Oleh: edratna | Mei 21, 2011

Friendster dan Multiply

Awalnya punya friendster agar bisa terus terhubung dengan kedua anakku yang saat itu masih remaja, agar masih bisa memahami, mendengarkan celotehan anakku dan teman-temannya, berharap agar saya bisa menjadi ibu yang juga memahami kegiatan anak muda, bukan ibu yang menyebalkan dengan banyak larangan ini itu. Rasanya sudah lama sekali tak pernah melihat lagi account ku di friendster itu, apalagi setelah belakangan saya juga ikut membuka account multiply. Di Multiply saya bisa memajang foto kenangan, apalagi saat itu fasilitas di multiply memang lebih beragam, walau tak lama kemudian friendster juga menyusulnya.

Ada banyak kenangan di friendster, banyak foto-foto lama yang belum sempat di pindah, dan kemarin saya sadar, bahwa waktunya tinggal sebentar jika kita ingin memback up apa yang pernah kita up load di friendster. Dan pagi ini, saya mencoba mau memback up foto tersebut, baru berhasil satu, berikutnya mulai sulit. Apalagi rasa pusing seperti vertigo mulai menyerangku, akhirnya saya menilpon kedua anakku, yang menyarankan untuk memberikan nomor passwordku agar mereka bisa membantu memback up.

Tentang multiply, ini juga lama tak tersentuh. Minggu-minggu belakangan ini acara sangat padat dan melelahkan, dan baru hari ini terasa longgar. Badan kurang enak, membuatku berniat hari ini istirahat di rumah saja. Membaca blognya Donny, juga ndorokakung, membuatku ingin melihat seperti apa tayangan di multiply saat ini. Begitu membuka account multiply, mataku dikagetkan dengan berbagai tawaran barang-barang yang dijual, namun begitu masuk ke “my sites“…Alhamdulillah, semua masih utuh, termasuk foto-foto yang pernah di up load. Jadi, untuk kali ini, prioritas hanya untuk memback up foto di friedster saja…atau enaknya direlakan saja? Karena yang di multiply masih selamat.

Bagaimana kegiatan teman-teman, asyik memback up friedster?

Iklan

Responses

  1. Akun friendsterku sudah aku hapus sudah dari lama. Foto, tulisan di blog friendster, semuanya aku ikhlaskan saja hilang. ๐Ÿ˜€

    Hmm…begitu ya?

  2. aku dari dulu tidak begitu aktif di FS sih bu, jadi tidak banyak isinya. Kalau Multiply sempat aku pakai sebagai pengganti blog dan juga utk menyimpan lagu2 (sampai ribuan), jadi kalau multiply sampai hilang ya aku susah backupnya :D. Baru tahu ibu juga punya multiply ๐Ÿ˜€

    EM

    Maklum, anak-anak dulu cukup aktif di FS, dan saya juga kenal teman-teman anakku…menyenangkan sebetulnya, namun sekarang kalah dengan FB.
    Kita belum pernah terhubung via multiply ya….

  3. Saya relakan saja, Bu. Itu kenang2an semasa kuliah padahal. Ya sudahlah. Toh masih bisa kontak dengan kawan-kawan.

    Sudah lama juga tidak buka multiply. Sekarang sepertinya memang dikembangkan sebagai sarana jual-beli per internet.

    Di multiply masih bisa kok…klik di my sites….
    Sebenarnya ada petunjuk di FS untuk memback up semuanya secara langsung…lagi-lagi saya gaptek

  4. FS nggak pernah buat bu, Multiply punya satu akun tapi nggak pernah diisi, hanya buat akun untuk bisa komen di blognya sahabatku he..he…

    Kan biasa mbak Monda..ibu akan melakukan atau mengikuti anak-anaknya.
    Anaknya punya FS dan MP..ikut. Pindah ke FB, ikut juga. Anak ngeblog..ikut juga…hehehe

  5. Dulu sempat punya friendster dan multiply, Bu. Tapi sudah lama kuputuskan untuk melupakan keduanya. Yah, merasa leluasa nge-blog dengan wordpress saja. Lagi pula sudah sejak lama data-data (tulisan) di friendster telah kuambil yang penting-penting. Sisanya sekadar kelakar tak penting. Sementara multiply, tak pernah menggarapnya dengan serius.

    Betapapun, saya berterimakasih pada friendster…..dan yang mengajarkan membuat FS adalah Yuni, mantan stafku. Dia ketawa saat saya minta tolong untuk membuat account FS..”Untuk apa bu?” Saya hanya bilang, supaya kenal sama teman anak-anakku. Seperti halnya blog, teman pertama di FS adalah teman anak-anakku, baik si sulung maupun si bungsu. Jadi kalau pas tugas di Bandung, saya pilih tidur di hotel, ditemani anakku dan sahabatnya, malam-malam kopdar mengundang teman-teman anakku yang lain.
    Akhirnya, melalui FS, pertemananku bertambah luas….. juga ketemu teman-teman lama. Sayang akhirnya FS ditinggalkan, walau banyak sekali perbaikannya, apalagi ada rumor bahwa FS tak seaman FB….entah apa benar atau tidak.

  6. Untungnya saya tidak punya akun friendster dan Multiply, cukup FB dan Blogdetik aja..

    Malah enak kan..tak perlu mem back up data penting.

  7. wah Friendster memang jadi tempat berkomunikasi dg teman, termasuk ajang narsis dulu, sy blum sempat backup bu, lagi malas, sudah banyak spam sih waktu saya tinggalkan ๐Ÿ˜€ hehe

    Banyak spam?
    Hmm FS berguna untuk ajang ketemu teman lama, juga menjadi lebih dekat dengan anak-anak bersama temannya.

  8. Wah iya bener, banyak juga foto2ku di FS yg belum tak pindah ๐Ÿ˜ฆ

    Harus segera di back up…kalau pintar sebetulnya mudah, bisa dibacup keseluruhannya secara langsung..ada penjelasannya.

  9. dulu juga aku belum punya…

    hmmm

  10. friendster katanya sudah mau ditutup..
    multiply malah kembali meriah nih..

    Iya, ada pengumumannya di FS.
    Multiply meriah…bagi yang tak suka promosi jualan, bisa langsung masuk ke site nya sendiri

  11. Lho emangnya Friendster mau ditutup atau gimana bu kok sampe harus di back up?
    Saya juga udh lama gak nengok FS dan Multiply saya. Wah kalo sampe ilang ya sayang juga ya…

    Ayooo…segera tengok…
    FS segera tutup …ada pengumumannya, ada beberapa yang dikirimi email.
    Multiply masih aman, tapi jika kita buka account MP, langsung terlihat banyak promosi jualan…..

  12. sebelum ada FB , FS memang mengasikkan, tapi setelah ada FB , FS banyak ditinggalkan orang…..

    Padahal mirip ya…..mungkin karena FB lebih mudah ya…

  13. iya tuh di MP banyak banget yang nulis pesan jualan di home page ya… ampun dah… hahaha

    Hehehe…betul…..kalau nggak baca blog nya DV, saya juga nggak nengok ke sana

  14. Hehe, kasus ini lagi… ๐Ÿ™‚ MP oh MP ๐Ÿ™‚

    MP ku masih slamet kok Don.

  15. Saya nggak kenal friendster, Bu…
    Tapi kalo MP saya masih ada tapi nggak aktif ๐Ÿ™‚

    Friendster memang dikenal sebelum FB booming…..saya mengenalnya karena anak-anakku saling terhubung dengan teman-temannya melalui FS. Dan saat saya punya FS, si bungsu komentar…”Gile, nyokap punya FS, Gue bakal dimonitor terus…” Hahaha…tapi teman pertamaku di FS, anak-anakku, dan kemudian teman anak-anakku.
    Saya didorong untuk punya FS, oleh sesama anggota IOM ITB (Ikatan Orangtua Mahasiswa ITB), beliau punya FS agar bisa tetap gaul dengan anak-anak nya.
    Sedang MP lebih banyak untuk menyimpan foto-foto.

  16. di ffriendster belum sempat upload photo2 sudah mati ๐Ÿ˜ฆ sepi.
    Kalau multiply saat ini masih aktif tapi jarang diupdate, cuma sesekali saja.
    Di multiply sekarang banyak digunakan ibu2 muda untuk berjualan. ๐Ÿ™‚

    Iya…..dan mungkin memang menyenangkan…jualan secara on line

  17. The Loss of Privacy.

    Buat saya 4 kata itulah yang paling tepat untuk mencerminkan kehidupan para tester (tukang coba ini itu – itu ini). Rakyat Indonesia sering saya lihat tidak kenal tidak apa saja add add saja lalu berteman saja lewat jejaring sosial tsb. Saya sendiri bukan pengecualian. Pernah juga begitu (polos). Lalu ketika lama berselang. Saya sadar sendiri, bahwa saya sudah melihat hal-hal yang mustinya saya tidak perlu lihat. Pada banyak yang narsis-narsis gitu, dst. Jadi saya menyeleksi siapa yang harus di add di FB, di Twitter juga saya meng-unfollow lebih dari ratusan yang tidak sesuai dengan interest saya. Kualitas teman buat saya adalah dia yang ada ketika saya sedang suka dan duka. Jadi bukan yang hidupnya terkungkung kemana-mana jarinya sama matanya nunduk ke BB apa iPhone trus Facebook-aaaaan mulu sampe ga heran-heran sama di dekat badannya sendiri.

    Kawan saya seorang Jerman menyebutnya “so it’s like being naked in the internet” mengomentari FriendFeed sewaktu belum diakuisisi oleh Facebook.

    Hm, ibu pasien vertigo juga, ya? Sama dong! Sejak lama saya menjadi pasien tensi tinggi dan vertigo, sudah lama pula saya sering lupa-lupa. Soal multiply apalagi friendster ya? sudah lupa tuh. Sewajibnya sudah saya hapus saja akun saya di kedua situs tsb supaya tidak bertambah membebani the loss of privacy yang semakin bertambah-tambah saja di era global sekarang ini.

    Arie, sudah lama tak mendengar kabarmu….
    Saya senang, karena usaha Arie makin sukses, kadang saya mampir ke blog mu. Entahlah, kayaknya waktu makin terbatas aja ya.

  18. iya foto-fotonya benar2 ilang, ada cara buat balikin lagi ga yah ๐Ÿ˜ฆ
    foto kenang2an dulu kala hilang semua ๐Ÿ˜ฆ


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: