Mudik ke Jakarta….?

Ara (gambar dari FB Dwita)

Ingatanku kembali berpuluh tahun silam, mungkin alm ibu dulu perasaannya mirip perasaanku sekarang. Jika pada bulan-bulan Idul Fitri sebelumnya, hanya kami rayakan berdua karena anak-anak sudah besar dan tinggal di luar rumah semua, Lebaran tahun ini rumah kami akan ramai, karena cucu pertama akan datang bersama ibundanya, merayakan Idul Fitri di Jakarta.

Setelah menikah saya tinggal di Jakarta, berperan sebagai karyawati, ibu, dan isteri, benar-benar menghabiskan waktu. Dan saat itu, kami hanya punya mobil seken, sehingga tak berani untuk pulang mudik ke Jawa Timur. Ditambah saat kecil si sulung kurang sehat (atau mungkin saya sebagai ibu kawatir terus…konon kekawatiran ini akan terhubung pada anak), sehingga tak berani menempuh perjalanan panjang dari Jakarta ke Jawa Timur. Si sulung sempat diajak menengok neneknya saat kecil, naik pesawat dari Jakarta-Solo, diteruskan dengan naik mobil, itupun terasa sekali lelahnya, serta sepanjang perjalanan rewel.

Jadi, saat si sulung (saat itu masih kerja di Bali), bersama isterinya berencana mudik ke Jakarta, yang ada dipikiran saya adalah bagaimana dengan cucu saya yang pada saat Lebaran baru berumur sekitar 7 (tujuh) bulan. Jadi, walau saat itu masih bulan April, namun saya telah memesan tiket pesawat  untuk Malang-Jakarta pp. Biar saja tak perlu beli apa-apa, namun yang penting ibu dan si bayi sehat.

Persiapan tak hanya itu, rumah Jakarta pun harus dipersiapkan, jadi saya meminta apa saja barang keperluan Ara yang harus disiapkan di Jakarta, sehingga tak perlu di bawa dari rumah. Makanan apa saja yang sudah dibolehkan, minyak kayu putih (atau minyak telon), dan lain-lain, sehingga ibu dan bayi hanya membawa barang keperluan sehari-hari. Dan mulailah perburuan beberapa hari yang lalu, saat istirahat di kantor, saya mengajak dua staf untuk menemani belanja di Lotte Mart, yang berada di lantai bawah, dengan membawa catatan belanjaan.  Syukurlah saya mengajak mereka, ternyata banyak sekali hal-hal yang baru saya ketahui, yang pada zaman anak-anak saya kecil belum ada. Staf saya semangat sekali, sampai-sampai saya bilang, “lha siapa ya yang punya bayi?”. Melihat perlengkapan bayi zaman sekarang, menyenangkan sekali, membuat gatal belanja….cuma harus dipikirkan bahwa bayi cepat besar. Kebetulan cucu pertamaku perempuan…. pernak-pernik nya banyak sekali dan lucu-lucu.

Saya senang sekali menemukan kelambu untuk tempat tidur bayi, yang tentu saja belum ada pada saat si sulung masih bayi. Benar-benar kehidupan sekarang makin mudah…asal punya uang. Saya mempelajari berapa hari Ara akan tinggal di Jakarta, dan apa sempat diajak menengok rumah di Bandung, karena perlengkapannya akan berbeda. Sekarang baju-baju, kaos kaki, baju hangat telah di cuci oleh si mbak,  siap disimpan di almari, menunggu Ara datang. Eyang kakungnya, setiap kali melihat video Ara, ketawa sendiri, melihat Ara yang ngotot pengin berjalan padahal umurnya masih mau tujuh bulan. Apakah semua eyang-eyang juga sama sepertiku ya?

Syukurlah saya ditemani dua staf, yang salah satunya sudah punya anak, dia lah yang banyak berperan mengusulkan barang apa saja yang tepat untuk dibeli. Bayangkan… jika saya dulu mesti menyiapkan kapas pembersih yang dibentuk bulat-bulat, untuk membersihkan buang air kecil atau BB, sekarang telah tersedia kapas bulat-bulat…..yang siap pakai. Juga ada cotton bud yang khusus bayi, sekaligus untuk membersihkan daun telinga….. betapa orang makin kreatif, karena bagaimanapun kita bekerja adalah untuk keluarga….serta seorang ibu akan berjuang untuk memberikan lingkungan yang bersih agar anak-anak sehat dan tumbuh kembang dengan baik.

Selang infus di hidung dan kaki (foto kiriman Dwita, bundanya Ara)

Pada saat penantian yang makin mendekati hari “H”, saya mendapat telepon kalau cucu yang ditunggu-tunggu masuk rumah sakit karena dehidrasi. Awalnya sang bunda yang sakit, setelah bundanya sembuh ganti bayinya yang sakit. Kebetulan saya sedang di luar kota, semalaman saya monitor terus keadaannya, syukurlah pada pagi harinya Ara menampakkan perkembangan yang baik, tak lemas lagi. Ayahnya (yang sekarang bekerja di Jakarta sejak sebulan ini),  pagi-pagi naik pesawat ke Malang, dan agak lega mendapatkan putrinya telah membaik. Hari Rabu tanggal 24 Agustus 2011, infus di tangan Ara sudah dilepas…namun kemudian drop lagi, malah harus ditambah infus untuk  dipasang di hidung. Hati saya makin kawatir…..saya berdoa semalaman, memohon pada Allah swt agar Ara mendapatkan kesembuhan. Saya mengatakan pada si sulung, yang penting Ara sehat kembali, kalau kondisi masih rawan tak perlu ke Jakarta,  ayahnya saja yang mudik ke Malang walau tiket jelas sudah habis… Kamis malam saya mendapat sms dari bundanya Ara, kondisi Ara makin membaik, semoga hari ini makin membaik . Dari fotonya yang dikirim oleh bundanya Ara, terlihat Ara masih bisa tersenyum walau kaki kanan dan hidung dipasang selang infus…tak tega rasanya. Cepat sembuh Ara……mohon doanya teman-teman.

26 pemikiran pada “Mudik ke Jakarta….?

  1. Ah senangnya bisa berkumpul lagi sekeluarga ya, bu. Makin bahagia karena sekarang bertambah lagi anggotanya.

    Doakan Ara sembuh ya…..yang penting sembuh dulu

  2. duh pasti excited banget mau didatengin cucu ya bu. moga2 Ara cepet sembuh ya… ini yang ibu bilang kena bakteri ya? sebenenrya kena bakteri apa bu? duh kasian Ara… bener2 moga2 cepet sembuh dan bisa mudik ke jakarta supaya bisa berlebaran rame2 ya bu…

    kayaknya setiap orang pasti sangat menanti2kan kedatangan anak dan cucu ya kalo tinggalnya berjauhan. abis mau ketemu tiap hari gak bisa. jadinya saat2 mudik pasti dinanti2. 🙂

    saya inget pas kita mudik th 2009 lalu… mama saya sampe beliin sprei set dan anduk gambar CARS buat andrew, biar dia seneng karena si andrew kan suka banget ama CARS. juga dibeliin macem2 buku CARS. semua demi biar si andrew betah. hahaha. padahal setelah kita balik sini, siapa juga yang bakal pake spreinya ya. hahaha. tapi emang berhasil tuh, si andrew sampe ternganga ngeliat kamar yang disiapin buat kita udah ada ranjang buat dia yang serba CARS. 😀

    trus sama juga kita udah jauh2 hari udah ditanyain perlu disiapin apa aja buat si Andrew, kayak sabun, lotion, dll, supaya kita gak perlu bawa dari sini. 😀

    Hahaha…Arman punya pengalaman ya….memang risiko anak kecil seperti itu, tak mudah menggunakan bahan sembarangan karena kulitnya masih sensitif…

  3. Bu, saya mbaca tulisan ini sesaat setelah menulis draft posting soal mengenang suasana lebaran dulu di Blitar bersama keluarga besar.

    Aku terharu sekali mengingatnya…. selamat menyambut Lebaran ya Bu!

    Terimakasih Don..semoga menjadi Lebaran yang menggembirakan.

  4. Kelihatannya memang sangat mengharukan. Menyambut lebaran sekaligus menyambut kedatangan cucu.

    Doakan semoga cucunya sembuh ya pak…mau jadi Lebaran di Jakarta atau Malang tak jadi soal

  5. waduh kebayang repotnya ibu menyiapkan semuanya demi cucu tersayang. Semoga keadaan Ara cepat pulih ya, dan bisa naik pesawat mudik ke Jakarta. Saya mengucapkan selamat menyambut hari Raya ibu, Mohon maaf lahir dan batin ya

    EM

  6. Waduh kasian Ara …selang lewat hidung itu lho…
    rambut saja 1-2 lembar dlm rongga hidung, kita risi apalagi selang …
    cepat sembuh ya sayanggg … jangan lagi pernah sakit yg ngeri2 …
    Insya Allah.. Amin!

  7. mudah2an Ara sekarang semakin membaik ya.. dan bisa melakukan perjalanan jauh

    pengalaman dengan anak pertama kok sama ya bu, saya juga seperti ibu
    nggak berani jalan jauh dikit…, takut anak rewl, he..he..mungkin karena baru belajar jadi ibu ya

    Selamat Idul Fitri bu, taqabballahu minna wa minkum, taqabbal ya karim

  8. Mudahan Ara kondisinya sudah pulih dan bisa berkumpul sama eyang,
    Kirim terus sugesti positif Bu, balita cepat banget merespon pikiran positif dari orang2 terdekatnya, moga bundanya Ara tetap tenang.

  9. nita

    ibu enny, semoga ara cepat sembuh. kena bakteri opo to? kasian musti sampe diinfus begitu. sehat itu memang tak ternilai harganya ya…

    doa kami untuk ara: semoga cepet sembuh, cepet pulang ke rumah, kembali berkumpul dengan orang tua juga eyang2nya. amiiiiiin

    sekalian kami menghaturkan: minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. selamat hari raya idul fitri.

  10. Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1432 H
    Mohon maaf lahir dan batin atas segala komen yang tidak berkenan baik sengaja maupun tak sengaja.

    Semoga Allah SWT senantiasa mengampuni segala dosa dan kesalahan kita serta menerima semua amal ibadah kita Amiiin.

    Salam,
    Muhammad Mufti
    HALAMAN PUTIH

  11. semoga cucunya Ara cepat sembuh ya bu…doa saya dari sini…dan sekalian juga mengucapkan selamat Idul Fitri bu..mohon maaf kalo ada kesalahan dalam pertemanan blogger ini bu…semoga kalo sudah tidak sibuk lagi sehabis lebaran pingin kopdar dengan ibu….

  12. semoga Ara cepat sembuh ya Bu.
    saya tidak mengikuti perkembangan barang2 untuk bayi hehehe, tapi waktu teman saya bbrp waktu lalu punya anak, saya baru tahu kalau pernak-pernik bayi itu banyak sekali. sampai saya mikir, kok ya kepikir sih bikin benda2 seperti itu lalu dijual. contohnya ya kapas yg sudah dibulat2 itu.

  13. Wah, kalau ke Jakarta bukan mudik Bu, tapi ngota.
    Melihat anak kecil yang sakit selalu kelu rasanya Bu. Semoga cepat membaik Ara-nya.
    Sekalian minal aidin wal faizin. Maaf lahir batin ya Bu…..

  14. mohon maaf lahir batin ibu enny…

    cucu tersayang semoga sudah sembuh kembali ya bu..kasian kalo bayi masuk rs…

    oya bu..saya mengadakan quiz di blog tentang kisah nyata pernikahan…semoga ibu berkenan mau ikut dan berbagi cerita pernikahannya…terimakasih ibu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s