makan-makan….semua sibuk kayaknya ya.
    Benar mbak Monda, melalui blog, selain mengenal teman baru, kita juga terpaksa atau di dorong untuk belajar hal-hal baru melalui tulisan orang lain. Bagaimana bisa memberi komentar kalau kita tak tahu apa yang kita baca.
    Saya juga senang berkenalan dengan mbak Monda….sekarang makin banyak ibu-ibu yang ngeblog, senang rasanya.

  10. Jujur, saya lebih suka baca kalau ibu menulis tentang keluarga maupun tentang perjalanan ibu. Kalau tentang perbankan saya malas baca 😀

    Hahaha…menantuku juga pengin tulisan seperti itu….tapi saya masih menganyam kata-kata dulu….
    Agar tulisan tersebut bisa dinikmati orang lain, serta bermanfaat.

  11. Secara umum blog saya gak mengkhususkan untuk apa, tapi formatnya simple kaya membahas news yang lagi update dari sudut pandang saya sendiri,.Walaupun gak selalu update juga, terkadang klo lagi sibuk suka gak diupdate. Selain itu blog yang dibuat juga untuk menuangkan beberapa kejadian yang terjadi di alam hidup saya. Sebenernya blog ini juga dibuat untuk menyalurkan minat nulis. Latihan untuk menulis menurut saya sangat baik guna menjabarkan apa yang ada di otak dan diterjemahkan menjadi tulisan. 🙂
    As simple as that,heheh 😉

    Isi blog memang tergantung pada keinginan penulisnya, dan hal ini lah yang justru menarik, dan membedakan blog satu dan lainnya.
    Bagaimanapun, menulis di blog banyak manfaatnya, pada diri sendiri maupun bagi orang lain.

  12. yang jelas ketika usia blog saya menginjak satu tahun saya memutuskan untuk menggeser segmen pembaca dan ternyata itu mendapat apresiasi luar biasa, tujuannya bukan untuk menaikan rating yang baca tapi semata-mata mengembangkan apa yang saya mampu dan tujuan akhirnya adalah sharing berbagi ilmu.

    Dan ditahun kedua ini saya memutuskan menambah hal tersebut karena bukan merasa sok pintar atau jago karena memang saya butuh masukan dari para pembaca lainnya.

    Namun saya tetap tak akan menghilangkan ciri khas saya sekarang adalah tentang kisah Bunga dan Bintang tentunya

    Salam

    Omiyan,
    Memang kadang kita sendiri ingin merubah penulisan kita, sebagai pembelajaran, selain menambah wawasan. Dan itu juga memaksa kita belajar, untuk bisa menuliskan tulisan diluar kebiasaan selama ini. Dan ini akan menarik, jika ternyata kita mampu menulis hal lain tersebut.

  13. kalau saya sie,,,blog sebagai tempat untuk belajar menulis dan menambah wawasan,, apalgi sekarang sangat disayangkan jika internet hanya digunakan hanya untuk main game online dan membuka situs social network

    Ya, blog memang bermanfaat untuk belajar menulis….serta menambah wawasan

  14. Bu, saya selalu suka membaca tulisan2 ibu disini karena selalu membuka wawasan ( bahkan ttg hal yg kurang saya mengerti, dunia perbankan misalnya..hehe..) semoga ibu tidak bosan bila saya datang dan datang lagi disini. Tulisan kali ini pun membuat saya bertanya pada diri sendiri, akan kubawa kemana blogku? Terus terang sebagai pemula saya masih belum yakin blo seperti apa yg ingin kuwujudkan nantinya. Saat ini baru sampai pada tahapan sharing , namun saya terus berharap semoga adalah satu dua hal yg dpt dipetik dari tulisan sederhana saya…

    Bosan? Tentu saja tidak, Mechta, justru saya belajar dari pengunjung yang datang ke blog ini.
    Komentar pengunjung membuat saya tertantang untuk tetap menulis….

  15. Bu Enn, denger-denger memang gaya tulisan kita mencerminkan karakter kita. Kalau melihat gaya tulisan Bu Enn, sy merasa Bu Enn orangnya tenang, agak serius, tapi bersahabat. Ya kah Bu? Hehe… (sok jadi peramal sy.. 😛 )
    Awal sy menulis di blog dulu, sy sering menulis fiksi dan puisi, juga cerita sehari-hari. Tapi sekarang sudah campur-campur Bu.. Kok malah jadi gk fokus ya? Tapi sy menikmati saja aktivitas menulis sy di blog. Meski terkadang hanya curhat dan bukan berisi sesuatu yang serius, tapi sy selalu berharap bahwa tulisan sy dapat memberi manfaat bagi pembaca, minimal memberi inspirasi.. 🙂
    Sy juga suka blog yang ditulis dari hati, jujur, tidak mencontek, dan tidak menghasut. Sy juga suka blog yang simple Bu.. Kadang yang berisi curhat juga sy suka. Yang isinya puisi & fiksi, tentu sj sy suka. Blog Bu Enn….gk usah tanya deh…sukak… Hehe… Makasih ya Bu Enn, Bu Enn sering main juga ke blog sy..
    Kalo manfaat menulis, sy sangat merasakannya Bu.. Seringkali sy bisa mengikuti ‘perkembangan’ sy sendiri dengan membaca tulisan2 sy. Selain itu dengan menulis, sy juga menjadi punya tempat pelampiasan emosi yg menurut sy positif. Menulis di blog, membuat sy mempunyai banyak sahabat maya yg tak jarag mewujud menjadi sahabat nyata. Banyak manfaat yg didapat Bu…

    Happy blogging ya Bu…

    Salam… 🙂

    Salam juga Yustha…saya kenal blogmu dari blog mbak Tutinonka.
    Jika puisi, sayangnya saya hanya bisa sekedar baca, karena tak terlalu paham.
    Serius? Di mata teman-teman saya memang dikenal serius, tapi bagi orang yang udah kenal dekat, bisa mengobrol ringan juga….

