Oleh: edratna | Maret 15, 2011

PSTK ITB

PSTK ITB atau singkatan dari Persatuan Seni Tari dan Karawitan ITB, merupakan  perkumpulan para mahasiswa ITB yang menyenangi seni tari dan karawitan, termasuk pedalangan. Saya mengenalnya sejak awal tahun 70 an, saat itu malam minggu, saya dan sepupuku sedang berjalan-jalan di kampus ITB. Sayup-sayup terdengar suara klenengan, terasa aneh dalam situasi kampus yang remang-remang. Jika waktu libur kuliah yang hanya kurang dari seminggu, saya sering malas pulang kampung karena perjalanan memakan waktu dua hari. Jadi saya berlibur ke Bandung, dimana sepupuku yang saat itu kuliah di ITB sering mengajakku  nonton film di kampus ITB. Untuk ukuran kantong mahasiswa saat itu, film di kampus gajah ini murah meriah. Kadang-kadang kami berjalan kaki dari daerah Cihampelas ke arah kampus Universitas Pajajaran, juga untuk menonton film.

Pada awal tahun 71, Rektor ITB  saat itu dijabat oleh Bapak Doddy Tisna Amidjaja, di ITB muncul berbagai kegiatan mahasiswa. Mahasiswa yang dari Jawa membuat PSTK, demikian juga mahasiswa lainnya, baik yang dari Sunda (Lingkung Seni Sunda)  maupun dari Bali (Maha Gotra Ganesha). Saya, yang sejak kecil senang dengan seni tari dan karawitan sebetulnya merasa iri, apalagi di kampusku tak ada kegiatan seperti itu. Ternyata  kemudian saya menikah dengan seseorang yang menyenangi seni tari dan karawitan, dan suami adalah ketua PSTK ITB yang pertama kalinya, yang didirikan pada tanggal 7 Maret 1971. Kondisi ini membuat suami sangat antusias untuk hal-hal yang berbau seni, bahkan akhirnya bekerja di bidang seni, walau latar belakangnya teknik.

Awal Maret ini, PSTK ITB berulang tahun ke 40, merupakan usia yang telah matang. Saya sendiri sering diajak ikut serta melihat pementasan dan berbagai kegiatan yang diadakan oleh PSTK ITB, jika kebetulan punya waktu yang sesuai dan bisa pergi ke Bandung. Apalagi saat ini, adanya Cipularang membuat jarak Jakarta Bandung kian dekat.

Serah terima dari lurah lama ke lurah baru

Minggu lalu, saya mengikuti acara serah terima dari lurah PSTK yang lama (Satya) kepada lurah yang baru (Bogi). Tahun ajaran 2010 banyak mahasiswa baru ikut menjadi anggota PSTK ITB, terlihat dari acara serah terima yang meriah. Sayang saya tak bisa berlama-lama di Bandung karena masih ada pekerjaan di Jakarta, sehingga malam itu, setelah menghadiri acara di PSTK ITB, saya langsung kembali ke Jakarta.

Selamat Ulang Tahun ke-40 PSTK ITB, semoga  semakin banyak para mahasiswa/kaum muda yang  mau berperan serta, melestarikan kesenian yang diwariskan oleh leluhur kita.

Di satu sisi, tugas sebagai mahasiswa juga tak boleh terbengkalai, karena di tangan kaum muda lah nanti negara ini akan diteruskan.

Iklan

Responses

  1. (Maaf) izin mengamankan PERTAMAX dulu. Boleh, kan?!
    Selamat ulang tahun ke-40 PSTK ITB semoga semakin eksi dalam ‘nguri-nguri’ kesenian leluhur

    Hehehe….saya salut sama mereka

  2. Kalo tari saya suka, kalo wayang juga suka kalo melihat-lihat sebentar, tapi ga punya ide kalo di Jakarta mau lihat kemana.. belum pernah tanya2 juga sih Bu, karena kelihatannya teman2 tidak ada yang penggila wayang

    Di Jakarta, yang selalu ada di TMII…atau di TIM.
    Karena suka menari, saya kadang masih nonton, jika ada waktu, terutama jika teman-teman suami dan adik-adik kelasnya sedang mentas.

  3. Wuih, lucu. Pakai istilah “lurah”. Hoho.

    Istilahnya memang Lurah….

  4. ah mahasiswa yang masih menjaga budaya tradisional itu memang keren ya Bu? 🙂

    Betul…..alumni nya kan pernah bikin acara di TIM, yang nonton penuh, terutama teman-teman sendiri, dan dagelannya khas Perguruan Tinggi.

  5. Saat jarang menemukan mahasiswa modern sekarang memperhatikan seni tradisional, salut dengan kegiatan yg masih konsisten..

    Di ITB, kesenian daerah masih banyak diminati mahasiswa, di sana ada berbagai perkumpulan. Ada tari kontemporer, tari Jawa, tari Sunda, Minang, angklung dll….jadi kalau malam Minggu rame dengan kegiatan mahasiswa. Makanya anak saya hobby banget ke Kampus….bahkan di hari libur, lha kegiatan nya banyak. Dari seni, olahraga, beladiri, sampai jalan-jalan ke alam

  6. Akhir-akhir ini saya baru realized bahwa banyak juga seniman yang berasal dari lingkup ITB ya, Bu…
    Contohnya Sudjiwo Tedjo dan Arbain Rambey (fotografer senior Kompas)..
    Teman saya juga ada lulusan Seni Lukis ITB…

    Yang sampe sekarang masih heran adalah, ok ITB bisa mencetak presiden, tapi kok bisa ya ITB mencetak seniman… seni dan teknologi rupanya bersebelahan saja letaknya ya, Bu 🙂

    Hehehe…memang banyak Don…karena masing-masing daerah nguri-uri kebudayaan nya di kampus. Kalau malam minggu rame sekali, antara suara musik dan gamelan bersahutan. Juga hal-hal lainnya, acara debat juga ada……jadi memang bervariasi lulusannya. Suami saya dari Teknik Mesin…jatuhnya mengajar akustik di Perguruan Tinggi Senin…hehehe

  7. Salut buat generasi muda yg masih mau nguri-uri budhoyo… 🙂

    Memang perlu diberi wadah….untuk terus melestarikan….ada juga dosen yang aktif membimbing masing-masing perkumpulan itu.

  8. saya juga dulu anggota PSTK ITB lho buu..
    hehe..

    menyenangkan bisa ikut nguri-uri budaya jawa dengan ikut aktif di sana..^^

    Wahh senangnya ketemu teman…saya suka datang ke PSTK lho….
    Tapi anak saya saat mahasiswa ITB malah tak ikut PSTK…

  9. pasti suami bunda orang hebat ya, suami hebat pasti istrinya hebat… salut buat bunda, hidup tanpa seni sangat hambar.. 😀

    Biasa aja kok …:((

  10. Selalu suka dengan suasana kampus ITB:)
    Teduh, ramai dengan pelajar dan mahasiswa yang belajar.
    Salut untuk generasi muda yang mencintai budaya sendiri.

    Walau bukan alumni ITB, saya memang paling suka ke sana, suasana nya membuat orang mau belajar, disamping melakukan kegiatan lainnya.
    Saya juga suka dengan UI, kampusnya rindang.

  11. Saya salut melihat ‘lurah’ PSTK ITB yang masih muda-muda itu (ya iyalah, wong masih mahasiswa gitu lho 🙂 ). Bagus sekali jika generasi muda mau mempelajari dan melestarikan seni budaya asli kita. Saya sendiri belum ada kesempatan untuk belajar karawitan. Kalau cerita wayang sih tahu, dari membaca komik bergambar karya RA Kosasih waktu kecil dulu …

    Iya mbak, melihat mereka jadi merasa tua, lha iyalah, anak bungsuku aja senior mereka…Lurah lama kan dari Elektro angkatan 2009 (kalau tak salah).

  12. Bapak maniak ama kebudayaan Jawa, putranya malah doyan kesenian Betawi-Tionghoa sekarang malah belajar silat Cianjuran. Putrinya malah nyasar ke Jepang.. hehehehehe

    Mengingatkanku, kayaknya aku harus beli Tualen, Merdah, Delem, dan Sangut kalau mau pulang.

    Ya udah, belajar silat aja dulu.

  13. hanya sekedar menambahi saja..

    Pagelaran Musik bernama ITB:

    http://km.itb.ac.id/site/?p=180

    Oke, thanks

  14. Setiap kali mendengar atau membaca ITB hati saya bergetar, karena anak bungsu saya sangat antusias masuk ITB. Namun sayang sekali Bandung udaranya dingin, sedangkan dia sering sesak nafas. Andai Kresna bisa masuk ITB dan mengikuti kegiatan PSTK pasti bapaknya bahagia sekali.

    Mbak, anakku juga punya asma….begitu juga suami.
    Tapi aman-aman aja kok tinggal di Bandung.
    Yang penting Kresna mempersiapkan diri sebaik-baiknya.

  15. Walaupun terlambat, selamat Ultah PSTK ITB yang ke 40.
    Maaf bu, yang dibelakang lurah-lurah muda sepertinya penabuh gender dan penggesek rebab, apa betul beliau pak de Dwi dan mas Budiadi ?
    Para penggender lainnya sekarang dimana ya ? ( Mas Hery Tik, mas bram Palgunadi dan mas T. Rameo dan mas Djio dan istrinya). Sekedar untuk diketahui dalang ITB yang pernah pentas antara lain : mas Harjono (TL), Mas Hutamadi (Tambang), Mas Prayogo (Ki Narto Jaran/ Teknik Mesin), Ki Sujiwo Tejo (Sipil), Ki Taufik dan Ki Ary ? (T. Geodesi) dan Ki Dwi (Ki Kalikotes/ Teknik Fisika).

    Hehehe..tak apa-apa Veni.
    Saya sering ikut kegiatan PSTK karena diajak suami.
    Dibelakang lurah muda, memang pak de Dwi (panggilan teman dan yunior pada suamiku)…..ada mas Bram Palgunadi, tapi sedang duduk di samping…tak terlihat pada foto.

  16. Ada Pak Lurah, ada Bu Lurah-nya? 😀

  17. Assalamualaikum… Slam kenal bu…..
    Saya Rani anggota PSTK 2011. Baru nyari-nyari tentang PSTK ternyata menemukan tulisan ini…..

    Salam kenal juga….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: