Ber Bajaj ria

Bagi saya, juga suami, segala sesuatu diharapkan mengikuti aturan. Jadi, setiap kami pindah alamat, ikutannya banyak sekali, seperti ganti Kartu Keluarga, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan lain-lain nya. Begitu juga saat pindah alamat di komplek rumah dinas, walau masih satu RT, tetap saja semua kartu identitas diganti dengan alamat yang baru. Memang repot, namun memudahkan urusan selanjutnya. Kali ini, karena dalam tahun ini ayahnya dua kali masuk rumah sakit, si sulung sangat kawatir, sehingga memutuskan kembali bekerja di Jakarta, mengingat adik satu-satu nya sedang kuliah di luar negeri.

Lanjutkan membaca “Ber Bajaj ria”