    Nggak masalah kok isi postingan campur-campur, karena memang pembaca nya beda-beda kan? Ada yang suka tulisan simple, ada yang suka fiksi, puisi dan lain-lain.
    Semoga Yustha tetap sering menulis ya, jujur aja saya sedih karena banyak teman lama saya jadi jarang menulis di blog lagi, karena sibuk.

  16. betul bu, saya setuju kalo blog seyogyangya punya karakter, pada awal mula menulis blog memang saya punya misi untuk blog saya yaitu utamanya mengajak generaasi muda untuk berani bersaing bekerja di LN dengan cara mandiri, dan seiring perjalanan waktu saya juga menceritakan kehidupan sehari2 dinegeri seberang yang mungkin sedikit berbeda dan hal2 yang khas disana, makanya agak susah menuliskan hal yang themanya spesifik tersebut, paling kuat ya 4 postingan sebulan..heee..

    Blognya Kang Boyin memang bisa menjadi acuan para kaum muda yang ingin bekerja di LN, terutama di bidang industri jasa perhotelan. Industri ini menarik, punya karakter yang berbeda dengan industri lainnya, dan sangat menarik karena bisa ketemu banyak orang, bisa jalan-jalan di LN.
    Dan cerita tentang kehidupan sehari-hari di LN sangat saya suka….teruskan menulis hal-hal seperti ini, bahkan hal yang kelihatannya sederhana, dan lepas dari perhatian kita, ternyata kalau ditulis menjadi menarik.

  17. secara umum blog saya tdk mengkhususkan pd segmen tertentu,
    memang ada beberapa tulisan yang kebetulan saya tuliskan sebagai pengalaman pribadi yg berhubungan dgn pekerjaan saya dulu, syukur2 bila bisa bermanfaat bagi yang membacanya .

    dengan BW saya menemukan berbagai macam tulisan, yg sebelumnya gak pernah saya baca atau saya tahu ttg hal yg dituliskan, jadi saya mendapatkan banyak sekali pembelajaran sekaligus ilmu.
    seperti di blog Ibu ini, saya mulai mengerti sedikit2 ttg keuangan, yg tadinya saya gak mengerti sama sekali.
    terimakasih ya Bu, krn telah mau berbagi….. 🙂

    dan, akhirnya, saya mendapatkan banyak sahabat ,bahkan melebihi sahabat di dunia nyata kedekatan kami.
    kadang saya merasa, ngeblog ini hampir mirip dgn pekerjaan saya dulu, bertemu dgn berbagai macam karakter, dan itu membuat hidup saya penuh warna 🙂
    salam

    Bunda, sebetulnya saya ingin lebih mengenal dunia pekerjaan sebagai awak kabin. Jika bunda sempat, tentu akan menarik bagi orang lain. Bahwa yang terlihat enak, membutuhkan stamina kuat, serta kerja keras dan kedisiplinan tinggi.
    Melalui blog kita berjumpa dengan kawan-kawan baru, termasuk bunda, yang sayang kita belum sempat ketemuan ya…

  18. ngomongin blog, itu yang saya suka, sehingga banyak blog saya yang membicarakan blog. Segmen yang yang lihat blog saya adalah orang2 yang belajar ngeblog. 🙂

    Secara tak langsung, blognya Kurnia sudah punya tempat di hati pembaca, terutama yang belajar ngeblog.

  19. kalo bagi saya bu, ngeblog itu masalah selera, entah mau nulis apa…
    walaupun kadang akhirnya berfikir kalo ngeblog itu perlu terkotak dalam satu bagan tematik…. yah tapi akhirnya kembali lagi ke selera 🙂

    pokoknya keep blogging aja 😉

    Hahaha…saya suka aline paling bawah…
    Saat PB pertama, kita membahas tentang , bagaimana sebaiknya tema blog kita? Pada akhirnya memang kembali sesuai selera pemiliknya.
    Makin sibuk ya Arul….

  20. Saya punya lebih dari satu blog dan masing-masing punya pembacanya sendiri. Untuk blogwalking, tepatnya blog monitoring, saya memakai reader — tapi lama-lama kewalahan juga. 😀

    Tentang tulisan dan diri, yah betul juga kata orang, “You are what you write.” 🙂

    Paman, aline terakhir itu yang saya catat.
    Bagaimanapun bebasnya kita, tulisan kita akan mencerminkan karakter kita, disadari atau tidak…dan orang yang membaca akan mempersepsikan kita sesuai dengan gaya tulisan kita.
    Paman rajin ya, punya banyak blog…saya nggak nerusin di dagdigdug, karena lupa pasword nya…konyol ya….padahal awalnya mau saya buat untuk khusus tentang tulisan manajemen dan keuangan, sesuai dengan pengalaman saya.

  21. kita memang mesti pandai menyeimbangkan antara selera pribadi dan keinginan pembaca. saya sendiri butuh waktu beberapa tahun untuk bisa merasa cukup nyaman dengan cara menulis yang sekarang mesti tidak mematok keharusan utk menggunakan gaya itu setiap kali menulis.

    salam kenal 😀

    Menarik sekali pendapatnya, bahwa kita memang harus menyeimbangkan selera pribadi dan keinginan orang lain…dan ini perlu agar blog kita bermanfaat bagi orang lain. Sama seperti kita membuat proposal, tentu kita mengharapkan orang yang membaca proposal memahami pemikiran, yang kita tulis dalam proposal tsb, sehingga ada komunikasi dua arah.
    Salam kenal juga, makasih telah berkunjung

