Oleh: edratna | Maret 10, 2011

Medan 3-4 Maret 2011

Ini merupakan kunjungan ke kota Medan setelah enam tahun berlalu. Sebetulnya agak was-was juga karena adik bungsuku masih di rawat di RS Harkit, dan suami masih rawat jalan, namun komitmen yang telah diatur sejak lama harus ditepati. Setelah minggu-minggu yang sibuk dengan urusan rumah sakit, dan giliran jaga, mau tak mau kehidupan harus tetap berjalan. Jadi, setelah workshop dua hari tentang “Bagaimana meningkatkan Loan to Deposit Ratio” yang diadakan di hotel Ibis pada tanggal 1-2 Maret 2011 selesai, besoknya saya langsung terbang ke Medan untuk mendampingi atasan yang akan ceramah tentang “Manajemen Risiko” di depan para Dosen dan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sumatra Utara, di Kampus USU yang terletak di Padang Bulan.

Penerbangan dengan Garuda berjalan lancar, dan kami sampai Medan sekitar jam 13.20 siang. Betapa surprise nya saya, yang menjemput di bandara adalah teman satu Divisi yang sekarang telah jadi Inspektur di Medan beserta wakilnya, wah jadi seperti reuni. Dari bandara kami langsung diajak ke restoran Pohon Pisang, yang terletak di Kompleks The Crown Blok A no.16-17 Medan.

Menu: Ayam tangkap, daging ikan cabe kemangi, tahu kipas (Ikan patin, daun ubi jantung pisang serta minuman khas restoran ini tak terlihat dalam foto)

Makanannya benar-benar enak,  apalagi memang lapar (walau di pesawat dikasih makan). Makanan yang di pesan adalah tahu kipas (yang sebetulnya merupakan camilan sambil menunggu makanan utama dihidangkan), ayam tangkap (sebetulnya ini makanan khas Aceh), Ikan Patin kari asam yang rasanya mirip Tom Yang (makanan Thai), Daging ikan cabe kemangi yang gurih dan renyah, serta daun ubi jantung pisang.

Bertemu teman lama dan menikmati makan siang di Restoran Pohon Pisang

Hmmmm…rasanya sampai tak bisa berdiri, apalagi diselingi obrolan yang akrab, maklum saya sudah tak ketemu 6 (enam tahun), padahal dulu nyaris setiap hari ketemu, bahkan selalu satu mobil, karena saya termasuk kebagian menjadi joki agar bisa melalui jalur three in one saat pergi dan pulang ke kantor.

Selesai makan siang, kami diantar ke hotel JW Marriot yang sudah disediakan perusahaan, dengan janji temu makan malam bersama. Kebetulan besok nya ada forum komunikasi yang diselenggarakan di kota Medan, sehingga Pimpinan Wilayah dari Palembang, Padang, Pekan Baru, Medan dan Aceh berkumpul. Betapa senangnya, ini benar-benar reuni, apalagi banyak diantara mereka telah  kenal akrab sejak lama,  dan jadi  tetangga selama tinggal di rumah dinas.

Makan malam diadakan di restoran Marco di kompleks perumahan Cemara. Ada sekitar 15 orang berkumpul, bercanda ria, namun sayang sekali banyak makanan enak yang tak dapat saya sentuh karena mempertimbangkan kolesterol. Dan saat pulang melewati daerah yang di kiri kanannya penuh tumpukan buah durian …aduhh….jadi ingat sekitar 20 tahun lalu, saya dan sahabat saya yang ditempatkan di kantor wilayah Medan, makan durian sampai mabuk. Tentu saja, kali ini makan durian terpaksa dilewatkan.

Malam itu tidur nyenyak, apalagi saya berendam dalam bantal yang banyak. Entah kenapa, bantal yang disediakan banyak sekali, ada dua bantal besar ukuran 120 cm x 120 cm, dua bantal yang normal, serta satu bantal kecil. Bagi orang seperti saya, yang suka tidur dengan ditemani guling dan bantal, tidur terasa nikmat, dan tentu saja nyenyak sekali. Pagi-pagi kami makan pagi dengan variasi makanan yang beragam, selesai makan pagi kami langsung ke Kampus USU yang terletak di Padang Bulan. Kampus USU yang luas (menurut penjelasan pak John, Dekan FE USU, sekitar lebih dari 100 ha), tampak bersih dan rapih. USU juga telah mendapat tambahan tanah sekitar 300 ha agak di luar kota, yang kemungkinan akan banyak digunakan untuk Fakultas Pertanian, serta Fakultas lain. Gedung FE USU bertingkat dan bersih, jumlah mahasiswa nya sekitar 5000 orang.

Para peserta seminar (Foto kiriman bu Esa)

Ceramah diadakan di aula lantai satu, dipadati oleh para peserta yang terdiri dari Dosen dan para mahasiswa. Sungguh sangat menyenangkan dengan banyaknya pertanyaan dalam diskusi, yang membuat acara semakin menarik. Topik Manajemen Risiko memang menarik untuk dibahas, karena pada dasarnya kita selalu berhadapan dengan risiko setiap waktu, dalam kehidupan sehari-hari, sejak bangun tidur. Kondisi dan situasi ekonomi yang makin berkembang, juga membuat kedaan makin kompleks yang makin mendorong agar kita dapat menyikapi dan memitigasi risiko dari setiap langkah yang akan kita ambil.

Foto bersama di akhir acara, sayang pak Dekan sudah ada acara lain (Foto kiriman bu Esa, FE USU)

Sayang waktu jua yang membuat acara diskusi harus diakhiri, kami bergegas ke restoran Garuda untuk makan siang dan sholat, karena sore itu juga langsung kembali ke Jakarta. Waktu yang masih ada digunakan untuk jalan-jalan melihat sulaman dan tenun (sayang saya lupa mencatat daerahnya), yang merupakan industri rumah tangga.

Iklan

Responses

  1. senangnya membaca cerita ibu ini…bertugas sambil mempererat silaturahmi ya bu… *sayangnya blom bisa lihat foto2nya…entah kenapa… *

    Iya Mechta….tugas dan jalan-jalan, ketemu teman lama

  2. Ah…akhirnya foto2 itu kebuka juga…*saya yg kurang sabar ternyata, hehe…* jadi ngiler lihat menunya… 🙂

    Menunya memang enak….

  3. aduuuuh makanannya…..
    saya juga baru tahu ibu pecinta bantal hehehe. Entah kenapa bantal hotel kok bisa enak ya? Sampai di Tokyo promosi bantal dan handuk selalu pakai embel-embel, “Seperti bantal/handuk hotel”.

    EM

    Makanan di Medan memang terkenal enak…..dan rasanya memang lain dari yang lain.
    Iya..bantal hotel, entah kenapa nyaman sekali, empuk dan adem….hehehe

  4. sbuah pengalaman perjalanan yg dituangkan dalam tulisan, jika setiap aktifitas bisa kita tuangkan dalam tulisan .,..wah tentu kita tak pernah kekurangan ide tulisan…dan bisa penuh blog kita dg tulisan2 yg menarik…
    selamat ya bu…smoga ttp giat dlm menulis…

    Kadang mau menulis ragu-ragu, soalnya ecek-ecek kok di tulis, tapi kan mau cerita soal kuliner Medan yang enak sekali.

  5. Wah. Cemara itu dekat ke rumah saya lho Bu. Ah jadi kangen Medan deh.
    Pak John itu John Tafbu ya bu? Mantan dosenk dulu waktu kuliah di FE USU.

    Betul..pak John Tafbu Ritonga, sekarang menjadi Dekan di FE USU. Orangnya ramah, dan semangatnya tinggi, rasanya waktu cepat berlalu kalau mengobrol dengan beliau.
    Jadi dulu Zee dari USU? Kampus nya indah ya….
    Dekat Cemara…? Berarti sering ke restoran Marco? Makanannya terkenal enak ya…

  6. Ikan Patin kari asam yang rasanya mirip Tom Yang..

    Tom Yam maksudnya, Bu? Kata temenku yang orang Medan, soto pekalongan itu rasanya juga mirip sama tom yam. Ah, entahlah bagaimana rasa tom yam, belum pernah coba. 😀

    Manajemen risiko, mitigasi, dan lain sebagainya. Akhir bulan ini nih, Bu, saya bakal “distreskan” dengan istilah-istilah ini. Buhuhu…

    Ya jauh lah, mosok soto Pekalongan rasanya mirip Tom Yang….hehehe…
    Istilah itu memang harus jadi kebiasaan sehari-hari, karena kita harus sadar akan risiko….

  7. Wah ke Medan.. saya penasaran sama Bika Ambon khas Medan (Ambon kok di Medan ya hehehe)…
    Trus saya pengen cari panggang babi paling enak di Medan… pasti enak bener deh karena kan mereka gemar makan gituan, Bu..

    Btw, tahu kipas? Bentuknya malah mirip granat ya Bu hehehehe

    Ke Medan tanpa bika ambon kurang afdol..entah kenapa ya bika Ambon kok malah jadi makanan khas Medan. Kenapa nggak bika Medan ya?
    Juga roti gulung Meranti, yang rasa mocca…sedaap.

  8. Kapan ya bu Enny ada acara di Palembang? pengen kopdar sama ibu…

    Hmm kapan ya….saya juga kangen empek-empek nya. Juga ingin melihat sungai Musi di waktu malam.

  9. oh bu Enny abis dari Medan,
    pantesan bolak-balik ke sini belum ada update baru,

    duriannya kalau bu Enny nggak mau boleh dikirimkan ke aku lho bu, he..he..he..
    dan resto Garuda itu emang top deh..

    Update tertunda terus mbak, soalnya jadi perawat dan jaga orang sakit. Tapi sekarang sudah membaik, dan ke Medan adalah tugas. Memang agak kacau nih acaranya, minggu depan juga tugas ke pulau Bintan.

  10. Waktu saya ke Medan, saya nginepnya di Marriots juga 🙂 kamarnya enak ya, Bu, cuma kamar mandinya nggak nahanin, hihihi
    Udah coba pancake durian ?

    Pancake durian? Wahh belum sempat….tapi jelas enak ya…

  11. Waduh Bu, makanan di pesawat sih nggak bikin kenyang… 😀
    *pengalaman pribadi*

    Betul…..tetap aja pengin makan lagi…

  12. bantalnya 120cm x 120cm bu? gede banget… hampir segede ranjang dong ya… hehehe

    Iya…memang gede banget….dan empuk…hehehe

  13. semoga mbak narpen aman di sana ya bu

    Alhamdulillah Narpen aman, karena jaraknya jauh dari pusat gempa. Syukurlah teman-teman yang di Jepang juga aman, diketahui setelah mereka meng update status di FB nya.

  14. Aku kalo tidur malah gak suka pake bantal bun kalo tidur 😀
    Anw, semoga bapak dan adik ibu cepet sembuh yah…
    Bepergian ke Medan ini, semoga bisa refresh bunda 🙂

    Saya lebih suka dikelilingi guling dan bantal kalau tidur, rasanya aman dan nyaman….hehehe

  15. Bu EDRatna
    Menyimak komentar dari Kak Monda
    Dan membaca reply dari Ibu

    Saya ikut bersyukur …
    Alhamdulillah Narpen baik-baik saja
    Dan semoga sahabat-sahabat kita disana baik saja
    Keluarga Imelda, Keluarga Fety dan sebagainya

    Salam saya Bu

    Terimakasih om trainer, saya bersyukur teman-teman semua selamat.
    Kepikiran sama Imelda, terbayang jika saat gempa, Riku dan kai lagi di sekolah….
    Syukurlah, semua selamat.

  16. Jadi penasaran, kayak apa sih kota Medan itu 🙂

    Medan asyik kok…saya sejak dulu suka kota Medan

  17. Tak ketinggalan wisata kulinernya ya, Bu… 😀
    Lumayan, sekalian sebagai selingan kegiatan yang berbau rumah sakit 🙂

    Hehehe…betul Akin. Kemanapun ada tugas, tak lupa mesti coba makanan khasnya….masing-masing daerah di Indonesia punya makanan khas yang layak dinikmati.

  18. Walah, ndak ngerti juga saya, Bu. Lha wong belum pernah nyobain makan tom yam. 😀

    Sedikit banyak akhirnya saya sadar risiko, Bu. Akhirnya juga saya ikut asuransi kesehatan. (doh)

    Kalau begitu kapan-kapan kopdar nya makan di makanan Thai ya, biar ketemu Tom Yang.

  19. Hihihi. Bole bole bole… 😀

    Di restoran Thai ada bakpao gak, Bu?

    Bakpao? Kayaknya nggak ada…itu kan bukan makanan khas Thai….tapi entahlah, belum pernah tanya.

  20. jadi ngeces ngeliatin foto2 makanan, terutama ayam tangkapnya tuh bu, saya aja yang orang Medan blom mampir ke resto itu *lgs dicatet biar g lupa pas mudik*

    eh? ada hotel yang royal ngasi bantal??? Selama ini sih pada pelit, padahal saya spt ibu juga, klo tidur senang klo bantal banyak, wong di rumah di kepala 2, guling kiri kanan, terus di kaki juga ada 1 hahaha …

    senang ya bu, judulnya kerja tapi suasananya malah reuni hohoho

    Ayam tangkapnya memang enak…tak kalah dengan ayam tangkap yang di Banda Aceh…..
    Catat, biar tak lupa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: