Setelah libur panjang

Liburan panjang, karena ada cuti bersama (walau mendadak), menjadi mengesankan. Karena dadakan, tanpa ada rencana, adikku dan anak bungsunya yang dari Semarang ke Jakarta. Keponakanku, yang sedang job training di Cabang Muntilan juga ikut ke Jakarta, jadilah hari Minggu kemarin rumah ku benar-benar meriah. Rumah yang biasanya sepi, hanya saya dan si mbak, kadang ditambah suami (jika ada tugas ke Jakarta), menjadi penuh dan ramai, benar-benar seperti rumah. Agar tak membingungkan si mbak, yang sudah keteteran dengan kerjaan ekstra karena ada tamu, kami sepakat makan nya pesan saja. Jadi hari pertama pesan di Abuba,  steak abuba  menunya sekarang lebih bervariasi, ada steak salmon (cocok untuk yang mengurangi daging, namun sayangnya saat dipesan sudah habis, diganti dengan kakap), chicken steak, dan lain-lain nya. Keponakanku di Tangerang, yang anak kedua adik di Semarang, datang bersama isteri dan putri mungilnya yang berumur 8 (delapan) bulan. Kalau sudah seperti ini, rumah terasa kecil…..tapi tetap menyenangkan, karena tinggal gelar tikar, dan kita rame-rame mengobrol ber sahut-sahutan, sambil menonton TV.

Hari Senin, ganti saya menemani adik dan keponakan jalan-jalan ke Mal, setelah pagi nya didahului pijat dulu. Menu pijat sebulan sekali ini kayaknya tak mungkin dikurangi, entah karena usia atau apa, namun pijat kok jadi keharusan ya. Agak siang baru kami berangkat, tujuan nya  ke Mal Senayan City  atau dikenal dengan Senci (ssst…ini pertama kalinya saya menginjak Mal ini), dan Mal Plaza Senayan.  Mungkin saya memang bukan pencinta Mal, jadi kalau sudah sekali ke Mal Pondok Indah dan cocok,   tentu saja minat utama kesini adalah toko bukunya bervariasi, ada Gramedia, Gunung Agung, Konokuniya, Times dan lain-lain, membuat malas pergi ke mal lain. Dan alasan utama lainnya adalah paling dekat dari rumah, selain Mal Citos, tentunya. Keponakan saya menyusuri toko-toko dan saya hanya ikut mendampingi, belakangan malah mencari tempat duduk karena sudah merasa agak lelah. Keluar dari Senci, kami mencari tempat penyeberangan jalan, sempat mengambil foto disini buat kenang-kenangan. Di Plaza Senayan, karena sudah beberapa kali kesini, lebih mudah untuk mendapatkan barang yang dicari, keponakanku mendapatkan sepatu di Metro Plaza Senayan. Hari sudah menjelang sore, kami bergegas pulang, karena sudah ada janji dengan adik di Pondok Gede, akan datang ke rumah karena ingin mengobrol dengan kakak-kakak nya.

Yang menyenangkan, di depan Mal, taksi sudah berderet menunggu penumpang, ada taksi BB dan Taksi E, tinggal memilih mana yang lebih disukai.  Kami bergegas memilih taksi, kemudian pulang ke rumah. Saya tiga bersaudara, adik bungsu saya tinggal dan bekerja di Jakarta, sedang adik kedua ini tinggal di Semarang. Pertemuan antar keluarga ini jarang terjadi karena sama-sama sibuk, biasanya diprioritaskan jika ada yang sakit, atau ada  pernikahan. Saat anak-anak masih kecil, rumah saya menjadi tempat pertemuan dan menginap saat Lebaran, namun setelah kedua adik mempunyai menantu dan kemudian lahir cucu, maka saat Lebaran adalah kesempatan anak dan cucunya datang ke rumah, sehingga Lebaran tak harus kumpul di rumahku. Bisa dibayangkan, betapa gembiranya kami berkumpul, mengobrol dan tertawa bersama. Ahh rasanya semakin susah untuk ketemu saudara kandung, kesibukan membuat waktu sangat terbatas, kalau sempat ketemu rasanya waktu cepat berlalu.

Selasa pagi, masih hari Libur. Adik bungsuku datang, cerita kalau semalaman tak bisa tidur, detak jantungnya terasa aneh….dug…dug…tek..tek..tek..terus lama tak ada suara. Adik bungsu saya ini habis menjalani operasi jantung (Benthall procedure) di RS Harkit pada bulan Februari 2011, dan sekarang sedang dalam tahap pemulihan. Aorta nya diganti dengan pen, sehingga jika suasana sepi, malam hari, atau pergi ke ruang sempit dan sepi, suara detak jantungnya terdengar jelas, yang bisa membuat orang ketakutan.  Setelah dua bulan berlalu, adik bisa berdamai dengan suara detak jantungnya ini, dan iramanya mulai bisa dikenali namun karena mungkin seminggu kemarin sudah mulai bekerja, atau karena lelah, maka irama jantungnya menjadi berbeda. Kami semua menyarankan agar sebaiknya segera ke UGD di Harkit, karena hanya dokter yang bisa menjawab permasalahannya. Hari itu saya hanya mengobrol di rumah dengan adik yang dari Semarang, keponakanku ada acara ketemu teman-teman kuliahnya yang dari UNDIP di Plaza Semanggi, sedang adik yang ke UGD ditemani isterinya. Sudah sore hari, akhirnya adik bungsuku pulang, setelah di cek, di rontgen, ternyata tidak ada masalah,  menurut dokter,  setelah operasi jantung, sampai sekitar setahun  irama jantung belum beraturan, karena ada benda lain yang dimasukkan tubuh sehingga harus menyesuaikan.  “Yang penting, jika merasa tak enak, segera ke UGD, itu tindakan yang benar,” kata dokter.

Hari Rabu, saya mulai masuk ke kantor, adikku yang dari Semarang ingin menikmati tidur setelah beberapa bulan disibukkan menyiapkan ujian Doktor, sekarang hanya ingin istirahat, setelah sekian lama berkutat dengan data dan komputer.  Di kantor, ternyata obrolan juga tak jauh-jauh dari UGD, teman sekantor cerita kalau hari libur panjang kemarin ke UGD…badannya terasa tak enak, nafas terengah-engah, jadi oleh isterinya dibawa ke UGD…..saya jadi berpikir, rupanya usia yang makin menanjak, membuat kita harus benar-benar bisa mengelola kesehatan, serta tak bisa melakukan segala sesuatu seperti masih muda dulu. Hari Kamis dan Jumat, saya juga ke kantor, jadi akhirnya saya hanya sempat mengobrol dengan adik setelah pulang dari kantor, itupun sambil terkantuk-kantuk. Jalanan Jakarta yang tak bisa ditebak, ikut membuat badan terasa lelah sesampai di rumah, walau saya naik taksi pergi dan pulang kantor, namun biarpun naik taksi, jika melalui perjalanan lebih dari dua jam, dengan kondisi semakin macet, tetap saja membuat lelah. Saya bersyukur jika mendapatkan sopir taksi yang sabar, kadang kita tak punya pilihan itu. Jika sopirnya tak sabar, maka kita juga terasa makin lelah.

Sejak hari Sabtu, rumah kembali sepi, adik dan keponakan telah kembali ke rumah masing-masing.  Jumat malam tidur nyenak sekali setelah Jakarta diguyur hujan deras, mengakibatkan genangan air dipinggir jalan RS Fatmawati makin parah…. Pulang  kantor,  taksi di depan Ganci tak terlihat satupun, setelah menunggu setengah jam, saya menyerah dan mencari bajaj. Akibat menerabas genangan air,  kancil (sejenis bajaj) yang saya naiki sore itu mogok dua kali….dan untungnya (khas orang Jawa, dalam kondisi apapun, masih untung) saat mogok sudah mendekati rumah dan bukan pas melalui jalanan macet di jalan Radio Dalam. Malam itu setelah makan malam dan menunaikan ibadah sholat, saya merebahkan badan ke kasur, tak terasa tertidur…bangun tengah malam, lampu masih terang benderang. Saya hanya mematikan lampu dan melanjutkan tidur. Paginya, terasa hawa segar sekali. Saya ke kamar mandi, mengambil air wudhu dan siap sholat Subuh….saat sujud, kepala terasa ringan dan pandangan berkunang-kunang, saya sukses jatuh menubruk sajadah. Saya memegang pinggiran sajadah kuat-kuat,  menarik nafas panjang, mencoba memasukkan oksigen lebih banyak ke paru-paru….sampai rasa berputar itu berkurang.  Saya tak bisa melanjutkan sholat, setelah reda, saya mengulangi Sholat, namun….setiap kali membungkuk, terasa berputar. Pelan-pelan saya menenangkan diri, kemudian saya sholat sambil duduk,  menarik nafas panjang,  tapi tetap merasa belum sholat. Saya  keluar kamar,  berpegangan pada almari, dinding……. rumah masih sepi, si mbak masih terlelap. Saya mengambil gula, memasukkan dua sendok kecil ke gelas, menaruh teh Tong Tji,  menambahkan air panas dari dispenser. Pelan-pelan saya minum teh hangat dan memakan biskuit, sambil tetap mencoba menarik nafas panjang. Perasaan agak membaik, kembali saya ambil air wudhu, dan pelan-pelan saya mengulangi sholat Subuh dan syukurlah akhirnya dapat  menyelesaikan sholat Subuh.

Saya sms ke adik di Semarang, dia sering terserang vertigo, saya bertanya apa yang harus dilakukan selama serangan datang? Saya baru  merasakan vertigo (benarkah?….tidak pusing, tapi terasa berputar) tiga atau empat kali, selalu pada saat pagi hari,  terutama pada posisi sujud saat sholat.  Mungkin saya perlu  konsultasi ke dokter, ada kemungkinan tekanan darah rendah yang membuat semua ini….atau lain kali saya harus pelan-pelan bangun, mencoba minum teh hangat dan manis dulu, sebelum melakukan aktivitas. Kembali saya merenung, ingat percakapan dengan teman sekantor yang juga tak muda lagi, betapa kita memang harus bisa mengelola kesehatan, mengetahui kelemahan kita sendiri, agar sisa hidup ini bisa dinikmati tanpa menyusahkan orang lain dan diri sendiri.

Iklan

22 pemikiran pada “Setelah libur panjang

  1. wah ibu darah rendah tuh. Minum yang manis dulu sebelum sholat boleh kan? Saya dulu waktu masih remaja darah rendah sekali. cuma 70/60. Dan selalu begitu kalau bangun tidur pagi, tidak bisa tiba-tiba berdiri dari tempat tidur, atau bungkuk-bungkuk. Seperti darahnya tidak sampai kepala. Apalagi ibu sudah capek semingguan kedatangan tamu juga.

    Tapi mendadak bisa berkumpul bersama keluarga juga menyenangkan ya bu. Semoga pak Tri bisa menyesuaikan diri dengan jantungnya ya, dan ibu tetap sehat ya. Saya kaget loh ibu baru pertama kali ke Sency hehehe. kan sebelah rumah saya 😀 Saya juga tidak suka ke mall, lagipula saking dekatnya taxi sering marah kalau saya minta ke sency dari rumah. Kalau pulang musti mutar jadi lumayan deh. Jadi kalau ke sency saya selalu minta diantar orang yang ada di rumah, takut dimarahi supir taxi hihihi.

    EM

    Betul Imel, saya punya tekanan darah rendah…..memang sebaiknya minum teh panas manis dulu, biar badan nggak kaget.
    Juga kalau kurang istirahat atau tidur, badan terasa melayang.
    Alhamdulillah sudah baikan sekarang, week end ini gole-goler aja baca buku, dan nonton TV….

  2. semoga ibu dan keluarga selalu sehat2 semua ya bu….

    asik ya bu rumah jadi rame gitu… ngumpul2… 🙂
    ibu gak pernah ke sency soalnya gaulnya ke PIM ama citos terus ya bu? Hahahaha.

    Iya…asyik…jarang rumah rame seperti ini.
    Hahaha…..gaulnya memang ke PIM terus, Citos kalau ada acara makan-makan karena Citos buka sampai malam dibanding Mal lain…
    Entahlah, kalau udah seneng ke Mal tertentu (dan lagipula…ujung2nya yang dicari buku), agak males puter-puter ke Mal lain. Itupun saya suka ke sana hari biasa, yang pembelinya nggak berjubel….jadi, jangan ajak saya pergi cari diskon an ya.

  3. Beberapa kali dalam minggu ini aku mengalami hal serupa, Bu. Setiap hendak berdiri dari duduk atau tiduran, rasanya berputar padahal tidak pusing. Sampai harus berpegangan. Aku memang belum periksa. Tetapi rasanya aku mengalami darah rendah.

    Barangkali Ibu terlalu letih, Bu. Banyak acara, banyak kegiatan, dan masih rutin ngantor.

    Mungkin betul…..setelah istirahat dua hari, badan agak enakan.
    Dan biasanya memang suka malas makan kalau ada temannya, heran deh..kebiasaan jelek…juga suka lupa minum vitamin…..hehehe
    Tapi soal buah dan sayur tak pernah ketinggalan….

  4. Senangnya bisa kumpul-kumpul dengan keluarga besar. Saya jadi kangen suasana Jakarta. Keluarga besar kami pindah ke Jakarta.

    Beberapa waktu yang lalu saya juga mengalami masalah yang sama, pusing dan berputar-putar, lemah dan letih dan tidak ada semangat kerja. Namun setelah sedikit meluangkan waktu beristirahat serta mengurangi aktifitas membaca serta mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan dengan komputer. Alhamdulillah, sekarang sedikit sudah lebih baik.

    Iya..seneng bisa kumpul saudara kandung, walau cuma tiga bersaudara susah sekali ngumpulnya, sama-sama sibuk.
    Hmm…memang harus istirahat mbak, badan kita memang bukan mesin…dan mesin pun ada waktu istirahat juga kan?

  5. dg bertambahnya usia, maka semakin perlu menjaga kesehatan, ya bu? tapi untung di rumah ibu ada temannya, jadi kalau ada apa2 selalu ada yg menolong. semoga bu enny sehat2, ya 🙂

    Di rumah ada temannya, sekarang si mbak pesan supaya kamar jangan dikunci kalau saya tidur, biar bisa ditolong kalau ada apa-apa.
    Mudah2an sih aman aja….memang kadang lupa kalau badan bisa capek.

  6. Euh, vertigo itu kayaknya menyakitkan ya… saya gak tahu dan gak mau tahu rasanya…. 😦

    Aduuuh…jangan deh…rasanya tak enak.
    Tidak pusing, tapi berputar-putar……dan sementara tak bisa apa-apa.

  7. semoga bu enny sehat selalu.. dan lebih rutin olahraga seperti saya stiap pagi olahraga. itu bisa buat kita ssehat lho bu.. cepet sembuh ya… 🙂

    Makasih…mungkin minggu kemarin kelelahan

  8. Saya sedih, Bu, karena cuti bersama dadakan itu berarti memaksakan hak cuti saya untuk diambil pada hari itu, secara mendadak pula. Dan konon kabarnya tanggal 03 Juni nanti akan terjadi peristiwa yang serupa. Buhuhu… 😦

    Saya seringnya kena migrain, Bu. Seringnya sakit kepala di bagian kanan. Bedanya sama vertigo apaan, yak? (doh)

    Saya juga cenderung darah rendah. Berat badan makin naik, maka semakin naik pula tekanan darah. Tapi tidak sampai menjadi tinggi. Relatif di kisaran normal, atau di bawahnya.

    Dulu saya juga hobi migren, kalau ke dokter dibilang minum teh panas manis agar badan enakan….hehehe…
    Sebetulnya sih karena telat makan, keasyikan kerja…makanan nya ntar dulu….ntar dulu…terus kalau udah lewat jadi males makan.
    Migren sakit kepala sebelah, kalau vertigo terasa berputar…dan mual

  9. ibu sekarang sudah sembuhkah? semoga udah baikan. fety juga sudah hampir 3 tahun tidak kumpul bareng dengan kakak dan adik..

    Alhamdulillah udah enakan Fety….

  10. Orang yang mengalami darah rendah, makannya harus enak-enak, seperti Sate kambing, daging, dan sejenisnya. Saya dulu pernah mengalaminya.

    Tapi bisa berbahay jika kolesterolnya naik…..jadi tetap harus dipikirkan juga jenis makanan nya. Yang jelas tak boleh telat makan.

  11. Wah senangnya bisa berkumpul dengan saudara dan keluarganya ya Bu… mungkin Ibu kecapekan, jadi terserang vertigo.. saya juga pernah ngalami vertigo begitu, semua berputar, bahkan saya merasa kepala saya diam tapi bola mata seakan berputar2 sendiri, yang kanan dan kiri nggak sama arah putarannya, jadi meski tidak terlalu pusing, tapi begitu beranjak dari tempat tidur, saya hampir terjungkal. gejala vertigo memang berkurang banyak saat memejamkan mata, tapi begitu saya membuka mata dan mencoba bangkit lagi, saya limbung lagi…

    Waktu itu saya sampai dituntun mama ke WC karena saya terpaksa jalan sambil merem dan sempoyongan..

    Semoga Ibu selalu sehat-sehat ya Bu…

    Alhamdulillah, setelah istirahat, makan banyak….agak mendingan, dan sudah ngantor seharian tanpa pusing dan mual.
    Masalahnya memang harus doyan makan, dan tak boleh telat makan.

  12. Semoga cepat sembuh ya bu.
    Mungkin umur berpengaruh juga dalam kesehatan. Yang lebih muda saja banyak yang sering sakit kalau gak dijaga. Jadi saat sudah tua-tua (kalau kata mami saya), harus benar2 jaga kesehatan, karena kalau sakit, repot ke dokter jauh….

    Yup…betul…
    Makin tua memang gampang lelah….jadi harus seimbang antara makan makanan bergizi, dan istirahat.

  13. Bu, saya membayangkan seseorang yang harus hidup dengan katup jantung mekanik seperti itu, pastinya sulit banget ya… apalagi harus minum obat tiap hari…
    Semoga diberikan ketabahan dan kekuatan 🙂

    Menunggu adikku di RS jantung, membuatku bersyukur, bayangkan jika yang kena sakit jantung masih anak-anak, seumur hidup dia harus minum obat.
    Adikku sudah bisa menyesuaikan dengan pen nya…..dan tak terlalu kawatir jika mendengar suara jantungnya sendiri. Dia punya blog, cerita tentang bagaimana pengalaman dia operasi jantung (ada 28 bab) disini. Ternyata banyak calon dokter, mahasiswa kedokteran yang kirim email mengajak diskusi.

  14. waduh..
    mudah mudahan sehat terus ya mbaaaaa….

    seru sekali acaranya mba…
    ternyata doyan nge mall jugaaaa…hihihi…

    Ngemal sih nyaris tiap minggu, minimal seminggu dua kali..lha kantornya gabung jadi satu dengan Mal..hahaha…..terpaksa makan siang nya di Mal….kalau tak hati-hati bisa bangkrut.

  15. saya kangen ama steak abuba, duluuuuuuu banget, tapi sejak ada cabangnya di klp gading malah g pernah nyobain lagi 😀

    Senang sekali klo hari-hari berkumpul dengan kerabat dekat ya Bu
    apalagi bisa beraktivitas bersama-sama ….
    ahhh kami sudah lama tidak melakukannya lagi hiks …

    Tenang bu, ada temennya kok, wlo saya sudah beberapa kali ke Senci, tetep aja saya mah kesasar weh klo sudah di dalam, alhasil takkan berhasil nenteng apapun dari situ hehehe …. nah klo di plaza senayan deh baru …

    duh, jangan sampe deh kena vertigo 😦 Ga enak banget pastinya. saya pernah ngalamin baru sampe kleyengan setiap bangun tidur dan bergerak dengan refleks …langsung ambruk aja lagi 😦 sekarang ini yang paling sering malah kaki bengkak, ga tau deh, padahal ga banyak konsumsi garam 😦 klamaan duduk kali ya ….

    Ibu, jaga kesehatan bae2 yaaa apalagi di rumah cuma sama mba, klo memang minum teh anget manis bisa membantu, mendingan minum dulu aja bu sebelum sholat mah … 🙂

    Abuba steak andalan jika ada tamu ke Jakarta (yang senang biasanya tamu dari daerah…kalau di Jakarta kan sudah ada steak-steak lain yang harganya bersaing)…..
    Jelas saya masih bingung dengan Sensi….kesana lagi? kalau nggak ada temannya ya pilih PIM…hahaha….lha naik taksi cuma Rp.20.000,- dari rumah saya.
    Iya…saya mesti tahu diri, bangun pelan-pelan…gerak-gerakkan badan…terus minum manis dulu, baru lainnya.

  16. ..
    haduh kena vertigo ya Bu, jaga kesehatan dan jangan terlalu capek Bu..
    kalau bisa disempatin olahraga ringan..
    ..
    long weekend-nya asyik banget tuh bisa ngariung..
    kalau saya tinggal di desa semua keluarga besar tumplek-bleg satu kampung, jadi hampir tiap hari ketemu.. 🙂
    ..

    Iya nih Septa…kesempatan yang jarang terjadi, bisa ketemu adik kakak, walau hanya bertiga bersaudara….
    Mungkin benar…kurang olahraga…

  17. Wah Ibu terlalu capai ya.. liburan panjang dengan banyak acara…. 🙂

    Jaga kesehatan ya bu, soalnya vertigo sudah dua orang di keluarga saya yang mengalaminya, mami dan suami, dan saran dokter jika vertigo itu datang sebaiknya jongkok/duduk beberapa saat sampai ‘kliyengan’ itu hilang, baru ber aktifitas lagi.

    Malah jongkok ya…..kapan-kapan mesti dipraktekkan.
    Sebetulnya kalau hanya pusing sudah sering, malah sejak kecil…cuma vertigo belum pernah.

  18. Darah rendah Bu.. Ibu jangan capek-capek.. nanti drop.. banyak-banyak istirahat 🙂

    Iya memang tekanan darah rendah..obatnya istirahat dan makan enak…hahaha…asalkan tidak tinggi colleterol, agar tak muncul masalah baru.

  19. terharu, semoga ibu baik-baik saja.

    aku ngebayangin suara jantung yang berdetak itu, terasa gimana gitu. merinding. eh, aku nggak tahu apa itu vertigo? tekanan darah rendah ya? ibuku pernah mengalami kepala terasa berputar tapi bukan pening. orang-orang menyarankan ibu rajin mengonsumsi sayuran. daun singkong konon berkhasiat menaikan tekanan darah. wallahu alam.

    Suara jantung berdetak buat orang awam, memang menakutkan…tapi adikku harus bisa berdamai dengan dirinya.
    Sayur singkong bagus, namun meningkatkan asam urat…..
    Memang mesti pilih-pilih makanan, bagus untuk satu hal, namun bisa berisiko untuk lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s