Menyiapkan buah hati jika ibu harus bekerja di luar rumah

Sms masuk ke hapeku menjelang Magrib….”Ibu, bagaimana ya cara menguatkan hati untuk meninggalkan anak di rumah. Saya nggak tega begitu tahu Ara nggak bisa tidur sesiangan ini, belum lagi dia susah minum susu.” Ara selama ini minum asi dari mama nya, jika sesekali ibu harus keluar rumah, meninggalkan botol asi yang sudah disimpan di lemari es, sehingga neneknya tinggal menghangatkan. Saya tersenyum membacanya, kenanganku kembali berputar sekitar awal 80 an, saat anak-anak masih kecil. Aturan cuti melahirkan di kantorku adalah 3 (tiga) bulan, dengan aturan 1,5 bulan sebelum dan 1,5 bulan setelah melahirkan. Bayangkan harus meninggalkan anak setelah umur 6 minggu untuk kembali bekerja, benar-benar perjuangan yang harus dilalui, ditambah saya tak punya siapa pun untuk membantu momong anak, kecuali bibi, karena ibu saya saat itu masih bekerja sebagai Kepala Sekolah yang cukup sibuk, sedang ibu mertua wafat saat saya masih hamil muda.

Lanjutkan membaca “Menyiapkan buah hati jika ibu harus bekerja di luar rumah”