Obrolan siang hari

“Halo, bisa maksi bareng?” kata suara di seberang sana. Sudah lama saya tak mendengar suaranya, maklum masing-masing punya kesibukan sendiri. Akhirnya kami mencapai kata sepakat, untuk melihat jadual masing-masing, dan tentatif ditetapkan akan ketemu hari Senin minggu depan. Sebegitukah hidup di Jakarta, hanya sekedar maksi bareng mesti dibuat jadual? Bukan sok sibuk, namun kemacetan yang luar biasa, dalam satu hari hanya bisa janji  untuk dua acara, kecuali  disambung lagi malam hari.

Lanjutkan membaca “Obrolan siang hari”