  22. Nah? Bener2 deh bu, saya salut! Setelah membaca tulisan ibu, saya jadi mikir *selama ini ga pernah mikir ya hehehe* wah karakter saya sudah terbaca rapi dong

    soal komentar, duluuuuuuuuuu waktu pertama ngeblog malah minta suami biar diatur setting-annya agar orang lain tidak bisa akses. soalnya saya malu klo tulisannya dibaca, merasa tidak bermutu hahaha
    Lalu kata suami, terus teteh mau ngeblog buat apa? klo buat sendiri aja mah, di diary on line aja. Lagian blom apa2 udah GR, blom tentu ada yang mau baca juga, suami meledek begitu.

    begitu juga soal segmen, tadinya pengen nulis tentang hal2 tertentu saja, tapi ke sini nya tetep aja blom konsisten, masih campur aduk kayak gado2 *apakah ini ada kaitannya dengan kegemaran saya makan gado2 hihihi*

    Ya sudahlah, akhirnya KEEP BLOGGING ajah, toh sejalan dengan waktu biasanya akan mengerucut pada satu minat *ngarep*

    *saya paling suka mbaca tulisan Ibu yang bukan tentang perbankan, soale yang satu ini ga gitu paham siy :)*

    Saya memahami kok…saat awal ngeblog, yang datang hanya anak-anakku dan teman anakku..hahaha
    Lama-lama ada juga orang lain, yang baru kenal melalui blog….selanjutnya menjadi lumayan.
    Banyak postingan, yang diklik banyak orang, adalah postingan tahun 2007…padahal saat itu nggak banyak yang meng klik…mungkin juga jamannya. Tulisan tentang CSR baru banyak dibaca setelah masalah CSR banyak dibahas di koran.
    Jadi, sebetulnya, yang penting menulis dulu, setelah itu tinggalkan, nggak perlu dipikirkan..ada ide baru, tulis lagi.
    Lama-lama kita makin nyaman dengan gaya bahasa tertentu, dan jenis postingan tertentu. Ide tulisan saya banyak yang dari permintaan, kadang lewat komentar, kadang juga melalui japri.
    Jadi…terus menulis ya

  23. ..
    [1]. persepsi saya tentang Blog Bu Enny..:

    tulisannya kadang serius, apalagi kalau sudah ngomongin perbankkan, saya gak ngerti blas.. ^^
    nah, paling suka kalau lagi nulis perjalanan tugas ke daerah,jadi nambah pengetahuan dan berasa ikut jalan-jalan..
    gaya bahasanya halus dan penulisannya rapiiii…
    tapi…. “FONTS’NYA KECIL BANGET..!!”
    kalo sampek minus mata saya nambah, salah satu penyebabnya baca blog Bu Enny…
    hi..hi..hi… becanda Buk.. 🙂

    ..
    [2]. segmen pembaca..

    kalo soal segmen, saya gak pilih-pilih siapa aja hayukk..

    ..
    [3].blog yang disukai banyak, mungkin saya sebutin yg gak disuka aja deh..

    gak suka blog yg bahas agama dan terlalu fanatik..
    saya juga males baca blog tentang IT, yang kadang banyak banget iklannya.. ^^

    ..
    [4] manfaat ngeblog..?

    dua kata aja.. “kepuasan bathin” ^^
    ..

    Septa,
    Waduhh maaf….tulisan serius itu memang dimaksudkan untuk keponakan, mantan murid yang masing sering bertanya baik melalui sms atau email, tentang masalah keuangan dan perbankan. Jadi saya menulisnya selang-seling, kalau serious melulu juga capek kan.
    Soal Font kecil, sekali lagi mohon maaf…soalnya saya cuma bisa menulis, nggak ngerti cara menggantinya. Maklum yang bikin si bungsu, yang belum punya waktu untuk bantu ibunya….mudah2an dia baca komentarmu ini ya.

    Segmen pembaca ini memang tak kita sengaja, ternyata dari tulisan kita di blog, akan dibaca oleh berbagai orang, yang dapat kita kategorikan, seperti apa kira-kira selera mereka….analisisnya kurang akurat ya….
    Manfaat ngeblog..yang jelas jadi kenal Septa…
    Ehh saya mau ke Malang ya…..entah apa kita bisa ketemu, kayaknya acaranya padat.

  24. Baru kali ini mampir ke blog Ibu. Saya suka jalan-jalan ke blog orang lain, kadang ada yang saya benar-benar baca atau sekedar melihatnya saja, tanpa membaca detail. Saya paling suka kalo baca blog yang inspiratif, ringan, dan lay outnya bersih (jadi enak dibaca). Blog ibu, kece dech untuk dibaca tapi kalo boleh sedikit saran, tulisannya boleh digedein dikit gak? Hehehe…

    Tujuan saya buat blog sebagai sarana menyalurkan passion saya (menulis dan foto). Hanya itu. Jadi saya menulis apa saja, berharap hal yang remeh temeh bisa bermanfaat untuk orang lain. Amiiin 🙂

    Tema tulisan Ibu yang ini, kece dech 🙂

    See you…

    Saya juga merasa kok kalau tulisan nya terlalu kecil, tapi jawaban saya sama dengan jawaban pada Septa..karena saya hanya bisa menulis….parah pisan. Mudah2an ada yang mau bantu mengganti thema nya.
    Makasih ya telah berkunjung ke blog ini

  25. singkat padat jelas, blog saya isinya suka-suka saja, sebagai pelepas penat dunia nyata, tempat eksistensi 🙂 dan blog ini sepertinya punya banyak cerita untuk di bagi, nice blog 🙂

    Manfaat blog memang bermacam-macam..yang jelas pasti ada manfaatnya.
    Blog memang bisa menjadikan ajang eksistensi, melepaskan penat…ini benar kok.

  26. Bundaaaa.. kayak gini koq dikategorikan tulisan ringan?
    Ini bukan ringan bun, tapi menginspirasi buat para blogger (khususnya saya) dalam menulis di blog.
    Poin no.1 bunda tentang persepsi itu saya artikan pencintraan siy yah..
    Dari baca blognya ketahuan memang karakter orangnya seperti apa (note:hanya ketika org tsb memang menulis dr dalam hatinya, bukan membangun pencitraan palsu)

    Mengenai narablog yang mulai jarang menulis (baca: saya) hahhaa memang dunia nyata menyita banyak waktu bunda, dan maaf makanya kadang Eka telat mampir disini juga..

    Semoga blog Eka termasuk salah stau blog yang tak jemu dikunjungi bunda 🙂

    Salam,
    Eka

    Haloo Eka..masih sibuk atau makin sibuk?
    Nggak apa-apa, berarti karir Eka makin lancar, dan Eka makin menyenangi dunia kerja dan hiruk pikuk di Jakarta Ini.
    Persepsi orang lain….memang dihasilkan dari pencitraan. Bisa dalam cara berpakaian, berperilaku, cara bergaul. bahkan cara menyampaikan presentasi jika di kantor, jika kita sering melakukan presentasi untuk bos dan rekan kerja. Persepsi ini akan masuk di benak orang lain, yang kadang kita sendiri tak menyadari…justru karena itu, di perusahaan ada pelatihan bagaiman cara kita agar kita tak salah dipersepsikan oleh orang lain. Pencitraan palsu mungkin saja terjadi, namun kan tak bisa bertahan lama…karena semakin lama tulisan kita akan menampilkan diri kita yang sesuangguhnya. Ini seperti istilah, kalau “jinjit” kan nggak mungkin tahan seharian…pasti nanti akan terlihat aslinya…hehehe…jangan terlalu serius Eka….tulisanku tidak dimaksudkan agar orang mengernyit kok.
    Tulisan ini kan gara-gara WP memberikan review, yang membuat saya terdorong untuk menilai diri saya sendiri….hahaha

  27. sejauh ini, blog hanya saya jadikan sebagai tempat untuk bersenang-senang, posting sembarang, – apa saja – dan ada blogger yang menyebut bahwa blog seperti blog saya adalah blog SAMPAH (Plagiator) dan saya mengakui itu benar.

    saya tidak tahu bagaimana saya bisa sampai ke sini tapi blog ini kelihatannya satu genre dengan diptara.com.

    2 Thumbs UP untuk postingan anda!

    Rasanya sih tak ada yang mengkategorikan dalam blog sampah….tapi yang jelas kita akan melihat apakah blog kita diminati oleh pembaca…dan tentu saja pembaca yang membaca artikel kita, bukan sekedar meninggalkan jejak dan memberikan komentar asal-asal an. Oleh sebab itu, saya lebih menyukai yang datang komentar sedikit, namun komentar sesuai dengan artikel yang ditulis..

  28. Blog itu seperti Diary Bu …
    Sehingga memang betul sampai batas-batas tertentu kita bisa mengenal karakter seseorang dari tulisannya … (at least memprakirakannya …)

    Dengan syarat memang blog tersebut ditulis dengan hati jujur … dan tanpa dibuat-buat …

    Itu sebabnya saya kurang begitu suka blog yang banyak kopi paste dari mana-mana … plek keti plek … tanpa menuliskan pemikirannya sendiri

    Pada hakikatnya saya suka yang simpel-simpel saja …
    itu sebabnya … saya suka tulisan yang simpel-simpel

    Begitu bu kira-kira …

    Salam saya Bu

    Betul, penilaian karakter itu tentu saja bukan dalam arti kita menilai secara mendalam, karena penilaian karakter yang mendalam, hanya bisa dilakukan melalui proses tertentu, misalkan melalui program assessment center. Namun dari tulisan, jika terus menerus akan bisa dinilai seperti apa kira-kira karakter dan gaya si penulis. Bukan dari karakter sifat manusianya.
    Blog yang copy pasti memang tak menyenangkan, apalagi jika tulisan itu pernah kita baca berulang-ulang.
    Tulisan om trainer simple namun menarik.. tak heran jika banyak yang berkunjung ke sana.

  29. Masak tulisan saya lucu sih, Bu? Jadi tersandung. 😀

    Banyak yang bilang tulisan saya ini tulisan orang narsis. Hwehe.

    Saya orangnya susah mengekspresikan apa yang saya rasa, apa yang saya pikirkan. Jadi ya sekenanya saja saya menulis.

    Sebenarnya materi tulisan saya itu sangat berat, Bu. Berat untuk dicerna (doh).

    Terima kasih atas apresiasinya, Bu. 😀

    Farijs,
    Yang saya suka, tulisanmu bukan copy paste…dan pengunjung setiamu saya dan itik kecil kan?
    Dan itik kecil adalah blogger yang terkenal…
    Jadi, setiap blog pasti punya pengunjung setia

  30. satu lagi 😀
    saya selalu menunggu tulisan ibu yang baru,
    jadi saya hampir setiap hari ke sini,
    dan kalau belum ada yang baru
    kok timbul rasa kecewa hehehe …. bukan lebay lho ini bu

    Ditunggu selalu tulisannya ya bu 🙂

    Wahh saya benar-benar terhormat nih…makasih ya apresiasinya
    Iya nih, kesempatan menulis agak kacau karena kegiatan akhir-akhir ini membuat waktu tersita. Dan sebetulnya, tulisan di sini, sudah dalam bentuk draft ber bulan-bulan yang lalu, ragu-ragu mau menayangkannya. Apa nggak terlalu menye-menye ya….itulah perasaan setiap kali mau menayangkan sebuah artikel.

  31. Wah, panjang baget bu resumenya. Tapi saya suka karena menambah wawasan saya tentang tujuan menulis di blog yang sesungguhnya. Kalau boleh jujur, saya menulis blog karena hanya ingin merekam jejak perjalanan hidup saya yang semula saya lakukan di buku harian kemudian berpindah ke blog. Dan tentu menulis di blog juga memiliki aturan yang penting juga untuk diperhatikan. Kalau tulisan saya bercerita tentang suatu kekesalan, maka saya berusaha menulisnya dengan kalimat2 yang tidak kasar karena jangan sampai blog yg kita punyai hanya untuk tempat menyampah saja. Kan jadi tidak ada manfaatnya. Mungkin, saya harus banyak belajar untuk menghasilkan tulisan yang bisa memberikan informasi yang bermanfaat kepada semua orang

    Waduhh..kepanjangan ya….
    Entahlah, saat ditulis, ada aja yang pengin diceritakan, dan rasanya kalau tak komprehensip, nanti malah membingungkan.
    Betul…sebetulnya aturan menulis telah diberikan kepada kita, dan menulis di blog, secara langsung berhadapan dengan pembaca yang beragam karakter, sehingga tulisan harus tetap santun dan tidak menyakiti semua pihak.

  32. Jika harus berbicara tentang menulis, saya akui bakat menulis saya hanya pas-pasan. gaya bahasa nya pun tidak seindah teman-teman blogger pada umumnya.

    namun di Blog saya ini saya hanya ingin berbagi apa yang ingin saya bagi dan saya miliki meski sedikti pengetahuan yang tak berarti.

    salam kenal

    Awal tulisan saya seperti orang mendongeng, saya juga nggak bakat menulis….
    Tapi dengan mencoba menulis, kita akan menemukan gaya tulisan yang pas untuk diri kita sendiri.
    Aturannya: Tulisan sopan, tak menyinggung orang lain, ada yang bisa di sharing kan pada pembaca walau dari cerita pengalaman pribadi, tidak copy paste…jika diambil dari tulisan orang lain, harus ditulis darimana sumbernya.
    Jika tulisan bagus, pembaca akan datang…..dan teman menjadi banyak.

  33. Awal menulis Blog dalam hati tersirat ingin belajar. Meski awalnya ragu apakah tulisan kita bisa diterima oleh khalayak atau tidak.

    Untuk segmen saya nggak terlalu memikirkan, namun karena basis saya adalah petani jadi sedikit banyak postingan saya tentang pertanian meskipun dalam dunia blog yang namanya pertanian itu tidak dikenal.

    salam kenal dari petani Njojogan

    Salam juga
    Memang, sebaiknya tulisan kita adalah hal yang memang kita kuasai bidangnya.
    Dan akan menyenangkan menceritakan keseharian bidang kita, dengan niat membagi pengalaman pada orang lain..seperti tulisan tentang pertanian.
    Ada contohnya, tulisan Alamaendah sangat menarik, dia menceritakan tentang flora dan fana di Indonesia, sesuai dengan bidangnya.

  34. Apapun isi blog saya sukai, karena di blog saya bayak mendapat informasi yang kadang belum saya ketahui, di blog pula saya bisa mengaktualisasikan diri sekaligus mengetahui bahwa ternyata apa yang kita ketahui masih sedikit sekali, bahkan dengan menulis di blog kita tahu bahwa ternyata saya bukanlah apa-apa, banyak orang pintar di sana yang kadang tidak terekspos melalui media lain selain blohnya sendiri. Selamat bu dan sukses selalu,..salam dari pekalongan.

    Betulkah?
    Saya tetap memilih pak, karena ada blog yang isinya copy paste, marah-marah…..soalnya ini juga bikin saya ikutan sesak nafas.
    Jujur saja, saya suka blog yang menginspirasi, walau saya tetap membaca blog yang lain, sepanjang isinya memenuhi kriteria saya.
    Salam juga pak….

  35. Tulisan2 Bu Enny yang banyak di klik dari SE, membuktikan ‘share’ yang Ibu lakukan telah berhasil, karena para pencari itu menemukan apa yang dicarinya 🙂
    Kalau blog saya masih labil, hehe…
    Kadang saya mikir, apakah tulisan yang telah saya publish ini ada manfaatnya bagi orang lain? atau hanya sampah semata?? 😀

    Tulisan saya awalnya memang ingin didesikasikan bagi anak-anak seumuran anak-anakku, para siswa peserta workshop atau mantan murid-murid saya, agar hubungan tak hanya hubungan di kelas, namun jika ada masalah mereka mau menulis email ke saya.
    Ini juga dipesan oleh mantan bos saya, agar tulisan saya bermanfaat pada orang lain.
    Di satu sisi, saya juga ingin tulisan yang menceritakan keseharian, yang ternyata banyak juga diinginkan oleh para keluarga yang baru menikah, punya anak kecil…
    Dan…sssst…banyak juga yang pesan, nanti mau disampaikan pada isterinya….hehehehe…soalnya kalau yang cerita orang lain, isteri atau suami mau menerima. Dan sebetulnya, hal ini juga kulakukan….untuk mendapatkan second opinion.

  36. kalau saya ngeblog sebenarnya buat latihan menulis dan menambah teman. bagaimanapun, menulis untuk ditampilkan di suatu media itu dibutuhkan tangggung jawab. kalau di blog, kemungkinan kan blog kita dibaca orang lain. minimal, tulisan kita enak dibaca. kalau tulisan kita bisa dibaca dengan enak oleh orang lain, bisa menjadi sarana menambah kawan… hehe

    Dan yang jelas..tulisan Menik, aku suka….
    Akhir-akhir ini jarang menulis ya, karena lebih sibuk di dunia nyata.

  37. waduh,,, pertanyaannya banyak bgt nich!

    yg jelas saya suka ngebLog 😀

    Hmmm…begitu ya?

  38. jawabannya:

    1. saya ingin menjadi blogger dengan segala rutinitasnya.
    2. segmentnya adalah semua narablog, tanpa topi dan karcis.
    3. blog yg memperikan info yg bermanfaat, bukan sekedar gosip atau pun curhat.
    4. manfaatnya selalu dirasakan walau pun tidak selamanya berbentuk.
    5. terima kasih atas pollingnya 🙂

    Yup….setuju….
    Ini bukan polling kok…hanya sekedar share, apa teman-teman narablog juga mempunyai pemikiran yang sama, atau hanya saya sendiri?

  39. awalnya saya hanya ikut-ikutan bunda.. tapi tahun berikutnya mulai mencoba dengan mengkopy paste semua pelajaran yang ada di modul berharap ada yang membaca dan bermanfaat kepada pembacanya, kemudian saat ada tugas membuka google dan rata-rata jawban yang saya dapat berasal dari para blogers, sejak saat itu saya ingin membalas kebaikan para bloogers tersebut dengan bloging juga dengan harapan tulisan saya bisa bermanfaat, sekalian melatih menulis dan mempertegas penyampaian dalam tulisan … blog bunda emang beda banget. top dah ^_^

    Auraman,
    Niatnya memang baik, namun jika mengcopy paste modul, jangan lupa tuliskan sumbernya.
    Karena, bagaimanapun kita harus menghargai kerja keras penulis aslinya.
    Terus menulis ya….dan juga sebaiknya menulis juga hal-hal yang lain.

  40. Membangun intuisi dalam menulis dan belajar mengenal diri sendiri . sering kali kita meremehkan diri sendiri namun ternyata ada sisi sisi kelebihan di dalam diri dan belajar memaknai sebuah keadaan dan menceritakan sesuatu yang kita anggap berguna untuk orang lain dan menganalisa terhadap apa yang dilihat dan dirasakan . Namun setiap perjalanan selalu ada turun naiknya. Sehinga sering kali antara keinginan dan harapan tidak selalu sesuai.

    Setiap Blog memang selalu ada kelebihannya , rasa sering kali berubah .Malas adalah hal yang buruk tetapi wujud dari rasa adalah komentar walau hanya sebait. Setiap karya para sahabat blogger pasti akan berguna dengan orang lain dan itu menjadi acuan , agar kita tetap bersemangat menulis. Mungkin tidak saja seorang anak ataupun kerabat yang membacanya. Bisa jadi akan di Baca seorang prsiden.

    Di blog saya tentu yang di butuhkan kebanyaka informasi wisata dan menyakut kesehatan dan dan tidak sedikit yang membaca kisah dan sebenarnya pun Kisah yang dibuat memang kisah nyata. sehingga setiap hari selalu ada yang membaca.

    dari sebuah blog banyak hal sudah di dapat (alhamdulilah) Paling tidak kepercayaan diri bahwa menulis saja sebenarnya mudah. Sebuah kata di tulis di sebuha blog sebenarnya sejarah telah di tulis. Dalam bentuk financialpun sudah di dapat padahal saya juga masih belajar . Dari ucapan terima kasih sampai hal yang besar (maaf ga disebutkan) itu semua dari Blog.. Sunguh sebuah penghargaan yang tak di perkirakaan sebelumnya. jadi Pertanyaannya … Mampukah saya menulis terus … karena saat ini tidak mudah untuk menulis

    Terima kasih postingannya Bu…

    Kayaknya banyak teman-teman lama yang telah berhenti menulis, ada yang berhenti seterusnya, ada juga yang mulai tersendat-sendat. Hal yang wajar, karena kesibukan di dunia nyata memang menyita waktu, dan bukankah kita sebagian besar mendapatkan penghasilan dari dunia nyata?
    Saya sendiri naik turun dalam hal menulis, terantung kesibukan yang ada, niat harus menulis seminggu sekali tak tercapai..tapi jika ada waktu, bisa menulis dua hari sekali.
    Namun niat untuk terus menulis harus ada..hanya ini yang mendorong kita untuk terus menulis.

  41. Halo Mbak….

    Kalau blog saya sih, blog catatan harian ga penting. Yang baca juga biasanya orang-orang yang punya sedikit ikatan emosional dengan saya karena saya sering mengunjungi blognya.

    Blog yang saya suka juga adalah blog catatan harian. Saya suka yang orisinil, dan kurang suka yang isinya kopi paste tok atau terjemahan, hehehe…

    Saya juga suka tulisan yang menginspirasi mbak, misalnya tulisan mbak ini 😀

    Saya baru sekali berunjung ke blogmu…gara-gara baca di blognya itik kecil. Blog yang isinya menginspirasi…
    Duluuu…saya suka baca botd, tulisan yang masuk top post adalah tulisan yang bagus, sehingga saya mengenal para blogger yang lain dimulai dari sana. Sayangnya sekarang botd tak menjamin hal itu…jadi saya memang kehilangan jejak. Jika hanya melihat Indonesian matter, yang di ranking adalah nama blognya..padahal saya kadang butuh tulisannya.
    Ya sudah..mungkin memang dari blog teman, kita mengenal teman yang lain.
    Di sadari, bw juga akhir-akhir ini sangat menyita waktu, ditambah saya mendapat tambahan kesibukan baru…waduhh, makin sulit deh bw nya.
    Btw, makasih kunjungannya ya
    /

  42. Wah … komentar di posting ini panjang-panjang bangeet … Postingnya juga panjang. Jadinya, baca posting plus baca semua komen dan jawaban Mbak Enny membutuhkan waktu cukup lama juga … 🙂

    Bagi saya, blog sudah menjadi ‘belahan jiwa’, yang sulit sekali saya tinggalkan. Di bloglah saya menuliskan semua yang ada dalam pikiran dan perasaan saya (meskipun rasanya saya jarang curhat … lha wong curhat kok sama pembaca yang belum tentu saya kenal dan belum tentu kenal saya juga 🙂 ).

    Ternyata pembaca terbanyak Mbak Enny fresh graduate yang membaca artikel2 ekonomi dan manajemen ya? Jujur, justru artikel Mbak Enny jenis itu yang jarang saya baca, karena saya merasa itu bukan bidang saya. Karena waktu saya terbatas, maka saya memilih untuk membaca artikel-artikel yang saya pahami saja … 🙂

    Saya sendiri dengan sadar menulis di blog untuk berbicara kepada orang lain, bukan menulis untuk diri saya sendiri. Sehingga, meskipun saya menulis tentang pengalaman atau perjalanan yang saya lakukan, saya berusaha untuk memberikan informasi yang mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca.

    Saya juga sangat menghargai komentar yang masuk untuk tulisan saya, oleh karena itu saya selalu menjawab komentar dengan sebaik-baiknya. Nah, membalas kunjungan juga wajib, tetapi karenawaktu saya sedikit, tidak selalu bisa segera balas berkunjung.

    Terus menulis ya Mbak, saya akan selalu mengikuti di belakang Mbak Enny 🙂

    Hahaha…saya suka komentar mbak Tuti ini.
    Sebetulnya tulisan ini kan hasil kerjaan orang iseng…lha tulisan kok menebak-nebak dari hasil statistik yang masuk, plus email pribadi,….tapi blog memang menginspirasi ya mbak Tuti. Tanpa menulis di blog saya tak mungkin kenal mbak Tuti, penulis yang saya kagumi, sejak saya baca Femina, Anita Cemerlang, dan lain-lain. Betapa senangnya, saat ternyata mbak Tuti ini, adalah penulis yang sering saya baca tulisannya di majalah, bahkan ada beberapa novelnya yang sudah saya baca.

    Mbak, tulisanku masih jauh dibelakang mbak Tuti, pernah mencoba ingin seperti mbak Tuti, DM…hahaha…hasilnya…hancuur..cur.
    Jadi..ya kembali ke asal, menulis sesuai karakter saya….yang seperti membuat ulasan, atau analisis, atau seperti mengajukan proposal…bedanya proposal ditujukan ke pembaca…hahaha…
    Saya juga terhambat oleh waktu, yang rasanya makin sempit..kalau udah ngantor, sampai rumah rasanya cuma pengin leyeh-leyeh..padahal udah naik taksi..duhh Jakarta, makin macet aja..apalagi ke arah rumahku, karena jalan Pangeran Antasari lagi dibangun.

  43. Terimakasih sheringnya mas, artikel di situs ini memberi saya informasi yang bermfaat, keep posting ya …

    ?????

  44. Mas “Coretan9” … ya ampun, ini pasti jenis komentar yang dibenci Mbak Enny. Nggak baca postingnya, sampai-sampai panggil Mbak Enny dengan sebutan “mas” … haha 😀
    Kayaknya komen kopi-paste nih …

    Hehehe…Yup..apapun alasannya saya tak bisa menerima…karena hanya sekedar meninggalkan jejak.

  45. Sepertinya saya sudah mendapatkan manfaat ngeblog. 🙂
    Tulisan yang digemari, ya masih seputar web/blog desain gitu…

    Syukurlah, bagaimanapun, kita mempunyai minat yang berbeda-beda..bukankah itu yang menunjukkan keragaman, yang membuat bangsa ini besar?

  46. Bu Tutinonka>> Ga pa pa bu, barangkali buru buru ada yang harus di kerjakan yang lain.. Sehinga menulisnya terburu-buru, sehingga nulisnya sampe mangil Bu enny mas. Mungkin sebaiknya nanti Bu enny koment balik dan katakan saja bahwa saya adalah Ibua atau mbak bukan mas… he he he

    Mas Coretan 9 >> Ya sekali kali salah kan wajar ,Saya juga sering salah loh kalo posting. terlalu cepet nulisnya jadi salah…

    Maaf Bu enny nya ini tambahan koment untuk para sahabat yang tersangkut he he he

    Kawan lama95,
    Jika dilihat dari positive thinking, mungkin komentatornya terburu-buru…
    Tapi dari tulisanku pada blog ini, juga dari catatan di pinggir bawah kanan, pemilik blog berhak untuk tak menanggapi bahkan untuk men delete.
    Jadi, saya sepakat dengan mbak Tuti, karena kalau terburu-buru, saya hanya baca tanpa meninggalkan jejak.
    Ada juga komentar yang ditambahkan..kunjungi blogku ya….kalau yang seperti ini, saya pasti tak berkunjung ke blog nya….lha kita kan ada etika untuk berkunjung balik, namun jika tulisannya tak sesuai karena bukan bidangku..saya tak mau meninggalkan komentar yang nanti akan di cap asal komentar.
    Bagaimanapun, karakter kita, bisa dinilai dari tulisan kita…karena tulisan dan komentarku disini, juga dibaca oleh teman-teman, yang juga menilai karakter saya.
    Dari blog, saya banyak mendapatkan tawaran untuk melakukan hal-hal luar biasa…untuk ini saya harus hati-hati dalam menulis, menanggapi komentar, juga berkomentar di blog orang lain.

    Semoga kita semakin sadar, pemilik blog tak ingin komentar banyak, namun komentar yang memang bagus, sebaiknya menggunakan bahasa yang baik tanpa singkatan-singkatan, dan bisa berguna sebagai masukan.

  47. kalok saya sih cuman pengin jadi diri saya sendiri bu…tapi bagemanapun juga kan bahasa tulis dan bahasa tutur itu beda..terkadang orang salah menafsirkan apa yg saya tulis di blog..apalagi mengingat bahasa yang saya gunakan di blog itu jan pating jlepret endak karuan..jangankan ide dari apa yang saya tulis, saya itu sering dipanggil “bang/mas/pak”..padahal saya itu sejak lahir udah “mbak” je. Tapi seperti semboyannya Pak Trainer, berbagilah walaupun kecil, walaupun sederhana, seperti itu juga saya pengin memberikan sesuatu untuk orang2 yang mungkin “nunut ngeyup” di blog saya.

    -Salam saya Ibu-
    —–nDaru——

    Memang awal menulis agak kagok, namun tak terasa ada peningkatan, asalkan kita juga mau belajar. Kritik dan saran membangun, itu yang menyebabkan kita jadi lebih “kaya”..karena kita akan belajar banyak melalui blog.
    Salam juga Ndaru…

  48. Blog dan Blogging adalah bentuk strategi komunikasi pribadi, dimana si blogger itu adalah ‘chief of public relations’ bagi dirinya, karakternya, keluarganya, dan komunitas dimana si blogger itu bernaung..

    Semoga saja semua blogger Indonesia bisa saling mempertajam ilmu ‘komunikasi massa’nya sedemikian agar bisa menjadikan sebuah ‘kekuatan strategis’ bagi komunitas, bangsa dan negaranya dalam konteks yang lebih strategis dan menjadikan ‘pemberdaya publik’ melalui tulisan dan ulasannya…

    Terlepas dari semua itu, saya sangat menikmati tulisan Mbak Enny dimana itu juga merefleksikan perihal penting dalam ritme hidup yang bisa saya teraklan dan renungkan bagi kepentingan pribadi.. terus menulis sebab tulisanmu terbaca jauh sampai ke Kuwait 😀

    Waduhh…tanggung jawab saya menulis kian berat nihh, kang Luigi..tapi saya akan memenuhi tantanganmu
    Semoga tulisanku juga menjadikan bahan bacaan, kerinduan negara kita saat berada jauh di luar sana.
    Dan semoga nyonya dan anak-anak krasan di Kuwait…

  49. Tulisan yang sangat menarik. Informatif.

    Mendapat manfaat apa dari blog?
    Bagi saya, blog merupakan media untuk personal branding.

    Saya selalu berupaya menjadi a professional blogger.

    Wahh…dikunjungi blogger kondang…
    Mas Yodhia….apa kabar? Lama tak ketemu, terakhir kita ketemu dan sempat foto saat Pesta Blogger tahun 2008 ya.
    Saya sependapat…blog merupakan media personal branding…justru saya menulis artikel ini untuk mengajak adik-adik yang muda, untuk meningkatkan kualitas tulisan, karena jika tulisan kita bagus, juga banyak sekali manfaat nyata nya.

  50. Saya ingin dipersepsikan sebagai pembicara publik dan penulis buku

    😀 😀

    Semoga cita-cita itu dapat tercapai

  51. Salam hormat Bunda,

    Saya mulai bisa merasakan bahasa Blog Bunda begitu mengena di hati , ringan dan
    menyusupkan inspirasi untuk materi penulisan di buku baru saya

    🙂

    Semoga berhasil ya….saya malah belum punya buku tulisan saya, hanya berupa berbagai bahan materi pelajaran….(yang mestinya bisa dibuat buku)…:((

  52. terbilang tulisan ibu sangat saya akui dalam menggugah semangat generasi-generasi muda, inspirasi seperti ini yang terkadang hilang bagi para ibu di negeri ini, sebab pandangan mereka menulis merupakan pekerjaan yang menjenuhkan, hanya berkutak pada buku dan pena. mungkin bagi kalangan yang menengah keatas hal seperti itu akan di acungi jempol karena banyak positifnya dan tidak kerepotin masalah sandang pangannya, tapi bagi yang menengah kebawah !! tentu berbeda pandangannya-“menulis hanya buang-buang waktu, ada lebih baiknya bantu orang tuanya bekerja”-. hal seperti kemudian jadi kendala bagi para guru untuk mengembangkan gaya pendidikan dan keilmuannya kepada muridnya, karena seorang anak telah di latih untuk memegang palu ketimbang mengayunkan pena.

    berpikir secara orientasi kedepan (orang sukses), itu susah di dapat, karena keterbatasan dana, makan aja susah apalagi buat yang lain.

    mungkin inilah aspirasi saya terhadap ibu bagaimana perkembangan anak sangat di tentukan oleh tata cara keluarga itu sendiri,, beruntunglah ibu yang sudah di pasrahin memegang pena ketika bapak masih ada, tapi orang lain belum tentu,,
    semoga para generasi muda kita sadar akan pentingnya sebuah pena..!!

    Jika anda baca “tentang saya (about), tentu bisa membayangkan saya bukan berasal dari keluarga menengah. Saya dibesarkan di kota kecil, rumah saya dipinggiran kota. Saat SD teman-teman banyak yang nyeker (tanpa sepatu pergi ke sekolah, angon kerbau, membantu menjaga toko. Namun Kepala Desa aktif mendorong agar anak-anak bisa sekolah, banyak teman saya sepulang sekolah angon kebo…..tapi sekarang dia jadi dokter, kuliah dari universitas negeri terkenal di jatim dengan beasiswa karena nilainya bagus.
    Saya bersyukur, walau banting tulang, orangtua mementingkan pendidikan, dan anak-anaknya memahami, sehingga kuliah sambil kerja. Tulisan-tulisan saya diharapkan dapat memberikan pemahaman, bahwa banyak hal yang masih bisa kita lakukan, asal anak pandai, ada program beasiswa. Saya kemarin mengobrol dengan sopir taksi, dia bisa menyekolahkan anak-anaknya ke Perguruan Tinggi karena ada program beasiswa dari perusahaan taksi itu.

  53. terima kasih atas jawabannya, ini sebuah keuntungan karena sebagian keluarga dikampungku rata-rata mengajarkan anaknya untuk bekerja, sehingga tidak jarang kalo diantara mereka yang putus sekolah, ataupun tidak mampu meningkatkan sekolahnya kejenjang yang lebih tinggi.
    tapi saran dan contoh ibu membuat kita sadar akan pentingnya arah dari pengembangan seorang anak terlepas dari keadaan dan kondisi kemiskinan itu sendiri.

  54. Mengapa menulis di blog membawa saya pada tulisan ini Mbak Enny. Wah emang gak salah ngeklik tadi. Jadi tambah semangat nulisnya 🙂

    Ini tulisan lama mbak…jadi masih sedang semangat-semangat nya nulis.
    Sekarang kacau nih….juga nggak sempat blogwalking lagi seperti dulu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: