Oleh: edratna | Mei 13, 2011

Reuni, Reuni dan Reuni

Saya biasanya paling malas untuk datang pada acara-acara reuni ini, jika dihitung  dengan jari, belum memenuhi 10 jari sejak lulus kuliah.  Kesibukan pekerjaan, momong kedua anak sepulang kerja sudah menghabiskan waktu dan energi, bahkan yang namanya arisan pun jarang hadir, yang ujung-ujung nya tak ikut arisan. Kata teman saya (suaminya satu angkatan saat kuliah), “Kenapa ya kita sering mengadakan reuni saat suamiku sudah tiada?” Saya tak bisa menjawabnya, karena saya baru datang reuni dua kali untuk reuni teman seangkatan ini, pertama kali datang adalah saat 30 tahun setelah lulus, kemudian 35 tahun setelah lulus.  Kalau diperhatikan, semangat reuni itu muncul pada umur tertentu, 25 s/d 32 tahun adalah saat-saat baru lulus dan sudah bekerja, kumpul dengan teman akan mendapatkan info,  siapa tahu bisa jadi kutu loncat pindah ke perusahaan lain, yang lebih menarik, jika pekerjaan di kantor yang sekarang kurang menarik. Kemudian, adalah usia di atas 50 tahun, saat  usia ini mulai tengok kanan kiri, mencari teman-teman masa lalu, dimanakah mereka gerangan? Di satu sisi, jabatan dan kehidupan berkeluarga sudah mapan, sehingga bisa menyempatkan diri datang ke reuni.

Tapi lagi-lagi, analisa diatas itu ngawur, karena banyak juga saya perhatikan ada orang yang senang datang reuni.   Saya akui, reuni memang menyenangkan, ketemu teman-teman lama, namun juga harus jelas acaranya, karena kalau tidak, kita jadi menggosip. Padahal masa-masa itu sudah lama berlalu, masing-masing sudah punya kehidupan sendiri, yang kadang berseberangan antara teman yang satu dan lainnya.

Dan minggu-minggu ini, saya disibukkan oleh undangan reuni, tak tanggung-tanggung, oleh 3 (tiga) undangan. Saya melihat kaca, terlihat kerut-kerut di wajah yang makin banyak, memang usia tak muda lagi, bahkan sudah punya cucu. Beberapa teman yang hadir reuni sebelumnya, ada yang telah dipanggil Tuhan. Setelah berpikir-pikir lama, saya akhirnya memutuskan untuk datang di reuni A678, yang merupakan reuni angkatan 69, 70 dan 71, angka A menunjukkan berasal dari Fakultas Pertanian IPB. Ternyata reuni ini mengasyikkan karena di set seperti nostalgia zaman masih mahasiswa, jalan-jalan melalui kebun teh, melihat kebun strawberry (yang sayangnya tak boleh difoto), kemudian napak tilas ke kebun percobaan saat masih menjadi mahasiswa.

Kakek nenek, anak menantu, cucu, naik mobil bak terbuka....senangnya...pegangan yang kuat ya nak

Dan karena para bapak ibu yang ikut reuni sudah sepuh semua,  akhirnya banyak yang memilih tak melanjutkan berjalan kaki dan ikut menumpang mobil bak terbuka, tentu saja saya termasuk yang ikut naik bak terbuka. Perjalanan ke Kebun Percobaan terasa berat karena sudah lelah, namun kenangan manis di kebun ini membuat kami penasaran dan melanjutkan jalan dengan terseok-seok. Kebun percobaan ini sekarang masih sama sepinya, hanya sekarang telah dialiri listrik sehingga kalau malam hari tidak gelap gulita lagi.

Foto bersama keluarga (ex Divisi Bisnis Komersial). Foto by Sysca Arsil

Reuni kedua, termasuk reuni dadakan, mantan-mantan teman yang pernah bekerja di satu unit kerja, yaitu Divisi Bisnis Komersial, mengajak makan malam di Retro Cafe, kompleks Bidakara. Karena sering ada perubahan struktur organisasi di perusahaan, bingung juga menentukan, mana yang dulu berasal dari staf unit Bisnis Komersial, mana yang Bisnis Pertanian,  Bisnis Umum dll. Reuni berjalan meriah, dihadiri sekitar 33 orang, ada yang mengajak keluarganya. Seperti biasa, saya naik taksi, jalanan Jakarta Sabtu malam itu macet sekali, akhirnya diputuskan lewat Tol yang terlihat lumayan lancar dari Semanggi ke arah Gatot Subroto.

Pak sopir yang rupanya sudah lelah tak mengingatkan, dan saya juga sudah lupa, keluar Tol di Pancoran, telah melewati daerah Bidakara, syukurlah saya ingat pernah diajak teman ke kompleks perumahan BI di Bidakara melalui jalan Prof. Dr. Supomo. Jadilah saya meminta pak sopir belok kiri ke jalan Prof. Dr. Supomo, masuk ke kompleks perumahan BI, mulai mencari-cari Retro Cafe ada di Bidakara yang mana (ada Bidakara 1,2 Birawa dll). Setelah putar-puter, tanya satpam Bidakara yang juga bingung nggak kenal Retro Cafe.  Saat bingung, tahu-tahu saya melihat tulisan Retro Cafe terpampang di depan mata. Senangnya ketemu teman-teman, rasanya sudah lama sekali. Senang rasanya melihat mereka berkembang, ada beberapa yang sudah jadi GM, ada yang Deputy GM, ada yang Branch Manager dan ada yang sudah pensiun, seperti saya.  Bahkan ada yang telah menjadi Direktur, ada yang menjadi Direktur di tempat kami semua bekerja, ada juga yang keluar melanjutkan S2 di Amerika kemudian bekerja di tempat lain, dan sekarang menjadi Direktur di perusahaan tersebut. Menyenangkan ketemu teman lama, juga mantan teman-teman satu kompleks perumahan saat masih aktif dulu. Acara malam itu diakhiri dengan foto bersama keluarga, kemudian saya pulang naik taksi P, agak kawatir juga namun pihak hotel Bidakara meyakinkan saya kalau taksi P ini tercatat di hotel. Syukurlah, sopir taksi P ini sopan, sehingga saya tidak kawatir untuk pulang malam-malam sendirian. Beberapa teman  menawarkan ingin mengantar pulang, tapi saya pikir, asalkan ada taksi, saya tak ingin membebani mereka, dan mengucapkan terimakasih telah mau menawarkan mengantar.

Paduan suara BI-yang menjadi juara

Dan yang ketiga, sebetulnya bukan reuni, namun mirip reuni. Ini merupakan kumpul-kumpul para pensiunan, mantan karyawan/karyawati Bank Pemerintah, yaitu Bank Indonesia, Bank BNI, Bank BRI, Bank BTN, Bank Mandiri, Bank BDN, Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Exim, dan Bank Bapindo. Ajang kumpul-kumpul ini disebut Forum Komunikasi Organisasi Pensiunan Bank Pemerintah (Forkom OPBD). Saya baru pertama kali ikut, dari BI ada 40 orang, dan masing-masing Bank yang lain rata-rata mengirim 25-26 anggota. Acara dipusatkan di Ciloto, di hotel Lembah Hijau, milih anak perusahaan DP BRI.

Anggota PPBRI berpose dulu di dalam bis

Para peserta diharapkan sudah berkumpul jam 6.30 wib di Bidakara dan persis jam 7.00 wib rombongan yang terdiri dari 5 (lima) bis berangkat ke Ciloto. Jalanan lumayan lancar, hanya sempat tersendat di pasar Cisarua, satu setengah jam kemudian telah sampai di Ciloto. Di bis telah disediakan box kue dan minuman bagi yang tak sempat sarapan, dan sampai di Ciloto telah disediakan jus jambu dan jus jeruk.

Jalan santai...masih terlihat segar bugar

Peserta melakukan senam pagi bersama, stretching, kemudian jalan pagi santai mengelilingi kompleks hotel, yang berakhir di depan aula….yang telah disediakan minuman panas dan nyamikan ala pegunungan. Senang melihat para bapak ibu pensiunan yang masih segar, berseragam sama, sehingga tak membedakan dari mana asalnya. Kondisi ini mengingatkan saya zaman pertama kali masuk Bank, harus mengikuti Penataran P4 yang diselenggarakan di Bank Indonesia dan di LPPI Kemang. Semua peserta nyaris mirip, sama-sama pegawai yang baru masuk, karena P4 yang memerlukan waktu 3 (tiga) minggu, banyak hati yang terpaut disini, dan tetap bersatu sampai saat ini.

Acaranya santai, karena memang merupakan ajang kumpul-kumpul, penyanyi dari Lembah Hijau asyik menggoyang para peserta untuk melantai, ternyata para bapak ibu masih jago dalam berdansa. Acara pokok adalah lomba lagu paduan suara, juri diwakili oleh masing-masing anggota Bank, terdiri dari 9 orang. Kriteria penilaian, adalah: 1) Pilihan lagu, 2) Kekompakan gerak, 3) Kekompakan suara. Acara benar-benar meriah, terasa sekali bahwa anggota paduan suara kami yang paling sederhana. Ada anggota paduan suara yang membawa kertas warna warni bak cheerleader di lapangan basket, ada yang pake ulos, dan ada yang pakai baju seragam batik merah.. .. sangat menarik dan indah.

Dan juaranya adalah PP Bank Indonesia, yang tampil kompak, dengan menggunakan 3 nada suara….. pilihan juri untuk juara memang layak dan tak dapat diganggu gugat. Ini pertama kalinya saya ikut Forkom pensiunan, terasa menarik dan menyegarkan, tak terasa sudah waktunya untuk pulang. Setelah makan siang, sholat, yang dilanjutkan lagi dengan menyanyi, maka bis telah siap menunggu. Kami saling bersalaman, sebelum memasuki bis masing-masing, dan sampai Bidakara, tepat jam pulang kantor, dan saya masih harus berkutat untuk mencapai jalan ke rumah, yang seperti biasanya…muacet.

Hmm pada akhirnya, menarik tidaknya sebuah reuni tergantung dari siapa teman-teman nya, serta apa acaranya….menurut saya, yang  paling  penting adalah, apakah teman-teman yang kumpul adalah teman-teman yang mengasyikkan. Apakah anda juga suka hadir di acara reuni?

About these ads

Responses

  1. Tergantung, Bu!
    Kalau di komunitas yang dulu tak saya suka ya saya ogah reunian… kalau di komunitas yang kusuka ya pasti saya rajin reunian.

    Tapi karena saya tak pernah join ke komunitas yang tak saya sukai, maka saya suka ber-reuni hehehe.

    Yup betul Don……mesti tetap pilih-pilih ya.
    Juga acaranya pas dengan kegiatan kita yang lain apa tidak.

  2. wahhh saya suka reuni bu, tapi jarang banget reuni soalnya susah ngumpulin teman2 yang udah nyebar, banyak juga yg lost contact. reuni itu kan menyambung tali silaturahmi, katanya bisa bikin panjang umur :D

    Betul…teman-teman yang nyebar sulit dikumpulkan, apalagi masing-masing sudah sibuk

  3. Belakangan saya suka reunian dengan teman-teman sesama alumni pesantren dulu. Menyenangkan saja rasanya. Apalagi kemudian, dari reunian itu kita menghasilkan sesuatu yang bermanfaat… :)

    Nahh …menghasilkan yang bermanfaat…ini yang penting Uda.

  4. Reuni itu memang menyenangkan …
    asal dilakukan tidak setiap kali …
    paling tidak setahun sekali … itu baru mak nyus

    kalau terlalu sering ya mungkin bosan juga ya Bu
    jadinya hanya pertemuan biasa … bukan kangen-kangenan
    justru nikmatnya itu di kangen-kangenan

    Salam saya
    A.19 XXXX (waduh jauh bener ya Bu )(hehehe)

    Angkatan ke-19?
    Berarti tahun 82? Jauh sekali ya….hehehe….dan IPB udah rame, mahasiswanya sudah banyak.
    Zaman saya, setiap Fakultas hanya menerima 50 orang, itupun banyak yang berguguran pada tahun berikutnya.

  5. Sangat setuju, menyenangkan. Namun tetap harus well organized, sehingga reuni akan berkesan.

    Umumnya dari reuni, sering dilanjutkan pertemuan2 berikutnya, yang pada akhirnya gak jelas juntrungannya.
    Kembali lagi ke prioritas,…keluarga, pekerjaan dan teman.
    Pandai menempatkan prioritas, sehingga akan lebih bermanfaat yo bu.

    Betul Tini, jika well organized, reuni bisa menyenangkan.
    Acara harus dipikirkan untuk kebutuhan alumni itu sendiri, untuk anak menantu, juga untuk cucu, sehingga reuni menjadi lebih akrab.

  6. Wah, Bu.. semangat sekali 3 reuni sekaligus? Saya sekarang ini sih masih semangat reuni2an, tapi ga tau kalo nanti sudah punya anak apa masih bisa sesemangat itu, karena yang dipikirin pasti juga sudah banyak, bisa istirahat dan segala macam alasan. Tapi bertemu teman lama apalagi yang menyenangkan dan akrab saat dulu selalu meninggalkan kesan yang dalam saat reuni :)

    Hehehe…itu kebetulan……padahal saya jarang sekali ketemu reuni seperti itu.

  7. biasanya reuni baru diadakan kalau saya pulkam. Soalnya tidak ada yang mau repot ngumpulin teman2. Padahal saya ada di acara itu atau tidak juga tidak ngaruh :D

    Yang pasti th ini adalah peringatan 25 th saya masuk UI, jadi mau diadakan reuni angkatan. Karena kalau menghitung sejak lulus, kan beda-beda lulusnya, bahkan ada yang tidak lulus a.k.a. DO.

    EM

    Betul Imelda, mesti ada yang seksi repot….
    Dan panitia ini menentukan terselenggaranya reuni yang mengasyikkan apa tidak….

  8. habis baca baca tulisan mbak yang reuni jadi pingin reunian juga

    Iya…ya?

  9. habis baca baca tulisan di atas jadi pingin reunian nih

    Ini sama dengan yang di atas ya…kode nya sama.

  10. Ternyata sma dengan orang tua saya jarang sekali mengikuti reuni..
    salam kenal blogger surabaya… :)

    Salam juga

  11. wah asiknya belakangan jadi sering reuni ya bu… :)

    saya gak pernah ya reunian gede gitu. palign pernahnya reuni dulu temen satu kelas pas sma.

    Reuni nya gede, karena bawa buntut semua…..jadinya rame, kalau asli alumni kan cuma sedikit…

  12. Reuni, adalah kembali mengangkat ‘jangkar-jangkar’ masa silam yang selama ini tertanam… semoga memperbaharui silaturahim dapat kembali memperkuat persahabatan dan mengikis karat masa lalu yang pernah menjadi hambatan..

    Bicara soal reuni, rasanya berat melangkah menuju undangan bagi mereka yang kini merantau jauh dari tanah air..

    Salam hangat dari Irak.. ya, irak yang masih meledak-ledak itu..

    Betul kang Luigi…reuni ajang silaturahim
    Sebetulnya saya pengin ketemuan dengan kang Luigi dan keluarga, sayang setiap kali pulkam ke Indonesia waktu terbatas ya.
    Semoga aman di Irak ya….dan selalu dilindungi oleh Allah swt bersama keluarga

  13. Kebetulan kelasku waktu SMA belum pernah bikin reuni. Agak susah mengumpukan orang2..
    Tapi kalau reuni akbar sih sudah, dan saya gak datang, karena tidak ada teman yang bisa ikut juga waktu itu. Mostly biarpun namanya reuni akbar, tetap saja terasa eksklusif karena yang mengadakannya itu mereka2 yg selalu kopi darat, jadilah yang lain2 juga tida datang juga… :)

    Saya hanya suka datang reuni terbatas, yang orang2nya saling kenal…kalau reuni akbar nyaris nggak pernah datang, hanya datang saat bosku jadi ketuanya…..:P

  14. seperti donny, saya sebenarnya pilih2 juga kalau mau datang reunian. tergantung yg mengadakan komunitas mana. trus lihat, kira2 siapa yang datang hehe. duh, pilih2 ya saya? :) tapi biasanya sih, asal waktunya cocok dan tidak ada halangan, saya datang. toh juga jarang2 ada reunian. bbrp waktu lalu ada teman kuliah yang datang ke Jkt, lalu mau mengadakan reunian. sayang waktu itu saya flu, jadi batal deh. trus besok waktu tgl merah, saya malah diundang 2 reunian dari 2 komunitas yg sebenarnya pengen saya datangi dua2nya. tapi jelas harus milih salah satu karena waktunya berbenturan….

    Memang perlu dilihat komunitasnya, karena yang penting kan justru teman-temannya yang membuat kita betah

  15. dari tiap tingkatan sekolah pernah reuni, biarpun kecil2an
    enaknya sih ketemu itu sesekali aja, kalau keseringan sih udah nggak seru lagi

    Betul mbak….harus sesekali..paling nggak, setahun sekali.

  16. saya paling suka reuni, bisa mengenang kejayaan masa lalu. hehehee

    Memang…jika waktunya tepat, dan teman-temannya juga tepat

  17. Saya suka reuni,
    terutama reuni dengan teman semasa di sekolah kejuruan dan semasa kuliah.
    Soalnya disini temannya laki-laki semua.
    jadi nggak grogi :)

    apa kabar bu?

    Kabar baik mascayo..lama nggak saling berkunjung ya…tapi bukan karena lupa kan?
    Kita sama-sama sibuk ya…

  18. ..
    soal reuni saya gak pilih2 Bu asal dateng dulu aja..
    tapi kalo sudah ditunjuk jadi panitia,itu baru males..hehehe..
    ..
    jadi mikir 20 tahun lagi kayak apa ya temen2 saya..
    *ngelamun..*
    ..

    Membayangkan 20 tahun lagi? Jelas masih muda…lha itu teman-temanku, 35 tahun kemudian setelah lulus S1

  19. Saya paling malas datang ke acara reuni. Kecuali kalau ada acara kegiatan sosial, baru semangat. Kalau hanya sekedar kumpul-kumpul dan makan-makan, lebih baik di rumah saja.

  20. Karena sekolahku berpindah-pindah kota, saya hampir tidak pernah menghadiri acara reuni, Bu. Ketika ada acara semacam itu, nyaris hampir dipastikan aku sudah pindah ke kota lain.

    Tetapi betul kata Ibu, ketika usia sudah mulai di atas 30, banyak sekali acara-acara reuni diadakan. Dan aku mulai bisa menghadirinya. Ada juga perasaan rindu, senang, serta melihat kawan-kawan dulu sudah mulai mapan dan menata hidupnya :)

    Kalau waktunya tepat, diadakan oleh teman-teman dekat zaman sekolah dulu, reuni bisa menyenangkan.

  21. Pancoran terus dikit, mampirlah ke rumah saya, Bu.. hehehe..
    Ciloto itu jadi tempat kenangan masa pelatihan dulu. Pasti Ibu tidak percaya kalau saya bilang saya kuat lari mengelilingi taman yang naik turun itu di jam makan siang :p


    Hahaha…jadi Mieke jagoan ya…atau karena dikejar jam dan jika telat dihukum?

  22. sama mba saya juga bukan orang yang suka reunian kalau ga jelas misinya… kalau hanya untuk berfoya2, ngerumpi atau pamer, walah mendingan dirumah aja. tapi kalau reuni itu untuk kebaikan walaupun malas saya akan usahan datang…..

    Sebenarnya sih, selama ini reuni yang saya datangi, diadakan oleh teman2 dekat saat kuliah dulu…biasanya nggak bisa datang karena ada acara lain.
    Acaranya juga disusun agar para orang tua, anak/menantu maupun cucu bisa menikmati…karena reuninya beserta keluarga.

  23. Acara reuni yang hampir tidak pernah bisa hadir dalam acara tersebut, tapi jika masih bisa terjangkau didaerah tempat saya tinggal sekarang masih mungkin diusahakan.
    Terakhir reuni bersama anak sekelas waktu kuliah di UI th 2010 saat ada acara Pameran di PSJ UI ( Pusat Studi Jepang ), ya acaranya hanya temu kangen saja :)

    Benar…karena kesibukan berbeda, kadang kita tak bisa datang.
    Kalau reuninya terbatas pada teman seangkatan, tetap menarik dihadiri, paling nggak kita kenal…

  24. Salam kenal, Ibu…

    Bapak dan Ibu saya juga terkadang nggak datang reuni jika acaranya nggak jelas. Reuni lebih baik dilakukan yg bermanfaat saja spt napak tilas alumni IPB itu… sangat menyenangkan kalau napak tilas yah Bu…

    Hehehe…napak tilas memang berkesan…setelah 37 tahun kemudian, walau yang jadi dosen kadang masih suka kesana.
    Biar kaki gempor dipaksakan, karena ingin melihat kondisinya sekarang seperti apa.

  25. Saya termasuk pilih-pilih juga untuk reuni, mengingat saya sekarang tinggal di luar Jawa, jadi waktunya harus pas dalam rentang waktu saya mudik ke Jawa..
    jujur saja, saya tidak akan pulang jauh-jauh ke Jawa hanya untuk menghadiri reuni.. :)

    Saya lebih suka datang ke acara reuni yang santai dan nggak terlalu formal.. kalau reuni sekolah yang resmi banget saya agak malas… karena saya kepengen kangen-kangenan dengan teman-teman sekolah, kalau dalam acara resmi rasanya kurang bebas bertukar cerita karena harus mengikuti acara, sambutan demi sambutan, wah…. saya lebih suka menyapa teman-teman daripada susuk manis mendengarkan sambutan-sambutan resmi begitu.. :)

    salam hangat selalu, Bu Enny…

    Waduhh..kalau reuni mestinya tanpa sambutan resmi ya…paling2 ada yang ditarik jadi MC…dan harus bisa ngocol supaya suasananya santai.
    Selama ini kalau reuni, mengikutkan keluarga, jadi rasanya nyaman…..dan menjadi kenal dengan keluarga masing-masing.

  26. betul bunda reuni itu akan mengasikan jika ketemu teman2 yang juga asyik…

    Wah ternyata bunda lumayan sering juga yah reuninya :)

    Met beraktivitas bun :)

    Best regard,

    Bintang

    Entah kenapa, akhir2 ini banyak teman yang suka ngajak reunian…..atau kebetulan aja ya….hehee

  27. aku termasuk orang yang nggak pernah diundang kalau ada acara reunian sekolah, bu, hehe… bukan karena apa-apa, teman-temanku nggak tahu keberadaanku di mana. kalau pun ada yang tahu, mereka sadar aku tak akan pernah datang karena jauhnya jarak yang memisahkan.

    Sebetulnya kan undangan nggak dipilih-pilih..dan juga terserah siapa yang mau datang

  28. Begitulah asyiknya reuni. Setelah sekian lama nggak ketemu, akhirnya berjumpa dengan wajah dan suasanya yang berbeda.

    Yang jelas perut makin maju….hehehe

  29. Biasanya yang saya hadiri cuma reuni kelompok kecil aja sih Bu.. Kalau ada reuni akbar sekolah atau kampus gitu, nggak pernah datang. Rasanya kok anonim gitu.. Tapi saya selalu menikmati reuni kelompok kecil yang saya hadiri, karena percakapannya lebih akrab :)

    Saya juga nggak suka reuni akbar…..senangnya terbatas, dan antar teman saling kenal dekat.

  30. belum pernah ke acara reunian yang berkapasitas besar, palingan ngumpul sama teman lama yang kebetulan punya waktu lenggang sama aja :D

    Sebetulny termasuk reuni bukan ya?

  31. kalau dulu reunian teman kuliah setahun sekali Buk, karena kita berasal dari daerah dan berada di perantauan, berkumpul sekali setahun itu semacam kebutuhan, hanya kelompok kecil sih,
    sekarang udah lama ga reunian :)

    Memang enaknya kelompok kecil yang saling mengenal secara dekat

  32. reuni pasti menyenangkan ya bu..apalagi kalo sudah susah untuk mengumpulkan teman2 yg udah sibuk ama kerjaan masing2..

    Betul…walau Sabtu Minggu tetap aja tak semua bisa datang

  33. Reuni merupakan wadah mengikat Hubungan silaturahmi kita yang udah putus dengan kawan2 sesama sekolah

    Yup

  34. Seumur-umur baru ikut reuni sekali saja. Itupun reuni alumni teman sefakultas. Kalau reuni akbar mungkin gak datang, nanti banyakan celingak-celinguk. Apa pertemuan sesama teman sekampung sekalai setahun, -halal bihalal- bisa dikatakan reuni?
    *Lain topik; ternyata penataran P4 umurnya cukup lama juga. Saya kebagian penataran P4 pola 100 jam. Sejak era reformasi penataran P4 ikut bablas… sayang sekali pendidikan untuk bangga jadi anak bangsa itu juga harus lenyap, hiks…

    Saya termasuk jarang ikut acara reuni…alasan: waktunya pas barengan ada acara lain, atau di luar kota dll.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 201 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: