Oleh: edratna | Juli 19, 2011

Kewirausahaan sosial, makin diminati perusahaan?

Saya tertarik dengan tulisannya Yoga, yang membahas “Kewirausahaan Sosial Tak Bisa Dianggap Kecil” di sini, dan ingin menggali lebih dalam, apa yang dimaksud dengan kewirausahaan sosial. Wirausaha menurut KBBI, adalah orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi produk baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya. Kewirausahaan sosial adalah disiplin ilmu yang menggabungkan antara kecerdasan berbisnis, inovasi, dan tekad untuk maju ke depan. Kewirausahaan sosial diharapkan berperan banyak dalam kehidupan masyarakat sekitar lingkungan usaha atau oleh masyarakat luas sehingga dampak positifnya dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Kewirausahaan sosial bisa menghasilkan produk berupa barang/jasa, ide kreatif yang langsung diimplementasikan sehingga berdampak luas.

Kewirausahaan sosial, ada juga yang mengatakan dengan istilah  social business adalah suatu aktivitas yang tujuan utamanya untuk sosial, yang dikelola dengan pendekatan bisnis. Semua kegiatan bisnis yang ada dalam perusahaan untuk satu  tujuan, yaitu kegiatan sosial, sehingga semua dana yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan sosial wajib dikelola dengan memperhatikan kelangsungan bisnis. Hal ini berbeda jika murni usaha sosial, ketika dana yang diperoleh habis, tak ada kelanjutannya. Sebagai contoh, dana sosial Bill Gates,  tidak semua nya berasal dari dirinya sendiri, namun juga menerima kontribusi dari berbagai kalangan. Kontribusi ini tentu saja tak dapat diandalkan, sehingga bagi siapapun yang ingin terjun dalam kewirausahaan sosial, harus bisa mengandalkan  dana sendiri, disamping itu bisa memperoleh dana dari CSR (Corporate Social Responsibilities) perusahaan. Dana CSR ini juga mengalami pasang surut, sejalan dengan pasang surutnya perusahaan itu sendiri.  Berdasar pengamatan, sekarang makin banyak perusahaan yang melakukan CSR sendiri. Nilai yang diperoleh dari perusahaan yang melakukan CSR nya sendiri adalah masyarakat lebih mengenal perusahaan tersebut, yang tidak hanya bergerak di bidang bisnis, namun juga memperhatikan tanggung jawab sosial masyarakat……sehingga nilai perusahaan meningkat di mata masyarakat, membuat masyarakat juga loyal pada produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut, karena tahu sebagian dana keuntungan akan kembali ke masyarakat.

Kesadaran masyarakat ini membuat perusahaan membentuk unit usaha sendiri yang bergerak di bidang social business, yang diawali dengan menetapkan tujuan sosialnya, baru bagaimana merealisasikan target sosial  tersebut dengan pendekatan manajemen bisnis. Sebagaimana telah ditulis dalam blog Yoga, di Indonesia makin banyak perusahaan yang menyadari fungsi sosial bisnis ini. Misalkan Putera Sampurna Foundation (PSF), sebuah lembaga yang mempunyai visi sosial untuk menciptakan pemimpin bangsa melalui jalur pendidikan pemberdayaan perempuan dan kewirausahaan. Salah satu caranya, antara lain PSF mempunyai unit bisnis Acces Education Beyond, yang hasilnya digunakan untuk membantu pendidikan. Unit bisnis ini tugasnya mencari investor, yang bersedia membiayai dan membantu memberdayakan perempuan. Dalam melakukan kegiatannya,  PSF tetap menggunakan ilmu-ilmu bisnis pada umumnya, seperti marketing, keuangan dsb nya, hanya tujuannya untuk sosial (Majalah Stabilitas Perbankan No.61 Juli 2011, halaman 36-37).

Dari pengalaman saya selama lebih dari 20 tahun bekerja di Perbankan, dan banyak mengenal para klien yang bergerak di berbagai bidang usaha, saya banyak mengenal perusahaan yang melakukan kegiatan sosial seperti ini. Antara lain perusahaan yang dimiliki pribumi  di daerah Jawa Timur, usahanya diawali dengan memproduksi kopiah (songkok),  yang terkenal mutunya, kemudian berkembang dengan menjajagi  industri perumahan, jasa konstruksi, dan  pertambangan. Grup usaha ini (ada 15 grup), salah satu grupnya, sebagian besar keuntungan usaha, setelah dikurangi kebutuhan modal kerja, dikhususkan untuk membantu orang yang belum beruntung, mendirikan yayasan, beasiswa untuk anak kurang mampu.

Perusahaan  yang bergerak di bidang bisnis, namun punya unit usaha untuk kegiatan sosial, saat ini semakin banyak, karena pemilik menyadari bahwa bagaimanapun mereka punya tanggung jawab sosial. Betapa banyaknya perusahaan yang selamat dari kerusuhan saat krisis ekonomi melanda negeri ini, karena perusahaan tersebut memperhatikan kesejahteraan para pekerja, memberikan manfaat untuk tujuan sosial (seperti pemberian beasiswa bagi anak karyawan, yang anaknya pandai, tapi kemampuan ekonomi rendah).

Kedepan mau tak mau akan semakin banyak perusahaan yang menyadari untuk terjun ke kegiatan sosial ini,  membentuk unit kerja atau fungsi tersendiri diantara kegiatan bisnisnya, dan tujuan sosial ini dikelola secara bisnis sehingga bisa terus berkelanjutan.

Iklan

Responses

  1. Saya tertarik ibu enni dengan kewirausahaan sosial ini. membangun bisnis dengan mengembangkan usaha pula yang bersinggungan dengan sosial sehingga seperti membangun kekuatan didalam dengan memanfaatkan dunia luar perusahaan. Seperti membangun jiwa dari perusahaan itu sendiri agar mau berbagi dengan lingkungan sekitar dan ikut membangun apa yang ada di sekitar. Jangan seperti kasus lumpur lapindo yang justru merusak sekitar dan akhirnya perusahaan yang mengelola mengalami penolakan dari masyarakat sekitar. semoga semakin banyak perusahaan bisa mengembangkan kewirausahaan sosial ini ya bu didalam perusahaannya.

    Kondisi ini memang makin disadari para pengusaha..bahwa tidak bisa hidup sendirian namun juga harus bersama lingkungan, minimal di sekitar tempat usaha tersebut berada.
    Dan ternyata value yang diperoleh tak dapat dinilai dari uang.

  2. Bu,
    Saya bisa hubungi Ibu dimana ya? Adakah email atau no hp?

    Japri ya?

  3. Saya menonton Kick Andy di episode yang menampilkan entrepreuneur muda dan memenangkan award dari foundation untuk mendapatkan bantuan dari mereka. Konsep bisnisnya adalah seperti plasma. Mereka bekerja sama dengan petani2 dengan tujuan agar tingkat kehidupan para petani bisa meningkat dan merekapun mendapatkan bahan baku yang berkesinambungan…jadi intinya win-win solution diantara mereka.
    Tujuan sosial tercapai dengan mengangkat pendapatan petani, tujuan bisnis juga tercapai karena proses produksi mendapatkan tingkat kepastian yang baik…

    Benar Necky..kita harus mendorong kaum wirausaha muda ini, karena mereka menciptakan lapangan kerja…dan tak hanya teriak ingin mendapatkan pekerjaan.

  4. seandainya semua perusahaan “dengan sadar” mau ngeluarin csr….harapannya.

    Hmmm…..sudah ada kan aturannya?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: